"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Kami sudah sampai di kota M pukul 15.00. Karena acaranya di adakan esok hari, maka Aku mengajak Bang Bas untuk menemui Fahri di kantor nya. Aku punya alamat nya karena di kasih tau sama Andien waktu mereka nginap di rumahku.
Aku berjalan beriringan dari depan halaman kantor. Bukan Kantor yang besar sih, tapi cukup lumayan juga.
Kami berjalan sambil sesekali tertawa, sehingga membuat mata yang memandang ke arah kami menatap penuh minat, entah itu pandangan kagum karena melihat pria tampan di samping ku, ataukah karena kami aneh.
Tepat di Lobby, Fahri dan teman-teman se tim nya sedang berjalan hendak keluar, Aku tersenyum karena bisa bertemu dengan Fahri. Belum sempat Aku menyapanya, Windi sudah menyapa ku.
"Loh, kak Mia?? Kok ada disini? mau ngapain? Mau nemuin Fahri ya?"
"Iya nih, Mau anter makanan" jawab ku sambil menyodorkan tempat makan ke arah Fahri.
"Kak, Pacar kakak ya? Tampan banget,, kenalin donk..." goda Windi padaku,
Aku hanya bisa tersenyum, lalu ku memandang Bang Bas yang menampakkan wajah bingungnya.
"Tapi..." Kata-kata Bang Bas terpotong karena Andien langsung menjabat tangan Bang Bas.
"Kenalin Bang, Saya Andien,," sambil menaik turunkan tangan nya yang menggenggam tangan Bang Bas.
"Bas..." jawab Bang Bas kikuk.
"Saya Windi Bang,"
"Dan saya Vini...."
Mereka saling bersalaman dan berkenalan. Fahri yang terlihat jengah langsung menarik tangan ku mengikuti langkah nya yang panjang sehingga Aku sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah ku dengan nya.
"Mau kemana?"
Pertanyaanku tak di jawabnya. Samar Aku tadi melihat mereka memandangi kami yang sedang tarik-tarikan. Tapi nampaknya Fahri tak peduli akan hal itu.
Kami sampai di rooftop gedung kantor Fahri. "Kenapa ngajak Aku kemari?" tanyaku heran.
"Kamu tau kan Mi, kalo kamu isteri Aku? Terus kenapa kamu kemari sama dia? Kamu sengaja? Seneng kamu dibilang pacaran sama Dia? Hah? Jawab Mi?!" Fahri seakan membentak ku tapi dengan pertanyaan.
"Yang tau Aku isteri kamu kan cuma Aku, kamu dan Bang Bas, mereka kan gak tau apa-apa. Jadi kenapa kamu marah? Wajar donk mereka berasumsi seperti itu, karena emang mereka gak tau apa-apa."
"Kamu itu udah nikah Mi, berjalan berdua duaan dengan yang bukan muhrim itu dosa. Kamu juga gak ijin sama Aku kalo kamu pergi kemari sama Dia."
"Kamu cemburu?"
"Aku gak cemburu. Tapi gak pantes tau gak kamu yang seorang isteri jalan dengan laki-laki lain.!?"
"Aku tau batasan ku Fahri!! Bilang aja kalo sebenernya Kamu malu kan nikah sama Aku? Janda bekas Abang mu, sehingga kamu gak mau ngakuin Aku sama temen-temen mu. Jadi jangan salahin mereka punya asumsi kalo Aku masih Janda nya Bang Afri, dan wajar kalo mereka nganggep Bang Bas itu pacar Aku, karena Kamu gak ngakuin Aku sebagai isteri mu." kataku menggebu-gebu.
Aku hampir menangis saat mengatakan kenyataan itu, tapi Aku harus bisa tahan, Aku gak mau di anggap lemah oleh Fahri.
"Aku belum siap ngakuin pernikahan Kita." Jawab Fahri lemah.
"Aku ngerti kok, Kamu bukan gak siap, tapi kamu emang gak berniat ngasih tau mereka. Apalagi ada Vini. Kamu pasti gak mau kalo Vini kecewa sama mu. Aku paham dan Aku bisa hargai keputusan mu."
