NovelToon NovelToon
Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:576.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ummi asya

Laras adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan, dia anak yatim piatu dan sejak masih kecil sampai dewasa di asuh oleh ibu Ramona. Ibu pemilik panti asuhan di mana dia bernaung.
Hingga dewasa, dia di paksa untuk menikah dengan anaknya bernama Danu yang bekerja di sebuah bank ternama. Itu permintaan terakhir ibu asuhnya. Karena pernikahan terpaksa itu, Laras harus menerima kesepakatan dengan Danu kalau pernikahan mereka hanya satu tahun saja, karena Danu sudah punya kekasih seorang gadis SMA. Danu meminta pada Laras, kalau di luar rumah mereka tidak saling mengenal, apa lagi mengaku sebagai suami istri.
Bagaimana Laras menghadapi pernikahan dengan Danu? Apakah Danu akan mencintai Laras?
Simak ya kisahnya...😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Menginap Acara Kampus

Setelah pendaftaran kuliah itu, Jasmin sudah mulai masuk kuliah. Di kampus telah mengadakan masa orientasi mahasiswa baru, yaitu pengenalan kampus yang di pimpin oleh organisasi senior di kampus. Ada berbagai kegiatan yang di adakan di kampus.

Seperti halnya mahasiswa baru, Jasmin sangat sibuk mencari barang yang akan di bawa dan di pakai untuk acara ospek di kampusnya. Selama satu minggu dan dia sangat bersemangat mengikuti ospek di kampusnya, hingga suaminya Danu sedikit terabaikan karena sibuk dengan acara kampus tersebut.

Danu memaklumi kegiatan kampus itu dan istrinya sangat sibuk. Namun, jatah malam pada istrinya dia minta Jasmin selalu melayaninya. Hanya di ranjang, tapi tidak dengan urusan di dapur atau menyiapkan keperluan Danu.

Pagi ini, Jasmin bersiap untuk berangkat lagi ke kampus. Acara terkhir katanya dan besoknya akan ada acara menginap di kampus.

"Dady, hari ini terakhir ospek. Tapi besok harus ada acara perpisahan dan menginap, katanya ada acara juga di sana." kata Jasmin.

"Menginap? Di kampus?" tanya Danu menyeruput kopinya.

Dia memutuskan membuat kopi sendiri, karena Jasmin selalu lupa dan tidak sesuai dengan takaran gulanya. Berbeda dengan Laras dulu, dia bisa mengira-ngira takaran gula yang di inginkan Danu.

"Iya dad, dan itu tiga hari. Apa kamu keberatan?" tanya Jasmin.

"Ya, keberatan bagaimana. Itu acara kampus, tapi kan masa tiga hari sih?" tanya Danu.

"Ya ngga tahu, kata senior di kampus seperti itu. Dan menginap itu justru berkemah di puncak, semua mahasiswa baru ikut semua." jawab Jasmin.

Danu diam, memang acara mahasidwa baru ada acara seperti itu. Menginap entah apa isi acaranya, sebagai tanda perpisahan masa orientasi mahasiswa baru. Dan di lanjutkan hari-hari berikutnya itu perkuliahan biasa.

Danu terlihat keberatan, tapi mau bagaimana lagi. Itu adalah ketentuan kampus dan setiap kampus kebijakannya berbeda-beda.

"Ya sudah, aku izinin kamu menginap tiga hari. Tapi kamu jangan macam-macam sama teman laki-lakimu di sana." kata Danu mengingatkan Jasmin.

"Aku macam-macam bagaimana dady? Kan aku hanya teman sama mereka. Dady cemburuan deh." kata Jasmin.

"Ya wajar suami cemburu, kamu cantik, manja dan juga masih muda. Siapa juga yang ngga cemburu dan khawatir sayang."

"Iya. Dady tenang aja, aku tetap milik dady kok. Udah sana pergi ke kantor, udah siang juga." kata Jasmin.

"Harus itu, kalau begitu aku pergi dulu ya. Daah sayang."

"Daah, dady."

Danu keluar, dia segera berangkat ke kantor. Karena hari ini ada rapat pembukaan cabang baru di daerah, jadi dia harus ikut rapat. Meski bukan wewenang dan tugasnya, tapi dari pusat memerintahkan dia ikut rapat.

_

Acara menginap dalam rangka perpisahan mahasiswa baru. Karena sebentar lagi perkuliahan aktif segera di mulai minggu depan. Jasmin dan teman-temannya sangat senang bisa ikut dan menginap di puncak, meski acaranya tidak terlalu berat. Tapi di hari terakhir akan ada acara mencari jejak.

"Kita satu kelompok ngga sih?" tanya Ira.

"Ngga kayaknya, Jasmin sama kelompok lain, dia senang tuh ada mahasiswa baru yang jadi idola satu kelompok." jawa Beni.

