NovelToon NovelToon
Senior Cold

Senior Cold

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:203.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: MauLidya Putri Utami

Tentang laki-laki dingin dengan perempuan cerewet yang akan di jodohkan oleh kedua orangtua mereka. Akan seperti apa rumah tangga mereka? Apakah mereka kuat untuk melewati ini semua? Yuk simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MauLidya Putri Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Setelah kejadian hari minggu itu pun sampai sekarang marcel dan Renata masih perang dingin. Mereka tidak saling sapa. Bahkan jika pagi pun mereka tidak saling membangunkan bahkan Renata tidak pernah menyiapkan marcel sarapan.

 

Ah sungguh rumit rumah tangga mereka ini.

 

Seperti biasa. Sudah 1minggu Renata pulang pergi bersama devan. Sedangkan marcel pun begitu ia akan menjemput bella dan mengantarkan bella.

 

Sekarang Renata sudah ada dikoridor sekolah. Renata sudah berpisah dengan devan saat ditangga tadi. Yah kelas devan ada dilantai 3 sedangkan kelas Renata ada dilantai 2 dekat dengan kelas marcel.

 

Saat akan memasuki kelas tiba-tiba tangan Renata ditarik oleh seseorang. Mau tak mau ia membalikan badannya.

 

"hai pacarnya devan" ucap sang perempuan itu menyentuh dagu Renata.

 

"oh ini pacar nya devan mel? Ternyata devan murah ya maunya bekas orang banyak" ucap si A.

 

"jaga ucapan lo ya!" ucap Renata sambil menunjuk si A.

 

"ups marah dia,padahal kan emang faktanya begitu" ucap melly. Melly ini temen sekelasnya devan dan satu angkatan sama Renata.

 

"mau lo apaan si?" ucap Renata keras. Hal ini mengundang yang lain untuk menonton mereka.

 

"mau gue lo jauhin devan! Kalo sampe gue liat lo masih deket-deket sama dia lo tau akibatnya!" ucap melly sambil menarik rambut Renata.

 

Renata meringis. Tangan melly ditepak oleh seseorang. Matanya mereka yang ada disana membulat termasuk Renata.

 

"jangan sentuh dia!" ucap Marcel tegas.

 

"eehh kak Marcel" ucap melly takut.

 

"lo pada ikut gue keruang BK!" ucap Marcel keras.

 

Melly dan dayangnya pun ciut. Mengikuti marcel dari belakang menuju ruang BK.

Raya segera menghampiri Renata dan mengusap kepala sang sahabat. Bukan raya tidak mau menolongi Renata tetapi raya baru datang saat Renata dijambak oleh melly saat ingin maju ia kalah cepat dengan marcel.

 

"pusing ray" ucap Renata lirih.

 

"mau ke uks aja?" ucap raya.

 

"boleh, yu temenin gue ngeri jatoh kalo jalan sendiri" ucap Renata manja.

 

"lebay cuma dijambak doang,lagian kenapa lo gak lawan si" ucap raya.

 

"gue males ngeladenin cabe kaya mereka, ntr gue kena skors lagi" ucap Renata pelan.

 

Mereka sampai di uks. Renata merebahkan diri dikasur uks. Raya ke kantin untuk membeli minum. Tiba-tiba ada devan yang masuk ke uks dengan nafas yang tidak teratur.

 

"re kamu gpp? Maaf ya aku baru tadi kalo melly ngelabrak kamu" ucap Devan panik.

 

"aku gpp dev, gausah khawatir gitu" ucap Renata menenangkan Devan.

 

"liat aja si melly bakal aku bikin gak betah dikelas"

 

"gausah gitu dev, dia perempuan gak pantes kamu ngelawan dia"

 

"tapi re-"

 

"makanya kalo punya pacar di jaga,ini temen sekelas sendiri ngelabrak pacarnya malah baru tau" cibir raya.

 

"iya iya maaf lain kali gue bakal jagain Renata dengan ketat" ucap devan sambil mengelus rambut Renata.

 

"ck baju kaliah ketat, nih re minum dulu" ucap raya sambil memberi Renata air mineral.

