NovelToon NovelToon
SECRETS

SECRETS

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rawai

Mutiara, gadis yang menjadi korban keegoisan kedua orang tua berjuang untuk terus melanjutkan hidup dengan baik dengan bantuan sang eyang.

Namun saat orang terakhir yang menjadi alasan untuk hidup telah pergi untuk selamanya membuat Mutiara semakin terpuruk.

Namun hidup tidak lah seburuk itu.
Karena takdir memberikannya seseorang yang akan kembali menjadi alasan dirinya bisa kembali tersenyum pada kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Aku ingin melihat Ara dulu Eyang.Perasaanku tidak enak" Rayden segera beranjak dari duduknya dan menunduk sopan sebelum pergi.

Semua orang yang ada disana hanya bisa terdiam saling pandang dengan kening mengerut heran melihat tingkah Rayden yang terasa aneh.

Keadaan tenang dalam rumah mendiang Eyang Murti jadi alasan kenapa mereka merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi ada Salana yang selalu menemani Mutiara.

Rayden melangkah cepat sedikit berlari ke lantai 2 menuju kamar Mutiara setelah tadi sempat bertanya pada salah satu asisten rumah tangga.

Rayden merasa ragu untuk mengetuk pintu kamar Mutiara karena takut mengganggunya. Namun ada suatu perasaan yang mengharuskannya mengecek langsung keadaan gadis itu.

Rayden mengetuk pelan pintu kamar Mutiara dan sedikit memanggil namanya. Tidak mendapatkan jawaban Rayden perlahan memutar handel lalu mendorong pintu yang ternyata tidak terkunci. Di periksanya kamar yang ternyata tak berpenghuni. Bahkan pria itu dengan capat memeriksa kamar mandi namun ternyata kosong.

Kening Rayden berkerut melihat suasana kamar tidur gadis itu, ada hal yang mengganjal namun tidak diperdulikannya. Hal terpenting sekarang adalah menemukan Mutiara.

Detak jantung Rayden tiba-tiba berdenyut keras, nafasnya terasa sesak. Ia segera keluar menuju kamar lain namun hasilnya nihil tidak ada jejak Mutiara di lantai 2.

Rayden menuruni tangga dengan tergesa, dia melayangkan pandangannya ke semua penjuru mencari seseorang yang pasti tahu dimana Mutiara berada. Sesaat netranya menemukan orang yang dituju.

"Salana?" teriak Rayden seraya mendekati Salana yang sedang mengatur makan siang di meja.

Teriakan Rayden menarik semua atensi semua orang yang mendengarnya terutama Salana

"Dimana Mutiara?" tanya Rayden dengan nafas memburu.

"Ia bilang ingin istirahat" balas Salana.

"Dimana?" buru Rayden

"Ha?"

"Aku tanya dimana Mutiara?" ulang Rayden dengan nada tinggi hingga Salana dan orang-orang yang mendengarnya semakin terkejut.

"Dikamar Eyang" tunjuk Salana pada sebuah pintu berwarna coklat tua masih dengan keterkejutannya. Rayden dengan cepat menuju pintu yang di maksud Salana. Ia langsung memutar kenop pintu kamar namun terkunci.

"Mutiara! kamu di dalam?" Teriak Rayden seraya menggedor pintu namun tidak ada sahutan dari dalam. Rayden kembali menggedor pintu berulang kali semakin panik. "Ara buka pintunya, ini aku Rayden."

Sikap Rayden mengundang tanya dan rasa penasaran hingga membuat semua orang mendekat ke arah Rayden.

"Ambilkan kunci cadangan" pinta Reiga entah pada siapa saat melihat Raydenyang berusaha membuka pintu. Salana yang mendengarnya dengan cepat menuju lemari di dapur tempat penyimpanan.

"Rayden tenanglah" Denaya juga menjadi khawatir atas kepanikan putranya. Ia ingin menyentuh pundak Rayden namun segera di tarik oleh Oma Monica.

"Mom" Denaya menoleh ke Oma Monica yang menggelengkan kepalanya pelan lalun perhatiannya beralih memandang Rayden.

