NovelToon NovelToon
Pelet Maduku!

Pelet Maduku!

Status: tamat
Genre:Poligami / Pelakor jahat / Cinta Beda Dunia / Selingkuh / Tamat
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Shofia tidak menyangka jika adik madu pilihannya bermain pelet hanya untuk menguasai suami mereka untuk dirinya saja.

Shofia berjuang setelah menemukan keganjilan dari sikap sang suami yang berlebihan memperlakukan istri kedua dan dzolim pada istri pertama.

Mampukah Shofia merebut kembali suami pertamanya dan bagaimana perjuangan Shofia melepaskan pelet sang madu dari suaminya?

ikuti: FB. Shiyu-Chan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Ita meminta sang menantu untuk membawanya pada ustadz Zaki. Ustad muda yang menyandang status duda beranak satu itu lah yang telah menolong Shofia agar bebas dari pengaruh Freya.

"Baik, Umi. Shofia pasti akan membawa umi pada ustadz Zaki," jawab Shofia mematuhi perintah sang ibu mertua.

"Bagus, nanti jika kamu sudah pulih dan sehat kembali, kita akan pergi ke tempat dimana ustadz itu tinggal. Umi khawatir jika Freya pulang dari kampung sang ibu membawa hal yang ghaib dan lebih kuat dari sebelumnya," tandas Ita merasa takut dengan niat buruk Freya.

Kedua alis Shofia saling bertautan mendengar apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya.

"Maaf, Umi. Umi tadi mengatakan kalau Freya pulang ke kampung sang ibu? Mengapa dia tiba-tiba pulang sendiri tanpa mas Farhan? Biasanya dia kan selalu minta tolong mas Farhan untuk mengantarnya dan beberapa hari kemudian baru balik ke sini lagi," ucap Shofia terheran dengan apa yang dilakukan oleh Freya.

Ita terdiam, apa yang dikatakan oleh Shofia memang ada benarnya. Tidak biasanya Freya pergi ke rumah orangtuanya tidak mengajak Farhan.

"Benar sekali apa yang kau katakan, Shofia. Umi baru sadar selama ini Freya jika ke rumah orang tuanya yang di kampung pasti akan mengajak Farhan, tidak pernah mau dia jika berangkat sendiri! Pasti ada sesuatu yang Freya sembunyikan!" Ita juga merasakan hal yang aneh sama dengan Shofia.

"Umi, coba umi video Call Freya. Dia tidak mungkin menolak jika umi yang menelponnya," usul Shofia pada sang ibu mertua.

Ita menatap ke arah Shofia, sepertinya usul Shofia sangatlah bagus. Jika memakai video Call maka tidak ada yang bisa disembunyikan oleh Freya, apakah dia benar berada di rumah sang ibu atau semua ini hanyalah alasan Freya saja agar bisa pergi kemanapun dengan bebas tanpa larangan Farhan.

"Bagus sekali usulmu, Shofia. Dia tidak akan berani berbohong karena video call kita bisa tahu apa yang dilakukan oleh Freya," ujar Ita menyetujui usul Shofia.

Dengan cepat Ita mengambil ponselnya yang ada di saku gamisnya. Dia pun menekan nomor kontak dan melakukan panggilan video pada Freya.

Tuut ...

Tuut ...

Kedua wanita yang merupakan menantu dan mertua itu saling pandang. Di layar kaca ponsel Ita tertulis kalau panggilan itu sedang berdering belum juga diangkat oleh Freya.

Karena lama belum juga diangkat, panggilan itu pun gagal.

"Shofia, sepertinya Freya sedang sibuk. Biasanya sesibuk apapun dua pasti akan mengangkat panggilan umi," ujar Ita memberi tahu jika panggilan yang ia lakukan belum berhasil.

"Iya, Mi. Biasanya jika umi yang panggil sesibuk apapun kami,kamu selalu memprioritaskan panggilan telepon dari umi. Kecuali jika di jalan kami kadang tidak dengar kalau ada panggilan telepon."

Ita dan Shofia kembali saling menatap, mereka menerka apa yang sedang dilakukan oleh Freya.

"Coba umi sekali lagi menghubungi Freya. Di mana dia saat ini hingga tidak bisa mengangkat teleponnya!" geram Ita gemas dengan tingkah menantu keduanya itu.

Shofia diam menyaksikan apa yang dilakukan oleh mertuanya, dia tidak berani sedikitpun mengganggu Ita.

Tuut ....

Tuuut ....

Berulang kali Ita memanggil Freya ternyata tidak dijawab. Ita semakin gusar, berani sekali Freya tidak memerdulikan panggilan telepon darinya.

