NovelToon NovelToon
Cahaya Di Ujung Senja

Cahaya Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Kehidupan Cahaya yang awalnya penuh dengan kebahagiaan karena mempunyai kedua orangtua yang sangat menyayanginya serta kekasih yang sangat mencintai Cahaya, berubah seketika pada saat Cahaya mengetahui jika Cahaya hanyalah seorang anak angkat.

Cahaya akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan orangtua kandungnya, tapi pada saat dia berhasil menemukan Ibu kandungnya, Cahaya mendapatkan penolakan serta dia harus mengikhlaskan kekasihnya untuk menikahi Adiknya yang bernama Senja.

Apakah Cahaya akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya?
Simak kisah selengkapnya dalam "Cahaya di ujung Senja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 ( Obsesi Senja )

Papa Pras langsung terdiam mendengar perkataan Mama Anggi, karena dalam hati kecilnya Papa Pras membenarkan perkataan Mama Anggi, tapi kasih sayangnya kepada Senja membuat mata hati Papa Pras menutup semuanya.

"Sebaiknya sekarang kamu pulang Mas, karena sekarang juga kami akan pulang ke Jakarta, dan seharusnya kamu beri pengertian kepada Senja Anakmu, semoga Senja bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dibandingkan dengan Alan," ujar Mama Anggi.

Cahaya sebenarnya merasa tidak enak terhadap Papa Pras, tapi Cahaya tidak mungkin membatalkan pernikahannya mengingat dia dan Alan sudah melakukan kesalahan yang fatal, dan Cahaya takut jika sampai nanti Cahaya hamil.

"Om, maafin Cahaya, tapi cinta tidak bisa dipaksakan, dan Cahaya hanya bisa berdo'a untuk kesembuhan Senja."

Papa Pras akhirnya pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun.

"Sayang, terimakasih ya," ucap Alan dengan memeluk tubuh Cahaya.

"Ekhem, Dunia terasa milik berdua," sindir Mama Anggi yang selalu merasa gemas dengan sikap Alan.

"Maaf Ma, Alan kelepasan," ujar Alan dengan cengengesan.

"Ngeles aja terus kayak bajai, perasaan tiap waktu deh kelepasannya," sindir Mama Anggi.

Mama Anggi kini mengajak Cahaya dan Alan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum mereka bertiga kembali ke Jakarta.

......................

Di tempat lain, saat ini Mama Sita terlihat mondar mandir karena sedang memikirkan cara untuk memberitahukan semua kebenarannya kepada Papa Hilman dan Mama Indira.

"Aku harus bagaimana? aku tidak mungkin mengatakan semuanya lewat telpon, apa aku datang saja ke Jakarta untuk mengatakan semuanya, karena aku tidak mungkin menutupi semuanya selamanya, dan aku akan berdosa jika melakukan semua itu," gumam Mama Sita.

Senja saat ini menghampiri Mama Sita, dan Senja terus saja menanyakan keberadaan Cahaya dan Alan.

"Ma, Kak Alan dan Kak Cahaya pergi kemana? kenapa mereka tidak kembali lagi ke sini?" tanya Senja.

Mama Sita tidak tau harus mengatakan apalagi kepada Senja, karena ia tidak mungkin terus membohongi Senja, apa pun yang terjadi Senja harus bisa menerima semuanya.

"Sayang, apa Senja bisa janji kalau Senja akan baik-baik saja jika mendengar yang sebenarnya tentang hubungan Alan dan Cahaya?" tanya Mama Sita.

"Ma, Senja minta jangan ada yang Mama tutupi lagi dari Senja, karena Senja sudah dapat menebak hubungan Kak Alan dan Kak Cahaya, apalagi melihat kedekatan Tante Anggi dengan Kak Cahaya, tidak mungkin Kak Cahaya sudah memanggil Tante Anggi dengan sebutan Mama pada saat mereka berdua pertama kali bertemu kalau mereka berdua tidak mempunyai hubungan apa-apa."

"Terus kenapa Senja masih bersikukuh ingin menikah dengan Alan, kalau Senja tau siapa Alan yang sebenarnya?" tanya Mama Sita.

"Ma, sisa umur Senja mungkin sudah tidak lama lagi, jadi Senja ingin merasakan menikah dengan orang yang Senja cintai, apa Senja salah?"

"Nak, rasa cinta itu memang tidak salah, tapi apa Senja tega merebut calon Suami Kak Cahaya? mereka itu sudah saling mengenal dari semenjak kecil, bahkan sudah lima tahun mereka berdua berpacaran, dan hari minggu besok mereka berdua akan melangsungkan pernikahan."

Senja yang sudah bisa menebak semuanya tidak merasa terkejut mendengar cerita yang sebenarnya.

Aku sangat mencintai Kak Alan, karena Kak Alan adalah cinta pertamaku, dan aku ingin Kak Alan menjadi cinta terakhirku. Mama pasti ingin menghadiri pernikahan Kak Cahaya dan Kak Alan, dan aku akan ikut Mama ke Jakarta, supaya aku bisa menikah juga dengan Kak Alan, meskipun harus menjadi yang kedua, ucap Senja dalam hati yang sudah terobsesi kepada Alan, sehingga Senja berpura-pura bisa menerima semuanya dengan ikhlas.

