NovelToon NovelToon
Young Wife (Wedding Contract)

Young Wife (Wedding Contract)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:265.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyaeva

Usia Alexius Calandra memang sudah tidak lagi muda. Dan dia dijodohkan dengan seorang gadis yang pemarah dan arogan. Bagaimana cara dia menghadapi gadis muda itu yang punya sikap sangat menjengkelkan menurutnya.

Beberapa kali Sarah dan Alex berusaha menggagalkan perjodohan tetapi selalu gagal karena Ibu Alex sangat pintar dan berpendirian teguh.

Dengan sangat terpaksa akhirnya mereka menikah agar tidak dicoret dari daftar warisan keluarga.

Selalu ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga Alex dan Sarah di setiap harinya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru semakin mendekatkan hubungan mereka.

Sebuah rahasia terungkap saat Alex mulai mencintai Sarah begitupun sebaliknya. Bagaimana jika tiba-tiba mereka harus bercerai karena anak kandung Adolf Chavali yang hilang telah kembali dan mengambil semua haknya yang dipinjam Sarah selama ini, termasuk perjodohannya dengan Alex.

Bagaimana sikap Alex selanjutnya? Dan akankah kedua orang tua Sarah tetap menyayangi gadis itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Tok … Tok 

Sarah mendengar suara ketukan pintu, siapa yang bertamu? Apakah itu Margareth? 

Hari minggu waktunya Sarah libur bekerja, tetapi mungkin Margareth membutuhkan bantuannya. Sarah berjalan gontai untuk membuka pintu, dia merasa cukup lelah hari ini.

Sarah memang merasa lelah, tapi bukan di tubuhnya, melainkan hati dan pikirannya. Mengingat ucapan Sierra tempo hari bahwa minggu ini Alex akan bertunangan dengan wanita itu.

Sarah membuka pintu dan terkejut karena yang bertamu adalah orang yang ingin dihindarinya. "Kau lagi?" protesnya.

Bukannya pergi, orang itu malah menerobos masuk dan menarik tangan Sarah untuk masuk, tidak lupa dia mengunci pintunya.

"Hey, apa yang kau inginkan?" teriak Sarah sambil membuntuti si tamu tidak sopan yang masuk begitu saja.

"Maaf, ada yang mengejarku, jadi aku harus bersembunyi! Hanya sebentar!" Sarah menyilang tangan di dada sambil menghela napas. 

Melihat nafas Hunter yang terengah serta sedikit luka di sudut alis kiri pria tersebut membuat Sarah hanya bisa terdiam dan membiarkan pria itu mendaratkan bokongnya di sofa rumah inventaris dari Margareth. Si pria juga membuka jaket hitam yang ia kenakan dan menyimpannya di atas sofa yang sama.

Walaupun sedikit tidak rela dan terpaksa, mau tidak mau Sarah harus mengobati luka Hunter. Entah kenapa pria itu terus mengikutinya sampai sejauh itu.

Seandainya Alex tahu, dia pasti tidak akan membiarkan dan mungkin akan menghajar Hunter, tetapi tunggu ada yang salah dari semuanya.

Sarah ingat Alex tidak pernah bercerita punya teman bernama Hunter. Dia hanya ingat ada seseorang yang menghubungi Alex saat diantar ke kampus beberapa waktu lalu dan Sarah mendengar nama itu disebut oleh suaminya.

"Dia selalu mencemaskanmu," ucap Hunter sambil menatap wajah Sarah yang menunduk karena sedang merapikan kotak peralatan P3K.

Wajah Sarah yang tanpa noda sedikitpun terlihat begitu cantik di mata Hunter, sebagai seorang pria dia mengakui hal itu. Sarah begitu muda dan ranum, sayang Alex sudah menyia-nyiakan wanita itu.

"Dia siapa yang kau bicarakan? Kemarin di toko kau juga berkata tentang dia, mungkin kau salah mengenali orang, Tuan!" ucap Sarah. Perkataannya membuat pria di hadapannya sedikit menatap heran.

"Seingatku kita hanya pernah bertemu di  butik pernikahan, selebihnya tidak. Jadi jangan bersikap kita saling mengenal!" lanjut Sarah, wanita itu beranjak kembali untuk menyimpan kotak pertolongan pertama milik Margareth.

Hunter mengacak rambut karena merasa bodoh di hadapan Sarah. Wanita cantik itu sudah menohok perasaannya dengan semua perkataan yang mengenai langsung ke hatinya.

