NovelToon NovelToon
OmKu Suamiku Season 2

OmKu Suamiku Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.

ini sequel gabungan keduanya 👆


" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.

" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.

" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.

Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Berangkat

Hari keberangkatan datang juga ,jika saat niat pertama akan mengikuti Elang ke Batam karena sedikit ada rasa marah pada Ayahnya, kali ini sangat berbeda.

Regina pergi dengan tekad yang kuat ingin membuktikan pada semua bahwa, walaupun ia wanita, ia layak diperhitungkan untuk dibanggakan oleh keluarga besarnya.

Adam melepas Regina lebih ringan karena statusnya sudah lebih jelas, jika ada waktu libur, dan skripsinya sudah beres, ia akan mengunjungi tunangannya, Regina di Batam.

Sangat berbeda dengan Freya, ia terus merengek ingin mengantar Elang.

Jadwal Penerbangannya pagi sesudah subuh.

" Mas, aku mengantar kamu ya! " rengeknya malam ketika membantu Elang yang sedang berbenah untuk dibawa ke Batam.

Elang menghembuskan napasnya pelan

" Kamu sekolah seperti biasa saja, Frey, pergilah dengan Gaia !" tangannya memasukkan barang terakhir lalu menutup tasnya.

" Aku mbolos ya Mas, demi kamu, Please !" wajah Freya sudah terlihat mau menangis.

" Frey, kalau kamu ngantar aku sampai Bandara, aku kuwatir kamu merengek lagi minta ikut, atau minta dinikahi saat itu juga " Elang menahan senyumnya.

Freya mencebikkan bibirnya.

Elang duduk di tepi kasur disebelah Freya, didalam kamar Elang tetapi tetap membiarkan pintunya terbuka.

Papa Tyo, Mama Clara dan Benua sedang menonton TV.

" Mas Elang jahat " Freya mulai menangis

Elang mengambil jemari tangan Freya lalu menggenggamnya.

" Dengarkan aku ! jika kau ikut ke Bandara, kau dan aku akan berat untuk berpisah sementara ini, aku berjanji, sesampai disana, aku akan mengirimkan pesan padamu, dan setiap malam kita akan Videocall, bagaimana ?" Elang berusaha membujuk sembari menepuk nepuk telapak tangan Freya yang ada di dalam genggaman.

" Biarkan orang tua ku dan orang tua Regina, serta kakakmu yang mengantar kami "

" Bersabarlah, Frey ! tidak sampai setahun aku kembali, saat itu...aku tidak akan meninggalkanmu lagi " Elang menghapus air mata Freya dengan ujung jarinya.

" Aku antar pulang ya ! " Elang menarik tangan Freya mengajaknya berdiri, saat Elang akan melangkahkan kakinya keluar kamar, Freya menahannya, Freya segera memeluk Elang.

" Frey " bisik Elang berusaha melepaskan pelukan Freya, Elang kuwatir orang tua dan Benua akan melihat mereka yang sedang berpelukan.

" Sebentar saja, Mas ! " pinta Freya,

Sebelum Freya melepaskan pelukannya, ia sempatkan mengecup bibir Elang sekilas, lalu berjalan mendahului Elang keluar dari kamar untuk pulang kerumahnya dengan diantar Elang.

*

*

Selepas Subuh Papa Tyo, Mama Clara,Ayah Gunawan, Ibu Maya dan Adam, mengantar Elang dan Regina ke Bandara, Freya memang tidak mengantar tetapi ia terus murung didalam kamarnya.

" Benar kata Mas Elang, Frey, kalau kau ikut mengantar ke Bandara, bukan hanya kau yang sedih, Mas Elang pasti juga merasakan hal sama sepertimu " bujuk Gaia yang mulai mengenakan pakaian seragam sekolahnya.

" Kenapa kak Adam boleh mengantar kak Gina " Freya protes.

" kak Adam tidak akan mungkin menangis seperti dirimu, dia sudah dewasa "

" Cepatlah ganti pakaianmu ! kita segera turun kebawah, pasti Papa dan Mama sudah menunggu di meja makan "

Dengan malas malasan, Freya mulai memakai seragam sekolahnya, ia lama berdiri didepan cermin menatap pantulan tubuhnya, jari tangannya bergerak kearah bibir, mengusap pelan bibirnya pelan seraya memejamkan kedua matanya.

Seperti baru terjadi, ketika dengan berani Freya mendorong Elang hingga terjatuh di sofa ruang tamu, saat Elang mengantarnya pulang tadi malam.

Dan dengan keberanian yang lebih besar Freya mencium Elang terlebih dahulu, semula Elang mendorongnya sedikit kuat agar Freya menjauh dari tubuhnya tetapi melihat Freya yang sudah mulai menangis lagi, Elang tidak berdaya, akhirnya membiarkan Freya menciumnya dan membalas apa yang dilakukan Freya pada bibirnya sebentar, lalu menjauhkan tubuh Freya dari tubuhnya.

" Kau masih membayangkan kejadian yang tadi malam ? " pertanyaan Gaia membuyarkan lamunan Freya, seketika Freya membuka matanya.

