Lily astara,wanita cantik berusia 18 tahun yang harus rala berkorban untuk bisa menyelamat kan nyawa sang ibu dengan cara menikah kontak dengan seorang pria yg baru di kenal, dia adalah "Hans Wijaya",
CRO muda dengan segala pesona dan sifat arogan nya
akankah mereka jatuh cinta atau justru akan berakhir dengan saling menyakiti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry A.I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar Kota
Lily kembali memesan ojek online saat pulang, selain agar terhindar dari macet, juga sekalian hemat biaya.
Lily memasuki apartemen saat hari sudah siang, dia melangkah menuju kamar nya dan menjatuhkan tubuh nya pada kasur nya yang empuk.
***
" Seperti nya dunia sedang berpihak pada ku, " Menjatuhkan badan nya pada Sofa empuk yang ada di ruang TV.
" Lagian mana mungkin kamu benar-benar mencintai wanita kampungan dan bauk kencur itu. " Tersenyum saat mendapatkan ide yang bisa di jadikan senjata agar bisa kembali pada Hans.
Ya, wanita yang mendengar pembicaraan Lily dan sahabat nya adalah Monika, dia yang sedang menunggu kawan nya tidak sengaja melihat Lily saat akan mencari tempat duduk.
" Benar-benar Murahan, " Ucap nya menyeringai mengetahui kenyataan pernikahan Lily dan Hans yang sebenarnya.
***
Hari ini Hans harus pergi untuk mengecek pembangunan hotel yang ada di Bandung, ada sedikit masalah dengan pembangunan yang ada di sana.
Leo baru saja memberi tahu nya siang tadi. padahal tadi pagi semua masih baik baik saja.
Hans langsung berangkat dengan Leo yang menjadi supir nya, dia tidak memberi tahu kepergian nya pada Lily.
Jarak jakarta - Bandung memerlukan waktu -+4 jam perjalanan, tapi karena keadaan jalan yang lecet membuat mereka sampai lebih lama.
Mereka memutuskan untuk Langsung mengadakan pertemuan, Hans ingin urusannya lekas selesai agar ia bisa cepat kembali, jika perlu dia akan kembali malam ini juga.
Hans memasuki Ruang rapat dengan Leo yang ada di belakang nya.
" Selamat malam Tuan, " Sapa semua orang yang ada di sana dengan membungkukkan badan saat Hans memasuki Ruang rapat.
Hans tidak menanggapi, dia memasang muka Dingin nya. Hans segera duduk saat Leo sudah menarikkan bangku untuk nya.
" Apa ada yang bisa menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi,? " Menatap Dingin dengan rahang yang mengeras. menatap bawahan nya yang susah ia percaya untuk menghendel proyek di sini.
Brakk..
" Apa kalian semua tuli,? " Menggebrak meja dan meninggikan suara saat tidak mendapat kan jawaban dari bawahan nya.
Mereka semua tidak ada yang berani melihat pada Hans, mereka hanya menundukkan kepala nya.
" Kau, jelaskan bagaimana bisa proyek kita di berhenti kan seperti ini.? " Menunjuk salah seorang yang jabatan nya sebagai Direktur.
" Ma... maaf Tuan, ini semua karena Kita yang kekurangan dana untuk membayar pekerja, " Jawab nya takut takut.
Hans menaikkan alis nya mendengar jawaban bawahan nya.
" Bagaimana mungkin itu terjadi,? Bukan kah selama ini Dana yang masuk ke perusahaan selalu mencukupi kebutuhan, bahkan lebih. " Menatap tajam pada lelaki yang berumur sekitar 45 tahun.
" Jadi begini Tuan, pekerja meminta kenaikan upah yang besar, jadi semua dana yang ada sudah habis untuk membayar para pekerja, " Jawab nya berusaha tenang.
" Tapi yang aku dengar, jika mereka menerima gaji yang tidak sesuai, maka dari itu mereka mogok kerja, " Dia tidak bodoh, sebenarnya dia tau apa yang terjadi, hanya saja, dia berpura-pura tidak tahu.
" I.. itu tidak benar Tuan, " Jawab nya gugup.
" Baiklah, seperti nya ada yang ingin bermain dengan ku, " Tersenyum smirk. membuat mereka yang ada di sana bergidik ngeri.
" Jika tidak ada yang mengaku, maka aku akan mencari tahu nya sendiri, tapi kalian tahu kan apa yang akan terjadi jika akun sudah turun tangan,? " Menatap mereka satu persatu.