"Dan kupikir kau bukan wanita polos yang tidak mengerti situasi," timpal Hunter.

"Ah, rupanya si payah itu tidak pernah menceritakan diriku padamu? Payah!" gerutu Hunter. 

"Dia itu siapa lagi kalau bukan suamimu yang payah itu!" ucap Hunter berusaha menjelaskan.

"Kau memang salah orang, aku tidak punya suami. Sebaiknya segera pergi atau kupanggil polisi ke sini!" ancam Sarah, dia hanya tidak ingin mendengar sesuatu yang akan menyakiti perasaannya.

"Masih menyangkal, eh? Baiklah, akan kuulangi untuk memperkenalkan diri," ucap Hunter sambil mengulurkan tangan.

"Pozzi Hunter, teman baik Alexius Calandra, mantan suami Anda Nyonya Han Sara!" Pria itu tersenyum menawan.

Sarah hanya mengembuskan nafas lelah, kenapa nama Alex selalu menjadi bayangan?

"Lalu, untuk apa kau terus menggangguku? Hidupku sudah tenang sekarang. Kuharap ini pertemuan kita yang terakhir, Tuan Hunter!" Sarah tidak membalas uluran tangan Hunter.

"Hm, tidak bisa! Apa kau pikir bisa lepas begitu saja?!" 

Sarah semakin tidak mengerti arah pembicaraan Hunter. "Jika ada yang kau inginkan darinya, pergilah! Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan siapapun!"

Hunter memijat pangkal hidungnya, rupanya Sarah masih salah paham dan berpikir bahwa dia adalah musuh dari mantan suaminya.

"Aku hanya tahu teman Alex yang bernama Maverick Lore, itu saja!" ucap Sarah kembali.

"Maverick Lore?" Hunter mengulang ucapan Sarah. Pria itu tampak berpikir keras setelah mendengar nama tersebut.

"Ah, iya aku ingat itu," ucapnya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.

"Baiklah, kau boleh pergi sekarang!" Sarah berucap dingin tanpa keramahan, memangnya mau bagaimana lagi itu satu-satunya cara untuk menghadapi orang asing? 

Hidup tanpa tambatan hati itu seperti berjalan di atas gurun pasir panas tanpa tujuan dan tidak menemukan penyejuk.

Hanya fatamorgana sejauh mata memandang. Seorang pria butuh kekuatan sedangkan wanita membutuhkan kelembutan.

Saat bunga bernyanyi dan menari, saat itulah hujan akan memberi kesejukan, selama laut masih biru, dan rasanya itu sudah lama sekali.

Alex mendatangi Marina yang sibuk di kantor kerjanya. Wanita elegan itu menyambut kedatangan putra semata wayang yang sudah kembali bersamanya.

"Alex, Sayangku! Akhirnya kau datang pada Mama!" Marina berucap haru sambil memeluk sang putra.

Pria bijak mengatakan, hanya orang bodoh yang selalu terburu-buru, tetapi Alex memang tidak sabar melontarkan banyak pertanyaan untuk sang ibu.

Alex bertanya perihal Hunter yang sedang diburu orang sewaan Marina, tentu wanita itu punya alibi yang membuat dirinya untuk tetap pada pendiriannya.

"Dunia ini seperti hutan, jika tidak berburu maka kita yang akan menjadi mangsa," jawab Marina tanpa beban.

"Sebaiknya Mama hentikan, karena aku tidak akan membiarkan Mama berbuat sesuka hati!" tukas Alex dia berusaha mengingatkan Marina.

"Itu bukan urusanmu, Nak! Sebaiknya kau fokus saja pada pertunanganmu dengan Sierra!" 

"Mama begitu berambisi pada keluarga Chavali. Jangan pikir aku tidak tahu maksud Mama yang sebenarnya," ucap Alex dengan nada suara yang dingin.

Gerakan Marina yang sedang sibuk membubuhkan tanda tangan pada tumpukan dokumen segera terhenti. Wanita itu menatap tajam sang putra yang masih setia menghadapinya tanpa rasa gentar.

"Kau sudah berani melawanku, huh?" geram Marina, tetapi kali ini Alex tidak berpaling sedikitpun. 

"Kau ingin kejadian dulu terulang lagi, begitu? Mama ingatkan sekali lagi. Jadilah anak baik dan penurut! Kau paham itu?!!" gertak Marina.

