NovelToon NovelToon
Penghujung Hati

Penghujung Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.6k
Nilai: 5
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.

Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.

Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.

Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Karina, Vanessa, Dian dan Abel tengah asyik membicarakan kehamilan Mila di meja yang mereka tempati. Abel sesekali bertanya kepada Karina dan Dian apa saja yang harus ia lakukan sebelum hamil. Ia cukup antusias membicarakan topik tersebut.

“Kamu ingin segera hamil, Bel?” Goda Mila pada sahabatnya itu.

“Ihhh! Apaan sih, Mil? Orang nanya doang.” Elak Abel dari tuduhan Mila.

“Tapi kamu antusias banget membahas ini, Bel”

“Udah deh, Mil! Jangan buat aku kesal.” Abel menggerutu dengan memanyunkan bibirnya.

Karina tersenyum melihat tingkah Abel dan Mila, matanya kemudian mengedar ke sisi lain restoran. Ia melihat Ari dan Tomy tengah berdiri di dekat pintu masuk. Karina tersenyum, entah mengapa ia merasa lega melihat Ari ada disana.

Pembicaraan mereka kembali berlanjut dengan  candaan yang menimbulkan suara tawa dari mereka, Vanessa kemudian berdiri karena ingin ke atas untuk istirahat sebentar. Punggungnya terasa pegal karena ikut melayani pengunjung yang cukup ramai karena mengejar potongan setengah harga dari setiap menu yang ada disana.

Setelahnya Karina yang meninggalkan meja itu untuk ke toilet. Karina berjalan pelan menuju toilet di dekat tangga. Tadi ia melihat Ari berjalan ke arah sana, “Apa Ari ke atas ya?” Karina bergumam sendiri. Ia kemudian segera masuk ke toilet yang ada di dekat tangga itu.

Setelah selesai di dengan urusannya di kamar mandi, Karina bercermin di wastafel yang ada di depan toilet. Ia mengeringkan tangannya dengan tisu sembari merapikan jilbabnya dan mengatur kembali posisi kacamatanya. Dari pantulan cermin, ia melihat ada yang turun dari tangga. “Ari,” Karina bergumam pelan, ia memutar badannya ke arah tangga berharap itu adalah Ari.

Namun yang terlihat di sana adalah Vanessa yang turun dari atas. “Kamu darimana, Nes? kenapa wajamu kesal begitu?” Karina memandang bingung ke arah Vanessa, matanya kemudian mengedar kepada sosok laki-laki yang berjalan turun juga dari atas. Karina tersantak, nafasnya terasa tercekat melihat Ari juga turun dari atas. “Kalian ….”

“Aku mau ke dapur dulu ya, Rin. Mau cek dapur dulu, pengunjung cukup ramai, aku takut nanti kami kekurangan bahan baku.” Potong Vanessa yang tidak ingin Karina salah paham kepadanya. Vanessa segera meninggalkan Karina dan Ari yang masih saling tatap. Ia tidak ingin terlibat akan masalah mereka.

Karina naik ke arah tangga dengan pelan, “Kamu ada hubungan apa sama Vanessa, Ri? Kenapa kalian sama-sama dari atas?” Tanya Karina dengan nada bergetar termakan rasa cemburunya. Wajah Ari dan Vanessa yang tampak kaget melihatnya menimbulkan rasa tidak menentu di hati Karina.

“Bukan urusanmu, Rin.” Jawab Ari dengan ketus.

Karina berusaha tersenyum mendengarkan jawaban Ari. Simpulnya bibirnya getir mendengar jawaban Ari. “Aku mau bicara sebentar, Ri.” Karina menatap lekat wajah Ari.

“Bicara apa, Rin? Aku rasa masalah pekerjaan kita sudah cukup jelas.” Ari masih berbicara dengan ketus.

“Bukan pekerjaan, Ri. Tapi tentang kita, tentang aku dan kamu.” Lirih Karina kepada Ari.

