⚠DI LARANG PLAGIAT⚠
Arabella gadis cantik dan pintar
reinkarnasi dari masa depan ke jaman kaisar atau masa lampau.
Arabella di masa depan adalah seorang hecker komputer dan Penghipnotis yang handal. Arabella mati terbunuh dan menggantikan posisi permaisuri yang sedang terpojok, karena di campakan oleh sang kaisar.
Arabella yang berada di tubuh permaisuri harus menjalani kehidupan yang berliku liku di zaman kuno.
Tapi karena kemampuan dan kepintaran nya Arabella bisa menggendalikan nya.
Apakah arabella bisa menjalani kehidupan baru nya?.
Akankah arabella bisa menaklukan kembali hati sang kaisar?.
Apakah arabella akan Membalaskan Dendam nya kepada orang yang telah membuat nya menjadi seperti ini?.
Sedang tahap revisi, jadi mohon di maklumi jika ada kesalahan di dalam kepenulisan.
Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Radella Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radella Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Episode 30
Pintu aula istana pun terbuka.
"Ada apa ini" Tanya raja terkejut setelah mendengar teriakan dari arah aula istana
terlebih lagi raja melihat gundik intan yang sudah tersungkur ke lantai
"Yang mulia, Permaisuri menampar hamba
padahal permaisuri yang salah, Karena dia telah melanggar peraturan istana" Ucap gundik intan dengan wajah memelas
'Mulai bersandiwara gundik tidak tahu diri ini' Ucap arabella dalam hati
"Kau tidak apa apa kan" Tanya raja
"Hamba tidak apa yang mulia" Ucap gundik intan yang merasa di perhatikan oleh raja
"Aku bukan bertanya kepada mu, Tapi aku bertanya kepada permaisuri" Ucap raja
'Apa!!!' Ucap gundik intan dalam hati yang mulai terdiam
"Hamba tidak apa, Yang mulia, Ayo kita kembali ke kamar" Ucap arabella dengan manja nya, memanas manasi gundik intan
"Baiklah, Ayo permaisuri ku" Ucap raja
'Gundik tidak tahu diri ini mencoba bersaing dengan ku rupanya, Lihat saja, Akan ku balas semua perbuatan mu' Ucap arabella dalam hati tersenyum licik
"Apakah kau tidak apa apa" Tanya raja setelah keluar dari aula istana
"Aku tidak apa apa, Kau janganlah sok perhatian seperti itu kepada ku, Aku tahu, Kau pasti juga menyukai gundik itu kan" Ucap arabella
"Janganlah berbicara seperti itu, Mana mungkin aku menyukai gundik seperti dirinya" Ucap raja dengan jiwa justin
"Terserah kau saja, Aku ingin kembali ke kamar ku" Ucap arabella dengan ketus nya sambil berjalan melangkah menuju kamar nya
'Sungguh menyebalkan, Kenapa aku harus berhadapan dengan gundik itu, Dan aku juga harus bertemu dengan justin' Ucap arabella dalam hati sambil terus melangkah kan kaki nya menuju kamar nya
"Hari ini sungguh sial" Ucap arabella
Sesampainya di kamar arabella.
"Aku harus tahu asal mula gundik intan bisa berada di sini" Ucap arabella dengan penuh penasaran
"Dayang" Panggil arabella yang sedikit berteriak memanggil dayang pribadi permaisuri
"Hamba, Permaisuri" Ucap dayang pribadi permaisuri sambil menundukan kepala memberi salam kepada arabella
"Duduklah" Pinta arabella
"Baiklah, Permaisuri" Ucap dayang pribadi permaisuri mulai duduk berhadapan dengan arabella
"Aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu" Ucap arabella
"Permaisuri ingin menanyakan apa" Tanya dayang pribadi permaisuri
"Dari mana asal usul gundik intan, Sampai dia bisa menarik perhatian yang mulia" Tanya arabella
"Dulunya gundik intan hanyalah seorang gadis desa" Jawab dayang pribadi permaisuri
"Lalu?" Tanya arabella dengan penuh penasaran
"Empat tahun yang lalu, Diadakan sebuah festival antar kerajaan, Dan adanya juga seorang penari bayaran yang terkenal di desa sebrang, Penari bayaran itu adalah gundik intan, Dan pada saat itulah gundik intan menarik perhatian yang mulia dan yang mulia juga mulai menyukai sikap gundik intan" Jawab dayang pribadi permaisuri
"Oh seperti itu, Apakah yang mulia juga menyukai atau bisa di bilang mencintai gundik intan?" Tanya arabella
"Kalau soal itu hamba kurang tahu, Permaisuri" Jawab dayang pribadi permaisuri
"Baiklah, Aku mengerti" Ucap arabella
"Kau boleh kembali" Pinta arabella
"Hamba pamit, Permaisuri" Ucap dayang pribadi permaisuri bangkit dari duduk nya dan menundukan kepala
"Sungguh menjengkelkan, Aku harus segara menyingkirkan gundik intan dari istana, Jika tidak semua masalah tidak akan pernah berakhir, Dan dia akan melampaui batas nya" Ucap arabella dalam hati
"Aku harus segera pergi ke kamar raja, Itu pun hanyalah sebuah keterpaksaan" Ucap arabella bangkit dari duduk nya
Sesampainya di kamar raja.
