Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.
Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.
Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.
Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.
Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?
Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!
Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?
Yuk saksikan kel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.
"Kau kenapa?" Bukannya papa Gael yang bertanya melainkan Sri karna Gael sudah tau apa yang terjadi barusan didalam walaupun ia tidak berada disana.
"Tangan ku." Ringis Rey menunjukkan tangannya kepada Sri.
"Ini kenapa?" tanya Sri dengan bingung karna belum juga sepuluh menit berada didalam sana, Rey keluar dengan beberapa bekas carakaran ditangannya apa lagi jika sampai satu jam berada didalam sana bisa-bisa Rey keluar dengan babak belur.
"Itu belum seberapa Rey, jika kau berada didalam sana lebih lama sedikit lagi papa yakin bukan hanya tangan mu yang terkena cakaran tapi bisanya kau merasakan lebih dari itu." Ejek papa Gael.
"Papa benar dan andai saja aku tiba lebih lama sedikit aku tidak akan merasakan ini." Sungut Rey.
"Jika kau tak kunjung datang kasihan kakak mu bayi nya tidak mau keluar karna ingin ada pamannya disamping mamanya ketika ia terlahir kedua ini." Jelas Papa Gael karna Monika sendiri yang menginginkan keberadaan Rey ketika ia melahirkan.
Sementara Sri hanya diam sebagai pendengar antara kedua orang itu.
Setelah Monika dipindahkan keruang rawat barulah Gael dan Nia pulang dan kini giliran Sri dan Rey yang berjaga juga Adit suami dari Monika yang selalu sigap disamping istri tercintanya itu.
Meskipun keduanya menikah karena dijodohkan namun tidak bisa dipungkiri jika Adit begitu mencintai istrinya. Walaupun diawal pernikahan Monika mengacuhkannya namun dengan kegigihannya wanita itu akhirnya luluh juga.
Monika tidak ingin menikah dengan pria yang baru saja dikenalnya namun apa lah daya jika papa Gael sudah menghendaki seperti itu maka tidak ada alasan yang bisa merubah keputusannya.
Dan terbukti jika laki-laki pilihan orang tuanya itu adalah orang yang tepat untuk menjadi pendamping Monika.
"Kalian pulanglah ini sudah larut malam!" suruh Monika yang tidak tega melihat adik dan iparnya itu berada diruangannya.
"Kami akan disini Sampai besok pagi kau istirahat lah!" terang Rey disela obrolannya dengan Adit.
Sementara Sri sibuk memandangi wajah imut bayi Monika yang berada disebelah Monika.
"Terserah kau saja kalau begitu." Putus Monika kemudian mengalihkan wajahnya kepada Sri.
"Kau cepatlah menyusul, supaya bayi mempunyai sepupu!" ucap Monika sehingga Sri dan Rey melihat kepadanya secara bersamaan.
"Ada apa? kenapa kalian menatap ku seperti itu?" selidik Monika.
"Tidak ada." Ucap Sri dengan gugup berbeda dengan Rey yang hanya diam saja, entah apa yang sedang ia pikirkan hanya dia lah tau.
"Kau ini seperti tidak tau saja, yang mereka alami tidak jauh berbeda dari apa yang kita alami diawal pernikahan." Timpal Adit asal.
"Jelas berbeda sayang, jika kau tergila-gila dengan ku dari sedari awal namun tidak dengan Rey simanusia kutub."
Monika tau betul bagaimana sifat adiknya itu yang terlihat dingin kepada Sri sejak hari pernikahan keduanya.
"Kau jangan asal bicara!" potong Rey tidak terima jika dikatai manusia kutub.
"Rey, Rey..Kau tidak bisa membohongi ku. Aku tau betul bagaimana kau sebenarnya."
Monika sengaja melakukan hal itu karna ia tidak melihat ada kemajuan dari hubungan keduanya.
"Kau tenang saja secepatnya kami akan memproduksinya." Putus Rey agar Monika berhenti untuk menggodanya.
"Aku tunggu kabar baiknya!" Tutur Monika sambil tersenyum lebar. Namun tidak dengan Sri yang hanya diam saja setelah melihat sekilas kepada Rey.
"Kau kenapa?" tanya Monika kepada Sri.
"Tidak, hanya saja aku belum berpikir kerah sana karna hubungan kami akan segera...."
"Ehem.."
Rey berdehem agar Sri tidak melanjutkan ucapannya bisa panjang urusannya nanti jika Sri membocorkan kesepakatan mereka diawal pernikahan.
Kesepakatan yang salah dan Rey pun sudah menyadari kesalahannya itu dan ia pun sudah bertekad untuk tidak menjalankan kesepakatan tersebut, karna hatinya sudah terlalu nyama bersama dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
Walaupun ia tidak tau apa kah perasaan itu tumbuh karna cinta tau tidak yang jelas ia sudah membuat keputusan yang tidak bisa diganggu gugat bahkan Kalin sekali pun tidak akan bisa merubah keputusan yang sudah ia buat.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Rey dan Sri pun bergegas meninggalkan rumah sakit. Namun ketika sudah berada didalam mobil ponsel Rey berdering dan ternyata Kalin yang menghubunginya.
"Siapa?" tanya Sri karna Rey tak kunjung mengangkat panggilan tersebut.
"Dari kantor." Bohong Rey dan untuk kedua kalinya ponselnya kembali berdering.
"Siapa tau ada hal yang penting." Ucap Sri yang tidak tau menahu siapa sebenarnya yang menghubungi suaminya itu.
Namun bukannya menjawab panggilan tersebut, Rey malah mematikan ponselnya agar Kalin tidak bisa menghubunginya kembali.
"Jika dari kantor kenapa dia tidak menjawab teleponnya apa jangan-jangan dari kekasihnya?" gumam Sri didalam hati sambil menatap wajah Rey yang sedang melajukan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit.
"Kenapa kau menatap ku? apa kau jatuh cinta kepada ku sehingga kau tidak bisa mengalihkan pandangan mu dari ku?" ucap Rey melihat sekilas kearah Sri.
Sontak Sri pun mengalihkan wajahnya kearah lain.
"Ck, tidak akan ada cinta yang tumbuh diantara kita."
"Tidak ada yang tidak mungkin kan bisa saja kau jatuh cinta secara diam-diam kepada ku." Tuduh Rey.
"Sudah lah aku tidak ingin membahas itu." Ketus Sri membuat Rey tidak bisa berkata-kata.
"Jika kau mengantuk tidur lah!"
"Umm.." Sahut Sri dingin.
"Dasar pria tidak tau diuntung! tidak bisa kau melihat aku sebagai istri mu yang sudah mengorbankan hidupku demi pria seperti mu." Gumam Sri didalam hati.