NovelToon NovelToon
Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Anak Genius / Tamat
Popularitas:242.6k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Jodoh manusia tiada yang tahu, kadang kita menganggap cinta harus memiliki meski nyatanya semuanya telah diatur dan diluar kendali manusia itu sendiri

pria tampan berusia tiga puluh lima tahun yang sudah menyandang status duda beranak satu,
memutuskan untuk merawat dan menjaga anaknya sendiri setelah berpisah dari orang yang dicintainya

Raditya tak lagi ingin menikah karena tak mau anaknya mempunyai ibu tiri yang banyak diceritakan orang sebagai ibu yang kejam.

namun akankah radit tetap pada pendirianya ataukah akan ada wanita yang mampu meluluhkan hatinya dan juga anaknya.

selamat menikmati cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gara-gara papa

"mas!" panggil yasmin setelah keluar dari kamar mandi

Yasmin tersenyum pada sosok lelaki yang sibuk dengan ponselnya dimana pun berada

"sudah siap?" tanya barra penuh tanda tanya dengan tatapan yang sulit diartikan

"apanya mas?" tentu saja yasmin bingung

"sini!" ajak barra menepuk tempat sebelahnya agar yasmin duduk menemaninya, "jangan terlalu banyak senyum! Gula bisa jadi hambar kalau melihat senyummu!" ucap barra

yasmin duduk disamping barra dan menacungkan jempolnya

"luar biasa! baru tahu aku kalau pak barra yang selama ini so cool dan tak banyak bicara.

Ternyata tukang gombal!" meski dengan pipi merahnya yasmin tetap mengomentari rayuan sang suami

"pantes aja banyak yang suka caper!" yasmin menyungutkan bibirnya

barra mendekatkan tubuhnya dan merangkul tubuh yasmin

dibawanya kepala yasmin menyandar pada pundaknya

"percaya atau tidak, mas hanya melakukan hal aneh ini padamu!!" barra mengecup kening yasmin

"mana ada maling ngaku mas, pasti dulunya juga sering goda-godain cewek-cewek kan?" yasmin memandang wajah barra yang tegas dan teduh

"mas! Apa menurutmu maura serius atau hanya mendengar ucapan mama dan papa saja!" yasmin sedikit terganggu dengan permintaan maura

Bukan tak mau atau tak suka, yasmin ingin semua mengalir saja

Bukan terburu-buru

"sayang! Kita jalani semuanya berdua. Hanya kita yang tahu bagaimana yang terbaik untuk anak-anak kita nanti!

Mas tidak akan memaksa harus secepatnya atau menunda.

Semua atas keputusan berdua, jadi jangan pikirkan hal yang membuatmu tak nyaman, paham!" barra dengan sabar menenangkan hati yasmin yang galau

"mas ngga apa-apa kalau aku belum ingin secepatnya!" tanya yasmin penasaran

"tidak.masalah! Karena anak bukan hanya jumlah dan juga lama atau cepatnya

Semua itu titipan yang harus kita rawat, didik dan jaga dengan baik.

mas menikahimu karena ingin menghabiskan sisa umur ini bersamamu!

Anak nantinya akan pergi bersama keluarga barunya.

Tetap bersamaku dan jalani hari kita sampai menua bersama!" barra bak seorang puitis

Mengatakan apa yang ada dalam hati dan pikirannya

Ia sudah sangat bersyukur mendapatkan yasmin baginya itu sudah lebih dari cukup

"tapi ingat!" ucap barra menggatung

"apa mas? Aku lupa sesuatu?" yasmin penasaran

Barra mengangkat tubuh yasmin dan memindahkannya ke ranjang milik keduanya,

"buat anaknya ga boleh ditunda!"

