NovelToon NovelToon
Di Ujung Peluru 4 ( Next Generation )

Di Ujung Peluru 4 ( Next Generation )

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:216.1k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Skip tanpa alasan apapun bagi yang tidak tahan dengan konflik. Biasakan beri dukungan like, comment dan vote bagi author.

Berawal dari patah hati yang teramat dalam, tidak sengaja Lettu Sadewa Pulanggeni harus menikahi seorang gadis cantik adik dari seniornya.

Tidak ada rasa cinta di antara mereka. Pertengkaran demi pertengkaran selalu terjadi karena perbedaan sifat yang bertentangan apalagi bayang mantan kekasih masih menyelimuti hati Lettu Sadewa apalagi sang mantan kekasih masih ada di sekitar kehidupannya.

Hingga suatu ketika, terjadilah pertengkaran paling hebat di antara mereka. Untuk kedua kalinya Lettu Sadewa patah hati saat pria lain memberi perhatian lebih pada istrinya. Hanya ada dua pilihan.. bertahan dalam pernikahan atau mengakhiri semua.

Bagaimana mereka menghadapi biduk pernikahan yang sedang di uji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Jebakan.

Gita menoleh melihat Bang Dewa tidur pulas di bawah selimut. Suaminya itu sudah lemah tanpa daya. Bak singa kelaparan Bang Dewa tak membiarkan dirinya beranjak sedikit pun darinya. Harus di akuinya Bang Dewa begitu gagah dan jantan meng*****nya.

ddrrtt.. ddrrtttt..

Gita melihat panggilan telepon dari atasannya.

"Selamat malam."

"Lama sekali, apa hasil perundinganmu dengan singa gurun? Dimana dia? HTnya saja tidak aktif??" Tegur atasan Gita.

Gita terdiam sejenak, tidak mungkin dirinya mengatakan bahwa perundingan itu belum jadi di rundingkan atau kata lainnya telah gagal, maka yang ada adalah telah terjadi perundingan yang lain.

"Git..!!!!!"

"Iya Pak. Pak Dewo sedang dalam kegiatan yang lain jadi perundingan itu harus di tunda beberapa saat." Jawab Gita.

"Biasanya sistem kerja kita dengan pihak Pak Dewo suka berbeda alur. Apa kamu bisa merayunya? Jalan yang ditempuh Pak Dewo terkadang terlalu ekstrim. Bahaya juga untuk anggota yang lain." Kata atasan Gita.

"Saya akan coba rundingkan nanti." Meskipun terdengar biasa saja namun di sisi lain hati Gita tetap mencemaskan keadaan Bang Dewa.

"Uugghh.. kenapa di nyalakan lampunya dek? Siapa yang menghubungimu malam begini?" Tanya Bang Dewa.

"Ya si Boss. Memang seharusnya kita ini kerja Mas, bukan malah seperti ini." Jawab Gita.

"Ceritakan semua hal yang kamu tau, beserta seluruh titiknya. Selanjutnya biar Mas yang selesaikan..!!" Kata Bang Dewa.

Gita mengangguk lalu mulai membahas masalah tersebut secara gamblang karena saat ini dirinya sedang berbicara dengan suaminya sendiri.

***

Hari menjelang pagi dan akhirnya sesuai dengan perhitungan dan perundingan dengan Gita akhirnya misi tersebut selesai dengan lancar dan tanpa hambatan.

"Kamu ikut Mas pulang ke asrama." Ajak Bang Dewa.

"Gita nggak mau ikut dan nggak bisa ikut." Tolak Gita.

"Gitaaa.. jangan menyusahkan Mas. Bian menanyakan kabarmu setiap hari dan Bian ingin kamu kembali..!!"

Saat ini Gita sedang bingung bagaimana caranya menolak ajakan Bang Dewa sebab jika dirinya ikut dengan Bang Dewa maka Bang Dewa harus berbagi kasih dan tanggung jawab untuknya dan untuk Bian. Kehadirannya di tengah rumah tangga Bang Dewa sudah membuat Bang Dewa harus mencarinya sebagai bentuk tanggung jawab padahal jika dirinya pergi jauh maka Bang Dewa bisa bahagia bersama Mbak Bian.

"Gita punya pacar."

Seketika itu juga Bang Dewa menoleh dan menatap tajam kearah Gita. "Oya??? Kenalkan dia sama saya..!!"

Gita lumayan panik dan gelagapan tapi bukan Gita namanya jika tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.

"I_tu..!!" Tunjuk Gita pada seseorang di belakang punggung Bang Dewa.

Bang Dewa memutar arah kepalanya dan melihat Pratu Wiryawan ada di belakangnya, pria yang selama tujuh bulan ini menjadi ajudannya.

"Wir.. kamu kenal Gita?"

"Siap.. kenal Dan. Sekitar dua bulan."

