Zafirah Alfiani Putri berprofesi sebagai seorang bidan. Ia memiliki karakter yang baik, ramah, dan memiliki sifat kepedulian. Akan tetapi ia memiliki karakter yang tertutup disosial media dan juga cuek. Sejak ia hijrah dibangku menengah pertama ia begitu membatasi pergaulannya dengan lelaki yang bukan mahramnya. Zafirah bukan alumni pesantren tetapi ia berprinsip akhlak, kegiatan dan ibadahnya harus mencerminkan bahwa ia muslimah yang taat pada Allah.
Irsyad Akmali Fikri berprofesi sebagai seorang polisi, ia juga ikut dalam mengurus perusahaan ayahnya karena ia merupakan anak lelaki satu-satunya didalam keluarganya. Irsyad dari kalangan pesantren dan setelah lulus melanjutkan diakademi kepolisian. Ia memiliki sifat yang dingin dan tegas tetapi dibalik itu ia akan bersikap baik, ramah, perhatian pada orang terdekatnya.
Zara yang dari dulu takut dengan seorang polisi namun takdir jodoh membawanya menjadikan Irsyad menjadi suaminya.
Bismillah
yuk baca kisahnya!
Semoga kalian suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusliana Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ide Zara
"Kamu memang anak baik zara, pantas saja orang rebutan jadikan kamu menantu" Ucap ibu ira membuat zara tertawa
"Tapi nak Irsyad pemenangnya" Ucap ibu Ira
"Alhamdulillah..... Saya gerak cepat ya buk" Ucap Irsyad membuat dua wanita itu tertawa.
"Aunty aca juga sudah siap!" Ucap Salsa kegirangan
"Wah! Anak pintar aca hebat!" Ucap Zara memeluk Salsa
Tidak terasa mereka menghabiskan waktu untuk bermain bersama, Irsyad mengajak zara dan keponakannya untuk menghentikan aktivitas mainnya terlebih dahulu lalu mengajak mereka pergi kemasjid.
"Zara kita pergi kemasjid dulu ya, sebentar lagi magrib" Ajak Irsyad
Irsyad dan zara pergi menghampiri Adam dan lainnya.
"Adam!" Panggil Zara
Adam yang dipanggil segera pergi mendekati zara
"Kamu panggil yang lain ya kita pergi kemasjid dulu ikut om sama aunty, nanti setelah selesai baru kita lanjutkan mainnya kalau kalian masih mau bermain" Ucap Irsyad
Mereka berjalan pergi menuju masjid untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam. Setelah selesai, mereka kembali lagi melanjutkan permainan.
"Tapi jangan lama ya mainnya nanti mama kalian nyariin" Zara mengingatkan keponakannya
"Siap aunty" Ucap mereka
"Salsa mau naik itu!" Ucap salsa menunjuk kearah perahu ayun kora-kora semua anak-anak itu menyetujui
Zara melihat arah depan melihat perahu ayun yang tinggi itu menjadi gelisah tapi berusaha menutupi ketakutan terhadap ketinggian.
"Kalian serius? Gimana kalau kita main yang lain aja" tawar zara
Namun mereka menampilkan wajah sedih karena tidak dituruti keinginannya
"Melihatnya saja aku sudah mulai gemetaran gimana naiknya" Batin zara
Sejak kecil ia hanya Menaiki perahu ayun itu satu kali karena itu membuatnya trauma Menaiki kembali wahana itu. Tapi melihat keponakannya begitu antusias menginginkan naik perahu kora-kora akhirnya ia mengesampingkan rasa takutnya.
"Boleh deh, kalian jangan sedih gitu dong!" Ucap zara
Irsyad merasakan ada yang aneh dengan istrinya, tapi Irsyad tidak ambil pusing mungkin istrinya hanya khawatir dengan keponakannya pikir Irsyad
Mereka berjalan membeli tiket setelah itu bersiap untuk naik di perahu kora-kora.
Adam dan lainnya berjalan dahulu didepan zara dan Irsyad, saat mereka semua sudah naik tinggallah zara yang akan melangkahkan kaki Menaiki perahu namun ia ragu sehingga membuatnya berhenti Irsyad yang berada dibelakang zara kebingungan.