"Hemm, beruntung banget lo Jasmin." kata Ira lagi.

"Coba kita ajak taruhan Jasmin bisa ngga menarik perhatian dia. Siapa nama mahasiswa cowok yang lagi tenar itu?" tanya Seli.

"Dandy, namanya Dandy." jawab Jasmin.

"Waaah, lo langsung aja tahu namanya ya. Udah kenalan sama dia?" tanya Ira.

"Udah." jawab Jasmin tersenyum.

"Ck ck ck, gerak cepat ya kamu." kata Seli.

"Eh, suami lo gimana?"

"Apanya?"

"Dia izini lo menginap? Padahalkan sifatnya bebas yang mau ikut aja, lo bohong sama suami lo Jasmin?" tanya Ira.

"Ngga kok, tapi gue bilang wajib ikut. Kan sayang ngga ikut, mau diam di rumah aja. Enak aja, gue sendiri di rumah kalian enak-enak di acara ini." kata Jasmin.

"Ya ya, tapi suami lo itu kolot ya. Kenapa lo mau sih sama dia? Lo masih muda, bisa kali dapat yang lebih ganteng dan energik. Ngga dewasa begitu."

"Biarin aja, dia banyak duitnya. Gue bebas pakai duit dia. Hahah!"

"Dasar lo!"

Mereka sudah bersiap untuk berkumpul di lapangan. Mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Ponsel Jasmin terus berbunyi, dia mengabaikannya karena sudah pasti itu dari suaminya. Sejak sampai di tempat acara Danu selalu meneleponnya, membuat Jasmin kesal dan mengabaikan teleponnya.

Sudah tiga kali telepon Danu dia abaikan, dia ingin menikmati acara demi acara tanpa gangguan suaminya Danu. Lama kelamaan, Jasmin kesal sekali dengan Danu yang setiap waktu meneleponnya terus.

"Jasmin, telepon lo berbunyi terus." kata Ira.

"Biarin aja, gue malas menjawab teleponnya. Gue jadi ngga bebas, enak ya kalian ngga ada yang ganggu di telepon terus." kata Jasmin.

"Ya, itu resiko lo nikah muda. Lagian lo mau aja sih nikah muda sama dia, tunggu selesai kuliah atau apa kek." kata Seli.

"Ck, kan gue udah bilang. Di samping gue sayang juga dia banyak duit, jadi gue juga bisa bebas beli apa aja dari duit dia." kata Jasmin.

"Tapi kalau menikah dengan orang lebih dewasa ya begitu. Lo terlalu buru-buru sih."

"Terus gue harus gimana? Lha gue udah nikah juga." kata Jasmin.

"Emm, ya udah. Abaikan aja, kamu bersikap manis kalau di rumah aja. Kalau di luar, ayo kita senang-senang. Hahah!" kata Seli lagi.

"Waah, dasar lo ya. Tapi oke juga tuh. Hahah!"

Jasmin dan Seli tertawa bersama, tanpa mempedulikan lagi suara dering ponselnya di dalam tasnya. Dan akhirnya dering ponsel itu pun berhenti sendiri. Acara pun di mulai, mereka sangat antusias sekali mengikuti rangkaian persiapan mencari jejak yang akan di laksanakan siang nanti.

_

_

**********************

1
ayu cantik
bagus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dewi Dama
ber tele2..bangat...
Dewi Dama
jabatan di rektur bank..tapi bodoh....bisa..di bohonin anak kecil...gk.masuk akal novel ini...
Dewi Dama
si laras..gk.tegas dan tdk berpendirian...gk.punya harga diri
Dewi Dama
Astaqfirullaaahhh....kena batu nya....dani....
Dewi Dama
bukan danu yg jahat kamu nya aja yg gk..tau malu.....
Dewi Dama
si laras malu2in perempuan aja....udah di tolak masih ngeyel....
Dewi Dama
laras gk.punya malu bangat...
Dewi Dama
si laras gk.punya malu...suami nya sudah terang2ngan gk suka masih aja....gk.punya harga diri
Melani Sunardi
laki ga punya hati juga egois susah dan bagusnya ga usah diharapkan lagi Ras..... berbahagialah dengan hidupmu
Melani Sunardi
mana ada detektif ga ngasih laporan
Melani Sunardi
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayoo laras jg lemah... jg klah sama nak sma
Ririn Nursisminingsih
ceo kok boding pacaran sama anak sma cuman dimanfaatin doang tuh
Nur Aulia
bayinya pinter nunggu ayahnya DTG baru keluar
Nur Aulia
tunggu lahiran dl baru bisa bercers
Dudeh Hamidah
Luar biasa
meris dawati Sihombing
Danu..Doni..yg bener yg mn?
Ruzita Ismail
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!