Saat membaca novel 'Istri Untuk Pangeran', aku merasakan rasa kantuk yang teramat sangat. Aku terbangun tapi berada dalam tubuh seorang Antagonis wanita yang berusaha merebut perhatian Male Lead dan menyiksa Female Lead untuk memisahkan mereka, ingatan pemilik tubuh ini sama persis dengan jalan cerita novel itu, Antagonis akan mati pada akhirnya. Aku hanya ingin kembali, maka kuputuskan untuk tetap menjalankan peran Antagonis dan kembali ke duniaku.
---
"Akhirnya aku akan kembali. . ." gumam Vera.
"Aku tidak mengizinkanmu mati, Vera!" Putra Mahkota memangku tubuh lemah Vera.
Vera melihat tatap khawatir dan sedih dari kedua netra emas putra mahkota, membuat dadanya bergemuruh. Bukankah pria itu sangat membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhicielff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenarannya 2
"Ayah, kenapa kita tidak memberi tahu putra mahkota jika ibu kandungnya masih hidup? Vera curiga meskipun saat itu putra mahkota masih kecil dia sudah mampu memahami segala hal yang menimpanya." kata Vera pada Duke Verita.
Vera tahu berdasarkan plot novel jika putra mahkota tahu detail masa lalunya saat pesta kedewasaannya, namun sebelum hal itu Vera berasumsi jika sebenarnya putra mahkota memiliki ingatan masa kecil yang samar sehingga tetap menyimpan benda peninggalan ibunya dengan baik dan itu terbukti saat melihat ekspresi sedih putra mahkota meskipun hanya sekilas pada saat ia menerima kembali barang berharganya.
"Ayah juga berfikir demikian, karena Putra mahkota seakan memiliki suatu kebencian pada ayah dan keluarga Verita, namun karena dia masih membutuhkan pendukung ia tidak menapakkan kebenciannya itu secara terbuka. Mungkin dibalik punggung putra mahkota saat ini ia bersiap untuk menghancurkan keluarga Verita yang telah lama mengabdikan diri pada kekaisaran." kata Duke Verita membuat Vera terkejut. Ternyata selama ini Duke Verita mengetahui dengan jelas apa yang akan dilakukan putra mahkota pada keluarganya.
"Maka dari itu Vera, ayah sebenarnya tidak setuju jika kamu masih ingin mengejar putra mahkota karena dia berkali-kali ingin mencelakakan mu dan keluarga kita, meskipun pada akhirnya kaisar selalu berada di pihak kita. Namun apa yang terjadi jika ada begitu banyak bangsawan yang mendukung putra mahkota ingin menghancurkan kita, saat itu terjadi mungkin yang mulia kaisar tidak akan mampu melindungi kita lagi."
"Alasan ayah tidak mengatakannya pada putra mahkota adalah karena keluarga kita tidak bisa gegabah, jika putra mahkota tahu ibunya masih hidup, pasti pria itu akan bersikeras untuk menemuinya dan itu sangat beresiko. Kekuatan Ratu juga tidak bisa diremehkan. Mata-mata dan penyelidik yang Ratu punya bergerak dalam bayangan juga sangat kuat. Jika bukan karena kekaisaran yang membantu menyembunyikan keberadaan ibu kandung putra mahkota, pasti dengan mudah Ratu melenyapkan ibu kandung putra mahkota yang sejak awal dianggapnya sebagai sebuah ancaman besar." lanjut Duke Verita.
Vera baru kali ini mendengar cerita sang Ratu, dalam ingatan Vera, Ratu ini tidak muncul di acara kedewasaan putra mahkota dengan alasan sakit, namun saat ia mengunjungi istana pun Vera tidak pernah bertemu dengan Ratu.
Apakah mungkin Ratu sebenarnya menolak mengakui putra mahkota sebagai anaknya? Lagi pula ibu mana yang tidak marah ketika anaknya yang telah berbaring sakit sejak lama hingga meninggal pun diperlakukan secara tidak adil seperti itu dengan alasan untuk melindungi istana dari pemberontakan? Ini seperti membuang produk gagal dan menggantinya dengan produk baru, Ratu masih memiliki hati nurani, anaknya bukanlah sebuah barang yang bisa diganti sesuka hati.
Dalam kehidupan yang keras dan kejam seperti itu di dalam istana, jika seorang Ratu lemah ia tidak akan bisa diakui sebagai ibu dari seluruh negeri. Namun karena kuatnya pengaruh Ratu, Vera juga memahami ketakutan kaisar dan berusaha menekan kekuatannya dengan berbagai cara, jika memang seperti itu, semua yang terjadi ini seperti suatu konspirasi yang dibuat. Mungkin keberadaan ibu kandung putra mahkota merupakan kunci untuk masalah ini, dimaksudkan agar Ratu memiliki suatu ketakutan sehingga Ratu tidak bisa ikut campur dalam urusan politiknya.
Vera segera mengenyahkan pemikiran itu, namun jika hal itu benar maka mungkin saja, karena sejak Vera mengejar putra mahkota waktu itu, tiba-tiba pandangan kaisar Abigail berubah dingin terhadapnya. Mungkin karena sikap Ratu sebelumnya begitu mirip dengan Vera yang asli menyebabkan kaisar tidak menyukainya dan mendukung Liliana untuk naik sebagai calon putri mahkota.
