Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa belum hamil?!!
Wanita itu langsung mengambil boneka itu lalu memeluknya.
"makasih banyak kak" ucapnya tulus.
Dev tak menyahut, pria itu mengajak Risa menuju sebuah pelabuhan.
"Wahh serius kita naik kapal ini kak?" Risa takjub.
"ck, ini hanya kapal fery biasa. Kita akan berlibur dipulau"
Tak dirasa waktu sangat cepat berjalan,,
Kini usia pernikahan Risa dan Dev sudah 1 tahun.
Suasana kamar nampak sepi karna Dev sedang duduk di sofa kamar sambil menyelesaikan pekerjaan kantor sedangkan Risa sedang keluar dari kamar.
Ceklek
"Selamat hari aniv pernikahan kita yang ke 1 tahun kak Dev" Risa menyodorkan sebuah kue kecil dengan lilin berangka satu dihadapan suaminya.
Dev hanya melirik sekilas lalu lanjut menatap layar monitornya.
"Kak, kak Dev. Ini tiup dulu dong" gerutunya.
Risa meletakan kuenya ke nakas lalu menarik paksa laptop suaminya dan menutupnya.
Dev memandang dingin istrinya itu.
"Ayo kak, tiup dulu"
Brakkk
Dev membanting kasar kue itu hingga berserakan dilantai.
"Kak,," mata Risa berkaca kaca menatap kue yang sudah berhamburan itu.
"Perayaan bodoh apa ini hah?! Harusnya kau tanyakan pada dirimu kenapa sampai saat ini belum hamil!" Bentak Dev.
Risa hanya mampu menunduk
"Apa kak Dev sudah mencintaiku?"
"Cih, cinta. Kau jangan bodoh Risa. Bukankah dari awal sudah kutekankan tidak akan ada yang namanya cinta!" Bentak Dev kesal.
"Tapi aku juga butuh cinta kak. Apa aku harus menjadi pemuassmu seperti ini"
"Kau jangan pura pura lupa, pernikahan ini hanya pernikahan bisnis. Ingat!"
"Tapi aku juga butuh disayang kak, aku juga manusia"
"Cih, masa bodoh dengan kata kata itu"
"Aku janji akan segera hamil jika kak Dev belajar mencintaiku"
"Apa kau menyembunyikan sesuatu hah?" Dev mencengkram dagu istrinya.
"Ingat ya! Jika dalam waktu 2 bulan kau tidak hamil juga, akan kupastikan kita akan bertemu di pengadilan agama" ancam Dev.
Risa hanya bisa menangis
"Kau tidak bisa bersikap tidak adil seperti itu padaku kak"
"Tidak adil katamu! Aku sudah membayarmu 200 juta dan kau masih bilang tidak adil!"
Risa menunduk, memang benar semua yang dikatakan oleh Dev.
"Maaf"
"Ingat kata kataku, jika 2 bulan kau tidak mengandung juga, kita akan bertemu di pengadilan agama!" Ancamnya lagi membuat Risa mengangguk.
Brakk
Dev membanting pintu kamar menyisakan Risa yang masih menangis tersedu sedu semdirian dikamar.
"Tuhan, bagaimana ini? Apa aku sudah keterlaluan pada kak Dev?" gumamnya.
Pagi harinya,
Risa sedih karna semalam suaminya tak kembali ke kamar mereka.
Di meja makan,
"Dev, Risa, kalian kan udah menikah satu tahun. Tapi Risa belum juga hamil, apa tidak sebaiknya kalian ke dokter kandungan?" Tanya mama Dina hati hati.
Dev hanya melirik sekilas pada mamanya lalu lanjut makan.
"Hehe, iya ma. Kita cari waktu senggang dulu nanti kita berdua ke dokter" ucap Risa canggung.
"Coba kamu minum semua herbal yang mama belikan itu. Siapa tau cepet hamil"
"Iya ma, doain ya biar Risa cepet hamil"
"Iya mama doain, tapi kalau bisa kedokternya jangan ditunda tunda"
"Iya ma"
Jam makan siang,
Dev sedikit bingung karna biasanya jam segini istrinya sudah datang keruangan ya dan mengganggunya dengan berbagai alasan.
"Kemana bocah itu?" Batinnya.
Dev memandangi ponselnya namun tak ada pesan apapun dari istrinya.
Biasanya Risa selalu izin jika ingin pergi.
Jan sudah menunjukan pukul 2 siang namun Risa belum juga kembali ke kantor.
"Gio, dimana Risa?" Tanya Dev pada asistennya.
"Kurang tau bos, tadi katanya mau keluar sebentar tapi saya kurang tau"
semangat KA..