NovelToon NovelToon
Mendadak Istri Tuan Kalandra

Mendadak Istri Tuan Kalandra

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Keluarga & Kasih Sayang / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Apple Cherry

"Begini, ya. Bukan aku tak tahu, diluar sana banyak yang membenci sikap dinginku, aku juga ketus dan galak. Jadi, menurutmu adakah wanita yang menyukai orang sepertiku? Kau saja komplain buktinya."

Liliyana berpikir. Pasti banyak yang menyukai suaminya. Meski dingin, Kalandra punya pesona. Kenapa Kalandra malah berpikiran sempit begitu sih.

"Mas Alan jangan pesimis gitu. Pasti banyak kok yang menyukai Mas Alan."

Kalandra nyaris tertawa. Liliyana tetaplah Liliyana. Tak bisa serius sedikit, sekarang malah seolah melucu lagi di depannya.

"Jadi kau ingin ada wanita lain yang menyukai ku?"

Liliyana mendengkus. "Terserah, aku tak punya hak marah, bukan?"

"Tentu punya," jawab Kalandra.

"Apa hakku?" tanya Liliyana.

"Kau kan istriku," pungkas Kalandra membuat Liliyana jadi berdebar mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 - Aku Hanya Ingin Memiliki Anak Darimu

"M-Maafkan aku, Lily. Apa perkataanku keterlaluan?" Abimanyu yang merasa tak enak sebab melihat air mata Liliyana menetes kemudian jadi kesal dengan diri sendiri.

Namun ada yang lebih menyebalkan yang kini ia rasakan. Lebih tepatnya, hatinya terasa sakit melihat air mata Liliyana. Mungkinkah, tangisan Liliyana itu pertanda, bahwa Liliyana sungguhan mencintai Kalandra?

"Tidak kok. Ah, kenapa dengan mataku. Mas Abi, bisa tidak besok saja datang lagi? Maaf, ya, bukan aku mengusir mu tapi—"

"Lily," potong Abimanyu.

"Em, ya?"

"Apa kau sungguhan menyukai Alan?"

Liliyana mengusap tengkuk sembari senyum penuh arti. Tapi pertanyaan Abimanyu itu membuatnya bingung harus menjawab apa.

"Em ...." Abimanyu mengangguk-angguk. "Benar-benar suka?"

Liliyana menghela napas berat. Ada rasa yang tak dapat dijelaskan. Saat ini dia hanya ingin sendirian. "Apa aku wajib menjawabnya, Mas?"

Abimanyu menggeleng. "Lupakan saja jika kau keberatan menjawabnya. Maafkan aku, ya. Jika memang kau ingin sendirian, tak apa, aku akan kembali esok."

"Terima kasih Mas Abi. Maaf karena aku membuatmu jadi tak nyaman," ujar Liliyana.

"Tidak sama sekali. Aku malah merasa sangat bodoh karena menceritakan hal-hal yang tak perlu. Jangan dianggap ya kata-kataku."

"Hem, tidak masalah, kok," jawab Liliyana.

Kemudian Abimanyu berdiri. Ia berpamitan pada Liliyana. Saat keluar dari rumah itu, melihat Liliyana menutup pintu dengan wajah sendu membuat hatinya teriris. "Apa aku tak punya kesempatan?"

Abimanyu mengembuskan napas panjang. "Sejak awal bukannya memang tak ada, ya?"

...***...

Kalandra duduk di meja reservasi menunggu kedatangan klien pentingnya, nyonya Abel. Tapi ini sudah lima belas menit dia menunggu, kenapa klien pentingnya itu belum juga datang. Hal itu membuat Kalandra jadi ingin pergi saja. Kalau tidak mengingat bahwa nyonya Abel merupakan klien pentingnya.

Lalu muncullah Michele di hadapannya. Wanita itu seperti biasanya, tampil cantik dan memukau. Hal yang wajar mengingat dia adalah publik figur yang namanya sedang berkilau.

Michelle duduk di depan Kalandra sambil menyunggingkan senyum. "Maaf membuat Tuan Kalandra menunggu."

"Aku tak menunggumu. Aku menunggu Nyonya Abel."

"Oh, maaf sekali, Tuan." Michele tersenyum. "Tapi kata nyonya Abel, tender kali ini tergantung aku. Jika aku terkesan, maka dia akan tanda tangan untuk memperpanjang kontrak. Tapi bila tidak, maka mungkin saja dia akan menanam saham di perusahaan lain."

Kalandra menatap tajam Michele. Lama-lama dia jengah melihat tingkah sok cantik Michele di depannya. Mungkin saja dia satu-satunya orang yang tidak menganggap Michele cantik, hanya sok cantik saja baginya.

"Cepatlah, kau periksa proposal yang Mira kirimkan melalui email, lalu mulai pertimbangkan," ujar Kalandra berharap waktu berjalan cepat.

"Hem, menarik sih. Tapi itu sudah biasa. Bukan, begitu?" ucap Michele sambil memangku dagu dengan tangannya.

