NovelToon NovelToon
Suami Milyarder

Suami Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:88.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mei-Yin

Kehidupan sederhana yang dijalani, berubah hanya dalam sekejap mata saat mengetahui identitas suaminya.

Dalam waktu satu malam dia berubah menjadi istri milyarder.

Lylia Federick Richards tidak pernah tahu tentang identitas suaminya yang ternyata adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis yang selama ini dinyatakan hilang.

Memiliki suami milyarder tak selamanya menyenangkan. Banyak hal yang hanya bisa dipendam tanpa diungkapkan. Apalagi saat serangkaian kejadian mengerikan menerpa dan hampir membuat nyawa melayang.

Mampukah Lylia bertahan dan tetap membersamai Xavier dalam keadaan apa pun?

Mampukah Xavier melindungi Lylia dari orang-orang yang berniat mencelakainya?

Simak kisahnya Xavier dan Lylia hanya di sini ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei-Yin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 — Percayakan padaku

Lylia menaikkan alisnya. “Menipumu? Untuk apa? Kau bahkan bukan seseorang yang bisa sejajar denganku,” ejeknya menahan tawa.

“Kurang ajar, beraninya kau!” Wanita itu menatap marah.

Kedua wanita itu saling menatap dengan ekspresi yang berbeda.

“Aku tidak menghina. Itu kenyataan, Nona. Kau bahkan tak bisa sejajar denganku sebagai Nona Muda Richards. Apalagi sekarang statusku lebih tinggi sebagai Nyonya Bailey.”

Tampak kilat marah dari manik wanita muda itu.

Keduanya tak saling mengenal, mereka pernah bertemu beberapa kali dalam sebuah acara. Namun, tak pernah saling menyapa atau berkenalan.

Setelah Lylia tahu jika Olivia Ruby adalah mantan kekasih suaminya, dia mencari tahu lebih dalam tentang wanita itu dan sepak terjangnya selama ini. Jangan tanya siapa yang melakukannya, karena kini dia punya Miya.

Olivia Ruby dulu pernah menjalin kedekatan dengan Xavier, tidak terlalu lama karena saat itu dia justru tergoda dengan perhatian dan bujuk rayu Argus Smith yang notabene rival Xavier dalam dunia bisnis.

Ada kabar yang mengatakan jika Olivia Ruby hanya dijadikan alat untuk balas dendam dengan Xavier. Wanita itu dimanfaatkan untuk mengagalkan sebuah mega proyek yang akhirnya dimenangkan oleh Argus Smith.

Namun, kabar terakhir dari Miya mengatakan jika Olivia Ruby kembali menjalin kedekatan dengan Zilong Dominic.

Sementara Olivia Ruby tampak menatap geram karena baginya ucapan Lylia sungguh melukai harga dirinya. Selama ini tidak pernah ada yang berani menghinanya terang-terangan seperti itu.

Benar, jika kedudukan mereka tidak akan pernah bisa setara. Namun, tetap saja jika diucapkan secara langsung rasanya seperti sebuah hinaan.

“Bukankah kau terdengar sangat sombong, Nyonya?” Olivia menatap tajam ke arah Lylia. Ternyata provokasinya justru kembali pada diri sendiri. Sejak memasuki toko dia memang tahu jika wanita itu adalah istri dari Xavier. Dia ingin mempermalukan wanita itu, tetapi ternyata wanita itu tak selembut wajahnya.

“Menghadapi seseorang yang sombong harus bisa lebih sombong lagi. Bukankah begitu? Di atas langit masih ada langit, jadi jangan terlalu memandang tinggi dirimu,” kekeh Lylia.

Olivia Ruby berjalan mendekat dan menatap tajam Lylia. Namun, detik berikutnya dia menjatuhkan diri tepat di kaki Lylia dengan suara memekik tertahan. Wajahnya dibuat seolah-olah tak berdaya.

Otomatis semua mata kini beralih menatap mereka berdua.

“Maafkan aku, Nyonya Bailey. Aku benar-benar tak berniat menyinggung dirimu.”

Sudut bibir Lylia terangkat. Rupanya wanita itu mencoba ingin mendrama.

