NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 22

Pintu ruang operasi terbuka dengan sentakan pelan.

Kevin melangkah keluar sembari melepas masker medisnya, menampakkan wajah tenang yang sama sekali tidak menyiratkan kelelahan setelah baru saja melakukan "mukjizat" medis.

Pak Herman dan Viola yang sejak tadi menunggu di depan pintu langsung menghambur maju.

"Nak Kevin maksud saya Dr. Kevin... bagaimana keadaan Ayah saya?!"

tanya Pak Wijaya dengan suara tercekat di tenggorokan.

"Kakek... Kakek selamat kan, Mas?"

Viola menatap Kevin dengan mata bulatnya yang berkaca-kaca, kedua tangannya meremas ujung baju hangatnya dengan cemas.

Kevin memberikan senyuman menenangkan.

"Alhamdulillah, fase kritisnya sudah lewat."

"Jantung Jenderal Wijaya sudah kembali berdetak dengan normal, bahkan sirkulasi darahnya jauh lebih bersih sekarang."

"Beliau hanya butuh istirahat beberapa jam di ruang pemulihan."

Mendengar hal itu, Viola langsung lemas karena lega.

Jika tidak ada Pak Herman yang menahan pundaknya, gadis itu mungkin sudah terduduk di lantai rumah sakit.

Tatapannya pada Kevin kini bukan lagi sekadar kagum, melainkan sudah sampai pada tahap pemujaan mutlak.

Di matanya, pemuda di depannya ini bukan lagi manusia biasa dia adalah malaikat pelindung yang dikirimkan Tuhan untuk keluarganya.

Sementara itu, Dr. Handoko keluar dari ruang observasi dengan wajah pucat pasi.

Sebagai ahli bedah senior, dia tahu persis apa yang baru saja terjadi di dalam sana menentang seluruh hukum kedokteran modern yang dia pelajari di Jerman.

"Ini... ini mustahil. Tanpa sayatan? Tanpa mesin pacu jantung eksternal? Bagaimana Anda melakukannya, Dr. Kevin?!"

Kevin tidak menjawab pertanyaan Dr. Handoko.

Pandangan matanya yang setajam elang beralih menembus kerumunan perawat, tertuju langsung pada Dr. Lukman dokter spesialis anestesi senior yang sejak tadi berdiri di pojok koridor dengan keringat dingin yang mengucur di pelipisnya.

Tangannya masih meraba saku jas dokter, mencoba menyembunyikan sebuah remote kontrol kecil berlampu indikator merah.

"Dr. Lukman," panggil Kevin dengan suara bariton yang berat, menggema di sepanjang koridor ICU yang sunyi.

Pria paruh baya itu tersentak, bahunya menegang.

"Y-Ya, Dr. Kevin? Ada yang bisa saya bantu untuk dosis pasca-operasi?"

Kevin melangkah mendekat, memotong jarak di antara mereka dengan langkah yang menekan.

"Dosis pasca-operasi tidak perlu."

"Tapi saya penasaran... berapa banyak faksi rahasia Depok membayar Anda untuk melepaskan gas ekstrak kelopak hitam lewat ventilasi udara Ruang Operasi 1 tadi?"

DEG.

Kalimat Kevin seperti petir di siang bolong.

Dr. Handoko terperangah, sedangkan Pak Wijaya langsung memberikan isyarat mata kepada tiga pengawal berjas hitamnya untuk mengunci seluruh pintu keluar koridor.

"A-Apa maksud Anda?!"

"Jangan menuduh sembarangan! Saya dokter senior di sini!"

teriak Dr. Lukman panik, suaranya melengking tinggi memecah keheningan.

Dia berbalik, berniat lari menuju pintu darurat.

Namun, di hadapan Refleks Dewa dan Tubuh Baja Dewa milik Kevin, gerakan Dr. Lukman terasa seperti siput.

Hanya dalam satu kedipan mata, Kevin sudah berpindah posisi, berdiri tepat di depan Dr. Lukman.

Tangan kanan Kevin bergerak secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan sang dokter anestesi dan memutarnya ke belakang.

KLEK.

"AAAKHHH!" Jerit Dr. Lukman kesakitan.