Gita yang mendengar akan adanya percakapan antara sesama pria segera mengambil jarak aman dan menghindar perlahan.

"Berarti kamu tau masa lalu Gita??" Selidik Bang Dewa.

"Siap.. calon janda muda Dan. Entah kenapa suaminya begitu tega membiarkan Gita hidup sendiri hanya bersama mertua dari pria tidak bertanggung jawab itu." Jawab Pratu Wiryawan.

"Maksudmu??????"

"Yaaa.. gadis secantik itu hanya di hamili lalu di tinggalkan begitu saja.. bukankah itu sama saja namanya calon janda?? Saya nih Dan, kalau sampai ketemu dengan suaminya Gita, mau saya karungin, saya hajar sampai jadi lemper." Kata Pratu Wiryawan berapi-api.

Jemari Bang Dewo mengepal kuat, ia melirik Gita yang sedang meneguk softdrink di pojok ruangan. "Jangan pernah berharap menjadi janda. Apa mendapatkan predikat janda itu enak???"

Gita hanya diam saja daripada menimbulkan pembicaraan lain yang akan membuat suasana menjadi runyam.

"Ijin Dan, tapi saya memang sudah niat melamar Gita kalau dia sudah jadi janda." Imbuh Pratu Wiryawan.

'Astagfurullah, cobaan apalagi ini? Kemarin Jazwan, sekarang Wiryawan yang mengejar istriku. Bede*ah.. mengesalkan sekali mendengar istriku mau di lamar orang, apalagi di depanku sendiri..!!!'

"Apa komandan mau melamarkan Gita untuk saya?" Pratu Wiryawan tak hentinya berbicara.

"Nggak.. jomblo aja kamu..!! Kalau mau sama janda silakan, tapi jangan Gita. Amit-amit saya mau melamarkan Gita untukmu." Omel Bang Dewa kemudian naik ke atas mobil. Ia mengambil ponsel kemudian menekan nomer ponsel Gita yang baru.

Pratu Wiryawan ternganga mendengar jawaban Bang Dewa tapi ia hanya sekedar menganggapnya sebagai angin lalu.

D : Saya sudah minta sopir mengantarmu ke tempat yang baru. Kalau sampai kamu tidak sampai ke tempat yang saya tentukan, selesai kamu Gita.

Gita membuang nafas membaca pesan singkat dari Bang Dewa. Entah sejak kapan pria itu memiliki nomer ponselnya.

:

"Mampir ke minimarket dulu Wir, saya mau ke penginapan di kaki gunung. Besok pagi sekali baru kita lajur kembali ke Batalyon..!!" Perintah Bang Dewa.

"Siap.."

Pratu Wiryawan tidak akan bisa menolak perintah Bang Dewa meskipun untuk malam ini dirinya tidak tau akan tidur dimana bersama team.

"Kamu bisa masuk penginapan MENARA beserta rekanmu yang lain..!!" kata Bang Dewa.

"Ijin.. Dantim mau kemana?" Pratu Wiryawan bingung karena penginapan MENARA merupakan penginapan yang sudah lumayan mahal untuk pria berdompet cekak seperti dirinya.

"Mau bulan madu. Sudahlah jangan urusi saya, yang penting kalian bisa tidur..!!"

"Siap..!" Pratu Wiryawan tidak lagi banyak bertanya pada Dantimnya. "Tapi saya.."

"Semua yang saya booking sudah saya lunasi, jangan ganggu saya semedi dan satu team tolong kunci mulut yang rapat." Ucap Bang Dewa.

...

Gita sudah memasuki kamar yang sudah di sebutkan Bang Dewa. Dirinya sudah cukup senang karena mengira akan tidur sendiri di penginapan yang bisa di katakan mewah di daerah tersebut.

ckkllkk..

"Assalamu'alaikum." Bang Dewa langsung melempar sepatunya asal, ia memasang raut wajah lelah. Ia membuka jaket, juga membuangnya asal.

"Wa'alaikumsalam.. kenapa Mas ada disini?" Tanya Gita.

"Uang saya hanya cukup untuk sewa satu kamar." Alasan Bang Dewa.

"Kalau uangnya tidak cukup kenapa harus sewa kamar seperti ini??? Biar Gita sewa kamar lagi." Gita sudah berniat pergi tapi seperti tadi, Bang Dewa mengunci pintunya lalu mengantongi kuncinya.

"Pijatin Mas donk.. badan Mas sakit semua..!!" Kata Bang Dewa.

"Nggak aahh.. Nanti Mas Dewo macam-macam." Tolak Gita.

"Nggak akan Mas Dewo macam-macam. Mas Dewo sudah kecapekan dek." Ucapnya bernafas serius.

Melihat keseriusan itu akhirnya Gita mau memenuhi permintaan Bang Dewo.

