Sahabat mu adalah Ular. Itulah yang terjadi pada Ashila yang sudah bertahun-tahun berteman dengan perempuan yang dia anggap saudara
Lolita merebut kekasih yang sangat di cintai oleh Ashila untuk kesekian kalinya dan sayangnya gadis itu baru menyadari seberapa buruk perilaku sahabatnya itu
Tapi kehidupan mempertemukan mereka kembali, seperti sebuah karma kekasih Lolita menyukai Asila bahkan terkesan Obses dan mengunci wanita itu dalam lingkup kekejaman nya
akan kah wanita itu menghindar atau memberi pelajaran pada Lolita?
Namun sayang nya gadis itu sudah membuat pria itu terpesona hingga tidak melepaskan dirinya lagi
"Lepaskan saya Tuan Leus!".
"Mau kemana? kemarilah dan balaskan dendam mu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelayan
Ashila menatap melongo bangunan yang ada di hadapan nya, berdea kagum atas kemewahan bangunan itu . Ini benar-benar tempat tinggal nya? sial pria ini lebih kaya dari pada yang ku duga
"Kenapa? Kau terkagum huh?". Agharna menyombongkan diri saat melihat reaksi Ashila di sampingnya . Kenapa dia lucu sekali, aku ingin melihat semua eksperesi di wajahnya, gadis ini benar-benar membuat ku sangat tertarik.
Gadis itu hanya mengangguk singkat tidak berbohong jika dia benar-benar kagum lalu memutuskan untuk mengikuti langkah pria yang ada di depan nya hatinya bergemuruh saat melihat isi bangunan itu. Ck apa rumahnya terbuat dari emas dia sangat kaya, bisa masalah besar jika aku membuat masalah dengan pria ini
Ashila menatap Agharna menyadari pria itu memberi tempat kepadanya meski hatinya terasa jengkel karena keterpaksaan bukan kah dia harus berterimakasih bukan?
"Bapak sudah makan? saya bisa memasakan anda".
"Kau mau memasak untuk ku?". Agharna tersenyum miring meremehkan gadis itu, Jarinya menunjuk ke arah dapur yang luas dengan beberapa orang berpakaian khusus di sana "Kau tidak lihat huh? tangan mu yang kecil itu tidak akan berguna di sana"
Ck dia benar. "Baik kalau begitu.... umh bisakah saya beristirahat sekarang?"
"Enak saja! kau orang yang tidak tahu diri ya setidak nya lakukan sesuatu untuk membayar jasa ku pada mu"
"lalu apa yang saya harus lakukan? anda memiliki semuanya di sini". Ujar gadis itu dengan sedikit kesal sambil menunjuk beberapa oang yang lewat dari sekitar mereka
"Aku lapar, masakan aku sesuatu"
******
Tak.Tak.Tak
Suara pisau yang beradu dengan dengan daging sapi yang keras membuat seisi dapur menatap pada seorang gadis yang memasak tanpa berhenti medumel, mereka tidak lagi memasak setelah perintah yang keluar dari mulut Agharna
"Dasar pria aneh, dia pikir dia bisa memperlakukan orang dengan sembarangan seperti itu! Argghh! si sialan itu". Gadis itu berdesis kecil sambil menggeram kesal memaki daging di hadapannya membayangkan jika Agharna yang sedang dia cincang
Sementara beberapa pengurus dapur di sana menatap nya dengan geli, untuk pertama kalinya tuan mereka membawa seorang gadis ke Mansion utama dan kini gadis itu sedang memaki tuan mereka
"Apa kau kekasih tuan Leuz?". Tanya seorang wanita paruh baya menatap Ashila dengan wajah yang sangat penasaran "Ini pertama kalinya ada seorang perempuan di sini selain kami para pelayan, dan melihat cara Tuan muda berbicara dengan mu sepertinya kalian sangat dekat"
Apanya yang dekat, dia sedang merendahkan aku. Ashila menggeleng "Pak Agharna adalah atasan saya, dan saya adalah asisten itu sebabnya saya berada di sini untuk membantu pekerjaan beliau"
"Benarkah? Aku sudah bekerja sangat lama di sini sejak Tuan leuz masih sangat kecil dia bukan orang seperti itu". Wanita itu pergi setelah mengatakan hal yang harus Ashila ketahui, namun gadis itu tidak ambil pusing Ashila kembali melanjutkan pekerjaan nya sampai selesai beberapapelayan di sana melarangnya untuk mencuci piring kotor dan peralatan dapur yang dia gunakan
"Tuan Muda mungkin sudah lapar, cepat antarkan makanan mu pada nya". Ucap seorang pria menatap sinis pada masakan yang di buat oelh Ahshila
"Ba...baik"
Di meja berukuran panjang tidak jauh dari dapur Agharna tampak sudah menunggu Ashila membuatkan makanan untuknya pria itu bersedekap sambil menatap Ashila dengan remeh
"Apa ini makanan kampung? sederhana sekali...".
