Gara-gara menyerempet mobil seorang CEO, seorang gadis terpaksa membayarnya dengan menjadi pengasuh anak dari seorang CEO kaya raya, Dion Mahesa.
Nafa Maheswari, gadis cantik yang bekerja sebagai kurir pengantar paket, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena Ia harus menjadi pengasuh untuk membayar kerugian akibat ia telah menyerempet mobil Dion, Dion meminta pertanggungjawaban dari Nafa, karena Ia tidak memilih uang, maka Nafa terpaksa banting setir menjadi pengasuh anak laki-laki berumur lima tahun. Di mana Dion dan istrinya telah bercerai, dan anak mereka, Dion yang mengasuhnya. Anak itu bernama Alaska Mahesa.
Kehadiran Nafa membuat Alaska sangat senang, bukan hanya Alaska yang senang tapi sang Ayah pun ikut bahagia, cinta mulai bersemi di antara mereka, akankah Alaska bisa membuat keduanya bersatu? Sementara Nafa sendiri sudah memiliki tunangan.
Novel ini untuk event Anak Genius, mohon dukungannya ya 😊❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lemes kayak sarung
Seusai makan siang bersama kliennya, Dion pun menyempatkan waktu untuk mampir ke Mall, kebetulan restoran tempat dimana Dion dan kliennya sedang makan siang berada di sebelah Mall ternama di kotanya.
Dion ingin membelikan hadiah untuk sang istri sebelum dirinya pulang ke rumah, setelah Dion memilih dan memutuskan untuk membeli sebuah gaun malam untuk sang istri, Ia pun beristirahat sejenak di sebuah Cafetaria sembari menelepon istrinya di rumah.
Sementara disaat bersamaan Nafa sedang pergi bersama Mommy Rima dan juga Alaska. Tiba-tiba Nafa mendapati ponselnya berdering, setelah Ia lihat ternyata sang suami yang tengah meneleponnya.
"Halo Mas!" sapa Nafa sembari duduk di sebuah kursi, sementara Alaska tampak sibuk bermain di Playground Mall, sedangkan Mommy Rima juga ikut duduk disebelah Nafa sembari memperhatikan sang cucu yang tengah asyik bermain.
"Hmm kamu lagi ngapain?" tanya Dion
"Aku lagi di Mall bersama Mommy dan Alaska." balas Nafa.
"Di Mall? Masa sih, Aku juga di Mall sekarang, baru saja Aku makan siang bersama klien. Aku mampir sebentar ke sini, mau beli sesuatu untukmu." ucap Dion sembari melihat-lihat ke sekeliling, mungkin saja dirinya bisa bertemu dengan sang istri.
"Oh ya? Kamu posisinya dimana sekarang? Aku ada di lantai atas, di Playground anak-anak." jawab Nafa sembari dirinya berdiri untuk memperhatikan sekitar, mungkin saja dirinya bisa bertemu dengan sang suami.
"Aku sedang duduk di depan Cafetaria, kepalaku sedikit pusing, Aku istirahat sebentar di sini." mendengar keluhan dari sang suami, Nafa pun tampak khawatir, apakah suaminya sedang sakit.
"Kamu sakit, Mas?"
"Nggak tahu, dari tadi kepalaku agak-agak pusing, dan perutku terasa mual." ungkap Dion sembari memijit pelipisnya.
"Ya ampun, Mas! Kasihan sekali kamu, apa jangan-jangan kamu masuk angin mungkin, Mas! Kamu juga sih, ngga pernah pakai baju saat tidur, jadi ya gitu." seru Nafa mengingatkan, jika sang suami tidak pernah memakai baju saat mereka sedang tidur.
"Ngapain pakai baju, udah ada istri yang hangatin Aku. Aku nggak perlu baju lagi, hangat nafasmu saja sudah membuatku nyaman, pelukanmu seperti berlapis-lapis selimut yang membuat tubuh ini selalu merasa hangat." ucap Dion yang selalu ada aja cara buat ngegombalin Istrinya. Nafa tersenyum malu mendengar rayuan gombal dari sang suami.
"Kamu tuh ya, dibilangin pasti gitu jawabannya," sahut Nafa sembari memperhatikan arah kaca Mall untuk melihat apakah dirinya melihat sang suami berada di luar ruangan Playground itu.
Dion tersenyum. Namun, lagi-lagi kepalanya mulai pusing, apalagi ada orang yang lewat di sebelahnya yang tampaknya menggunakan parfum yang cukup menyengat indera penciuman. Spontan Dion pun merasa mual-mual lagi.
"Sebentar ya, Sayang! Perutku mual banget nihh!" seru Dion sebelum dirinya pergi ke kamar mandi, sedangkan sang asisten selalu mendampingi sang Bos yang terlihat tidak baik-baik saja itu. Jamil membantu Bosnya untuk memijit tengkuk Dion saat pria itu sedang muntah-muntah.
"Aduhhh Bos! Kasihan sekali Anda, kayaknya bayi Anda benar-benar menghukum Daddy-nya." celetuk sang asisten yang seketika membuat Dion menatap wajah Jamil serius.