"Sayang kenapa berhenti? Orang ngantri dibelakang kita mau naik nanti kamu terdorong karena desakan orang-orang" Ucap Irsyad belum menyadari ketakutan istrinya.
"Aunty.... ayo!" Teriak Salsa
"Iya sayang sebentar" Ucap Zara melangkahkan kakinya
Zara duduk dikursi belakang dengan perasaan tidak karuan sesekali menghembuskan nafasnya. Saat itu ada lelaki yang baru datang ingin duduk disebelah Zara. Namun, tertahan dengan suara Irsyad
"Maaf mas jangan duduk disitu, itu tempat saya" Ucap Irsyad
"Kan tempat umum mas, terserah saya mau duduk dimana" Ucap lelaki itu
"Saya tahu, tapi itu hak saya" Ucap Irsyad
"Hak apa?" Tanya pemuda itu
"Wanita yang duduk ini istri saya" Ucap Irsyad dengan wajah datar
"Oh maaf saya tidak tahu, habisnya kelihatan seperti masih mahasiswa" jawab lelaki itu
"Kalau gitu saya duduk ditempat lain saja, permisi" Ucapnya lagi dan berlalu pergi mencari tempat duduk kosong
"Sudah jangan marah gitu, cepat duduk nanti diambil orang lagi tempatnya" Ucap zara
Mendengar yang dikatakan zara dengan cepat irsyad duduk didekat istrinya menghembuskan nafasnya dengan kasar, bagaimana tidak kesal sejak zara dibawa jalan banyak yang mengira zara masih single dan tertarik pada istrinya.
"Tapi kan ucapan laki-laki tadi juga ada benarnya mas, Zara kan masih lanjut jadi mahasiswa" Ucap zara
"Tapi tidak semua mahasiswa dalam kategori single dong" Ucap Irsyad
"Maafkan aja ya mas, lelaki itu mana tahu kalau zara itu istri mas" Ucap Zara
"Masa nggak tahu bedain sih yang" Ucap Irsyad
"Atau mas umumkan aja disini biar orang-orang tuh nggak keasikan lihat istri mas" Ucap Irsyad
"Apaan sih mas, jangan mengada-ada deh mas" Ucap Irsyad
"Gini aja mas biar mas nggak nahan kesal terus mending lain kali kita jalan sendiri-sendiri aja mas, gimana bagus kan idenya!" Ucap zara mendapatkan ide tidak tahu dari mana membuat Irsyad tidak habis pikir dengan ucapan istrinya
"Bagus dari mana coba, nggak pokoknya nggak ada begituan ide sesat itu!" bantah Irsyad tidak setuju
"Kok sesat sih mas, ide bagus ini semua demi kebaikan bersama" ucap zara
"Ide kamu itu malah tambah aku tidak tenang" Ucap Irsyad
"Bagus mas" ucap zara tidak mau kalah
"Pokoknya tidak! Suami istri itu kalau jalan itu bersama-sama mana ada mau pergi jalan berpisah-pisah seperti itu" Ucap Irsyad mengeluarkan argumennya
"Biar mas tidak marah dan kesal lebih baik begitu, pokoknya bagus!" Ucap Zara
"Tidak" bantah Irsyad
"Bagus" ucap zara lagi
Perdebatan mereka tidak ada habisnya sehingga membuat bapak yang berada didekat mereka terganggu.
"Berisik!" Ucap bapak yang duduk disamping mereka membuat Irsyad dan zara terdiam
"Mohon maaf pak sudah menganggu" Ucap Zara lalu menoleh suaminya
"Mas sih! Jadi dimarahin kan" Ucap Zara
"Lah kamu kenapa menyalahkan mas" Ucap Irsyad
"Memang mas yang salah mas yang duluan mancing zara" Ucap Zara
"Hah.... Iya deh disini mas yang salah, wanita selalu benar" Ucap Irsyad
"Maaf ya sayang" Ucap Irsyad mengulurkan tangannya dihadapan zara disambut oleh zara mencium tangan Irsyad dengan lembut.