"Vera, nak." Duke Vera pun memanggil putrinya yang seperti sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius.
"Vera mengerti ayah, Vera akan menjaga rahasia ini, ayah tidak perlu khawatir." kata Vera setelah sadar dari lamunannya.
"Ayah, Vera harus bagaimana? Sepertinya madam Estelle salah mengira bahwa Vera memiliki hubungan baik dengan putra mahkota, beliau memberikan sebuah cincin, sepertinya cincin ini merupakan sebuah warisan dari keluarganya." lanjut Vera kemudian menyerahkan cincin itu pada Duke Verita.
Duke Verita melihat kejernihan berlian dalam cincin itu yang tidak biasa. Kemudian beranjak dari kursinya dan mencari sebuah buku dalam rak.
"Ayah mencari apa?" tanya Vera.
"Hm, cincin berlian biru yang jernih ini suatu barang yang langka, ayah ingin tahu siapa pembuatnya dan pemilik terakhir dari barang langka ini." kata Duke Verita.
"Apakah mungkin madam Estelle bukan seorang pelayan dari keluarga biasa?" tanya Vera, hal itu juga sama sekali tidak disebutkan dalam novel.
"Kemungkinan, bangsawan seperti keluarga kita menggunakan benda langka sebagai tanda bahwa seorang itu memegang kekuasaan tertinggi di keluarganya. Karena itu setiap kepala keluarga dari kaum bangsawan pasti memilikinya. Seperti punya ayah, ayah harus selalu menggunakan cincin berlian merah ini sebagai penanda kalau ayah yang memiliki otoritas tertinggi dalam keluarga." kata Duke Verita menunjukkan cincin di jari telunjuknya dan menjelaskannya pada Vera.
Duke membuka sebuah buku dan mencocokan cincin itu dengan berbagai macam gambar model cincin dari buku itu, ada penjelasan di tiap gambarnya. Tiap keluarga bangsawan harus mendaftarkan tanda bukti kepemilikan otoritasnya agar semua orang bisa tahu status pemegangnya.
"Ini cincin peninggalan Raja Carlos dari kerajaan Rosenberg yang runtuh setengah abad yang lalu, wilayah itu masuk dalam wilayah taklukan kekaisaran Abigail sebenarnya tempat itu dulunya tidak memihak kekaisaran mana pun, mereka netral karena mereka menganggap tanah mereka yang berupa padang rumput yang luas merupakan tempat yang suci, jadi mereka menghindari konflik yang terjadi di benua ini dan kerajaan mereka sangat menjaga keyakinan dan budaya mereka sendiri, hingga akhirnya kerajaan itu runtuh karena kekaisaran Abigail memutuskan untuk memaksa kerajaan itu bergabung dengan kekaisaran. Ayah tidak tahu jika keturunan dari Raja Carlos masih hidup dan itu adalah madam Estelle."
"Tunggu ayah, madam Estelle yang kita kenal selama ini merupakan seorang putri? Apakah kaisar Abigail mengetahui hal ini? Apa tujuan madam Estelle memasuki istana kekaisaran?" tanya Vera dengan terburu-buru karena satu informasi yang baru diketahuinya bersama Duke Verita saat ini membuat mentalnya terguncang.
Duke Verita yang juga baru mengetahui fakta mengejutkan ini pun tidak bisa berkata-kata.
"Ayah, izinkan Vera menyelidiki hal ini, madam Estelle memberikan cincin ini pada Vera pasti ada alasan dibaliknya." kata Vera meyakinkan Duke Verita.
"Ini masalah besar dan rumit Vera, ayah tidak bisa melibatkan mu dalam hal berbahaya seperti ini!" putus Duke Verita.
"Ayah, Vera sudah dewasa, Vera ingin menjadi berguna bagi keluarga ini. Jika harus berkorban pun Vera siap ayah, Vera tidak mau berdiam diri setelah mengetahui bahwa keluarga Verita kita tidak baik-baik saja." Kata Vera membujuk ayahnya yang terlihat sudah sangat bulat untuk tidak melibatkannya.
Vera merasakan matanya memanas melihat tatapan Duke Verita yang terlihat tidak merelakannya untuk terlibat dalam konflik kekaisaran, ia bisa merasakan ketulusan dan besarnya rasa sayang orang tuanya padanya.
Vera pernah menerima perasaan yang seperti itu dari keluarganya saat hidup sebagai Rose, kenangan dimana ia masih bersama ibunya yang masih hidup dan waktu itu terasa begitu singkat baginya.
Vera menjadi tidak rela jika harus kembali ke kehidupannya karena itu berarti ia harus meninggalkan keluarga ini. Vera sudah memutuskan, kehidupannya ini nyata, bukan hanya cerita dalam sebuah novel dan ia ingin akhir bahagia untuk orang yang disayanginya.
**TBC**
Oya mgkn ada baiknya bertanya pd ayah vera kebenaran ttg ibu kandung pangeran mahkota agar tdk terjadi kesalahpahaman yg berakibat fatal kembali
lanjut yah thor