Beberapa orang mulai berbisik-bisik membicarakan Lylia yang dianggap terlalu angkuh. Bahkan ada beberapa orang yang bersimpati mulai berada di pihak Olivia Ruby dan mengecam perbuatan Lylia.

“Mengapa manyudutkan diriku? Apa kalian lihat aku menyentuh Nona Olivia Ruby dan memintanya berlutut? Tidak, kan? Jadi simpan segala umpatan kalian karena untuk menyentuh saja aku tidak akan sudi melakukannya!” cibir Lylia. Dia sengaja maju selangkah dan dengan sengaja menginjak punggung tangan wanita itu dengan high heels. “Lihat, aku bahkan tak ingin kulitku bersentuhan dengannya,” sambungnya sambil menekan kuat kakinya.

Olivia Ruby tak bisa menyembunyikan ekspresi marah. Tangannya benar-benar terasa perih dan nyeri. Ingin sekali dia maju dan menampar wanita di depannya.

“Nyonya Bailey, Anda sangat arogan!” teriak beberapa orang yang ada di sana. Jelas mereka bukan wanita-wanita biasa.

“Benar. Anda sangat sombong sekali.”

“Jangan menindasnya, Nyonya Bailey. Bukankah Anda sangat keterlaluan?”

“Hanya karena masalah pakaian, Nyonya Bailey sampai berbuat kejam seperti itu.”

Suara-suara sumbang itu terdengar membela Olivia Ruby dan menyalahkannya.

“Kesombonganku didukung penuh dengan keadaan. Jika kalian berada di posisiku, aku yakin kalian akan melakukan hal yang lebih dari ini,” sindirnya tajam.

“Ada apa ini?” Suasana dengan cepat berubah tegang saat Xavier memasuki toko diikuti Moskov yang mengekor di belakangnya.

Beberapa orang langsung bungkam melihat kedatangan pria dengan wajah dingin itu. Aura di sekitar tiba-tiba mencekam saat pandangan mata Xavier berkeliaran di sekitar.

Sang manager yang sejak tadi diam akhirnya maju, dengan takut dia memberitahu kejadian awal mula sampai pada tahap pertengkaran dua wanita kaya itu.

“Hubungi pemilik toko ini. Aku akan membelinya!” lontar Xavier membuat pekikan terkejut tak dapat tertahan.

“Jensen, kau urus semuanya.”

Pandangan Xavier beralih menatap Olivia Ruby dengan sinis dan berkata, “Nona Olivia Ruby bukan tandingan istriku.”

Setelah mengatakan kalimat bernada hinaan, Xavier mengajak Lylia pergi dari toko tersebut.

“Kau sudah selesai rapat?”

“Sudah. Kau sudah selesai berbelanja?”

“Moodku rusak karena wanita itu. Mari kita pulang saja,” jawab Lylia membuat para pengawal mendesah lega. Pasalnya barang belanjaan di tangan lima pengawal itu sudah penuh.

“Tidak ingin makan dulu?”

Lylia menggeleng sebagai jawaban. Dia mengandeng lengan suaminya dan berjalan bersama di bawah tatapan kagum dan penasaran orang-orang.

Sesampainya di rumah Lylia segera membersihkan diri dan berganti pakaian. Lalu dia duduk berdampingan dengan Xavier yang masih lengkap dengan pakaian kerjanya.

“Mengapa tidak ganti baju?”

“Sebentar,” jawabnya yang masih fokus dengan ponsel.

“Maaf aku menghabiskan banyak uangmu.”

“Apa aku mengatakan sesuatu? Kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan. Uangku tak akan habis meski kau membeli mall tersebut.” Xavier masih menjawab tanpa memperhatikan istrinya.

Lylia tersenyum haru. Dulu dia harus berpikir dua kali untuk membeli apa pun. Bukan karena tak punya uang, hanya saja berpikir daripada uang dihamburkan, lebih baik untuk mengisi tabungannya.

Sekarang entah mengapa pikiran itu justru lenyap. Ya meski dia tetap akan berpikir jika harus membeli barang dengan harga yang tak masuk akal.