Perahu mulai diayun hingga melambung tinggi membuat zara gemetaran hingga tidak sadar menggenggam tangan Irsyad. Awalnya Irsyad hanya menganggap biasa saja namun lama-kelamaan genggaman itu semakin erat membuat Irsyad meringis
"Zara, are you oke?" Tanya Irsyad tidak ada sahutan sama sekali
Irsyad baru menyadari zara sedikit gemetaran dan memejamkan matanya.
Perahu itu masih melambung sana sini dengan sangat tinggi teriakan menggema memenuhi perahu itu.
"Zara! Kamu tidak apa-apa kan sayang?" Tanya Irsyad
"Mas" hanya panggilan itulah yang keluar dibibir zara dengan suara sedikit gemetaran
"Iya, ada apa?" Tanya irsyad dengan lembut memeluk istrinya dan tangan satu menggelengkan zara.
"Aku takut ketinggian mas" ucap Zara semakin memegang erat tangan Irsyad hingga mencengkeramnya tampak irsyad kini menahan rasa sakit.
"Terus kenapa dipaksakan zara" Ucap Irsyad dengan khawatir
"Mas masih ada 10 menit lagi, mas minta berhenti aja ya" ucap Irsyad
"Jangan! Udah aku nggak apa-apa ini masih bisa aku tahan" Ucap zara tak sampai hati jika berhenti pasti keponakan
"Mas tidak suka penolakan" Ucap Irsyad dengan wajah datarnya
"Tidak, kasihan yang lain kalau diberhentikan" Ucap zara
"Mas nggak peduli, kamu masih mikirin orang lain mas tersiksa lihat kondisi kamu" Ucap Irsyad
"Pak!" Teriak Irsyad
"Hentikan perahunya!" Ucapnya lagi
Petugas menghentikan ayunan sesuai permintaan Irsyad
"Adam dan yang lain kita turun sekarang ya nggak papa ya sayang" Ucap Irsyad anak-anak mengangguk patuh
"Kamu kuat jalan?"Tanya Irsyad
"Bisa mas... Sudah jangan khawatir" Ucap zara malu menjadi pusat perhatian
"Kita turun dari perahu ini sekarang" Ucap irsyad menggandeng tangan zara
Mereka berjalan menuju parkir
"Masih pusing?" Tanya Irsyad
Zara hanya mempu mengangguk tidak lama kemudian perasaan zara mulai tidak enak
Huek
Zara kembali menahan rasa mabuknya dengan menutup dengan tangannya
"Aunty sakit?" Tanya Adam
"Masuk angin aja, bentar lagi sehat kok dam. Aunty minta maaf ya sama kalian karena aunty kalian jadi nggak lanjutin naik perahunya" Ucap zara
"Tidak masalah aunty lagian kita semua juga sudah cukup mainnya" Ucap Adam
"Mas antar ke klinik terdekat aja ya" Tawar Irsyad
"Kita pulang kerumah aja ya mas" Ucap zara dengan lemas
"Iya, tapi kamu serius tidak apa-apa kan?" Tanya Irsyad memastikan
"Iya mas aku cuman butuh istirahat aja" Ucap zara
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR 🫶
TUNGGU KELANJUTANNYA YA 📌
Mohon dukungannya teman👍
Alhamdulillah masih dibaca kak
masih suka nunggu notif
terimakasih sudah update sukses sehat selalu buat semuanya aamiin
cukup paham mungkin juga sibuk didunia nyata
atau kadang mood yang berantakan karna situasi yang ga kondusif
apalagi rating kurang memuaskan
hah
entah saya suka tulisannya
masih menunggu updatenya
mohon diselesaikan jangan gantung
yang ada saya sebagai pembaca jadi hantu penasaran
bisa saja sih nyambung cerita sendiri
atau ga peduli ah kan hanya sekedar bacaan tapi gimana
ah ya sudahlah ga bisa maksa juga terimakasih karyanya
semoga sukses sehat selalu aamiin