 

Renata menerima sambil mengucapkan makasih kepada raya. Kepala Renata memang agak sedikit pusing.

 

"masih sakit re?mau ke klinik aja?" tanya devan.

 

"gausah lebay dia cuma kena jambak bukan ketimpah duren" cibir raya.

 

"gue nanya dia bukan lo,kenapa lo yang sewot sih" ucap devan tak terima.

 

"aduh kalian berisik, bikin kepala gue makin sakit tau gak" ucap Renata sambil memegang kepalanya.

"pulanggg!!" ucap Marcel tiba-tiba.

 

Mereka bertiga melotot ke arah marcel. Sejak kapan dia masuk ke ruang uks. Padahal mereka tidak mendengar pintu terbuka. Atau karena Raya dan Devan fokus dengan argumen nya.

 

Marcel berjalan menghampiri Renata lalu menarik paksa sang istri. Renata yang mendapat perlakuan seperti itu memberontak. Kepalanya sakit ditambah cengkraman marcel yang sangat kencang.

 

Raya tidak mengerti kondisi seperti apa ini. Ia memilih diam.

Sedangkan Devan berusaha melepaskan tangan Marcel dari tangan Renata.

 

"lepasin pacar gue!" ucap Devan teriak.

 

Marcel tidak menghiraukan ucapan Devan. Dia tetap menarik paksa Renata keluar dari uks.

 

"cel lepasin,tangan gue sakit!" ucap Renata kencang.

 

Marcel mau tak mau melepaskan. Dia tidak tega melihat tangan Renata memerah karena ulah nya. Tapi mau bagaimana lagi ia tak mau Renata terluka lagi karena dia dibully seperti tadi.

 

"pulang!" ucap Marcel lagi.

 

"gue gak mau!gue mau sekolah!" ucap Renata terisak.

 

"maksud lo apa si nyuruh-nyuruh pacar gue kaya gitu. Lo siapa? Hah?" ucap Devan sambil mendekap Renata kepelukannya.

 

Marcel yang melihat itu menambah emosi. Tangannya terkepal didalam saku celananya. Raya baru kali ini melihat muka Marcel yang merah padam seperti itu pun mendadak ciut.

 

"LEPASIN!" ucap Marcel dingin.

 

Devan tetap mendekap Renata. Saat Marcel akan merebut Renata tiba-tiba ada tangan yang menariknya kebelakang.

 

"cel kamu ngapain ikut campur urusan mereka?" tanya Bella.

 

"aku ketua osis disini" jawab Marcel.

 

"tugas kamu udah selesai. Kamu udh bawa pelaku ke ruang BK. Buat apa kamu ngurusin cewek ini" ucap Bella sambil menunjuk Renata.

 

"dia udah ada pacarnya kamu gausah khawatir" lanjutnya.

 

"udah kak, Renata gpp kok biar saya sama Devan yang urus" ucap Raya akhirnya.

 

Marcel tidak bisa berkutik. Matanya melihat mata Renata yang sembab. Ia ingin sekali diposisi Devan saat ini. Tapi kenapa lagi- lagi ia tak bisa.

 

Marcel mengacak rambutnya frustrasi dan meninggalkan mereka semua keluar uks termasuk Bella.

 

Sebelum Bella keluar. Bella melirik terlebih dahulu ke arah Renata dan tersenyum sinis.

 

Renata merebahkan dirinya lagi. Kepala nya jadi bener-bener pusing. Raya ingin sekali bertanya kenapa Marcel bisa bersikap seperti itu pada sahabatnya.

Tetapi kondisi tidak memungkinkan makanya ia lebih baik diam.

 

Bel masuk berbunyi. Raya tadinya tidak ingin meninggalkan Renata namun sang sahabat yang meminta jadilah dia pasrah. Sedangkan Devan memang harus balik kekelas karena hari ini dijam pertama dia ada ulangan harian.

 

Tinggallah Renata sendiri di uks.  Sebenarnya Renata malas sekali didalam ruangan yang bau obat sepetri ini. Renata memainkan ponselnya tanpa sadar ada seseorang yang masuk ke ruangan tersebut dan duduk disamping brankar.