Tanpa babibu

Barra melepaskan kaos tipis yang menepel dibajunya. Dibuang kesegala arah

Setelah meletakan yasmin dengan nyaman dan pasrah

Selain tak mungkin melawan tenaga barra, yasmin juga mulai ketagihan dengan rasa yang hemmm

Sulit dijelaskan dengan kata-kata

Baju yang dikenakan yasmin pun melayang meninggalkan tubuh indah sang empunya

Malam semakin larut suasana sepi menyapa

Dua insan yang dimabuk cinta tengah beradu dalam manisnya penyatuan jiwa

Lenguhan suara yasmin menyeruak di dalam kamar yang luas,

Barra masih terus membuat yasmin terbang melayang

Tak hanya sekali, pasangan baru menikah beberapa hari ini terus menuntaskan hasratnya

Dengan saling memuji satu sama lainya

Hingga keduanya tergulai lemas tak bertenaga, soal umur barra memang jauh dari umur yasmin

Tapi soal menyenangkan istri tak diragukan lagi,

"mas, sudah mas! Aku lelah , ngantuk!" yasmin menyerah pada sang petarung tangguh

Melihat jam di dinding menyadarkan barra sudah dua jam lebih ia menggempur istrinya hingga bendera putih berkibar

"maaf sayang! Kamu sih bikin enak" masih sempatnya barra menggoda yasmin yang hanya untuk bernafas saja sudah sengal

barra mengecup kilat bibir yasmin yang masih basah

Bertukarnya slavi keduanya

Lalu memeluk yasmin dan ikut bersama mimpinya

****

"mama! Maura kesiangan mau sekolah! Huuuuu huuuu!" maura menangis di depan pintu kamar papa dan mamanya yang masih nyaman di alam mimpinya

Sekolah maura yang jauh dari rumah barunya membuatnya harus berangkat lebih awal

Sedangkan ia tak mau hanya diantar supir dan pengasuhnya.

"bu, pak! Non maura mau sekolah, minta diantarkan!" ucap mbak mia yang bingung maura tak mau sekolah

"hemmm, siapa?" yasmin yang sulit membuka matanya

Mulai mengerjapkannya mendengar suara ribut diluar kamarnya

"mama! Ma maura mau sekolah!" maura berteriak

Tapi bukannya bangun yasmin malah menganggap panggilan anaknya sebagai mimpi

Dan melanjutkan dengan indahnya

di luar kamar

tama datang untuk menjemput barra, hari ini adalah hari pertamanya masuk kerja kembali setelah cuti istrinya melahirkan

"om, mama sama papa ngga bangun! Maura telat sekolahnya om!" maura memeluk kaki tama

Tama layaknya papa kedua bagi maura yang sering ikut kerja barra terlebih jika diluar kota

"tenang sayang,

Tunggu sebentar ya!" tama mencoba menggedor pintu bukan lagi di ketuk

Ia tahu kamar bosnya pasti telah dipasangi peredam suara

"ada yang tahu pasword pintu kamar ini?" tanya tama pada pengasuh dan supir barra

Keduanya menggeleng kepalanya,

begitu juga dengan maura yang tak tahu apa pasword pintu kamar papanya.

Tentunya untuk menjaga privasi

"maura berangkat sama om aja ya, om juga buru-buru ngga bisa tungguin papa bangun!" ucap tama

"iya om, pasti ini papa yang bikin mama ngga bangun!" kesal maura

Ia meminta tasnya pada pengasuhnya dan dengan terpaksa berangkat bersama tama

Dengan wajah ditekuk

"maura katanya mau punya adik, bener ngga?" tanya tama saat perjalanan ke sekolah maura

"iya om, tapi mama ngga kasih!" ucap maura makin sedih

"belum sayang, kan adik itu buatnya lama. Terus nanti diperut juga lama baru lahir jadi adik maura.

Kalau maura mau cepet, om punya dede bayi maura bisa anggap adik maura!" ucap tama

Yang kini menjadi seorang ayah dan paham dengan apa yang barra lakukan untuk anaknya

"boleh om, maura mau om!" maura kembali ceria dan saatnya turun dari mobil sudah sampai disekolahnya

Lalu tama putar balik dengan kecepatan ekstra untuk mengebom bosnya yang tak tahu aturan

***

"sudah bangun belum mba?" tanya tama dengan wajah resehnya

" belum pak!" mba mia membereskan mainan maura

dan membiarkan barra ke kamar bosnya karena tahu tama adalah orang kepercayaan barra.