"Maaf Tuan ini adalah hidangan yang paling bisa saya andalkan". Ck aku jadi memanggil tuan, sudah seperti pelayan saja
"Tuan.... ". Agharna tersenyum dia suka saat Ashila memanggilnya seperti itu "Oh iya kau pelayan di sini"
Oh tentu yang benar saja, aku mahasiswa magang dengan seribu pekerjaan karena ulah mu "Ya tuan"
Meski Ahsila sangatlah kesal tapi wajah gadis itu masih tersenyum menahan rasa kesalnya, otaknya masih bekerja sangat baik untuk tetap bertahan hidup di sana.
Satu tangan Agharna meraih sendok makan di dekat nya hidangan di depannya sangat tampak biasa di bandingkan hidangan yang biasa di sajikan oleh koki untuk nya
Dia mengambil sedikit kuah sup untuk mencicipi sebelum memakan hidangan lain . Rasa ini....
Agharna merasakan sesuatu yang tidak asing, sudah lama dia tidak merasakan nya dan dia merindukan itu, tatapan pria itu teralih sebentar pada Ashila lalu kembali melanjutkan makannya
Kini dia mengambil garpu memakan daging steak terasa sangta lembut berbeda dengan tampilan nya
Bagaimana dia memasak nya, ini seperti masakah wanita itu. Desis Agharna menatap Ashila .'Tidak enak". Ucap pria itu setelah memakan habis makanan di hadapan nya tanpa tersisa sedikit [un
"Arghhh aku akan beristirahat, dan kau....". Tunjuk Agharna "Kau harus memijit ku, barulah kau bisa bebas melakukan apa yang kau inginkan"
"Huh?". Ashila kesal mehatap pria di hadapannya dia bahkan belum beristrahat sebentarpun hanya untuk melayaninya Agharna membuatnya seperti seorang pembantu di zaman romusha
"kenapa kau tidak terima?"
"Ah tentu saja, tidak". Senyum gadis itu kaku "anda adalah peraturan yang hidup bagaimana anda bisa mendapat penolakan"
"Ah tentu, jadi layani aku dengan baik kau mengerti!".
"Baik Pak". Ucap gadis itu dengan tangan terkepal dibalik nampan yang dia pegang.
Ashila mengikuti Agharna dari belakang meninggalakan beberapa pelayan yang tertawa kecil melihat interaksi mereka berdua, mereka menganggap Ashila adalah keberuntungan di sana
"Aku yakin gadis itu bukan gadis biasa bagi Tuan"
"Tentu aku bahkan bisa melihat tuan tersenyum setelah sekian lama"
Ashila menggaruk tengkuknya tepat di depan kamar Agharna hawanya sangat tidak bagus apa idia benar-benar masuk ke kamar seorang Agharna? Kamar itu terlihat snagat luar tapi seperti ancaman baginya
"ada apa dengan mu?". Tanya Agharna tidak suka "cepat masuk!".
"Tapi pak"
"Tidak ada tapi-tapi jangan membuat ku menunggu atau kau akan mendapatkan pekerjaan yang lebit berat dari sini".
"Tidak bisakah saya memijit anda di di luar saja?".
"Kau takut pada ku?". Agharna tersenyum mengetahui pikiran gadis itu
"Ya tentu saja seperti itu, kecuali anda tidak normal atau belok saya tidak akan takut arghhh..!!!". Ashila berteriak saat Agaharna menjewer telinganya dengan keras
"Jadi kau pikir aku ini tidak normal huh!"
"Kan saya hanya mengeluarkan pendapat saya, saya harus menjaga diri saya dan tidak bisa percaya pada pria manapun kecuali paman Bajha"
"Cihh yang benar saja, jangan sama kan aku dengan peria di luaran sana!"
"Ck Paman ku yang baik saja tidak bisa d percaya lagi bagaimana aku bisa mempercayai orang lain..". Gumam Ashila melangkah masuk keruangan itu dia duduk di sofa tidak jauh dari ranjang
Sementara Agharna sudah berada di kamar mandi membersihkan tubuhnya.