NovelToon NovelToon
Hidup Kembali

Hidup Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:713.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: cahaya_bintang

Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.

Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Aku

Vanessa sangat terkejut, tak menyangka setelah lama tak bertemu maupun berkunjung, kini dirinya di kejutkan dengan kabar kematian sang Ayah. Ia tidak ingin percaya begitu saja karena yang ia tahu sang ayah sudah operasi, harusnya kondisi tubuh sang ayah baik-baik saja.

"Anda bercanda kan pak ?". Vanessa bertanya padahal sudah mendapatkan jawaban, tapi ia masih tidak percaya dan hatinya sulit menerima.

"Tentu saja tidak, kau fikir aku kurang pekerjaan sampai orang mati kubuat bercandaan". Tukasnya.

"Kalau boleh tau meninggalnya karena apa ya ?". Kini giliran mas Arya yang bertanya, ia ingin tau, sebab dulu saat kesini untuk ikut bela sungkawa atas meninggalnya Adelia, terlihat baik-baik saja namun sekarang malah meninggal.

"Sejak putri pertamanya di penjara dia jadi mabuk-mabukan apalagi dia habis operasi jadi mungkin karena itu, aku sendiri kurang tau sebab dia di temukan sudah tak bernyawa saat pak RT berkunjung mau memberitahukan soal kerja bakti". Jelasnya.

"Baik terima kasih informasinya pak". Bapak itu pergi dengan menuntun sepedanya yang berisi tebu kering dari sawah.

Vanessa masih terdiam di tempatnya, ia tanpa sadar meneteskan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata. Sulit menerima kenyataan bahwa ayahnya telah tiada. Walau ia baru tau jika ayahnya bukanlah ayah kandung, tapi ia segenap hati menyayangi keluarganya.

"Kau baik-baik saja". Mas Arya memegang bahu Vanesaa yang terasa bergetar, gadis itu menangis tanpa suara dan ia ikut berbela sungkawa. Dirinya menenggelamkan Vanessa ke dalam pelukannya, mencoba menyalurkan rasa tenang dengan usapan lembut di surai panjang tersebut. "Tidak apa, jika kau memang bersedih menagislah sepuasnya".

"Mas Arya ayah meninggal mas hiks hiks". Vanessa memeluk mas Arya begitu erat, meluapkan kesedihan yang saat ini melanda dirinya hingga baju mas Arya terasa basah oleh air mata yang mengalir deras.

Ia menyanyangi ayahnya sepenuh hati bahkan saat mengetahui jika sang ayah sakit, mati-matian Vanessa bekerja keras demi bisa membiayai pengobatan sang ayah. Dari mulai merantau ke kota yang gajinya lebih besar hingga menjual dirinya pernah ia lakukan. Dan saat mengetahui jika ia bukanlah anak kandung tak mengurangi rasa sayangnya kepada sang ayah.

"Ayahmu telah beristirahat dengan tenang sekarang". Mas Arya masih memeluk Vanessa, gadis itu terlihat sangat rapuh dan dirinya saat ini harus menemani Vanessa melalui semua kesedihannya.

Vanessa merenggangkan pelukanya dan mendongak melihat wajah mas Arya. "Mas ayo kita ke kuburan ayah".

"Baiklah ayo". Mas Arya mengusap air mata yang masih membasahi pipi Vanessa, mata gadis itu kian memerah seiring tangis yang tadi pecah. Walau masih mengalir namun tak sederas tadi dan Vanessa kini lebih tenang.

Mereka menuju ke kuburan tempat dimakamkan ayahnya Vanessa setelah bertanya kepada beberapa orang letak pastinya dimana. Dan kini mereka sudah berada di depan batu nisan yang bertuliskan nama ayahnya Vanessa dan ternyata tepat di samping kuburan Adelia.

"Ayah aku datang". Vanessa berjongkok dan meletakkan bunga yang sebelumnya ia bawa, gundukan tanah itu sudah mulai di tumbuhi oleh rumput liar, dan tanahnya juga mulai mengering.