"Papamu meninggalkan hutang yang begitu banyak bersama wanita selingkuhannya sebelum dia mati! Apa kau tidak mengerti perasaanku?!!" Marina mulai berteriak pada Alex.

"Mama bisa melepas semua jika Mama mau, hidup sederhana dan bahagia hanya bersamaku," ucap Alex dengan suara yang sedikit melunak.

"Itu tidak mudah bagiku, aku tidak akan pernah menundukkan kepalaku pada siapapun!"

"Sudah cukup Mama hidup dengan ketidak tenangan, berhentilah sebelum semua orang meninggalkan Mama termasuk diriku," bujuk Alex.

Plak …

Alex terdiam bahkan setelah sebuah tamparan keras mendarat di pipinya karena ulah sang ibu. Dia tidak melawan pun tidak membalas dengan perkataan.

Tatapan Marina memerah karena menahan amarah. "Berhenti mengajariku! Kau tidak akan pernah bisa mengerti apa yang kurasakan!" bentaknya.

"Aku melakukan ini hanya demi dirimu. Aku tidak peduli jika tanganku ini berlumuran darah, asalkan kau hidup tanpa kekurangan." Marina menatap telapak tangannya sendiri.

"Lupakan masa lalu Mama! Belajarlah untuk memaafkan," ucap Alex.

Marina histeris dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, membuat riasan di wajahnya hancur karena air mata.

"Karena aku tahu Mama juga tidak merasa bahagia dengan melakukan semua ini," ucap Alex kemudian pergi setelah berkata demikian.

Marina meraung setelah kepergian Alex, dia memporak-porandakan seisi kantor. Wanita itu melampiaskan semua kegagalan dalam hidupnya pada semua benda yang tidak berdosa. Sampai tangannya terluka oleh benda tajam yang mungkin hancur karena ulahnya sendiri. 

Flashback

Sejak usia sepuluh tahun,hidup Alex  terasa berat setelah ayahnya meninggal karena sebuah kecelakaan bersama seorang wanita yang berstatus kekasih gelap sang ayah.

Marina yang terkhianati tidak bisa menerima pada takdir. Dia tidak bisa memaafkan Richard Calandra atas pengkhianatan pria itu.

Hutang-hutang yang ditinggalkan Richard mengancam semua aset yang dimiliki keluarga Calandra akan lenyap.

Marina berusaha mempertahankan apa yang sudah ia bangun bersama sang suami sebelum pria itu menemui ajal.

Keberhasilan Richard atas bantuan Marina membuat mereka menduduki kelas teratas dalam bidang bisnis.

Namun, Richard tidak mampu menahan godaan dan cobaan berupa iblis wanita yang membuat segalanya hancur.

Rumah tangga yang bahagia berubah menjadi neraka, bahkan berdampak pada tumbuh kembang kejiwaan sang putra.

Marina dan Richard sibuk dengan urusan rumah tangga mereka tanpa memperhatikan Alex yang membutuhkan kasih sayang.

Marina mendapat perawatan karena depresi berat sedangkan Alex terlantar begitu saja dengan semua pergaulan rentan yang tidak terkendali.

Marina seringkali menyiksa dan memberi luka fisik pada Alex jika tidak menuruti semua keinginannya.

Alex remaja mulai berteman dengan remaja lain yang senasib seperti dirinya. Dia mulai jadi berandalan di usia remaja, dia juga bertemu Hunter yang merupakan seorang petarung jalanan.

Merasa tertantang Alex mulai mengikuti jejak Hunter. Dia seringkali disewa para Yakuza Jepang yang menetap di London.

Alex dan Hunter mulai bertarung dari sudut ke sudut kota lain untuk mendapat pengalaman dan juga uang tanpa mempertimbangkan legalitas pekerjaan.

Jika dia mati dalam pertarungan maka semua akan berakhir, game over. Nyawanya tidak lebih berarti dari seekor binatang peliharaan.

Sampai pada akhirnya mereka direkrut sebuah tim mafia yang berorganisasi di kota-kota tertentu. Alex dan Hunter mendapat pelatihan sampai mereka benar-benar mahir menggunakan senjata bahkan ilmu bela diri.

Selama tiga tahun Alex dan Hunter menjadi agen profesional di usia muda, tetapi pekerjaan mereka sangat beresiko dan tentu saja ilegal. 

Mereka tidak bernaung pada pemerintahan sehingga mereka tidak memiliki asuransi jiwa.

