Yuda Laksana adalah seorang anak yang ditemukan oleh Eyang Braja Sedeng didalam sebuah hutan yang angker.
kedua orang tuanya mati terbunuh oleh sekumpulan perampok yang menyerang desa mereka.
Dengan gemblengan ilmu silat dan pukulan sakti menjadikan Yuda Laksana tumbuh menjadi pemuda yang sakti mandraguna dan diwariskan senjata maha dahsyat pedang Naga Bumi dan diberikan nama baru Yuda Edan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Call Me Dick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
Mereka menyalurkan tenaga dalam ke golok mereka dan merapalkan ajian tersebut.
Golok mereka lepas dari tangan mereka dan berputar disekeliling tubuh mereka dengan ajian tersebut mereka dapat mengendalikan goloknya lalu mengarahkan kemana saja mereka mau.
Yuda meminta Wulan dan Ki merak merah menjauh dari kalangan pertempuran yang akan terjadi.
Setelah mereka menjauh Yuda merapalkan ajian tameng hijau naga bumi disekujur tubuhnya timbul cahaya kehijauan yang berputar melindungi tubuhnya dan tangan Yuda bergetar dengan ajian lahar perak yang membuat tangannya bercahaya keperakan dan memaparkan hawa maha panas.
Seruan keras terdengar dari mulut sepasang golok maut.
Golok mereka berputar pesat disekujur tubuh mereka lalu tangan mereka berputar dan diarahkan ke arah Yuda.
Kedua golok tersebut melesat dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata ke arah Yuda.
Yuda mengarahkan cahaya hijau yang melindungi tubuhnya dengan kecepatan kilat untuk menangkis golok tersebut yang mengincar tubuhnya.
Golok dan sinar hijau saling berbenturan, setiap kali golok dan sinar berbenturan terjadi letupan yang keras.
Dua golok terus melesat menyerang tubuh Yuda dari segala arah tapi cahaya hijau bagai tameng yang melindungi Yuda dari segala jurusan.
Saat dua golok terus merangsek menembus pertahanan Yuda lalu pemuda itu mengibaskan tangannya sehingga cahaya keperakan dan hijau menyatu mendorong dua golok tersebut kearah sang pemilik.
Sepasang golok maut mendelikkan matanya saat melihat goloknya menyerang mereka sendiri.
Sambil menggertakkan rahang, mereka menambah kekuatan tenaga dalamnya sehingga dua golok tersebut tertahan di udara seperti dua tangan setan yang saling mendorong menyerang lawannya.
Lambat laun golok tersebut bergerak kembali ke arah mereka.
Keringat sebesar biji jagung memercik dikening mereka, sadarlah mereka bahwa tenaga dalam mereka masih jauh berada dibawah Yuda edan.
Keduanya berteriak nyaring dan mendorong tangan mereka sehingga golok mereka patah menjadi dua dan mereka terlempar ke belakang terdorong oleh tenaga dalam mereka sendiri.
Keduanya muntah darah, sambil berbisik salah satu dari mereka berkata,"bangsat ini terlalu kuat kakang, kita tidak akan mampu melawannya, lebih baik kita menyingkir sementara untuk dapat membalaskan dendam kekalahan kita ini. Kakang lemparkan cepat bola asap supaya kita bisa melarikan diri dari tempat ini"ucap salah seorang dari mereka.
Saat bola asap dilemparkan ke tanah asap yang sangat pekat bergumpal-gumpal memenuhi tempat itu tapi ujung mata Yuda sempat melihat salah seorang dari mereka yang melarikan diri.
Yuda menghentakkan tangannya kembali sehingga sinar keperakan berkelebat cepat menghantam salah seorang dari mereka.
Sinar tersebut mengenai lengan kiri orang tersebut yang langsung terputus dan berbau sangit bagai daging yang terbakar dan tangan tersebut laksana dibabat oleh pedang yang sangat tajam dan melayang entah kemana.
Teriakan setinggi langit terdengar dari kejauhan lalu temannya melarikan orang tersebut.
Terdengar ancamannya dari kejauhan,"pendekar pedang Naga Bumi tunggulah pembalasan kami kelak, kami akan mencarimu untuk membalaskan dendam kami"ucap salah seorang dari mereka lalu menghilang dikejauhan.
Ki merak merah menghampiri Yuda lalu berkata,"kau sungguh luar biasa Yuda, terima kasih atas pertolonganmu"ucap Ki Merak Merah lalu dia menjura memberi penghormatan.