Haruskah ia menyalahkan dirinya sendiri yang telah menjebloskan Alena kedalam penjara dan sebab itu sang ayah malah jadi mabuk-mabukan. "Ayah apa kau kecewa karena aku kak Alena masuk penjara ?".

Air mata Vanessa kembali mengalir, ia kecewa akan dirinya sendiri setelah menjadi sosok Vanessa. Hanya dendam yang ia punya sebelumnya, tapi setelah membalaskan dendam itu entah mengapa bukannya puas tapi penyesalan yang ia rasakan.

"Jangan salahkan dirimu, ini semua sudah takdir yang harus kau terima, lagipula Alena telah membunuhmu sebelumya jadi penjara memang cocok agar dia tidak menyakiti orang lain lagi".

Vanessa masih menangis dalam diamnya, dan mas Arya juga diam menunggu sampai Vanessa bisa lebih iklas melepaskan sang ayah yang telah di panggil oleh yang maha kuasa. Ia mengerti bagaimana kasih sayang yang besar kepada ayahnya itu. Dan saat Vanessa mengajak untuk pulang mas Arya merangkulnya.

"Apa kau mau kita mampir ke kafe dulu, kau dari tadi belum makan ?". Mas Arya bertanya sambil mengemudikan mobilnya, ia khawatir akan kondisi Vanessa yang akan jatuh sakit jika murung seperti itu.

Vanessa memandangi jendela mobil dengan tatapan datar, seolah dunia terasa hampa hingga ma Arya bertanya dan ia menolehkan kepala, malihat lelaki yang akan menjadi suaminya. "Nggak usah mas, aku nggak selera makan".

"Ck, kalaupun tidak selera tetap harus dipaksa, apa kau mau jatuh sakit ?". Tanyanya dan ia bersyukur saat Vanessa menggeleng, dengan segera ia menepikan mobilnya ke salah satu kafe yang cukup ramai pengunjung.

Untunglah masih ada meja yang bisa mereka tempati. Buku menu telah di tangan mas Arya namun ia melihati Vanessa. Masih sama dengan tadi yang menampilkan wajah murung, nampaknya kepergian sang ayah menjadi pukulan berat untuk Vanessa.

Jika saja ia tau siapa keluarga kandung Vanesa yang asli, mungkin akan ada yang menyemangati Vanessa saat ini. Walau ia telah menjadi calon suaminya Vanessa namun tetap saja berbeda antara rasa sayang kepada kekasih dengan sayang dari sebuah keluarga.

"Kau janganlah bersedih, aku akan mencari orangtuanya kandungmu". Gumamnya seraya melihati Vanessa.

Mas Arya memesan beberapa menu untuk mereka berdua tanpa bertanya, karena ia tau sebenarnya Vanessa tak ada niatan untuk makan. Tapi tetap ia akan memaksa Vanessa makan, agar tak sakit.

"Ayo makanlah". Makanan telah di hidangkan ke atas meja, dan mas Arya memesankan sup iga untuk Vanessa berharap agar hangatnya sup tersebut bisa membuatnya semangat atau setidaknya sedikit saja ada senyuman di wajah gadis itu .

"Tapi aku tidak lapar". Jawabnya.

Tanpa menunggu lagi mas Arya mengambil sup yang berada di depan Vanessa dan kursinya ia geser agar lebih dekat dan lebih mudah untuk menyuapi. Jika menunggu sampai Vanessa mau yang ada nanti supnya keburu dingin.

"Ayo buka mulutmu". Tangan mas Arya menggantung di udara dengan satu sendok berisi nasi dan juga sup yang telah siap untuk dimakan, tapi nyatanya Vanessa malas memasukkan makanan itu ke mulutnya.

"Ayo makanlah kalau tidak nanti kau sakit, kalau sakit nanti siapa yang akan jadi pengantin wanitaku ?!". Sedikit candaan mas Arya selipkan, tapi nyatanya tidak berpengaruh dan Vanessa hanya melihatnya dengan sedikit tajam.

