NovelToon NovelToon
Olivia

Olivia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:117.1k
Nilai: 5
Nama Author: yesikaramel

Luna seorang mafia pemalas yang suka hidup semaunya tanpa di kekang oleh siapapun tiba - tiba saja bertransmigrasi menjadi Olivia Orleans setelah terjatuh dari tangga karena tersandung kakinya sendiri.

Olivia Orleans adalah tokoh sampingan dari cerita yang pernah dia baca berjudul " Butterfly ".

Menurut Novel Olivia Orleans adalah seorang putri kerajaan yang sangat pengecut dan pemalu sehingga dia sering menjadi bahan olok - olokan oleh para bangsawan lain.

Sang ayah yang selalu acuh tak acuh padanya sejak kecil hanya karena ibunya meninggal tepat setelah melahirkan Olivia dan ketiga kakak laki - lakinya yang selalu bersikap dingin dan mengasingkan adik perempuan mereka membuat Olivia tumbuh menjadi seorang gadis bodoh dan pengecut.

Lalu puncak dari semuanya adalah saat Olivia melompat kedalam danau yang dingin untuk membunuh dirinya sendiri karena sudah tidak tahan dengan sikap keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yesikaramel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat

Setelah menyadari ucapannya Olivia pun diam - diam menepuk dahinya pelan.

Dasar Olivia bodoh pikir Olivia.

" Olivia ayah minta maaf " ucap sang raja tiba - tiba yang membuat Olivia terkejut. Bukan hanya Olivia namun William dan Bastian yang masih bersama Olivia pun juga ikut terkejut.

Seperti yang semua orang tahu sang raja saat ini adalah orang yang terkenal keras dan sedikit angkuh sehingga untuk mendengarkan ucapan maaf darinya itu adalah hal yang hampir mustahil.

" Untuk ? " tanya Olivia berpura - pura tidak mengerti.

" Untuk semuanya, ayah sadar bahwa selama ini ayah selalu menekan, menyalahkan, dan menjadikanmu pelampiasan atas kematian ibumu padahal ayah tahu bahwa kamu tidak salah apa - apa " jawab sang raja menundukkan kepalanya merasa menyesal.

' tes ' seketika itu pula setetes air mata pun jatuh dari pelupuk mata Olivia dan membasahi pipinya.

" Olivia " ucap Bastian khawatir sambil menyeka air mata Olivia dengan sangat pelan karena dia takut akan menyakiti Olivia jika menggunakan sedikit saja tenaga.

Eh kenapa aku menangis ? Tidak, kenapa air mataku keluar sendiri dan kenapa hatiku terasa lega pikir Olivia merasa heran sambil mengerutkan keningnya dalam.

" Olivia ayah tahu bahwa kamu mungkin masih membutuhkan waktu, namun jika memungkinkan maukah kamu memaafkan ayahmu yang bodoh ini ? " ucap sang raja lagi.

" Itu... Saya tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Karena entah sejak kapan perasaan yang saya rasakan terhadap anda dan ketiga pangeran hanyalah perasaan hampa " jawab Olivia menurunkan pandangannya.

" Mmm..lalu bisakah kalian keluar ? Aku ingin beristirahat sebentar dan memikirkan semuanya " ucap Olivia karena saat ini dia benar - benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

Dengan menghela nafas pelan sang raja pun berbalik dan keluar dari kamar begitu pula William.

Namun baru dua langkah berjalan William pun kembali berbalik arah dan menyeret Bastian untuk ikut bersamanya.

" Tuan duke bukankah kamu juga mendengar bahwa Olivia ingin beristirahat ? Lalu sebaiknya kamu juga ikut keluar " ucap William sambil menyeret Bastian memaksanya untuk ikut keluar dan meninggalkan Olivia sendirian.

" Apakah kamu sudah merasa bahagia Olivia ?Meskipun aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa, namun aku berhasil mendapatkan permintaan maaf dari ayahmu "

" Sekarang tinggal satu lagi yang harus aku lakukan yaitu mencari pelaku yang meracuni mendiang ratu " gumam Olivia menatap langit yang cerah dari jendela kamar sambil mencengkram tangannya di depan dada seolah - olah dia mencoba menguatkan dirinya sendiri.

" Tuan putri makanannya sudah siap " ucap Daisy yang berjalan masuk bersama dengan beberapa pelayan dibelakangnya yang membawa makanan untuk Olivia.

Setelah selesai menyantap semua makanan Olivia pun masih merasa lapar karena makanan yang di bawa oleh para pelayan terlalu sedikit menurutnya.

" Aku masih lapar " ucap Olivia kepada Daisy sambil mengusap - usap perutnya.

" Tuan putri karena anda baru saja tersadar dokter mengatakan bahwa anda tidak boleh makan makanan berat dan juga tidak boleh makan terlalu banyak terlebih dahulu " ucap Daisy sambil menyerahkan sebuah mangkuk berisi cairan hitam pekat kepada Olivia.

" Ugh apa ini ? " ucap Olivia mengerutkan kening sambil menutup hidungnya saat mencium aroma pahit yang sangat pekat dari mangkuk di depannya.

" Tuan putri ini adalah obat yang diresepkan dokter tadi " jawab Daisy.

Dengan tatapan horor Olivia pun melihat cairan hitam di depannya " aku tidak mau minum itu " ucap Olivia sambil bergidik ngeri.

