Sebuah ketertarikan dan rasa penasaran pada gadis yang menurutnya unik. membuat seorang pria Sycho seperti Shawn berusaha mendekati gadis yang bisu seperti Hanna.
Sebenarnya Hanna tidak bisu, Namun wanita itu tidak mau menjawab apa lagi menyahutinya. Membuat dirinya merasa geram dan kerap kali menyiksa Hanna terlebih dahulu agar wanita itu mau bersuara.
Entah sejak kapan, menyiksa Hanna itu menjadi suatu Hobby untuknya. Yang jelas dirinya yang Sycho membuatnya begitu senang mendengar tangisan Hanna.
Namun, di suatu ketika kebenaraan terungkap, membuat Shawn merasakan penyesalan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Apakah kebenaran yang Shawn ketahui? Dan mengapa Hanna di juliki gadis Bisu?
Yuk ikuti Kisahnya yuk, Skull Hanna Imannuela ya, Anaknya Brina dan Aldo, Cucu Mario 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
"Tapi kenapa bisa sama? Dan kenapa bisa kita berkuliah di satu kampus yang sama lagi? Di Negara ini bukan hanya satu kampus ini saja, dan lalu kenapa kita bisa ketemu kembali?" Tanya Hanna lagi, merasa pertemuannya dengan Shawn ini sangatlah tidak wajar.
Ini sangat mustahil jika hanya di kaitkan dengan kata kebetulan.
"Aku pindah ke kampus itu sudah dari seminggu yang lalu, dan kamu! Kamu bahkan baru hari ini, jadi kalau dalam segi logika, siapa yang memata - matai?" Tanya Shawn balik, membuat Hanna terdiam dan memikirkan kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Shawn.
"Lalu, bagaimana kamu tahu kalau aku juga berkuliah di kampus itu?" Tanya Hanna lagi.
"Aku punya mata untuk melihat, aku memang tidak tahu kamu akan melanjutkan kuliah di mana, bahkan aku saja tidak tahu jika kamu akan pindah dari Academy sebelumnya."
"Karena seingat aku, kamu sama sekali tidak mempunyai masalah di sana, lalu kenapa kamu harus pindah?" Shawn menejaskan semua alasan yang sudah dia buat sejak seminggu kemarin.
Dia tahu, jika pertanyaan itu pasti akan di ajukan oleh Hanna, dan beruntungnya otaknya tidak bodoh jadi dia bisa membuag alasan itu.
"Kenapa bisa bersamaan seperti itu? Di saat aku pindah, dan kamu pindah juga." Lirih Hanna dengan pelan.
Dan Shawn akhirnya kembali tersenyum, merasa jika dia sudah selangkah lebih maju untuk menaklukan Hanna.
'Ingat Shawn! Jangan sia - siakan kesempatan ini untuk menghancurkan hidupnya! Buat dia sejatuh mungkin dalam
Dirimu, setelah itu hempaskan dia jauh - jauh.' Batin Shawn, sudah memikirkan rencana apa yang akan dia buat untuk menghancurkan hidup Hanna.
Mereka berjalan sangat jauh, hingga mereka berhenti di sebuah Cofe shop. "Masuklah." Pinta Shawn, ketika mereka sudah turun dari mobil.
Shawn mengajak Hanna masuk ke dalam, "ini adalah Cafe temanku, jadi jangan sungkan." Ucap Shawn dengan lembut.
Membuat Hanna sedikit berpikir, kenapa Shawn tiba - tiba sebaik ini padanya?
Sesampainya di dalam, Shawn melihat ada Natalia sahabatnya. "Hay, ternyata kamu masih di Coffe ini." Tegur Shawn dengan lembut.
"Hay, Shawn, kapan kamu kembali?" Tanya Natalia, lalu memeluk tubuh Shawn dengan erat.
"Sudah seminggu yang lalu, dan aku kembali study di sini," jawab Shawn, lalu Natalia menoleh ke arah Hanna.
"Siapa dia? Apakah dia ?" Tanya Natali sembari menampilkan senyum manisnya.
"Ya, tepat dugaanmu, dia adalah Hanna, dan dia adalah tunanganku." Jawab Shawn memperkanlkan Hanna sebagai tunanganya pada Natali sahabatnya.
Hanna terkejut mendengarnya, 'kenapa dia bilang seperti itu? Padahal kita sudah tidak memiliki hubungan apapun.' Hanna bergumam dalam hatinya.
Entah kenapa, Shawn terus saja melebeli Hanna sebagai miliknya. Padahal hubungan mereka sudah selesai dari kemarin.
Natali tersenyum, lalu mengulurkan tanganya untuk menyalami Hanna. "Hay Hanna, aku adalah Natali, aku sepupu Shawn dari mendiang Papahnya." Ucap Natali memperkenalkan dirinya.
Hanna hanya tersenyum saja, dia kembali dalam mode bisunya. Tetapi Natali masih menunggu Hanna untuk berbicara dengannya.
"Maaf Natali, Hanna memiliki kekurangan, jadi dia tidak bisa bicara dan menjawab apapun, tetapi dia bisa mendengarmu." Ujar Shawn, lalu menarik Hanna untuk menjauh.
"Buatkan saja kami Coffe, dan kami akan duduk di pojok kanan." Pinta Shawn pada Natali.
Membuat Natali memandangnya bingung.
"Wanita berkebutuhan khusus? Apakah tidak salah? Shawn seleranya adalah seorang perempun cantik yang memiliki Jiwa iblis seperti Misha, lalu ini? Sepertinya dia adalah gadis lembut,"
"Aku curiga, jika wanita ini hanyalah menjadi mainan untuknya."
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******🙏🏻🙏🏻**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********😘😘*** ****
*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