"Kau bisa lihat semua pengunjung disini memperhatikan kita apalagi tanganku yang sudah mulai pegal". Mas Arya menengok ke belakang, ia menjadi dari tadi menjadi pusat perhatian lantaran seperti sedang bertengkar dan ia sedang membujuk Vanessa agar tak marah, padahal yang terjadi bukan itu.

Akhirnya Vanessa mau juga untuk menerima suapan dari mas Arya, namun untuk selanjutnya gadis itu memilih untuk makan sendiri karena ia malu jika harus disuapi, terlebih ini adalah tempat umum.

Setelah makan mereka langsung pulang, karena cuaca yang sedang gerimis juga karena hati Vanessa yang sedang tak baik. Bahkan sedari tadi Vanessa hanya diam sambil memandangi jendela mobil yang basah akibat rintik hujan yang tak deras.

Mereka telah sampai di rumah Vanessa dan gerimis juga telah usai dengan meninggalkan sisa jalanan dan sudut tempat yang basah. Ia membuka pintu mobil, namun seruan dari mas Arya membuatnya menoleh.

"Vanessa tunggu".

"Ada apa mas ".

Mas Arya mencium dahi Vanessa agak lama dan melihat mata gadis itu yang sorot matanya nampak terkejut. "Jangan sedih, ada aku disisimu kau bisa mencariku kapanpun kau butuh".

"Terima kasih mas"

1
Atoen Bumz Bums
knpa gak dihotel
Atoen Bumz Bums
alena atau aneta thor
aldikn gak tau
Atoen Bumz Bums
pecat aja Riki biawak itu
Atoen Bumz Bums
manfaat kn kesempatan adel
Atoen Bumz Bums
nasib baik untuk Adelia
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi
Atoen Bumz Bums
udah nggak ketulungan bege-nya
Atoen Bumz Bums
kenapa nggak pernah ngomong sama bapak nya
Atoen Bumz Bums
gara2 kakak taik
assalamualaikum semua maaf sebelumnya kak, aku izin pamit, mau cari novel lain saja, cerita mu sebenarnya sangat bagus tetapi terlalu vulgar, dan terlalu salah jika dibaca, maaf ya kak bukan menjelekkan tetapi di bab bab awal memang tidak baik, saya lebih suka dengan cerita yang mc nya berkelas dan tidak rendahan, bukan menghina tetapi tolong jika buat cerita dewasa jangan terlalu vulgar apa lagi sampai menjual diri, MC nya saja seperti itu apalagi alurnya
Atoen Bumz Bums: tinggal skip,
total 1 replies
hallo assalamualaikum semua maaf sebelumnya kak, tolong ya kak kalau buat cerita dikoreksi dengan baik, cerita mu di bab bab awal terlalu salah kak, bukan menjelekkan tetapi takutnya ada pembacamu yang masih dibawah umur
hah tor tor, kalo buat cerita jangan terlalu keterlaluan, kau sendiri pun juga enggak tahu pembaca karya mu itu ada yang di bawah umur atau tidak, aku bukan bermaksud menjelekkan tetapi secara tidak langsung kamu juga sudah melakukan hal hal yang tidak baik dengan membuat cerita seperti ini, cerita yang kau buat sebenarnya sangat bagus, tapi dikira kira juga kalau mau berkarya, yang ku takutkan itu satu kak, yaitu jika ada pembaca yang masih dibawah umur, tolong jika membuat cerita diperhatikan dulu ya kak, terimakasih
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
SantosaDebora
bego bgt sih, masa segtu gampangny ngasih uang byk gk curiga & gk ngecek dl
Nanik Lestari
Oon
ARA
Jadi ingat film Conjuring😱
ARA
Penasaran 😱😱😱
ARA
Arya lagi sama wulan?? 😜😁😁#typo
ARA
😁😁😁😁😁
ARA
Saking pengen ngerasain shoping sampai ke mall pagi2 barengan jam karyawan Absen😁😁😁
ARA
Semangat Adelia.. Bantai para penghianat cinta😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!