𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲 𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗛𝗮𝗿𝗶
DIA MEMILIH UNTUK TETAP BUTA UNTUK MEMBUKA TOPENG ORANG LAIN!
Kimmy kehilangan pengheliatannya karena ulah dari suami dan sahabatnya, diceraikan dan dianiaya, Kimmy berujung koma.
Ketika terbangun dari koma, Kimmy sudah kehilangan semua hartanya, tapi ia bertemu dengan Garret yang ingin mengoperasi matanya. Namun, Garret tidaklah sebaik yang Kimmy kira.
"Kau harus menjadi istriku! Karena kau adalah orang yang sangat aku benci, kau akan kubawa ke rumah keluargaku, sebagai pembantu!" - Garret Tandeo.
Mendapati kesempatan keduanya sama buruknya, Kimmy bertekad bangkit setelah mengetahui bahwa Garret adalah, kakak dari sahabatnya.
"Aku setuju dengan semua permintaanmu, tapi sebagai syarat bersikaplah seolah aku tetap buta, agar aku bisa membalaskan dendamku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 30 | Mengkhianati Pemikiran Itu Sendiri
Kimmy berjalan melewati koridor menuju ruangan kerjanya, dia menghela napas panjang sekarang, keadaan sedang jam kerja dan semua karyawan sudah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing hari ini.
"Nona Kimmy, maaf menganggu, bisa saya minta waktunya sebentar," Zen ~Kepala Divisi Keuangan tampak berjalan ke arah Kimmy dengan membawa berkas. "Ada apa, Zen?"
"Hari ini ada pemasukan baru untuk hasil penjualan, saya butuh persetujuan Nona untuk melakukan audit terbaru terkait pengeluaran dari pemasukan bersih kita, bisa tanda tangan disini, Nona," Zen menunjuk area yang harus ditanda tangani oleh Kimmy. Kimmy meraih pulpen dari tangan Zen kemudian tanda tangan disana, setelah melakukan tanda tangan Zen segera pamit meninggalkan Kimmy.
Sementara Kimmy, dia memilih kembali berjalan ke ruangan kerjanya, saat Kimmy berjalan ke arah sana, matanya tidak lekang oleh beberapa hal yang dia sedang perhatikan.
KRIT! Kimmy membuka pintu ruangan kerjanya, didalam sana, sudah ada dua orang pria yang menunggunya. Kimmy tersenyum dan berjalan ke arah kursinya. "Selamat pagi, bagaimana hari ini?"
"Saya belum bisa menemukan bukti terkait hilangnya Clara, tapi saya menemukan satu clue," ujar salah satu pria yang usianya lebih tua. "Apa, Tuan?" tanya Kimmy. Pria itu melepas kacamatanya dan mengajarkan sebuah chip dari salah satu lensa kacamata itu.
Kacamata yang dia pakai adalah kacamata yang memiliki kamera kecil, dia menghubungkan lensa itu dan laptop membuat mereka bisa melihat apa yang Pria Tua itu bisa pantau. "Clara tidak bunuh diri, dia dibunuh, dan tersangka kita adalah Daren dan Orin tentunya."
Pria yang satunya menghela napas panjang. "Saya sebenarnya tidak tahu pasti apa alasan kenapa dia dibunuh, tapi setelah Clara pergi, posisinya ditempati oleh Orin, mungkin dia menyimpan rahasia yang saya sendiri tidak ketahui?" Kimmy mengusap pipinya. "Dia dipecat karena kasus penggelapan dana kan? Dan Bapak Ge menuduh saya yang memecat dia dulu, padahal kondisi itu perusahaan bulan saya yang handle, saya mau masalah ini segera clear sebelum kita memberikan ultimatum terakhir." Kimmy menutup laptop setelah memberikan pernyataan.
"Kenapa terburu-buru sekali, Nona? Apakah tujuan kita hanya ingin mengungkap kasus Clara?" tanya Pria yang lebih muda. Kimmy menggeleng. "Saya hanya ingin menjalani kehidupan normal saya sebagai istri dan wanita biasa, sejujurnya saya lelah."
Kedua pria pemegang bom waktu itu saling melempar tatapan, mereka semua menghela napas panjang. "Kami mengerti Nona, tapi sepertinya Nona harus mengaktifkan bom waktu ketiga, karena kami tidak bisa menghandle semua masalah dalam satu waktu."
Kimmy mengangguk paham. "Baik saya mengerti, kalian bisa pergi dari sini, Terimakasih sebelumnya." Kedua Pria itu berdiri dan berjalan meninggalkan Kimmy.
Kimmy bangkit dari duduknya, dia menatap sekelilingnya kemudian meraih ponselnya. "Orin akan melakukan pergerakan kepadaku, aku yakin sekali hal itu." Kimmy berbicara sendiri. "Dan aku tahu cara bagaimana agar dia bisa jatuh kedalam masalah yang dia buat sendiri."
Kimmy mengetik sesuatu di ponselnya, dia mulai menelepon kemudian berbicara dengan seorang wanita di ujung telepon itu. "Bom waktu pertama akan meledak, saya ingin bom waktu ketiga melakukan tugasnya." Kimmy mengucapkan itu dengan serius.
Setelah selesai menelepon, Kimmy berjalan kemudian duduk di kursinya dan menatap lurus kedepan, Kimmy tidak pernah meminta siapapun mempercayai siapapun yang terlibat didalam ceritanya, karena apa yang dilihat mata belum tentu menjelaskan semuanya.
Semuanya bisa meleset begitu jauh, dan Kimmy sudah menyiapkan sesuatu yang tidak akan pernah diduga siapapun, balas dendam paling terindah, adalah ketika kita bisa menghancurkan mental seseorang sangat dalam. Kimmy terlihat seperti antagonis? Siapa peduli.
Yang Kimmy tahu hanya. "Aku hanya menuntut keadilan kepada diriku sendiri, jika bukan sekarang, kapan lagi, dan jika bukan aku siapa lagi." Dia sudah dikambing hitamkan terlalu dalam, dan Kimmy sudah lelah sekali rasanya. "Aku harus meluruskan benang merah dihari suamiku, tentang Clara." Apakah itu tujuan utamanya.
Tentu tidak.
Banyak pengalihan isu, dan Kimmy sedang menjalankan rencana didalam rencana. "Sejauh apa dia bisa berlari dari pembalasan dendam seorang Istri Buta yang Genius?"
...----------------...
Kalau kalian baca Simpanan Bapak Kost!
Kalian bakal dapat sensasi di hantam ekspestasi sendiri, apa yang kalian tebak bisa saja melesat atau tepat, tujuan cerita ini adalah mengkhianati pemikiran pembaca tentang alur cerita ini.
Selamat menikmati kesayangannya aku!
di kabarikah???
nebak ngasaalll.....😄😄😄