NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pohon di atas reruntuhan

Musim dingin pertama di Neo-Veridia perlahan berganti menjadi musim semi yang hangat. Lelehan salju di atap-atap bangunan Distrik 4 mengalir melintasi saluran air bersih, memberi kehidupan baru bagi benih-benih tanaman liar yang mulai tumbuh di sela-sela reruntuhan beton lama.

Di halaman belakang *Kedai Awal Baru*, Rian berdiri menatap sebuah area tanah kecil yang baru bersihkan dari sisa-sisa puing konstruksi. Di tangannya, ia memegang bibit pohon *Magnolia* muda dengan akar yang terbungkus kain jerami basah.

Maya keluar dari pintu dapur membawa sekop kecil dan setimbun pupuk organik. Rintik angin musim semi memainkan gaun santainya, membawa aroma tanah basah yang menyegarkan.

"Kau yakin ingin menanamnya di sini, Rian?" tanya Maya seraya berlutut di sebelah lubang tanah yang sudah disiapkan Rian sejak pagi.

Rian ikut berlutut, dengan jemarinya yang lembut ia melepaskan kain jerami pembungkus akar bibit tersebut. "Ya. Evan bilang tanah di bagian belakang kedai ini dulunya adalah titik fondasi paling keras saat pilar Archivia masih berdiri. Tempat ini dulu steril, mati, dan dipenuhi kabel serat optik."

Ia memasukkan akar pohon muda itu ke dalam lubang tanah yang hangat.

"Dahulu tempat ini dirancang untuk menahan beban beton dingin yang mengurung jiwa orang-orang," lanjut Rian seraya menimbun tanah dengan jemarinya sendiri. "Sekarang, aku ingin tempat yang sama menjadi rumah bagi sesuatu yang hidup, sesuatu yang tumbuh bebas tanpa perlu diprogram."

Maya tersenyum menyimak ucapan Rian. Dulu, Rian merancang algoritma untuk mengendalikan kesadaran manusia; kini, jemari yang sama mengelus lembut batang pohon muda dan menyiramnya dengan air murni. Perubahan itu begitu organik dan indah.

"Pohon ini akan tumbuh tinggi," kata Maya lembut, membantu meratakan tanah di sekitar bibit. "Dalam beberapa tahun, bunganya yang putih akan bermekaran tepat di depan jendela kamar kita di lantai dua."

"Dan anak-anak dari sekolah distrik bisa duduk di bawah naungannya saat mereka berkunjung untuk membaca buku," tambah Rian, matanya berbinar membayangkan masa depan yang kian nyata.

Lonceng pintu depan berbunyi nyaring. Evan melangkah menuju halaman belakang dengan gaya khasnya yang santai, membawa gulungan kertas denah baru.

"Aku mengganggu momen puitis kalian?" canda Evan sambil terkekeh.

"Tidak pernah, Evan," sahut Rian tertawa pelan, berdiri lalu membersihkan sisa tanah di tangannya. "Ada kabar apa dari Dewan Sipil?"

Evan membuka gulungan denah di atas meja kayu luar. "Rencana tata kota resmi disetujui hari ini. Tidak ada lagi pembagian 'Distrik Atas' atau 'Distrik Bawah'. Seluruh Neo-Veridia kini dibagi menjadi kawasan pemukiman terbuka, taman publik, dan pusat kebudayaan. Sejarah tentang Archivia dan Proyek Oblivion tidak akan dihapus, tetapi ditulis secara terbuka di museum kota sebagai pengingat."

Maya menatap denah tersebut. Gambar garis-garis batas yang tegas kini telah digantikan oleh jalur-jalur hijau yang melingkar dan terhubung satu sama lain.

"Pengingat bahwa manusia bisa jatuh ke dalam kegelapan yang paling dalam," ujar Maya pelan, "tetapi selalu memiliki kekuatan untuk bangkit kembali."

"Benar," kata Evan mantap. Ia lalu melirik bibit pohon *Magnolia* yang baru ditanam. "Pohon yang bagus, Rian. Akar-akarnya akan menembus sisa-sisa beton di bawah sana dan membuatnya makin kuat."

Sore harinya, saat matahari musim semi mulai tenggelam di garis cakrawala, ketiga sahabat itu duduk bersama di teras belakang kedai. Cahaya keemasan menyirami ranting-ranting muda pohon *Magnolia* yang baru tertanam, memancarkan pendaran alami yang jauh lebih indah daripada pendaran holografis buatan Archivia di masa lalu.

Rian menggenggam tangan Maya hangat, menikmati ketenangan tanpa syarat yang menyelimuti jiwa mereka. Tidak ada lagi rahasia yang tersembunyi, tidak ada lagi gema mesin yang menakutkan, dan tidak ada lagi ancaman yang mengintai dari kegelapan.

Di atas tanah yang dulunya dipenuhi debu kekejaman dan penindasan, sebuah hidup baru tidak hanya telah dimulai—tetapi telah berakar kuat, tumbuh menembus reruntuhan masa lalu menuju langit kebebasan yang tak terbatas.

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!