"Ya sudah, rebahan di kasur..!! Gita ambil body lotion dulu."

"Ambil di tasnya Mas, ada minyak urut." Perintah Bang Dewa sambil merebahkan diri di atas ranjang.

Gita pun segera mengambilnya, ia melirik kesal bagaimana bisa bapak satu anak itu sudah menyiapkan minyak urut, matanya masih tertuju pada satu benda disana.

"Mas beli pengaman? Untuk apa?" Tanya Gita, agaknya istri Kapten Dewa itu lumayan kesal.

"Main cantik lah sayang, kalau seperti tadi kamu nggak mau.. berarti yang aman kamu pasti mau." Jawab Bang Dewa memasang wajah nakal.

"Enak saja, Gita ini mahal. Nggak ada duit ya nggak bisa transaksi." Jawabnya dengan santai karena ia ingin Bang Dewa marah dan meninggalkannya saat itu juga apalagi tadi Bang Dewa mengatakan sedang tidak punya uang.

"Oya, malam ini Om Dewo harus bayar Gita berapa untuk long time?" Bang Dewa balik membalas Gita.

Gita sengaja ingin membuat Bang Dewa susah, ia menghampiri Bang Dewa dan duduk di antara kedua pahanya setelah itu mengibaskan rambut lurus berwarna coffe latte sebahu. "Harga perkenalan, sepuluh juta cash ya Om. Om Dewo pasti nggak akan kecewa."

Bang Dewa yang tidak bisa mendapat tantangan itu langsung mengambil uang di saku jaketnya. "Untuk Gitaku sayang, lima belas juta cash.. Jangan kecewakan Om Dewo..!!!!"

Gita tersentak dan beranjak mundur tapi Bang Dewa langsung menarik tubuh Gita ke dalam dekapannya lalu secepatnya membalik tubuh Gita agar istrinya itu tidak bisa berkutik lagi di dalam kungkungannya.

"Maaas.. jangan donk..!!" tolak Gita namun nadanya begitu manja khas seorang wanita.

"Jangan apa?? Jangan di tunda??" Jawab Bang Dewa yang sebenarnya tau kalau Gita juga sama rindunya dengan dirinya.

.

.

.

.

1
Lita Pujiastuti
sebaik apa pun istri kedua, ttp sakit di hati. apa lagi ini terpaksa...maaf thor, saya tidak ingin lanjut baca. tujuan saya baca novel sebagai refresing, pengen baca novel yg tdk menyakitkan bgt². jadi maaf saya stop baca novel ini...🙏
NaraY_Kamanatha: Tidak usah di sebutkan ya kak. Sudah ada peringatan. mengandung KONFLIK dan silakan SKIP bagi yang tidak sanggup🙏
total 1 replies
Lita Pujiastuti
ini Bang Seba keluarga serdadu semua?
Mira Lusia
gita nih..dikit2 gak enak sama bian..kayak yg si bian nih ngekang bang dewo aja..
Mira Lusia
piye to om dewo iki
Mira Lusia
aku hargai pilihan bian..mundur akan lebih baik..gak ada kata ikhlas utk berbagi hati meskopun itu keinginan istri pertama..semoga bahagia ya bian..dgn pilihanmu
Mira Lusia
bian juga lebih sakit lo
Mira Lusia
selalu ada hati yg tersakiti😔😔
Mira Lusia
le mboco nganggo ilmu teteg ati..sebenere wegah baper..tapi yo piye meneh..😊😊
Mira Lusia
lama fokus di trahnya bang rama sakti jadi blm kenal sama trah lainnya..mana namanya byk yg aamaan to
Mira Lusia
hadir mbak nara..aku tuh kalau buka profilnya mbak nara jadi bingung mau baca yg mana dulu..pengennya sih yg nyambung sama karya mbak nara yg sebelumnya aku baca gitu..semangat berkarya ya mbaakkk..🥰
S
thor boleh kan saya ungkap unek2 saya,,mohon izin ya thor

apa mungkin gita itu cover nya aja buruk, tpi aslinya mah baik.. 🤔
Al Fatih
mas Dewo bingung yaaa,, bojo loro
Al Fatih
kenapa sih Kaka,,ceritamu itu slalu bikin baper aq ☺️
Al Fatih
aq mampir lagi ka Nara,, d karyamu yg slalu bikin aq tidur ga nyenyak,, jangan bosan yaaa
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Mutyanti Ummu Al Ghozi
iya ini sebelum cerita ini
cerita lain judulnya apa?
Sunarti Mantingan: nyawa di senapan
total 1 replies
Rahma 18
di tunggu dengan sanggggaaaattttt......kelanjutan ceritanya🤩
Iis Cah Solo
😍😍😍😍
Iis Cah Solo
waaahhh siwi pelakor janda....untung ketahuan...😀😀😀
Iis Cah Solo
bian mulai esmosi..😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!