Sebuah kesalahan fatal mereka lakukan saat menyanggupi sebuah tugas dari petinggi negara yang identitasnya dirahasiakan.

Mereka menjadi mata-mata untuk mengawasi mafia Rusia yang bergerak di semua bidang. Obat-obatan, prostitusi, perdagangan senjata bahkan sindikat perdagangan manusia.

Valentin Bykov yang punya nama lain Dimitri Dusa menjadi sasaran Alex dan Hunter. Mereka hanya perlu mengawasi orang tersebut.

Alex dan Hunter masuk dan bergabung menjadi anak buah Valentin, mereka memberikan info pada interpol tentang apa yang dilakukan Valentin, mereka juga mencuri beberapa barang milik mafia tersebut.

Berkat keterampilan dua sekawan akhirnya Valentin ditangkap oleh pihak pemerintah. Mereka tidak menyadari bahwa di masa depan orang-orang yang mereka rugikan itu akan menuntut balas semua perbuatan yang mereka lakukan.

End Flashback

Alex menyandarkan kepala di sandaran mobil. Ternyata hidup di dunia tidaklah mudah, terlalu riskan dan membingungkan.

Wajah Sarah kembali terbayang dalam ingatannya. Saat ini dia membutuhkan seseorang untuk bersandar. Dia merindukan wanita muda yang memiliki senyuman yang begitu manis.

Waktu terasa berjalan begitu lama, tetapi Alex harus bersabar dan menyelesaikan satu per satu masalahnya. 

"Aku merindukanmu, Sarah! Bersabarlah aku akan menjemputmu kembali!" gumamnya, saat ini hanya kenangan tentang Sarah yang membuatnya lebih kuat untuk menghadapi segalanya.

Untuk saat ini Alex harus menahan diri untuk tidak menemui Sarah demi keamanan dan keselamatan wanita itu.

Sarah mengintip ke luar jendela secara perlahan, dia juga melihat Hunter yang terlelap di sofa dengan wajah pucat serta keringat yang membasahi wajahnya.

Dada Sarah terasa berdebar kencang. Di luar sana ada dua orang pria mencurigakan yang terus mengawasi rumahnya.

Kenapa Sarah bisa tahu? Itu karena dia terus mengintip dari balik jendela dengan tirai yang tertutup, sejak beberapa jam lalu, dua pria itu terus berada di sekitar rumahnya.

Dia juga cemas karena Hunter sedang terluka dan demam, mungkin itu karena luka-luka yang didapat pria itu.

Sarah sempat berpikir untuk menghubungi Alex karena dia juga merasa takut berurusan dengan orang-orang asing tersebut, tetapi dia urungkan niat itu selain demi ketenangan hidup, itu akan memakan waktu yang lama karena jarak London dan Yorkshire lumayan jauh. Lagipula dia tidak sanggup bertemu dengan Alex.

"Apakah aku harus menghubungi polisi?" gumam Sarah, tetapi dia juga berpikir dua kali karena nantinya dia akan repot dan terjerat masalah hukum walaupun bukan sebagai pelaku kejahatan.

Sarah bingung sendiri dibuatnya, ternyata manusia memang tidak akan luput dari masalah, satu masalah selesai dan masalah lain akan bermunculan.

Sarah menghampiri Hunter untuk melihat keadaan pria tersebut. Dia hanya menatap karena merasa iba, Sarah hanya ingin menolong karena kebaikan hatinya.

Wanita itu mencoba tidak berpikiran negatif dan berusaha memikirkan bagaimana jika dirinya yang berada di posisi pria yang sedang terbaring lemah tersebut?

Bagaimana jika tidak ada seorangpun yang bersedia untuk menolong? Sarah tidak sanggup membayangkan harus menanggung penderitaan sendiri.

"Jangan menatap seperti itu! Dan jangan berpikir kau kasihan padaku!" 

Sarah terkejut, dia memang sedang melamun sambil berdiri menatap Hunter yang sedang berbaring. Tanpa disadari Sarah pria itu sudah terabangun dari tidurnya.

"Maaf, tapi aku memang kasihan padamu. Maksudku bagaimana jika akulah yang berada di posisimu," ucap Sarah sambil menunduk.

Hunter tertegun, untuk pertama kalinya ada seseorang yang bisa merasakan apa yang dia rasakan. Selama ini tidak pernah ada yang peduli karena dia memang tidak pernah dekat dengan siapapun.

"Terima kasih, kau orang pertama yang peduli pada orang seperti diriku!" jawab Hunter dengan tulus.