Ditatapnya Gaia yang sedang berdiri disebelahnya, wajah saudari kembarnya terlihat serius.

" Kau, kok bisa tahu ? " tanya Freya tidak percaya

Gaia mencebikkan bibir bawahnya, sembari menyisir rambutnya berdiri di sebelah Freya menatap cermin.

" Aku tidak sengaja melintas diruang tamu, dan ..." Gaia menatap Freya melalui cermin, Freya juga sedang menatapnya.

" Kau melihat semuanya ? " tanya Freya dengan mata membulat penuh.

Gaia mengangguk menahan senyumnya

" Kau sungguh berani, Frey, sehingga pria seperti Mas Elang, tidak berdaya mengahadapi dirimu "

" Dan aku bisa menduganya, jika itu bukan ciuman pertama kalian " Gaia terkikik geli melihat wajah Freya yang mulai memerah.

" sok tahu " ujar Freya cemberut menyamarkan rasa malunya.

" Kau tidak perlu berbohong kepadaku, kerena aku melihat terus sampai akhir, bagaimana Mas Elang akhirnya membalas ciumanmu "

" Kalau bang Adit ada di dekatku, bisa bisa aku terpengaruh oleh perbuatan kalian berdua, huh....hot beneeerrrr " Gaia tergelak kencang, Freya mengambil bantal lalu memukulkan ke arah badan Gaia, tetapi Gaia tidak mungkin pasrah begitu saja, ia segera berlari menjauhi Freya, Freya ingin mengejarnya tetapi tidak mungkin karena Freya belum berpakaian lengkap.

Setelah selesai sarapan bersama Papa Dimas dan Mama Cinta, Freya dan Gaia berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor seperti biasa.

Di Bandara.

Elang duduk diapit oleh kedua orang tuanya, melalui ekor matanya ia melihat Adam dan Regina yang duduk tidak jauh dari mereka hanya memberi jarak sedikit.

" Kenapa tidak kau biarkan Freya mengantarmu ? " tanya Mama Clara yang memergoki Elang menatap interaksi antara Adam dan Regina.

" Aku tidak mau melihatnya menangis saat aku akan berangkat, Ma " jawab Elang pelan.

mendengar jawaban putranya, Papa Tyo tersenyum tipis.

" Dia kelemahanmu ya Lang ? " Papa Tyo tertawa kecil.

" Tidak kusangka, putraku yang pelit senyum dan selalu berwajah dingin, ternyata takluk oleh putrinya Dimas " Papa Tyo menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya.

Elang memutar bola matanya malas mendengar ledekan dari Papanya.

" Mas...putramu seperti dirimu bukan ? demi Ara, Mas rela pindah dari Bandung ke Jakarta " saut Mama Clara membela putranya.

" Non, jangan diungkit yang sudah lama ! " Papa Tyo sedikit menajamkan matanya, Mama Clara hanya tertawa.

Saatnya Elang dan Regina harus masuk keruang tunggu. semua sudah saling berpamitan. Elang ingin membalas ledekan Papanya, ia memeluk Mama Clara lama lalu mencium kedua pipi Mamanya yang tetap cantik di usianya yang ke empat puluh tiga tahun, Papa Tyo memelototinya tetapi Elang tidak perduli.

" I love You, Mamaku sayang " mencium dahi Mama Clara lalu melepaskan pelukannya sembari terkekeh menatap Papanya, Papa Tyo melengos, Ayah Gunawan dan Ibu Maya hanya bisa tersenyum melihat Papa Tyo yang tetap over protec terhadap Mama Clara.

Saat Elang dan Regina melambaikan tangan sebelum menghilang di pintu keberangkatan, Mama Clara dan Ibu Maya sama sama mengusap ujung matanya yang basah, kedua pria bersaudara itu merengkuh bahu istri mereka masing masing dan membawanya menuju mobil mereka, Adam hanya diam mengikuti langkah kedua pasangan itu dari belakang.

...▫️...

...▫️...

...▫️...

...🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Ning Fifi
👍👍👍👍🫰
Yunianingsih
Buruk
Saftanierni Erni
Luar biasa
Saftanierni Erni
nov 2024 dan kembali lg baca duuuh candu memang
alfi risky
Kecewa
Rin Riyanti
cerita nya ringan dan tidak membosankan
Yati Suryati
ku suka semua karya ka riena
Nona Being
Luar biasa
Nona Being
Kecewa
Junnie Huang
🤗🤗🤗🤗🤗
Junnie Huang
😂😂😂😂😂
Junnie Huang
🤗🤗🤗🤗🤗
Junnie Huang
😂😂😂😂😂
Junnie Huang
🤗🤗🤗🤗🤗
Junnie Huang
😂😂😂😂😂
meisan
ceritanya sangat keren 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
meisan
namanya juga dunia halu ,bebas mau berimajinasi apa pun thor
meisan
benar...benar ya si Leon banyak akalnya 🤣🤣🤣
meisan
jadi penasaran sama ceritanya jagad
Junnie Huang
😌😌😮😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!