"Aku mengundangmu datang ke padepokanku saat bulan purnama depan di bukit Tunjung bulan ada yang akan aki sampaikan kepadamu, sekali lagi aki ucapkan terima kasih"ucap Ki Merak Merah dan setelah menjura aki merak merah melesat pergi meninggalkan mereka.
*****
Setelah Ki Merak merah meninggalkan mereka berkatalah Wulan,"Yuda, kira-kira apa yang hendak dibicarakan Ki Merak merah kepadamu kelak?"tanyanya dengan perasaan ingin tahu yang besar.
"Aku tidak tahu Wulan, sudahlah tidak usah dipikirkan sekarang, aku harus menyelesaikan urusanku yang belum selesai dengan Raja Kelabang Biru, Pendekar Keris pelangi dan Ratu Rajawali Sesat itu"ujar Yuda.
"Tapi kau harus berhati-hati Yuda, aku tidak mau kau cedera kembali seperti waktu itu"ujar Wulan yang mengkhawatirkan keselamatan Yuda.
Yuda terharu mendengar perhatian Wulan kepadanya lalu mengangguk.
***
Yuda dan Wulan kembali ke lembah kesengsaraan ditempat dia telah melakukan pertarungan dengan raja kelabang biru.
"Aku yakin tempat kediaman mereka tidak jauh dari tempat ini, mari kita susuri jalan ini"kata Yuda.
Mereka tiba di depan sebuah goa dimana mulut goa tersebut dapat dimasuki oleh orang dewasa.
"Aku akan memaksa mereka keluar dari dalam goa ini kalau memang ini adalah markas mereka"ujar Yuda.
Yuda mengumpulkan beberapa kayu api dan daun-daun kering lalu ditumpukkan didepan mulut gua, dengan kesaktian Yuda hanya dengan menempelkan tangannya pada kayu api tersebut sehingga menimbulkan nyala api yang cukup untuk membakar kayu dan daun tersebut.
Yuda menyalurkan tenaga dalam ke mulutnya lalu meniup, segumpal angin yang membawa asap dari perapian tersebut memenuhi goa tersebut.
Tidak berapa lama kemudian, sesiur angin yang keluar dari dalam goa menerbangkan kayu-kayu api yang masih menyala dan menyerang Yuda.
Yuda meloncat menghindari pukulan tersebut.
Dengan kaki direnggangkan tangan dipinggang mulut bersiul-siul mengeluarkan nada yang tidak enak untuk didengar, Yuda dan Wulan menunggu mereka yang akan keluar dari goa.
Tiga orang melesat dari dalam goa dengan senjatanya masing-masing.
Ratu rajawali sesat dengan tongkat yang berbentuk cakar rajawali, Prakoso dengan Kerisnya dan raja kelabang biru dengan tongkat kelabang setannya lalu berdiri di depan goa.
Raja Kelabang biru saat melihat Yuda yang berdiri cengesan terperanjat kaget melihat pemuda itu masih hidup tanpa luka sedikitpun dan dalam keadaan baik.
Raja kelabang biru membatin,"bocah ini sungguh luar biasa orang lain kalau sudah terkena gebukan tongkat kelabang setanku, umurnya tidak akan lama biasanya hanya bertahan paling lama sampai matahari terbenam. Sungguh luar biasa, ternyata benar apa yang orang gunjang-gunjingkan tentangnya. Mmmmhhh....aku harus bertindak cepat kalau tidak nyawaku akan terancam, dia pasti membekal dendam akibat pukulanku tempo hari"Batin raja kelabang biru.
Ratu rajawali sesat maju ke hadapan Yuda lalu berkata,"pemuda tampan lebih baik kau ikut denganku dan kita akan bersenang-senang selamanya, kau pasti akan senang kalau lihat wujud asliku"ujar Ratu Rajawali Sesat.
"Nenek cantik lebih baik kau cari pemuda yang lain aku tidak layak untukmu"jawab Yuda.
"Bocah coba kau lihat wujud asliku dan pentang matamu lebar-lebar!"ucap Ratu Rajawali Sesat lalu perempuan itu komat kamit membaca mantera dan lambat laun wajah dan tubuh ratu rajawali sesat berubah dihadapan mereka.
Yuda ternganga melihat perubahan wujud si nenek, dihadapan Yuda sekarang bukanlah nenek buruk rupa tapi berwajah secantik bidadari berkulit putih bersih dan bersinar terkena sinar matahari, berambut pirang, berhidung mancung dan memakai pakaian dengan potongan dada yang rendah sehingga kedua bukit kembarnya yang sekal dan berisi menantang mencuat membentuk gundukan yang indah dipandang.
Yuda terdiam melihat perubahan dari si nenek.
Bersambung...