Sementara itu di sisi yang lain, Freyaa yang sedang mengemudi merasa kesal, pasalnya dia bingung karena sang ibu mertua terus saja meneleponnya.

"Yulia!, apa yang harus aku lakukan, si nenek tua itu selalu menghubungiku. Jika aku tolak maka dia akan curiga. Jika aku terima maka nenek tua itu akan tahu apa yang sedang aku lakukan dan akan mencecarku dengan pertanyaan tanpa henti. Kau tahu sendiri kan bagaimana nenek tua itu?" tanya Freyaa meminta pertimbangan pada Yulia.

"Mmm ... Kalau begitu diamkan saja, telepon balik jika nanti kita sudah sampai di rumah yang sama temboknya dengan tembok kamarmu. Beres kan?" balas Yulia memberi usul pada Freya agar bisa terbebas dari panggilan Ita.

Freyaa menatap Yulia dengan alis yang saling bertautan, lalu sedetik kemudian dia tersenyum.

"Bagus sekali idemu, Yulia. Biarkan saja untuk saat ini nenek tua itu merasa kesal denganku, siapa suruh di saat begini malah video call!" Freya mencebik kesal dengan apa yang dilakukan oleh sang ibu mertua.

"Sudahlah, yang penting kita fokus dengan tujuan kita saat ini. Secepatnya kita harus mencari seorang perawan lalu kita bawa dia ke kota. Di sana kita akan memanggil Ki Atmo dan biarkan saja mereka melakukan sesuai keinginannya," ujar Yulia memikirkan langkah yang harus dia lakukan.

"Bagus sekali rencanamu, Yulia. Dengan begitu kita tidak usah repot-repot untuk membunuh wanita itu dan bisa secepatnya kembali ke Jakarta tanpa ribet lagi!" ujar Freya.

Wanita dengan watak keras kepala dan memiliki ambisi yang tinggi itu tersenyum senang. Freyaa memang suka yang instan tanpa suka sesuatu yang berbelit-belit dan membuang waktu saja.

Mobil Freya pemberian dari suami barunya itu melaju dengan kencang, dia berusaha agar secepatnya sampai di kampung halaman ibu asuh Yulia.

Tidak berapa lama kemudian, mobil itu pun sampai di kampung halaman ibu Yulia yaitu Silvi.

Perlahan mobil mewah itu memasuki perkampungan yang masih asri dan terasa sekali suasana pedesaan. Yulia tersenyum, berharap ada gadis perawan yang bisa ia jadikan tumbal untuk Ki Atmo

Ciiit ...!

Rem mobil tiba -tiba Yulia injak rem karena ada sosok wanita berusia kisaran 15 tahun melintas begitu saja.

"Heh! Punya mata dipakai! Kalau kau tertabrak mobil ini kau pasti salahkan kami!" bentak Freya yang kesal pada gadis muda itu.

Yulia menatap ke arah gadis yang masih belia itu dengan tajam, gadis itu menggigil ketakutan. Yulia mendadak mendapat ide dan berbisik pada Freya.

1
Endang Supriati
main pelet, ya jd horor.
ummu yusuf novi
ceritanya bagua
Bundanya Arifin
pantangannya jgn lupa mkn sebelum kena asam lambung🤣
Salsabila Arman
lanjut
Bojone pak Lee
kenapa berubah jadi horor
Bojone pak Lee
kok jadi horor sich
Bojone pak Lee
pantangannya adalah jangan tidur saat kamu ngantuk,jangan makan saat kamu lapar😂.ada gak pantangan kayak gitu
Putri Sabina: mampirr🤣
total 1 replies
Imas Siti Rokayah
lanjut thor
Salsabila Arman
lanjut
Afini Smart
nyimak thorr....👍👍👍
Ana Nnainun
tp mn knp g ada kelanjutan ny thor.. pdhl ceritany bagus
Shiyu: sabar kak, mengumpulkan niat Krn tidak masuk 20 bab terbaik jadi hanya koin pembaca aja penghasilannya...
total 1 replies
Ana Nnainun
kren ceritan
Ana Nnainun
sangat bagus
Masitoh Masitoh
Farhan kenapa tak d Rukyah juga..jgn d biarin..moga tuhan melindungi shofia
Shiyu
terimakasih revisinya kak..maaf, on going 4 novel, ketukar namanya😍
Susi Eka: CD 11 a
total 1 replies
saya bingung, sebentar farhan dan sofi. ini hera dan amer. nih lupa ngedit atau gmna ya?
에이브릴 넬리~🩸
loh..Thor lama banget Up cerita ni thor
Bunda Salma
Aku mampir thor ... maaf typo banyak salah nama ? lebih teliti ya thor . next 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!