NovelToon NovelToon
THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:581
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

Dendam masa lalu menuntut balas. Seorang musuh besar mengincar putri tunggal sepasang pembunuh bayaran legendaris gadis yang telah dilatih menjadi "Ratu Kematian". Namun, rencana itu membentur dinding tebal. Peladen data sekolah elite SMA Garuda Bangsa dilindungi enkripsi militer ketat, menyembunyikan identitas sang target di balik kabut digital.

sementara target baru memulai tahun ajaran baru, sistem mendeteksi enam siswi baru di kelas X-A yang datanya terkunci total. Demi memastikan dendamnya terbalas, sang musuh nekat menculik keenam gadis itu.

Disekap di dalam palka kapal kargo yang gulita, enam gadis asing berbalut almamater merah marun ini terpaksa menekan ego mereka. Insting predator mereka menyatu, mengubah tempat penyekapan menjadi ladang pembantaian demi merebut kembali kebebasan. Malam itu, adalah awal mula The Elite akan terbentuk.

apakah Mereka mampu mempertahankan the elite karna status mereka yang cukup tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepingan Teka-Teki yang Tercecer

Di dalam kabin mobil sedan hitam mewah yang kedap suara, Azrint Breynerlanz menyandarkan punggung rampingnya pada jok kulit yang empuk. Matanya yang sewarna karamel tua menatap kosong ke arah deretan ratusan motor sport The Iron Phantoms yang perlahan mulai menjauh dari kaca spion belakang mobilnya. Kulit perinya yang seputih peri tampak sedikit merona akibat ketegangan psikologis yang mendidih di gerbang sekolah tadi.

"Ada masalah di sekolah hari ini, Nonva Azrint? Apa perlu saya melaporkan pergerakan geng motor tadi kepada Tuan Besar Dion?" tanya Hendra, kepala pengawal inti keluarga Breynerlanz yang duduk di kursi kemudi depan, matanya memantau situasi dari kaca spion dalam dengan raut wajah kaku.

"Gak usah, Hendra. Cuma urusan anak kelas dua yang cari perhatian di gerbang sekolah," jawab Azrint dengan nada suara manjanya yang kembali datar. "Papa jangan sampai tahu soal ini. Tugas kita sekarang adalah fokus menjaga agar rahasia malam kemarin tidak bocor ke faksi luar."

Hendra mengangguk takzim, memutar kemudi mobil dengan satu gerakan tangan yang efisien untuk membelah kemacetan jalanan Jakarta sore itu. "Baik, Nonva. Tim siber kami di kediaman juga sudah memperkuat dinding api peladen sekolah untuk memastikan enkripsi profil Anda tidak bisa disentuh oleh peretas mana pun minggu ini."

Sementara itu, di sebuah sudut persimpangan jalan yang berjarak dua kilometer dari kompleks SMA Garuda Bangsa, Aleyna Rossalind sedang menghentikan motor sport hitam metalik besarnya di depan sebuah lampu merah. Jaket kulit hitam kesayangannya sudah kembali melekat di tubuh atletisnya yang memiliki tinggi seratus enam puluh delapan sentimeter. Gaya setengah ikat rambutnya bergoyang pelan diterpa angin sore yang berdebu.

Matanya yang tajam melirik ke arah kaca spion, melihat deretan ratusan motor milik The Iron Phantoms yang baru saja melewati jalur alternatif di sebelah kanannya. Aleyna menyeringai sinis, mengenali lambang tengkorak besi di rompi kaku beberapa pengendara motor tersebut.

"Gava Ernando... anak donatur sekolah yang hobi pamer pasukan di jalanan," gumam Aleyna blak-blakan dengan nada suara seraknya yang khas. "Berani banget dia mengusik jalurnya si Azrint di gerbang tadi. Dia gak tahu aja kalau cewek manja itu bisa bikin seluruh anggotanya lenyap dalam semalam kalau darah mafianya bangun."

Di tempat lain, di dalam ruang kerja pribadinya yang sunyi, Camellia Putri sedang memutar kursi ergonomisnya dengan wajah imut (baby face) yang tampak sangat serius. Jari-jari kecilnya bergerak dengan kecepatan yang menakutkan di atas papan ketik mekanis, menampilkan barisan kode dekripsi baru di layar monitor utamanya yang besar.

"Wah, menarik banget," celoteh Camellia dengan suara renyahnya yang menggemaskan, matanya yang bulat besar berkedip cepat menatap log data siber sekolah yang baru saja dia salin sebelum pulang. "Ternyata perangkat komputer milik anak buah Gava Ernando semalam mencoba menjebol enkripsi data Azrint sampai tiga belas kali. Dan yang gila... sistem pertahanan siber yang menendang mereka keluar bukan cuma punya keluarga Breynerlanz, tapi ada jejak kode asing dari Eropa Timur."

Camellia menyunggingkan sebuah senyuman manis yang sangat licik di sudut bibirnya yang merah muda. Dia meraih ponsel pintarnya, mengunci alamat ip dari perangkat komputasi milik geng The Iron Phantoms ke dalam daftar pantauan sibernya. Sebagai anak dari sindikat penyelundup internasional, Camellia tahu persis cara memanfaatkan gesekan ego antara Gava dan Azrint untuk mengalihkan perhatian sekeliling dari operasi penyelundupan logistik ayahnya di pelabuhan utara.

"Mari kita lihat seberapa pintar lo bermain catur siber di sekolah ini, Kakak Kelas Berandalan," bisik Camellia penuh intrik terselubung, kembali meneguk susu cokelat hangatnya dengan keanggunan yang menipu.

Ketegangan baru yang tak kasat mata kini telah mengalir deras di bawah permukaan normal hari Selasa di SMA Garuda Bangsa. Enam gadis dari dunia bawah tanah yang berada di kelas X-A telah kembali ke rumah mereka masing-masing dengan topeng yang masih terkunci rapat, namun kehadiran Gava Ernando sebagai pemilik hukum jalanan dunia atas telah meletakkan kepingan teka-teki baru yang siap mengacaukan batas wilayah rahasia mereka pada hari Rabu esok. Fokus mereka untuk tetap mengasingkan diri kian diuji oleh jaring-jaring obsesi yang mulai tumbuh di sekeliling mereka, bersiap menghadapi badai investigasi baru yang sesungguhnya di bawah terang lampu kelas sekolah elit tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!