“Terima kasih, dan soal wanita tadi aku benar-benar tak bermaksud mencari gara-gara dengannya.” Lylia menunjukkan wajah penuh penyesalan. Dia tak ingin Xavier berpikir bahwa dia memanfaatkan kedudukan suaminya.

Xavier menoleh dan tersenyum. “Untuk apa minta maaf, kau tak melakukan kesalahan.”

“Tapi aku sudah—” Xavier menyentuh bibir Lylia hingga wanita itu menghentikan ucapannya.

“Tindakanmu sudah tepat. Sebagai istriku tak boleh ada yang merendahkan dirimu. Jika kau benar, angkat dagumu tinggi dan buktikan jika kau tidak mudah ditindas,” kata Xavier mendukung.

“Apa tidak masalah? Aku hanya tak ingin orang-orang menilai bahwa aku memanfaatkan suamiku.”

Xavier terkekeh pelan. Pria itu menyimpan ponselnya dan mengangkat Lylia ke atas pangkuannya. Menatap lembut dengan sorot penuh cinta.

“Biarkan saja mereka berpikir sesukanya. Toh, aku tidak masalah dengan itu semua. Aku memberikanmu hak penuh untuk menggunakan semua fasilitas yang ada. Termasuk jika kau bisa menghabiskan seluruh tabungan di kartu yang kau pegang,” jawab Xavier sambil terkekeh.

“Aku hanya takut menyinggung mereka dan membuatmu dalam masalah.”

Xavier terkekeh. Dia tahu Lylia tak sepolos wajahnya saat ini. Tangannya merangkum kedua pipi sang istri dan menyeringai penuh arti.

“Jangan sampai kau terlihat lemah dan mudah ditindas, sebagai Nyonya Bailey kau memang harus bersikap angkuh agar orang lain tunduk. Tak perlu cemaskan apa pun, kau bisa menyingung siapa pun dan membungkam mulut orang-orang yang meremehkanmu. Sisanya serahkan padaku!”

To Be Continue ....

...🌱🌱🌱...

...Halo semua pembaca tercinta dan terkasih yang tetap selalu stay di cerita-cerita aku. Makasih banyak sudah tetap setia dan selalu dukung aku dimanapun berada....

...Untuk dukung aku semangat berkarya, jangan lupa tekan like, komen dan vote seikhlasnya. Jika temanmu butuh bacaan, boleh banget rekomendasi cerita-cerita aku yak. Makasih .......

1
Hari Dunddung
sangat bagus ceritanya sayangnya ngk ada lanjutannya.......
untuk author lanjut dong jangan bikin pembacamu penasaran 😁😁😁
buna
ya bayangin aja, anak dari pelakor dapet bagian lebih gede.. ga membenarkan sikap mereka sih, tp tetep aja.. hemmm aga gmn gitu.
buna
mungkin yang benar karena pria kaya belum tentu terhormat dan punya adab serta sopan santun
Rifa Endro
emang enak dikerjain
Rifa Endro
siapa lagi musuh Xavier ini
Rifa Endro
jangan mulai lagi
Rifa Endro
kau berubah secepat itu ?
Rifa Endro
jelas dia tahu, dia putri dari Ling-hua.
Rifa Endro
drama apa lagi
Rifa Endro
pasti itu rencana eudora
Rifa Endro
eudora, meski lilya berasal dari darah seorang jalang. ternyata mertuamu mberikan harga lebih di atas mu. you know that. tuan federick pasti lebih tahu melalui hati dan naluri
Rifa Endro
sadar kah ?
Rifa Endro
rahasia yg kau sembunyikan.
Rifa Endro
ibu yg nggak ada akhlak. jangan dicontoh ya sayang
Dwie Anna
kok gk di lanjut kak mey
Nirwana Harahap
kpn lnjut thour
Nirwana Harahap
selalu membuat candu
Nirwana Harahap
semngat thor, ceritA novelmu selalu membuat canduu
Dwie Anna
kak Mey jangan lama" dong...
lanjutan'y dong kak
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
Miranda ...🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!