"Biarkan saja! Perasaan Oma juga jadi tidak enak" ucap Omah Monica dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

Semakin lama perasaan Rayden semakin tidak enak. Ia merasa frustasi dengan perasaannya sendiri. Hingga tanpa memperdulikan sekitarnya ia berusaha mendobrak pintu kamar dan terus berteriak.

"Mutiara buka pintunya atau ku hancurkan pintu ini" teriak Reyden namun tidak ada sahutan dari dalam kamar.

Semua orang menjaga jarak dari Rayden yang terus mendobrak pintu. Mereka tidak mengerti alasan Rayden yang tampak kacau meneriakkan nama Mutiara dan juga Gadis yang diteriakkan namanya sama sekali tidak membalas panggilan itu. Bukankah tadi Salana bilang Mutiara ingin beristirahat lalu apa yang salah dengan Rayden? Mungkin saja kamar itu kedap suara atau ada kemungkinan lainnya. mereka hanya bisa melihat apa yang dilakukan Rayden sesuai ucapan Omah Monika

"Tenanglah Son!" Reiga mencoba mencekal lengan Rayden agar tidak berusaha mendobrak pintu namun dengan keras Rayden menghempaskan tangannya membuat semua orang menjadi terkejut berulang kali dengan sikap Rayden.

Rayden sekuat tenaga terus menghantamkan dirinya ke pintu, tidak perduli dengan rasa yang diakibatkan oleh tindakannya yang terlihat begitu ceroboh di depan orang lain.

Rasanya Rayden ingin berteriak dan meraung karena perasaan itu. Ia tidak tahu alasannya tapi yang pasti ini semua berkaitan dengan Mutiara.

Benar! Rasa sesak seperti ini pernah hadir juga saat Mutiara terluka tapi saat itu Ia tidak bisa melakukan apapun karena Ia tidak memiliki kuasa tapi tidak untuk sekarang. Ia akan berusaha untuk melindungi Mutiara bagaimanapun caranya. Ia akan membuat Mutiara merasakan kebahagiaan bersamanya.

"Ini Tuan" Salana datang dengan napas terputus-putus sambil mambawa kumpulan kunci namun bunyi pintu terbuka menandakan kunci itu tidak ada gunanya.

Braakkk!

Pintu terbuka ke arah dalam. Rayden berhasil membuka pintu meski secara paksa dan masuk ke dalam kamar. Ia segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling namun tak melihat siapapun ada di dalam kamar itu.

Raiden mengalihkan pandangannya saat mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Ia segera melangkahkan kakinya mendekati asal suara.

"Sial" umpat Rayden saat semakin dekat dengan kamar mandi. Jantungnya semakin berderu kencang tapi tak dipedulikan. Ia hanya ingin segera menemukan dan memastikan keadaan Mutiara. Ia berusaha berpikir positif tapi semua sia-sia saat melihat tubuh Mutiara terbaring lemas di dalam kamar mandi dengan darah di pergelangan tangan.

Rasa terkejut mendominasi perasaan setiap orang. Tidak ada yang pernah berpikir jika Mutiara melakukan hal terkutuk seperti itu.

"Mutiara"

Raiden bergegas memeriksa keadaannya. tangannya gemetar begitu menyentuh tubuh Mutiara yang terbujur kaku beruntung dia masih Bernafas hanya saja dia tidak tahu Sampai kapan dia bisa bertahan saat melihat betapa banyak darah yang mengalir di lantai.

"Mutiara kau bisa mendengarku" Rayden segera mengangkat kepala Mutiara dengan panik. aia menepuk pipi Mutiara pelan. "Mutiara ku mohon sadarlah"

"Ray segera bawa di rumah sakit!" Reiga mengguncang pundak Rayden, menyadarkan pria itu agar tidak menunda penyelamatan Mutiara.

Rayden tersadar langsung mengangkat tubuh Mutiara kemudian berlari keluar kamar menuju mobil yang siap dikemudikan oleh Reiga. "Bertahan Ara, ku mohon bertahanlah."