Dari saku jasnya, sebuah benda mirip remote kontrol dan sebotol kecil cairan pekat berwarna hitam legam jatuh dan menggelinding di atas lantai marmer yang steril.

Kevin memungut botol kecil tersebut, menghirup aromanya dari jarak beberapa senti menggunakan Indra Pengecap Tingkat Dewa.

"Ekstrak kelopak hitam murni.

"Zat yang sama yang hampir menghentikan jantung Jenderal Wijaya di rumahnya pagi ini."

"Lu mau membungkam Jenderal agar dia gak bisa membongkar proyek faksi rahasia di wilayah Depok Utara, kan?"

Pak Herman melangkah maju dengan wajah yang dipenuhi amarah yang meledak-ledak.

Dia mencengkeram kerah baju Dr. Lukman yang sudah lemas.

"Lukman!!! Kurang ajar kamu! Rumah sakit ini dibiayai oleh yayasan keluarga kami, dan kamu mencoba membunuh Ayah saya?!"

"A-Ampun, Pak Wijaya... Saya terpaksa! Keluarga saya diancam oleh... oleh kelompok Topeng Hitam kalau saya gak menyelesaikan tugas ini!"

ratap Dr. Lukman, menangis ketakutan di bawah cengkeraman sang konglomerat.

"Bawa dia ke ruang pengamanan internal."

"Siksa sampai dia buka mulut tentang siapa itu kelompok Topeng Hitam!"

perintah Pak Herman dingin kepada para pengawalnya, yang langsung menyeret Dr. Lukman pergi dari koridor.

Setelah kegaduhan itu mereda, Pak Wijaya berbalik menghadap Kevin.

Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam sebuah gestur penghormatan tertinggi dari seorang pemimpin salah satu grup properti terbesar di Indonesia kepada seorang pemuda berusia dua puluh tahunan.

"Dr. Kevin... sekali lagi, Anda adalah penyelamat keluarga Wijaya. Mulai hari ini, apa pun yang Anda inginkan di Kota Depok ini, sebutkan saja."

"Seluruh jaringan bisnis dan pengaruh politik saya adalah milik Anda," ujar Pak Herman tulus.

Ding!

[Misi Sampingan Diperbarui: 75% Selesai.]

[Evaluasi: Jenderal Wijaya selamat. Pengkhianat rumah sakit berhasil diungkap.]

[Hadiah Antara: Pengkondisian Sistem untuk penyerahan 51% Saham Rumah Sakit Pusat Medika Depok telah dimulai secara legal lewat jalur akuisisi senyap.]

Viola berjalan mendekati Kevin, matanya yang indah menatap wajah Kevin yang terbingkai kacamata tipis.

"Mas... eh, Dokter Kevin... Makasih ya. Aku gak tahu harus gimana kalau gak ada Mas di sekolah, di ruko, ataupun di sini,"

bisik Viola manja, tangannya diam-diam meraih ujung jas putih Kevin, menggenggamnya erat seolah takut pemuda misterius ini akan menghilang ditiup angin.

Kevin hanya bisa tersenyum tipis, mengelus kepala Viola lembut.

Namun, di dalam kepalanya, Sistem kembali membawa kabar yang membuat otaknya berdenyut.

Ding!

[Peringatan Bahaya! Plot Utama Faksi Rahasia Depok Bergerak Lebih Cepat.]

[Kelompok 'Topeng Hitam' menyadari kegagalan Dr. Lukman. Mereka mengalihkan target serangan ke Warkop Berkah malam ini untuk membalas dendam pada Pengguna melalui Nabila!]

Senyuman Kevin seketika lenyap. Matanya mendadak memancarkan aura membunuh yang sangat pekat, membuat Dr. Handoko yang berdiri di dekatnya sampai merinding ketakutan tanpa alasan.

"Mereka mau menyentuh Nabila?"

batin Kevin dingin.

"Sistem... siapin NMAX gue dalam mode tempur penuh. Malam ini, faksi rahasia Depok bakal tahu kenapa gue dapet gelar manusia tingkat dewa."

#NOTE

Bagaimana Kevin membagi tubuhnya untuk menjaga Jenderal Wijaya di rumah sakit dan menyelamatkan Nabila di Warkop Berkah yang sedang dikepung kelompok Topeng Hitam?

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!