"Maksudmu?"

"Aku tak suka dengan cara biasa. Bagaimana jika kita buat simpel saja, tak butuh waktu lama maka tender kali ini pun kuberikan padamu, Tuan."

"Langsung katakan jangan berbelit-belit."

Michele tersenyum. Begitulah Kalandra, sayangnya dia amat menyukai pria menyebalkan di depannya itu.

"Baiklah. Tapi sebelumnya, katakan bahwa berita kau menikah itu bohong dulu." Michele menunggu jawaban Kalandra tentang itu.

"Sudah kukatakan dia istriku, yang kau lihat tidak sengaja tadi." Jawaban Kalandra tetap sama. Meski menyebalkan, tapi ia memang dikenal jujur.

"Oh. Bussines proposal?" Michele belum menyerah sampai mendapatkan jawaban yang dia inginkan.

"Not your bussines!" tegas Kalandra.

Michele terkekeh pelan. "Astaga, maafkan aku, Tuan. Sepertinya benar dugaanku, itu hanya sebuah perjodohan yang dipaksakan. Tapi apalah itu tak jadi masalah untukku. Aku tetap pada pendirianku menyukaimu."

"Jika kau tak punya hal penting lagi, aku akan pergi sekarang." Kalandra lalu berdiri.

"Ups, aku membuatmu marah." Michele ikut berdiri. "Santai saja, Tuan," katanya sambil memegang tangan Kalandra.

Secara cepat Kalandra menampik dan menghempaskan tangan Michele. "Jangan sentuh aku, karena aku benci disentuh wanita sepertimu."

Michele meremas tangannya. Perkataan Kalandra kali ini berhasil membuatnya sakit. Tapi apa dia harus menyerah begitu saja?

Meski Kalandra sudah kaya raya, tapi justru itu, Kalandra takkan menyia-nyiakan kontrak bernilai puluhan triliun kali ini. Michele yakin Kalandra akan menuruti keinginannya.

"Tuan, maaf jika aku lancang. Tapi satu hal saja, aku hanya memberi syarat satu saja untukmu. Maka setelah itu kontraknya akan segera dikirimkan pada sekertaris tuan Kalandra." Michele mengatakannya dengan percaya diri.

"Ah, kali ini aku makin membencimu, Michele." Kalandra menggaruk sebelah alisnya kemudian duduk kembali. "Katakan."

Michele tersenyum puas. "Baik. Syaratnya cukup bersamaku malam ini. Kau tahu, Tuan Kalandra. Aku hanya ingin memiliki anak darimu. Itu saja."

Kalandra membulatkan mata. Ia lantas berdiri dengan kasarnya. "Kau gila?" sentaknya sembari menunjukkan jari ke depan pucuk hidung wanita di depannya. "Kau sudah sakit jiwa."

Michele menggeleng. "Tidak, aku hanya ingin mendapatkan itu darimu. Tak penting kau akan membuang ku setelahnya. Deal?"

"Apa katamu? Deal?"

"Ya, kau tak punya pilihan. Ini kontrak puluhan triliun, Tuan." Michele menegaskan lagi agar Kalandra segera menyadari perannya sekarang begitu penting. Ia amat beruntung mendapatkan mandat dari nyonya Abel untuk kontrak kali ini.

"Michele, tak kusangka kau sangat menyedihkan." Kalandra berjalan mendekati Michele dengan tatapan jijik.

Michele menutup mulutnya rapat sambil menatap Kalandra tegas. "Kenapa memangnya?" tanyanya menantang. "Aku punya kuasa saat ini. Kau harus mengikuti atau—"

"Atau apa? Kontrak triliunan? Kau kira aku sangat mengejar ini?"

"Maksudmu?" Michele tak mengerti. Kalandra kan memang ingin kontraknya?

"Kutegaskan padamu, ini tentang bisnis. Aku menjalankan bisnis bersih. Meski kuakui aku seringkali memberikan perlakuan yang spesial pada klienku. Tapi aku tidak sekotor dirimu, Michele."

Michele yang semula berdiri tegap sekarang mendadak jadi gemetaran.

"Katakan pada nyonya Abel, tolong pilih orang yang kompeten untuk berdiskusi denganku. Atau aku pun tak segan memblokir aksesnya untuk berhubungan dengan perusahaan ku."

Selepas mengatakan itu pada Michele. Kalandra berlalu meninggalkan wanita menyedihkan itu.

"Ah, rupanya aku membuang waktu berhargaku. Mungkin ini balasan karena meninggalkan Lily sendirian," gumam Kalandra secepatnya pergi dari tempat itu.

...***...

Di kamar sendirian membuat Liliyana menjadi semakin sedih. Mata bulatnya kini mulai bengkak, dia ingin berhenti untuk menangisi hal-hal remeh yang belum tentu terjadi. Tapi tetap saja rasa sedihnya kali ini tak dapat dihentikan.

"Padahal hari ini dia sangat manis padaku. Dia juga mencium ku di tempat umum." Bibir Liliyana bergetar dengan bulir bening mengalir di pipinya.