Semua terlihat syok seakan tidak mempercayai apa yang terjadi pada Mutiara. Dwi bahkan sampai terduduk tak berdaya melihat keadaan putrinya.

Kenapa Mutiara sampai berpikiran seperti itu. Ia benar-benar telah gagal menjadi seorang Ayah. Padahal selama ini ia merasa sudah berusaha memberikan apa yang diinginkan oleh putrinya.

Melihat Dwi terduduk lemas, Monica dan Ryinda merasa iba. Mereka yang tidak bisa bergerak cepat seperti yang lainnya hanya bisa melihat semuanya dengan penuh penyesalan.

Salana melihat jejak tetesan darah dari tangan Mutiara segera mengambil syal yang tergantung dan berlari mengejar Rayden.

"Tutup luka Mutiara, darahnya masih keluar" Salana memberikan Syal itu pada Rayden sebelum masuk ke dalam mobil.

(Ω Д Ω)

1
.
belum selesai lagi
Rio: 😆😆😆😆..,.....
total 1 replies
🍾⃝ͩᴅᷞεͧᴅᷠεͣ ᴅrε
semoga sukses y /Rose/
Rawai hiatus ✅: Terimakasih kak sudah mampir
total 1 replies
🔵🌼⃝⭕Tunik
Hai Mutiara....Ara nya Ayahnya,Salam kenal ya💐🌼
Rawai hiatus ✅: Salam kenal kak tun
🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
jemput aja yah
Rawai hiatus ✅: datang sendiri lah.. manja klo pake jemput2an/Facepalm/
total 1 replies
bunda y dh gada kah
Rawai hiatus ✅: nggak adaa... harusnya tadi aku bilang like saja ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
brrti Muti blm siap menika kmu
Rawai hiatus ✅: ?????? /Speechless//Speechless/
total 1 replies
Sila☺
,🤔🤔🤔🤔 dipantau
ahma
luar biasa
.
semangat
.
Belum selesai sudah di up
Rawai hiatus ✅: 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 2 replies
Kayla El_Fariza
penasaran bgt...apa ky yg di film Mangkujiwo ya
Rawai hiatus ✅: kak bisa bagi link? 🙏.. film mangkujiwo yg sy dpt jauh beda dgn ceritaku... ttg pengusaha batik yg kena santet.. trus film mngkujiwo lain yg judulnya makmum...
total 4 replies
Rose_Ni
bakal ada pelakor ini
Rawai hiatus ✅: 😅😅😅 semoga nggak ada lagi...

susah punya istri 2 harus kerja berat tiap hari... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rose_Ni
Semangat ! ! !
Rawai hiatus ✅: Semangatt kakkk. 🥺

masih harus harus banyak belajar
makasih kakk atas dukungannya.

kakak juga semangatt..
total 1 replies
Rose_Ni
maksudnya?
Rawai hiatus ✅: Semangaaaat.... Semangatt... semangaatt....
total 6 replies
Rose_Ni
aku pun bila diposisi Ara juga begitu,mungkin lebih parah
Rawai hiatus ✅: Okkeyy 🤗

sekali lagi makasih kak udah singgah di karyaku yg masih banyak kurang..

Selalu Sehat dan Semoga sukses disetiap usaha..
total 3 replies
Rawai Na
.....
Azkam
Untuk karya yang baru dibuat, sudah lumayan meski banyak kesalahan penulisan. semangat
𝕄𝕚𝕒📴
hadir, semangattt💪💪💪
𝕄𝕚𝕒📴: dih anak ini, goo semangat.b
total 2 replies
🍾⃝ʙͩaᷞiͧ ǫᷠiͣɴƓǫɪɴƓ 💞🇵🇸
aku like kamu like kita semua like...

babai hadir disini untuk memberi semangat kaka author yang kecteh.. /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Rawai hiatus ✅: Terimakasih kak 😂😂😂🤗
total 3 replies
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
waduh ayah y Ara maksa banget, ada apa sebenarnya nih Ara suruh dtng kerumah ayah y🤔
Rawai hiatus ✅: nggak taw 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!