"Hehehe ... mungkin Daddy-nya terlalu ganas sama Mamanya. Makanya, Bos dihukum seperti ini sama anak Bos sendiri. Nih kalo Tuan muda Alaska tahu, pasti girang banget mendengar Mamanya sedang mengandung Dede bayi untuk nya." ungkap Jamil sembari cengar-cengir.
"HHhhh ... nggak tahu deh, mungkin juga seperti itu, tapi bener ini rasanya sakit sekali, bagaimana jika ini terjadi pada istriku, rasanya Aku nggak akan tega lihatnya. Lebih baik Aku saja yang mengalaminya, toh Aku juga yang udah bikin istriku hamil."
Mendengar ucapan dari sang Bos, Jamil pun acungkan jempol untuk Bosnya itu, ternyata dibalik sikapnya yang tegas dan garang, ternyata Dion memiliki sifat penyayang dan sangat mencintai istrinya.
"Bos benar-benar luar biasa, Saya salut dengan Bos, Saya doakan semoga bayi Bos sehat dan Ibunya selalu diberi kewarasan menghadapi Bos." seketika Dion melototkan matanya saat Sang asisten berbicara seperti itu.
"Apa maksudmu?" seru Dion sembari menarik kerah baju sang Asisten.
"Hehehe slow Bos! Nggak baik marah-marah seperti itu, nanti level ketampanan Bos bisa berkurang." sahut Jamil sembari berusaha melepaskan tangan Dion yang masih mencengkram kerah bajunya.
"Dah! Sekarang Aku nggak merasa tampan lagi, badanku lemas kayak terong disambal, pasti kalau di rumah diketawain sama anakku, Alaska." ujar Dion sembari melepaskan tangannya dari kerah baju Sang asisten.
"Ya sudah, kita keluar dari sini," titah Dion.
"Baik Bos!" Jamil mengikuti Dion dari belakang, mereka berdua keluar dari kamar mandi, Dion berusaha untuk kuat meskipun sebenarnya Ia masih tidak enak badan.
Sementara itu, setelah sang suami menutup ponselnya, Nafa pun penasaran apa yang terjadi kepada suaminya, Ia terlihat panik dan masih mencari keberadaan sang suami sembari memperhatikan arah lantai bawah, selang beberapa menit dari kejauhan, Nafa tiba-tiba melihat seorang pria yang keluar dari kamar mandi dengan seorang pria di belakangnya. Nafa seolah mengenal dari pakaian dan postur tubuh yang memiliki kesamaan dengan Dion, suaminya. Mengingat, Nafa melihat Dion berada di lantai atas, sedangkan Dion berada di lantai bawah.
"Itu suamiku bukan sih?" ucap Nafa sembari benar-benar memperhatikan secara seksama kedua pria itu, setelah Nafa memperhatikan mereka secara seksama, akhirnya Nafa pun tersenyum karena itu memang suaminya sendiri. Hanya saja Dion kali ini terlihat sedikit lemas.
"Suamiku kenapa? Apa dia benar-benar sakit?" batin Nafa tertegun. Tiba-tiba saja Mommy Rima menghampiri sang menantu dan bertanya, "Nafa! Kamu lihat apa?"
"Mommy, itu ada Mas Dion di sana," tunjuk satu tangan Nafa ke arah Dion yang sedang berjalan keluar dari kamar mandi bersama sang asisten.
"Oh iya, ngapain dia ke sini?" tanya Mommy Rima.
"Katanya dia baru saja ada pertemuan dengan kliennya, Mommy."
"Oh gitu." balas Mommy Rima menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Nafa pun menelepon suaminya lagi dan memberi tahukan jika dirinya sedang melihatnya dari lantai atas.
"Halo, Mas!"
"Iya, Sayang! Maaf Aku tinggal ke toilet sebentar tadi." balas Dion.
"Enggak apa-apa, oh ya Mas, sekarang Aku sedang berada di lantai atas, coba kamu tengok ke arah jam 11." seru Nafa sembari melambaikan tangannya kepada Dion.
Dion pun segera mendongak dan melihat ke arah jam 11, ternyata sang istri sedang berdiri di lantai atas Mall tersebut, sekilas Dion tersenyum dan juga melambaikan tangannya.
Setelah beberapa menit, setelah Alaska bermain, mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke lantai bawah, dimana Dion berada di sebuah Cafetaria.
Rupanya, Alaska sangat senang jika ada sang Daddy yang juga berada di Mall tersebut, Alaska pun segera berlari menghampiri Dion yang saat itu sedang tersenyum menyambut kedatangan keluarga kecilnya.
"Hai Daddy!" sapa Alaska.
"Hai Boy!" balas Dion.
"Daddy kenapa kok lemes kayak sarung gitu?" tanya sang bocah yang melihat keanehan pada Daddy-nya.
...BERSAMBUNG...
endingnya jgn gitu lah,
tp kok tergantung...MMG dh abis ke?