Mereka berdua terdiam dengan lamunan masing-masing. "Ah, aku lupa, pertunangan Alex diundur sampai minggu depan, ada insiden yang menimpa Marina Calandra," ucap Hunter.

"Apa? Ada apa?" Sarah bertanya karena terkejut.

"Marina terluka, entah karena apa, tapi begitulah yang kudengar," ucap Hunter.

"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa tahu segalanya?" Sarah mulai mempertanyakan siapa pria itu karena dia memang tidak tahu apa-apa.

Ada hubungan apa antara Hunter, Alex serta orang-orang dari masa lalu. Kenapa Hunter berkeliaran di sekitarnya sejak beberapa waktu terakhir.

"Hmm, mungkin sudah waktunya untuk kau tahu semuanya. Tidak semua yang kau lihat baik adalah kebaikan."

"Apa maksudmu?"

"Akan kuceritakan sebuah kisah dan kau pasti akan memahami segalanya!"

TBC

Yo ... yo ... bosen ga sih di update terus?

Maaf ya aku kebut karena pengen cepet tamat jadi aku bisa lanjutin story lain gt ... soalnya banyak antrian ✌️✌️

See you next chap ...

I Love you all 🌺🌺🌺

1
saleha widjaja
seru kisahnya buat penasaran aja
Ulil Zamhariroh
Baru buka
dan lihat 37 bab
ku pikir
berhenti di tengah jalan atau Hiatus atau pindah ke aplikasi lain nya karena ada tulisan end

eh ternyata emang bener di bab 37 tamat
keren bisa tamat
walaupun hanya 37 bab




semoga bisa berkarya lagi ya Thor 🤲 Aamiin 🤲
Rehta Ta
keren ceritanya😘
Thirta Nata
pikiran mereka sama².keren cerita nya
krisan
lanjut
Aba Bidol
ini bab yang bener2 bikin tegang..., ayoo Lex..bersihkan semua wanita2 ulet keket itu...
Aba Bidol
Karya ke 3 othor yang akhirnya tamat di baca. Cerita yang ringan, singkat dan nggak muter2 berepisode panjang nggao jelas......., sangat menghibur di dunia halu...., Karya yang keren tor...👍👍👍🎉🎉
tetap semangat berkarya yah thor....🤟💪💪💪👍👍👍👍👍🎉🎉🎉🎉
Sri
keren thor ,,, 👍 👍👍
Lilis Ferdinan
ngak ngerti,,,,dng jalan pikiran mamanya alex,,
Lilis Ferdinan
ttp bersama ya,,, bersama akn lbh kuat,, thor jng jahat2 yah, 😇😇
Lilis Ferdinan
indahnya kebersamaan mereka,, smg ngak ada yg mngusik,,,😁
Lilis Ferdinan
smg cinta kefuannya cukup kuat, untk mnhan semua cobaan yg akan dtg,,, hmmmm,,,
Lilis Ferdinan
beneran ikut esmosi nih,,, tu, mamanya sama mertuanya, kgak punya perasaan apa yah,,, emng nikah bs seenaknya ditukar2,gitu,,,, pengen ketok lambungnya tu emak2,biar pada sadar,,, smg kepalsuan sierra segera trungkap,,,😔
Lilis Ferdinan
Greb,,,, nya bang alex bikin kesemsem deh,,jd ngak sabar nunggu keromantisan nya di Paris,,, tp,,, kok takut2 bakal ada yg batalin,,, hiiii☹️
Lilis Ferdinan
kayaknya tebakan alex benar deh,,, sierra penuh tipu muslihat,,,, smg alex ngak berubah, ttp mncintai dan percaya sm sarah,,, haaa,,,, ikutan esmosi nihh,,,, 😁
Lilis Ferdinan
visualnya bikin meleleh,, aihhhh,,,
Lilis Ferdinan
aihhhh,,,, kok udh ngerasa nyesek duluan , sblm konflik,,, ngeri2 gmnnaa,,,,gitu ngebayangin nya,,, 😟
Lilis Ferdinan
makin kesini, smkin suka,,,, bang alex kok esmosi,, situ yg selingkuhhh,,, pengen cubit ginjalnya deh,,, 😌
Lilis Ferdinan
dedegan nih,, ngebayangin gmn sifatnya sierra, jahatkah,,, haduhhhh,,,,, 😌
Lilis Ferdinan
semakin menarik,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!