"Kak tunggu! Aku mau bilang sesuatu sama kakak. Aku udah lama nunggu waktu itu hanya buat bilang ... kak Adrian ... aku suka sama kakak," kata seorang gadis.
"Tapi aku di sini," kata seseorang yang duduk dipojokan taman.
Gadis itu ternyata salah mengucapkan nama. Ia ingin mengutarakan perasaannya pada cowok tampan yang bernama Adrian. Tapi ia malah bilang cinta pada Adnan, kembarannya Adrian.
Mereka memang sama persis, hingga tidak ada celah untuk membedakannya. Mereka sering salah dikenali oleh para gadis yang selalu berebut untuk mencari perhatian mereka. Sikembar memang sering membuat jebakan pada para gadis.
Bagaimana kisah sikembar selanjutnya? selalu bersama jebakan cinta sikembar ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+29
"Oh ya Ge, apa kamu merasakan ada sesuatu pada Adrian?" tanya Elang ketika ingat bagaimana semangatnya Adrian saat ada Zia.
"Sesuatu? Apa?"
"Apa kamu ingat bagaimana Adrian jika ada Zia?"
"Zia?"
"Iya."
Gea berusaha mengumpulkan semua ingatan yang pernah ia lewatkan bersama anaknya dan juga anak temannya. Ia mencoba mengingat-ingat setiap momen yang telah berlalu. Sedikit demi sedikit ia kumpulkan agar ia menemukan ada yang spesial dari setiap momen Adrian yang bersama Zia.
Tapi sayangnya, Gea tidak menemukan ada yang spesial dari setiap hal yang telah ia saksikan. Baginya, semua sama aja. Ketika Zia bersama Adrian itu sama dengan ketika ia bersama Adnan. Malahan, Zia lebih bersikap berbeda jika ia sedang bersama Adnan dari pada Adrian.
Beberapa saat menunggu, Elang pun membuka pertanyaan kembali.
"Bagaimana sayang? Apa kamu ingat ada yang spesial antara Adrian dan Zia?"
"Kayaknya gak ada deh Lang."
"Lho, kok gak ada sih. Apa kamu gak merasakan kalo Adrian mungkin punya rasa ketertarikan pada Zia?"
"Apa benar yang kamu katakan Lang?"
"Iya sayang, kamu mungkin tidak merasakan ada hal yang berbeda dari Adrian. Tapi aku, aku sebagai laki-laki merasakan hal itu dari anak kita."
Gea terdiam. Ada pikiran lain yang sedang bermain, melintasi otaknya saat ini. Ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia tiba-tiba merasa takut sekarang. Elang menyadari hal itu.
"Ada apa sayang?"
"Lang, ada hal yang aku takutkan sekarang."
"Apa?"
"Bagaimana kalau Zia tidak suka Adrian dan ia malah suka Adnan?"
Pertanyaan itu tiba-tiba membuat Elang tersentak kaget. Ia awalnya tidak pernah berpikir hal itu sama sekali. Jika Gea tidak mengatakan hal itu, ia tidak akan ingat kalau ia punya dua orang dengan wajah yang sama dan sifat yang berbeda.
"Bagaimana--bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu Ge?" tanya Elang dengan gelagapan.
"Aku hanya melihat dari sisi pandang perempuan saja Lang. Dan semoga saja, apa yang aku katakan barusan tidak benar," kata Gea mencoba untuk tenang.
"Kalau benar apa yang kamu pikirkan itu, apakah kamu punya solusi untuk mencegahnya Gea?"
"Aku masih belum memikirkan hal itu. Kamu?"
"Tidak ada. Aku bahkan tidak punya pikiran kesitu sebelumnya. Awalnya, aku ingin membantu Adrian dengan cara menjodohkan Adrian dengan Zia. Tapi ... pikiran itu sudah berubah saat kamu mengatakan hal ini."
Seketika, Gea tersenyum saat mendengarkan apa yang Elang katakan. Ia seakan punya penyelesaian atas masalah yang sedang mereka hadapi saat ini. Pikirannya yang buntu barusan sepertinya sudah mulai mencair.
"Lang, aku punya ide untuk masalah yang anak kita hadapi," kata Gea sambil tersenyum.
"Apa sayang?"
"Kamu berniat menjodohkan Adrian dengan Zia awalnya kan?"
"Iya. Lalu?"
"Lanjutkan saja rencana itu. Aku dukung kamu."
"Lho, kok malah di lanjutkan sih Ge. Bukannya kamu bilang .... "
"Udah, lanjutkan saja. Kamu akan tahu nanti," kata Gea memotong perkataan Elang dengan cepat.
Elang hanya bisa mengangguk setuju dengan apa yang Gea katakan. Sebenarnya, hati Elang merasa ragu dengan apa yang Gea inginkan. Ia takut jika salah satu dari anak kembarnya terluka.
Elang memikirkan, bagaimana jika keduanya punya perasaan yang sama pada satu gadis? Bukankah mereka akan kecewa jika orang tua mereka ikut campur dalam urusan asmara ini? Apalagi sampai harus menjodohkan salah satu di antara mereka berdua. Itu sama saja dengan menciptakan keretakan dengan sengaja di antara si kembar.
Tapi ... Elang juga tidak mungkin membantah apa yang istrinya katakan. Mungkin, Gea punya pemikirannya sendiri dalam hal ini. Bagaimanapun, Gea adalah seorang ibu. Tentunya, ia lebih tahu apa yang anaknya butuhkan, lebih dari Elang sebagai seorang papa.
_____
Kegiatan sekolah si kembar seperti biasa. Tidak ada yang terjadi juga dengan kehidupan mereka berdua. Adrian masih seperti Adrian yang biasanya. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada yang berubah dari sifat dan tingkah laku keduanya.
Sedangkan Zia, ia masih tetap tertarik pada Adnan di bandingkan Adrian. Ia hanya merasa nyaman jika bersama Adnan. Walau wajah mereka sama. Tapi entah mengapa, ada daya tarik tersendiri dari Adnan. Mungkin karena sikap dingin dan tidak suka banyak bicara yang ia punya, hal itu jadi pertimbangan tersendiri buat Zia menilai lebih baik Adnan di bandingkan Adrian.
Sejauh ini, Zia sudah bisa membedakan yang mana Adrian dan yang mana Adnan dengan baik. Selama ia berjalan bersama Adrian, ia berusaha mencari perbedaan di antara keduanya. Baik sekecil apapun perbedaan itu, Zia berusaha mengingatnya. Zia juga tahu harus menemukan Adnan di mana. Jika ia ingin bertemu dengan Adnan.
oh iya itu dia! terima kasih Kak Author! aku bisa menemukan judul dan cerita yang nanti aku buat!
mksih
Zia lebih cocok sama adrian yang lebih supel karna keliatannya zia pendiam, sedangkan adnan cocok sama cewek kaya ganisa karna punya hobi yang sama 😊