Tama memencet asal pada pintu barra

tentu saja suaranya terdengar dari dalam

barra merasa terganggu dan membuka pintu dengan wajah kusut, rambut berantakan dan juga tanpa baju

Barra hanya mengenakan celana boxer untuk menutupi bagian intinya

"brisik!"

"bagus ya bos!" tama yang lebih galak kali ini

"ngapain pagi-pagi datang kesini! Ganguu orang saja. Udah sana urus popok anakmu!" barra mau menutup pintunya lagi

"ini sudah jam tujuh! Mau bangun atau mau lanjut tuh berantakin kamar! Anak bukam diurus sibuk bikin anak.baru!" kesal tama

Harusnya ada meeting pagi ini dan semua batal

"maura! Sayang bangun maura berangkat sekolah!" barra membangunkan yasmin tak lupa mentup pintu dengan kencang

Karena terkejut mengetahui jam saat ini

1
Putri Uncu
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
a seneng klau baca novel kyak gni gak terlalu berbelit2...alurnya bagus dibacanya enak semangat thor
Hasna Nursyafah
pepet trs bar... gas keun lah
Hasna Nursyafah
novel yg gk belibet cerita nya dan aku suka
🌺awan's wife🌺
masih menyimak,, bara ato Radit namanya 🤔🤔🤔🤔
Putri Uncu: terima kasih sudah mampir,

maaf ada typo kak..
total 1 replies
Lastri Naila
Luar biasa
Putri Uncu: terima kasih kak,

sehat selalu happy reading
total 1 replies
Putri Uncu
haiiii para reader yang selalu membuat semangat,

terima kasih telah meninggalkan jejak komentar dan like

author sangat berterima kasih dan jangan ketinggalan banyak cerita lainya yang tak kalah seru,

jangan lupa mampir
/Heart//Heart//Heart//Heart//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Dinatha
ok
Dinatha
yang bangun singa jantan apa cacing Alaska Thor?🤔🤔🤔🤣🤣🤣
Dinatha: 🤣🤣🤣🤣
Terimakasih kembali 🙏
total 2 replies
Dinatha
wkwkwkwk...
Bara sang Duda yang lagi membara di bakar asmara🤣💝
Dinatha: okkehhhh
total 2 replies
Isna mansur
keren ceritanya thor...meski bnyk typonya... tetap semangat ya..😘😘😘👍👍👍
Putri Uncu: terima kasih kak sudah meninggalkan jejak,

yuk kepoin cerita author banyak yang tak kalah seru ya kak

/Pray//Pray/
total 1 replies
Putri Uncu
terima kasih para readers semua,

atas support, saran dan kritik untuk author!

ada karya baru lagi loh baru rilis.

yuk kepoin kisah novel selanjutnya
Diah Darmawati
typo bnyk bngt kudu teliti ..lnjut ectra part dong thor🤩🤩
Putri Uncu: terima kasih kak sarannya ,, bisa baca karya terbaru author ya kak
sudah rilis ya
total 1 replies
Lisa
ternyt udh abis nih..makasih y Kak utk ceritanya..
Putri Uncu: iya kak, lanjut di novel author berikutnya ya kak

sehat selalu, happy reading
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
ovi
lnjut kk
Putri Uncu: ada karya baru rilis dari author ya kak
total 1 replies
Devi Sihotang Sihotang
alhamdulillah akhirnya pak duda ketemu yasmin...
Lisa
Wah ntar lg Maura punya adek nih
Putri Uncu: ada novel baru karya putri uncu loh!
yukk kepoin
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Putri Uncu: yukkk baca juga karya baru dari author
total 1 replies
Ida Susiana
lanjut....
Putri Uncu: lnjut kak,, sudah up yaa
bonus 1 eps hari ini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!