Aku langsung berbalik pergi meninggalkan Fahri yang mematung disana. Aku kembali ke tempat dimana Bang Bas dan yang lainnya berdiri.
"Kak, kata Bang Bas kalian gak pacaran, dan kakak kemari karena mau nemuin suami, maksud nya Fahri itu suami kakak?" tanya Andien langsung saat Aku baru saja sampai ke dekat mereka.
"Apa?!" Aku terkejut mendengar pertanyaan itu, Aku lupa kalo masih ada Bang Bas, dan Aku lupa ngasih tau dia kalo pernikahan Kami masih rahasia. Mampus Aku mau jawab apa coba??
"Kak, maksud nya gimana?" kini Vini yang bertanya.
"Kalian bisa tanya ke Fahri, maaf Kakak buru-buru, Ayo Bang Kita udah di tunggu pihak panitia."
Aku langsung menarik tangan Bang Bas menuju pintu keluar meninggalkan beberapa pasang mata yang melihat kepergian kami. Biarlah urusan ini menjadi tanggung jawab Fahri. Aku lelah... ternyata gak gampang menjalani pernikahan secara tersembunyi seperti ini. Ternyata Aku juga butuh pengakuan.
Tapi kalo memang Fahri masih tak mengakui ku, apa mau di kata? biarlah dulu, mungkin kami belum terbiasa aja.
Aku dan Bang Bas kembali ke yayasan, sudah hampir maghrib, dan Kami melaksanakan sholat maghrib berjama'ah di mushollah Yayasan cinta kasih ini bersama anak-anak yayasan.
Ku cek Hp ku, tapi gak ada satu pun Chat dari Fahri, padahal Aku menunggu nya. Ah sudah lah, mungkin dia beneran malu beristrikan Aku.
........
Kami melaksanakan kegiatan selama 4 hari penuh, dan Aku di sibukkan dengan banyak kegiatan. Kami melalukannya dengan hati gembira karena bisa sekalian bermain dengan anak-anak yang ada disini. Bahkan masalah dengan Fahri pun Aku lupa saking sibuknya.
Nanti aja kalau udah di rumah, baru kami bisa bicara. Bang Bas mendekatiku di saat ada celah untuk istirahat sejenak.
"Maaf dek, bukannya Abang mau ikut campur, tapi masalah kemaren, Abang penasaran." kata Bang Bas.
Haaah.... Aku menghela nafas, "Sebenarnya Fahri itu suami kedua Mia Bang,"
"Loh, kok bisa? suami pertama Adek kemana?"
"Bang Afri meninggal saat dia mau bertugas keluar kota, pesawatnya meledak di udara. Mia menikah dengan Fahri itu karena Amanah dari Bang Afri, Abang kandung nya Fahri."
"Innalillahi wa Inna Ilahi Rajiun..." Bang Bas mengucap belasungkawa
"Kami menikah setelah 3 bulan Bang Afri meninggal. Dan sampai saag ini temen-temen Fahri pada belum tau kalo kami udah nikah, makanya mereka kaget kemaren."
"Abang minta maaf ya dek, karena Abang, hubungan kalian ketahuan. Lagian kenapa sih harus di sembunyikan segala? Apa dia malu menikah sama kamu dek?" tanya Bang Bas.
"Mia gak tau Bang, mungkin dia belum siap aja melepas masa lajang nya bersama Mia, tapi Mia selalu menghargai dia sebagai suami kok, bagaimanapun, Fahri adalah suami Mia, kepala rumah tangga Mia, dan Imam buat Mia, mungkin nanti kalau dia siap, baru ngasih tau ke temen-temennya kalo kami udah nikah."
"Yanh sabar ya dek, Abang dukung kok hubungan kalian, semoga langgeng..."
"Iya Bang, Makasih ya doa nya."
Setelah berbincang sebentar, kami pun melanjutkan kegiatan masing-masing. Gak terasa udah hari sabtu aja, besok acara udah selesai, dan Aku akan pulang menemui Fahri.
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