 

"maaf" ucap Marcel.

 

Renata diam tidak menjawab.

 

"kita pulang sekarang" ucap Marcel lagi.

 

"gak! Lo urusin aja pacar lo gausah urusin gue!" ucap Renata.

 

"pulang!" ucap Marcel meninggi.

 

"gue bilang gak ya gak! Kita udah punya kesepakatan kalo kita gak boleh ikut campur dengan urusan masing-masing"

 

"pulang re!" ucap Marcel melembut.

 

Renata menatap marcel. Disana terlihat ke khawatiran. Tak bisa di pungkiri Renata ingin sekali di perlakukan seperti ini.

Mau tak mau Renata mengangguk. Marcel tersenyum.

Baru kali ini marcel menampilkan senyuman itu untuk Renata.

Membuat Renata terbuai olehnya.

 

Yaallah manis banget senyumnya batin renata.

 

Renata turun dari brankar dibantu oleh marcel. Mereka berjalan ke arah parkiran dengan marcel merangkul bahu Renata. Keadaan sekolah sedang sepi karena jam pertama sudah dimulai jadilah mereka tidak ada yang menggosipkan.

 

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.

 

Gue harus cari tau! Batinnya.

1
Dwi Setyoningsih
mana trusanya thor
Dwi Setyoningsih
nah gini thor asik bacane,,, tp ttp marcel yg setia
Dwi Setyoningsih
semangat thor ditunggu ceritanya
Dwi Setyoningsih
yang konsisten dong marcel pilih bini apa temen
pisces
masak Marcel trs kyk gitu sih, gak bgt deh, ntar baik lg ke rmh sakit nungguin Bella, klo kyk gitu lagi ya tinggalin aja Marcel nya Re
pisces
sll begitu..meskipun pingin menyelesaikan mslh hrsnya Marcel Riki itu ngomong dulu ma Renata dan raya jgn asal.main tarik.bella kyk gitu...kok perasaan kyk gitu trs sih..au ah
pisces
Bella tuh klo nurut aku ank yg gak bisa dijadiin teman ato sahabat
pisces
kaan sllh paham again
pisces
masak sih Renata stlh harga dirinya dan klrgnya diinjak-injak sama org lain sampai ngatain hal2 kyk gitu cmn diajak jln sama nonton doang lgsg gak marah ckckck
Marcel jg gitu kyk gak punya slh aja nyium org lain selain istri dan klrgnya...aneh menurutku ini
pisces
meskipun anggep adik paling tdk interaksinya ya jgn gitu dong Cell main kecup sama Bella..ntar klo Renata ngambek Krn cemburu bingung loh..BKN muhrim jgn asal.nyosor
Elizabeth Zulfa
Marcel jdi cowok gaje bnget😏😏
Elizabeth Zulfa
za gini nich klo istri kalah ma pelakor 😏😏
Elizabeth Zulfa
diiiihhh..... g usah segitunya juga kali Cel....tegas ma org zg lbh pnting itu prlu... g usah nyesel ma hal zg g pnting kek si belek zg dah jdi masa lalu
Elizabeth Zulfa
boong ma ulet keket takut bnget tp boong ma istri fasih bngt...
Elizabeth Zulfa
gmna mau jtuh cinta klo elo nya aja kek gitu ma istri sndiri...😒😒
mana lbih mntingin si belek lagi😡😡
Elizabeth Zulfa
istrinya sibuk blajar masak buat nyenengin dia, eeee mlh dia nemuin si mantan kupret.... kurang ajar bnget tuh si marcel
Elizabeth Zulfa
mimpi indah buat Marcel tpi mimpi buruk buat Renata 🤣🤣🤣
pisces
siap tdk siap hrs siap dong re memberikan haknya Marcel..awas lho banyak pelakor diluar sana..jgn sampe Marcel cari pelampiasan lain klo kamu gak siap trs
pisces
Riki ato Marcel kasih tau si Farhan spy gak slh paham jadinya musuhan Krn belka doang
pisces
sebagai sahabat harusnya tuh Riki ato.marc
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!