"Apa wanita itu sangat cantik? Mas Alan menyebut namanya, tak seperti saat denganku di awal-awal."

Saat tengah menangis, tiba-tiba saja perutnya berbunyi. Liliyana langsung memegang perutnya yang terasa agak melilit. "Ada apa lagi sih."

Dia lupa belum makan apa-apa sejak pulang dari mall tadi. "Kenapa di saat begini aku malah lapar."

Karena rasa lapar yang tidak dapat ditahan, akhirnya Liliyana pun pergi ke dapur untuk mencari makanan yang bisa dia makan untuk sekedar mengatasi kelaparan. Di dalam kulkas ia mengambil satu keping biskuit lalu duduk di meja makan. Liliyana bahkan masih menangis saat membuka bungkus biskuit di tangannya.

"Sudah jam sepuluh, tapi mas Alan belum juga pulang." Liliyana menggigit biskuit dengan derai air mata. Amat sedih sampai ia sesenggukan.

Bayangan Kalandra tengah bersenda gurau dengan wanita bernama Michele makin membuatnya menangis. "Hentikan, Lily," ucapnya lirih.

Ia menyeka air mata dengan tangan sambil menghabiskan biskuit kecil tadi. "Apa aku bisa kenyang kalau makan sedikit begini."

Rasanya Liliyana ingin berteriak memaki Kalandra. Bisa-bisanya tak memberitahunya saat hendak pergi tadi. Ponselnya juga tak dapat dihubungi.

"Lihat saja aku akan marah padanya! Aku takkan membiarkan dia menipuku dengan kata-kata manisnya! Aku benar-benar marah!"

1
Eka Bundanedinar
kok g lg kk
dika edsel
tenang ly..mas Alan ngomng gitu krn blm siap pny saingan..dia blm siap berbagi..ayo berpikir positif aja?? klopun kamu tiba-tiba hamil pasti alan jg menerima..,, begitulah resiko pny suami tampan dan mapan.. pikiran selalu diluar jalur.. curiga mulu pdhl suamimu gk neko2.diluaran sana.. kepercayaan itulah yg pnting😊 hai othor selamat pagi..sugeng enjing😊🌄
Fitri Prasetyo
Mas Alan, tau gak??? orang ngigau itu kalo ditanya, bakalan jawab lho.. 🤭🤭😂😂😂
Eka Bundanedinar
laanjut kk lily g nyaaadddddaar disenth alan g suka mbk e/Hey//Hey/
Inay
lanjut
dika edsel
bener2 cemburu menguras hati..,yuhuuu lanjut kakak...😊
YuLie YoeLieta
lanjut kak,,gemes banget sama pasangan ini
Eka Bundanedinar
mang edan micell..
lekas sembh kk biar bisa u
raditha astriani
semoga cepat sembuh yaaaaa...istirahat minum obat, ditunggu karyanya loooohh..tp kamu harus sehat dulu...
dika edsel
jgn kaget ya alan memang begitulah klo ras terkuat dibumi ini sedang marah..pasti bawaannya ngedumel.. ngomel2 gk jelas ujungnya,lbh baik diam gk usah melawan demi kesejahteraan bersama😁😁,hai..haii othor selamat siang, sehat-sehat ya thor..lope yu🥰
Mmh Azka_Adzkiya
lanjut lagi thor
moga lekas sembuh
IG Cherry.apink
maaf belum bisa up ges. aku lagi kurang enak badan. insyaAllah nanti klo udh lebih enakan aku udpate ❤️
raditha astriani
waw aku terkejut gitu bilang lil...beneran gitu..😂
raditha astriani
semangat semangat mas alan 🤣
raditha astriani
aku sukaaaa..yg manis2, klo berat2 nanti palaku senut2
Eka Bundanedinar
mimpimu terlaalu tinggi micele
jngan" abi krja sama nnti sama micele
Mmh Azka_Adzkiya
hadeuuuhh ni ulet bulu mau mengacau rupanya, tunggu kalandra dtg apa masih punya malu
dika edsel
kekasih kalandra pala lu..,hei dedemit rawa2 tidurmu terlalu miring jd geser tuh otak,heran deh makhluk jenis apa sih dia..setan aja lbh baik dr dia...,udah gktau diri..gktau malu pula udah gitu gk laku jg..kasian..,!! lily udah gampar aja dia..jgn kalah sama cewek modelan ulat sagu seperti mic itu,, tunjukkin ke dia kamu wanita hebat, dan berkelas.., pertahankan milikmu ok..ntar aku bantu lewat santet online deh..ayo li lawan dia..😎
Marie Louis AK
oh dasar wanita tak tahu adat. dasar jalang. kalandra cepat balik n bela Lily. usir wanita jalang itu.
Fitri Prasetyo
huwaaaaaaa, pertahanan Lily kalah.. 🙈🙈🙈

Podo ae Ly, akupun gak bisa kalo pak bojo sedang mood menggoda merayu kayak Mas Alan begitu.. 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!