"Kenapa kau datang untuk menemui ku, Bukankah tadi kau cepat cepat pergi, Karena tidak mau melihat ku" Tanya raja
"Aku kemari bukan hanya untuk sekedar menemui mu, Aku ingin kau segera mungkin mengusir gundik intan, Hari ini juga" Pinta arabella
"Mengapa kau mendadak menjadi seperti itu" Tanya raja
"Sudahlah jangan bertanya tanya, Aku hanya meminta agar kau segera mengusir gundik intan hari ini juga" Pinta arabella
"Aku tahu apa penyebab nya kau ingin sekali gundik intan segara di usir dari istana, Kau kesal kan karena gundik intan telah memberitahukan rahasia kau dengan para selir, Karena kau keluar istana untuk menggagalkan pemberontakan" Ucap raja
"Jika iya, Kenapa memang nya?" Tanya arabella
"Aku hanya khawatir kepada mu, Karena betapa besar nya cinta ku untuk mu" Jawab raja
"Jangan berbasa basi dengan ku, Kau tinggal bilang, Ingin mengusir gundik intan atau tidak?, Jika kau tidak mau mengusirnya karena kau menyukai nya, Aku akan menggunakan cara ku sendiri untuk mengusir gundik intan dari istana" Ucap arabella
"Kau sudah salah paham, Mana mungkin aku menyukai gundik seperti dirinya" Ucap raja
"Ya sudah kalau begitu, Kau tinggal katakan ingin mengusir nya atau tidak" Tanya arabella
"Baiklah aku akan mengusir nya hari ini juga" Ucap raja
"Dari tadi dong ngomong nya, Tidak perlu basa basi" Ucap arabella
"Tunggu apa lagi?, Cepat sekarang" Pinta arabella dengan ketus nya
"Baiklah" Ucap raja dengan jiwa justin
"Pengawal" Panggil raja dengan sedikit berteriak
"Hamba, Yang mulia" Ucap prajurit kerajaan menundukan kepala memberi salam
"Cepat bawa gundik intan kemari" Pinta raja
"Laksanakan perintah, Yang mulia" Ucap prajurit kerajaan pergi meninggalkan kamar raja
"Aku meminta kepada mu untuk segera mungkin pergi tinggalkan istana" Pinta raja
"Apa!!! Kenapa hamba di usir dari istana?, Apakah hamba berbuat kesalahan?" Tanya gundik intan
"Kau berbuat kesalahan karena sudah menghina permaisuri, Kau juga sudah memfitnah nya karena kau mengatakan bahwa permaisuri keluar istana untuk berselingkuh dari ku" Jawab raja
'Bagaimana bisa justin tahu bahwa gundik intan mengatakan itu semua' Ucap arabella dalam hati bertanha tanya
"Tapi yang mulia, Bukankah permaisuri yang sudah bersalah, Karena sudah melanggar peraturan istana" Ucap gundik intan
"Penyebab dari permaisuri keluar dari istana berniat baik, Agar para pemberontak itu tidak menyerang istana dan menghancurkan nya" Ucap raja
"Tapi yang mulia, Hamba sudah melayani yang mulia sejak lama, Tidakkah yang mulia berbelas kasih kepada hamba" Ucap gundik intan dengan wajah memelas
"Aku tidak perduli kau sudah melayani ku
sejak lama, Yang aku ingin kan sekarang, Kau segera pergi dari istana" Ucap raja dengan tegas
'Dasar permaisuri sialan' Ucap gundik intan dalam hati sambil menggeretakan gigi
"Prajurit, Cepat segera usir wanita ini dari istana" Pinta raja
"Biar aku saja yang mengusir nya langsung dari istana" Ucap arabella dengan senyuman licik nya
"Tapi" Ucap raja
"Sudahlah, Ayo cepat jalan" Ucap arabella sambil menjambak rambut gundik intan
"Ahkk, Sakit" Gundik intan merintih kesakitan karena arabella menjambak rambut panjang nya
"Jangan banyak bicara, Ayo jalan!!!" Bentak arabella
Dalam perjalanan menuju pintu gerbang istana.
"Jangan harap kau bisa bersaing dengan ku, Dan kau juga jangan harap jika kau akan di perhatikan oleh yang mulia, Kau harus menggingat setatus mu, Kau hanyalah seorang budak yang menggagumi yang mulia" Ucap arabella sambil terus menjambak dan menyeret gundik intan
"Dan kau juga jangan coba coba berani menghina ku" Ucap arabella yang semakin kesal dengan tangan nya yang semakin keras menjambak rambut panjang gundik intan
"Ahkk" Gundik intan kesakitan karena rambut nya di jambak oleh arabella
Sesampainya di pintu gerbang istana.
"Pergi kau dari sini, Dan jangan harap kau bisa kembali lagi ke istana, Aku tidak sudi melihat wajah mu" Ucap arabella yang mendorong keluar gundik intan
'Lihat saja pembalasan ku permaisuri, Aku tidak akan membiarkan kau hidup bahagia bersama dengan yang mulia' Ucap gundik intan dalam hati dengan posisi nya yang tersungkur karena di dorong keras oleh arabella
Note: Saya sebagai author mengucapkan selamat hari raya idul adha bagi yang menjalankan, mohon maaf lahir dan batin, bila ada kata kata yang kurang tepat di dalam cerita ini Saya meminta maaf yang sedalam dalam nya, sekian dari saya, jangan bosen bosen buat terus baca dan ikuti alur cerita novel ini.
#Bersambung