Ari mengernyitkan dahinya, ia balas tatapan Karina dengan mata kebingungan. ‘Mungkin ini saatnya aku mengakhiri semuanya dengan baik-baik.’ Batin Ari yang teringat saran Arya saat mereka di bukit.

“Kita bicara di atas, Rin. Lebih nyaman.” Ari berputar dan berjalan lagi ke lantai 2.

Karina melepas nafas lega, ia punya kesempatan untuk dapat berbicara dengan Ari. Karina segera menyusul Ari ke lantai atas. Disana ia melihat punggung Ari yang melihat ke arah langit yang mulai gelap menjemput waktu Maghrib.

Karina berjalan mendekati Ari, ia kemudian duduk di kursi tempat Vanessa duduk tadi dan melihat ke arah langit yang sama dengan Ari. Semoga setelah ini, hatinya tak semendung langit yang Ia lihat sekarang.

“Maaf untuk kejadian kemarin di ruanganmu, Rin. Aku terlalu terbawa emosi, aku merasa kamu ingin mempermainkan perasaanku yang sedang sakit karena hubungan kita yang sudah berakhir, Rin.” Ari membuka pembicaraan mereka.

“Nggak masalah kok, Ri. Aku juga sadar kalau aku selama ini banyak salah kamu.”

“Aku sudah ikhlas untuk semuanya, Rin.” Ari berbicara datar, namun entah mengapa itu cukup membuat jantung Karina berdegup kencang. Matanya melirik sendu ke arah Ari yang masih memandangi langit mendung.

“Aku ingin mencobanya lagi,” ucap Karina penuh harap.

Ari seketika kaget mendengar ucapan Karina, ia berbalik menatap Karina. Mata mereka bertemu, seketika saja mereka sama-sama merasa canggung saat berbalas tatapan mata. “Ma… Maksudmu apa, Rin?” Ari terbata, dadanya terasa berdegup kencang. Hatinya terasa berdesir hebat mendengar ucapan Karina.

“Aku tahu kalau aku salah, Ri. Aku ingin mencobanya lagi, aku ingin kita saling mengenal lebih dalam untuk 2 bulan ini dan setelah itu kita melangkah ke jenjang yang lebih serius.” Karina berbicara dengan penuh keyakinan.

Ari menelan salivanya, apa yang dikatakan Karina sangat mengagetkan dirinya. Segera saja ia berpaling dari Karina dan kembali melihat ke arah langit mendung. Hatinya terasa dipermainkan oleh Karina, ia masih ingat empat bulan lau Karina mengusirnya dari ruangan dokter berkaca mata itu.

“Cukup, Rin. Jangan katakan lagi kata-kata yang membuat aku sulit melupakanmu, Rin.” Pinta Ari.

Karina bangkit dari kursinya, ia berdiri di samping Ari dan menatap lekat wajah laki-laki itu, “Kalau begitu jangan lupakan aku, Ri. Cukup ingat aku di setiap harimu, dan aku akan mengingatmu di setiap hariku.”

“Rin!” Sentak Ari yang membuat Karina terhenyak seketika.

“Apa mau kamu sebenarnya? Kamu ingin mencoba mempermainkan perasaanku dan dokter laki-laki di rumah sakitmu itu!”

Karina menggeleng, “Nggak, Ri. Kamu salah paham, aku tidak ada apa-apanya dengan dia.”

“Kamu tidak ada apa-apa dengan dia? Lalu kenapa kamu berduaan dengan dia di restoran itu? Kenapa dia berkali-kali datang keruanganmu? dan Kemarin aku melihat sendiri dia masuk ke ruanganmu dan kalian berduaan di dalam.” Ari berbicara penuh emosional.

“Di restoran waktu itu kami bertiga, Ri. Ada Dian yang ikut, kebetulan saja waktu ia lagi ke toilet, dan masalah dia keruanganku, aku tidak bisa melarangnya, Ri. Dia seniorku juga di kampus dan di rumah sakit, aku sangat menghormatinya, Ri.”

