NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4 foto yang tak mungkin

Di bagian bawah foto tertulis sebuah tanggal.

17 Juli 2006 Dua puluh tahun yang lalu.

Raka menatap foto itu dengan wajah kebingungan.

"Aku... aku belum lahir saat itu."

Alea mencoba berpikir jernih.

"Mungkin cuma orang yang mirip."

Namun sebelum ada yang sempat berbicara lagi...

Terdengar suara langkah kaki dari ujung lorong.

Tok... tok... tok...

Perlahan.

Teratur.

Semua menoleh bersamaan.

Di ujung koridor berdiri seorang gadis kecil dengan gaun putih yang sudah lusuh.

Rambutnya menutupi seluruh wajahnya.

Di tangannya tergenggam sebuah boneka yang hangus di salah satu sisinya.

Tanpa mengangkat kepala, gadis itu berbisik pelan.

"...kembalikan..."

Suasana terasa membeku.

"...tolong..."

"...kembalikan mereka..."

Lampu lorong kembali berkedip.

Hanya dalam hitungan detik.

Namun saat cahaya menyala lagi...

Gadis kecil itu sudah menghilang.

Yang tersisa hanyalah boneka hangus di lantai koridor.

Dan dari arah lift...

Sekali lagi terdengar suara yang kini mulai mereka takuti.

DING...

Di panel lift, angka merah itu muncul perlahan

Tidak ada seorang pun yang berani bergerak.

Tatapan mereka terpaku pada boneka hangus yang tergeletak di lantai. Bau asap tipis mulai memenuhi lorong, padahal tak ada api sedikit pun.

"Jangan... jangan sentuh," bisik Alea.

Namun rasa penasaran mengalahkan rasa takut. Liora perlahan berjongkok dan mengangkat boneka itu.

Boneka tersebut sudah tua. Salah satu matanya hilang, sementara gaun kecil yang dikenakannya penuh noda hitam seperti bekas terbakar.

Di bagian belakang boneka terdapat sebuah jahitan yang hampir lepas.

"Ada sesuatu di dalamnya," ucap Liora.

Dengan hati-hati ia membuka jahitan itu.

Semua menahan napas.

Dari dalam boneka, jatuh secarik kertas kecil yang sudah menguning.

Keanu segera mengambilnya.

Di atas kertas itu hanya tertulis satu kalimat dengan tinta yang mulai pudar.

"Jangan percaya siapa pun."

"Apa maksudnya?" tanya Naya pelan.

Belum ada yang sempat menjawab.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat.

Mereka refleks menyembunyikan boneka dan foto itu.

Yang muncul ternyata guru pendamping.

"Kalian ngapain masih di luar? Sudah jam satu malam."

Semua saling berpandangan.

Tidak ada yang berani menceritakan kejadian barusan.

"Kami... cuma ngobrol, Pak," jawab Dimas cepat.

Guru itu mengangguk.

"Cepat kembali ke kamar. Besok pagi kita berangkat pukul tujuh."

Setelah guru pergi, suasana kembali sunyi.

"Besok kita cari tahu sejarah hotel ini," kata Keanu.

"Kalau kita diam saja, kita nggak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Semua setuju.

Malam itu mereka kembali ke kamar masing-masing.

Namun Alea tidak bisa tidur.

Foto lama itu terus terbayang di kepalanya.

Mengapa wajah Raka ada di foto dua puluh tahun yang lalu?

Dan siapa gadis kecil yang meminta agar "mereka" dikembalikan?

Pukul 03.13 dini hari...

Alea terbangun karena merasa ada yang memanggil namanya.

"...Alea..."

Suara itu sangat pelan.

Ia membuka mata perlahan.

Jendela kamar yang tadi tertutup kini terbuka lebar.

Tirai putih berkibar diterpa angin dingin.

"Alea..."

Suara itu terdengar lagi.

Kali ini berasal dari bawah jendela.

Dengan langkah pelan, Alea mendekat.

Ia memberanikan diri melihat ke luar.

Halaman hotel kosong.

Namun ketika ia hendak menutup jendela...

Matanya menangkap sesuatu.

Di halaman depan hotel...

Enam orang berdiri berjajar.

Mereka mengenakan seragam sekolah yang tampak gosong.

Wajah mereka sulit dikenali.

Mereka hanya berdiri diam...

Menatap lurus ke arah jendela kamar Alea.

Lalu, secara bersamaan...

Keenam sosok itu mengangkat tangan kanan mereka.

Seolah sedang memanggilnya untuk turun.

Alea mundur beberapa langkah dengan napas memburu.

Saat ia berkedip...

Mereka semua sudah menghilang.

Yang tersisa hanya kabut tebal.

Namun di kaca jendela...

Muncul tulisan perlahan, seakan ditulis oleh jari yang tak terlihat.

"TEMUKAN KAMI SEBELUM TERLAMBAT."

Alea menjerit.

Jeritannya membangunkan seluruh penghuni kamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!