" Jadi, Aku saran kan pada kalian untuk mengaku saja, " Menopang dagu nya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan satu nya mengetuk ngetuk meja di hadapan nya.
Leo sejak tadi hanya diam memperhatikan Meraka semua yang ada di ruangan itu.
" Baiklah, Leo, berikan pada ku " Menadahkan tangan pada Leo. Leo yang mengerti pun segera memberikan apa yang di ingin kan Hans.
" Pengeluaran sebesar 4,3 M yang masuk pada rekening atas nama Wawan Setiawan, " Semua mata menuju pada lelaki yang menjabat sebagai Direktur, saat Hans menyebutkan nama Lelaki itu.
Sedangkan yang di tatap sudah gemetaran dengan keringat yang membanjiri tubuh nya.
" In.. ini pasti ada yang salah Tuan, " Menatap Hans dengan tubuh yang gemetar.
" Bahkan saat bukti nya sudah jelas, kau masih ingin mengelak, Aku sudah mencurigai mu sejak awal, bukan hanya kali ini aku menemukan uang yang masuk ke rekening mu. " Mengeras kan rahang menahan emosi.
Seketika dia menghampiri Hans dan berlutut di kaki Hans.
" Maafkan saya Tuan, saya terpaksa melakukan itu, saya membutuhkan uang untuk biaya operasi anak saya, " Memeluk kali Hans yang langsung di hindari oleh Hans.
" Aku tidak perduli, dengan urusan mu, bahkan jika anak mu mati sekali pun, " Ucap nya tidak Berperasaan.
" Leo.. " Panggil nya, Leo yang mengerti pun segera memegangi lelaki setengah baya itu.
" Tuan saya mohon maaf kan saya Tuan, saya berjanji akan mengembalikan semua uang yang sudah saya ambil, " Memberontak di tangan Leo.
Hans mendekat dan mencengkram erat rahang lelaki yang bernama Wawan atau biasa di panggil pak Wawan.
" Kau ingin membayar nya dengan apa, bahkan jika kau kerja seumur hidup mu pun, kau tidak akan bisa mengembalikan uang yang sudah kau pakai, " Ya, uang yang selama ini sudah dia gelap kan bukan nominal yang sedikit.
Pak Wawan yang merasa direndahkan pun tidak Terima.
" Cuih, kau sangat sombong anak muda, " dia meludahi muka Hans.
" Brengsek, "
Bug.. bug..
Hans menghajar lelaki yang ada di hadapan nya yang secara kurang ajar sudah berani meludahi muka nya.
" kau ingin mencari mati rupa nya, " Hans masih saja menghajar Lelaki yang sudah tidak berdaya karna tidak bisa melakukan perlawanan karena tangan nya yang di pegang oleh Leo.
Sementara para karyawan yang masih berada di sana, menatap ngeri dengan apa yang di lakukan Hans, mereka kasihan terhadap Direktur nya itu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena dia memang bersalah.
Mereka juga tidak menyangka, jika dalang di balik masalah yang ada adalah Direktur nya sendiri.
" Aku tidak akan membiarkan orang seperti mu Hidup dengan tenang, " Memukul bagian wajah dan perut hingga Lelaki yang di hajar nya tersungkur ke lantai.
" Kalian juga akan mendapatkan hal yang sama jika kalian berani macam macam dengan ku, " Membawa pandangan pada karyawan yang lain.
Kembali menatap Leleki penghianat perusahaan nya " Kau urus dia, " Menendang lelaki yang sudah tidak sadarkan diri dan meninggalkan ruangan itu, sisa nya akan di urus oleh asistennya, Leo.
" Kalian bubar lah, ingat jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi jika kalian tidak ingin bernasib sama dengan nya, " Ucap Leo menunjuk orang orang yang masih berada di sana.
Mereka Langsung membubarkan diri, tidak ingin sampai ikut ikutan menjadi sasaran kemarahan bos bos nya itu.
Leo segera menelpon anak buah nya untuk membantu membawa dan menyelesaikan kekecilan yang sudah di perbuat Tuan sekaligus sahabat nya itu.
Hans melangkah kan kaki nya menuju ruangan nya yang adda di kantor tersebut. dia masih memasang wajah dingin nya seakan ingin menerkam orang.
Saat ini jam sudah menunjukkan angka 23:45 malam, Dia memutuskan untuk pulang besok, karena dia masih harus mengurus beberapa masalah dan kembali meminta para pekerja untuk tetap melanjutkan pembangunan Hotel nya.
Dia memandangi ponsel nya, Berniat menghubungi Lily tapi dia urungkan, lagi lagi karena gengsi yang terlalu besar.