" Tuan putri anda harus minum ini jika ingin sembuh " ucap Daisy sambil semakin menyodorkan obat itu ke arah Olivia.

Dengan sangat terpaksa Olivia pun meraih obat tersebut dan meminumnya dalam sekali tegukan.

Namun tepat setelah Olivia menelan obat tersebut rasa mual yang tak tertahankan pun menghampirinya sehingga dia ingin sekali memuntahkan seluruh isi perutnya.

Beruntung Daisy yang menyadari hal itupun langsung memasukkan manisan buah kedalam mulut Olivia untuk mengantisipasi hal tersebut.

" Baiklah sekarang silahkan beristirahat tuan putri " ucap Daisy menyingkirkan mangkuk ditangannya kemudian membantu Olivia untuk berbaring di atas ranjang.

" Aku tidak mengantuk, daripada itu bisakah kamu minta Diego untuk kemari ? Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengannya " ucap Olivia memberi perintah.

" Baik " jawab Daisy patuh kemudian pergi.

Setelah Daisy pergi Olivia pun kembali bangkit dari tempat tidur dan mulai mengamati ruangan di sekitarnya.

" Jadi ini adalah kamar mendiang ratu " gumam Olivia merasa takjub.

Karena berbeda dengan kamar lain, interior di kamar ini sangatlah sederhana namun elegan yang membuat orang lain merasa nyaman.

Saat sibuk melihat - lihat pandangan Olivia pun jatuh pada sebuah lukisan yang ditutupi kain putih berdebu yang terletak di belakang ranjang tempat tidur.

" Kenapa ada lukisan disini " gumam Olivia sambil menarik lukisan itu keluar.

' uhukk uhuk uhhukk ' setelah menarik lukisan tersebut Olivia pun terbatuk beberapa kali karena banyaknya debu yang membungkus lukisan itu.

dengan sekali tarikan Olivia pun membuka kain putih yang menutupi lukisan tersebut. Disana terpampang sebuah wajah cantik dan anggun serta penuh dengan karisma.

" Benar - benar cantik " gumam Olivia sambil mengamati lukisan di depannya.

Setelah puas memandangi lukisan tersebut, Olivia pun berniat menutup kembali lukisan itu menggunakan kain putih dan mengembalikannya.

Namun saat Olivia mengangkat kain putih ditangannya sebuah amplop berwarna coklat keemasan pun terjatuh tanpa sengaja.

" Surat siapa ini ? " ucap Olivia bertanya - tanya sambil mengambil amplop tersebut.

Setelah merapikan kembali lukisan dan mengembalikannya ke tempat semula Olivia pun lantas membawa amplop di tangannya dan mulai mengamatinya dengan teliti.

Meski sempat ragu - ragu sejenak Olivia pun memutuskan membuka surat tersebut dan mulai membaca isinya.

Lima belas menit kemudian Diego pun masuk ke dalam kamar yang di tempati Olivia.

Sesaat setelah Diego masuk dia pun mendapati bahwa bosnya saat ini sedang duduk sambil menangis dengan selembar surat di tangannya.

" Bos ada apa ? Kenapa kamu menangis ? " tanya Diego panik dan mulai menerka - nerka.

Apakah bos merasa sakit, ataukah ada seseorang yang mengutuknya lewat surat sehingga dia menjadi bersedih pikir Diego.

Tidak - tidak, menurut kepribadiannya jika ada seseorang yang mengutuknya maka bos akan langsung turun tangan dan menebas orang tersebut daripada harus menangis sendirian seperti ini pikir Diego lagi sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.

" Diego " ketika mendengar suara Diego, dengan mata berkaca - kaca Olivia pun menatap ke arah Diego.

"Aku disini bos, ada apa ? " tanya Diego setengah panik dan setengah penasaran.

" Aku tidak bisa membacanya " ucap Olivia sedih sambil menyerahkan surat ditangannya yang membuat Diego terdiam seketika.

" Haaahh kupikir ada apa " ucap Diego pelan sambil menghela nafas panjang.

Setelah itu Diego pun mengambil alih surat ditangan Olivia dan mulai membacanya.

Lima menit kemudian Diego pun ikut menangis di samping Olivia karena dia juga tidak bisa membaca dan memahami isi surat yang ada ditangannya.

1
Aisarah Silma
Luar biasa
nacho
bilakh sambungnya😁
nacho
okkk
nacho
bila sambungnya
D'mok Swin
next pls
Aisyah Suyuti
seru
Si Cantik
kapan update lagi thorr??

udah gk sabar nunggu kelanjutannya
D'mok Swin: next pls
total 1 replies
Dede Mila
🤩🤩🤩🤩🤩
Dede Mila
Daisy bener bener dah.../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
bisa banget bikin ❤️ melambung tinggi ujung ujungnya gubak....💔👻👻👻👻
Dede Mila
/Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm/
Dede Mila
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Tongue/ dasar nih berdua....
Dede Mila
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm/
Dede Mila
/Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!/
Dede Mila
/Proud//Proud//Proud//Proud//Proud//Proud/
Dede Mila
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm/
Dede Mila
dibanting loh Bastian ma Oliv.../Determined//Determined//Determined//Chuckle/
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Hammer/
Dede Mila
modus banget... malaz nya kambuh..../Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Dede Mila
ternyata ooooh ternyata.../Grin//Grin//Grin//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!