“Dan untuk berduaan di dalam ruanganku, apa kamu lupa kalau kamu juga sering ke ruanganku dan kita hanya berdua di dalam. Aku bisa menjaga diriku dan perasaanku, Ri. Dan mas Rangga juga bukan orang jahat. Aku mohon, Ri, jangan salah paham seperti ini.” Karina menjelaskan semuanya agar Ari tidak salah paham lagi kepadanya.

“Tapi ini menyakitkan buatku, Rin. Mungkin ini jalan terbaik buat kita, kamu memang lebih pantas dengan dia, dan biarkan aku mencari kehidupanku sendiri, Rin.”

“Nggak, Ri. Aku ingin mencobanya lagi, Aku mo…”

“Cukup, Rin! Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua sikapmu, biarkan aku bangkit dari semua masalah kita, jangan tarik lagi aku ke masa lalu, Rin.”

Ari berjalan cepat meninggalkan Karina, membuat gadis itu tertegun dengan keadaan. Air mata Karina menetes tanpa bisa ia tahan, dadanya benar-benar terasa sesak. ‘Ya, Tuhan, apa semuanya benar-benar sudah berakhir’ Karina menyeka air matanya, berusaha tegar dengan keadaan.

Sementara Ari turun ke bawah, ia segera menuju mobilnya, melampiaskan rasa di dadanya disana. Ia pukul stir mobilnya dengan keras. Meluapkan rasa emosinya terasa sulit ia kendalikan. “Aku sudah mau melupakanmu, Rin. Kenapa kamu datang lagi dengan cara seperti ini? Aku tidak bisa kembali padamu, Rin. Hatiku sungguh sakit atas semua perlakuanmu.”

“Aku benar-benar tak ikhlas melihatmu dengan laki-laki itu, apa lagi ia masuk ke dalam ruanganmu seperti kemarin.” Ari meringis menahan perih di dadanya.

“Ya, Tuhan, kenapa aku seperti ini?” Ari begumam lagi dalam kesenduannya.

1
Rizqi_Achmad
lanjut
Suherni 123
ga Karina ga Mila pas udah nikah manggil suami namanya doang
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
Suherni 123
Vanessa,,sabarmu sungguh luar biasa
Suherni 123
kalau udah perjodohan mah susah
Suherni 123
udah tarik nes,,ari go move on
Suherni 123
ngakak pas akhir baca
utya .S. firdaus
hanya orang orang yg satu server ma dia yg bisa memahaminya....

dan itu sangat jarang...
Semi Ota Priyani
dtggu thot
Urnisah Febriansyah
masih nunggu kisah cinta nya Vanessa
mega keyna
tp mmg ari sbnrnya ngk cocok sm karina,karakter mereka jauh berbeda kayak air dan minyak,tp kl status,mereka memang cocok,jd ngk ada slhnya jg mereka ber 1,tnggl mereka saling melengkapi aja pasti bahagia,,,,
Mimi Fitriani
Thor upny kpn lgi
Muh Ali Suarno
thor kapan up lagiii
Muh Ali Suarno
lnjuuut
NurInna
kumenunggu thor jgn pakek lama²...
Semi Ota Priyani
lanjut thort
Semi Ota Priyani
lanjut thor
Mimi Fitriani
lanjut thor ditunggu tunggu
Urnisah Febriansyah
lanjutin kisah cinta Vanessa dong kak
mega keyna
hahaha lucu antara arya sm mila,kayak mila org suci aja nesehatin org,ya walau pun skrg mereka udh sm2 cinta,tp ngk hrs menasehati jg x secara si mila dlu udh slh besar nyakitin suaminya,,, eèe,,, glrg skrg udh ngmg kayak gt aja kyk mila itu manusia sempurna,,, ngk ngaca dia,untng vanessa sabar,,,,
Suherni 123: bener,mila sok bener
total 1 replies
bunda Thalita
bukan Salman Thor tp SARMAN klo ga salah 😁 lanjuutttt akuh tunggu up nya Thor❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!