"Ma, Senja sekarang sudah bisa menerima semuanya dengan ikhlas, dan Senja akan merelakan Kak Alan menikah dengan Kak Cahaya, sebaiknya kita ke Jakarta saja untuk menghadiri pernikahan mereka," ujar Senja yang sengaja berbicara seperti itu supaya Senja bisa melancarkan rencananya.

Papa Pras yang baru datang dan mendengar perkataan Senja langsung saja memeluk tubuh Senja karena merasa kasihan dengan nasib Putrinya.

"Sayang, Senja yang sabar ya, Papa tau kalau Senja adalah gadis yang baik, dan Papa pasti akan mencarikan pendamping hidup untuk Senja yang lebih segala-galanya dibandingkan dengan Alan.

"Pa, sekarang Senja sudah tidak memikirkan pendamping hidup lagi, lagian sisa umur Senja juga tinggal sebentar lagi."

"Nak, Senja jangan berbicara seperti itu sayang, Senja pasti sembuh, dan kita akan mencari Dokter terbaik untuk menyembuhkan penyakit Senja, kalau perlu kita berobat ke luar negeri," ujar Papa Pras.

"Pa, jangan pernah memberikan harapan palsu kepada Senja, karena Senja tau kalau penyakit Senja tidak ada obatnya, dan Senja sudah rela menerima takdir hidup Senja, jadi besok kita harus pergi ke Jakarta ya untuk menghadiri pernikahan Kak Cahaya dan Kak Alan?"

"Sayang, apa Senja kuat menyaksikan semua itu? Papa takut kalau Senja tidak sanggup melihat semuanya."

"Pa, Senja pasti tidak akan apa-apa karena Senja sudah mengikhlaskan semuanya, anggap saja kalau ini adalah permintaan terakhir Senja."

Papa Pras dan Mama Sita saling berpandangan, dan setelah Mama Sita menganggukan kepalanya, Papa Pras kembali angkat suara.

"Baiklah kalau itu kemauan Senja, Papa akan mengabulkan semuanya."

......................

Cahaya, Alan dan Mama Anggi saat ini sudah sampai di kediaman Mama Indira dan Papa Hilman, dan Papa Satya juga sudah terlihat berada di sana.

Mama Indira dan Papa Hilman langsung saja memeluk tubuh Cahaya, mereka sangat merindukan Cahaya karena sudah hampir satu bulan Cahaya pergi dari rumah.

"Sayang, Mama kangen banget sama Cahaya, Cahaya baik-baik saja kan? kenapa sekarang Cahaya terlihat kurusan?" ujar Mama Indira dengan menangis.

"Cahaya baik-baik saja Ma, Pa, sekarang Cahaya sudah berada di sini, jadi Mama sama Papa tidak perlu khawatir lagi."

"Selamat datang kembali sayang, Papa Satya bahagia karena akhirnya Cahaya dan Alan akan segera menikah, padahal tadinya kami sudah cemas karena mendengar kalian akan membatalkan pernikahan."

"Cahaya tidak hidup tanpa Kak Alan."

"Apalagi Kak Alan yang tidak bisa hidup tanpa Cahaya," sehingga para orangtua merasa jengah dengan perkataan Alan dan Cahaya.

"Pa, sebaiknya kita harus segera membawa Alan pulang, kuping Mama sakit karena harus terus-terusan mendengar kebucinan Alan."

"Ma, sebentar lagi ya, Alan masih kangen sama Cahaya," rengek Alan.

"Besok kalian berdua akan menikah, jadi jangan aneh-aneh Alan, besok juga kalian bisa kangen-kangenan sepuasnya," ujar Mama Anggi, sehingga membuat Alan dan Cahaya merasa malu.

"Dira, Mas Hilman kami pulang dulu ya. Ayo Alan kamu harus siap-siap buat besok," ujar Mama Anggi.

"Ma, kenapa nikahnya gak sekarang saja," rengek Alan.

"Alan," teriak semuanya yang merasa gemas terhadap Alan.

1
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🙏
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
lah senja mokat
Rini Antika: biar gak jd Pelakor, 🤭
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
ih ada ada aja tuh alan
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
ih licik alan rencana itu biar nikah sama cahaya
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
next thor
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
halah ntar senja mokat juga alan Walker buat cahaya
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kalo alan sampai pisah sama nur ku santet othor🤣🤣
Rini Antika: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
jodohin mereka kek
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
ih anak sendiri di tolak ibu macam apa kau😡😡😡
Rini Antika: makasih banyak dukungannya, 🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
innalillahi..tp bagus deh Cahaya tidak harus sakit hati kalau Senja udah meninggal 🤭
Tukang Ngehalu
Andre bijak jg ya
Tukang Ngehalu
Amin
Tukang Ngehalu
so sweat nya Alan
Tukang Ngehalu
hemm, Alan Alan
Tukang Ngehalu
aduh ada" aja Papa hilman
Tukang Ngehalu
iya Senja jgn memaksa org
Tukang Ngehalu
tuh denger Prasetyo, jd org PD bgt
Tukang Ngehalu
denger tuh Senja
Tukang Ngehalu
gemas bgt aku
Tukang Ngehalu
egois bgt sih Senja
Rini Antika: emang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!