NovelToon NovelToon
Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:102.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lora Orphee

Blurb

Setiap Perdamaian memiliki harga yang harus dibayar.

Sebagai Ketua dan Pendiri Sekte Jalan Surgawi, benteng terdepan sekaligus pertahanan terakhir yang dimiliki oleh umat manusia, Li Yao membawa seluruh murid terkuatnya untuk berperang habis-habisan melawan Suku Iblis.

Darah tumpah, daging tersayat dan terpotong bersama tulang. Tanpa harapan, kematian terlihat dimana-mana.

Kemenangan baru muncul setelah Li Yao membunuh Raja Jurang Maut Chenyu, akan tetapi harga yang harus dibayar untuk kemenangan itu adalah kematian Li Yao dan seluruh murid-muridnya.

Seratus tahun berlalu, Li Yao hidup kembali sebagai pelayan saudagar kaya. Dunia tidak banyak berubah, namun tidak ada yang mengetahui pengorbanan Sekte Jalan Surgawi.

Nama Sekte Jalan Surgawi hilang, bangunannya hancur, dan seni beladiri-nya telah dicuri. Sekte yang pernah berada di puncak kini jatuh ke jurang.

Dapatkah Li Yao mengembalikan kejayaan Sekte Jalan Surgawi? Sebenarnya apa yang telah terjadi?

Ikuti perjalanan Li Yao membalas perbuatan Aliansi Surgawi sembari memecahkan misteri dunia!

***

Jangan lupa klik tombol like, favorit, dan comment agar Author semakin semangat menulisnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lora Orphee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 ~ Hari Pembayaran

Tatapan mata Li Yao menajam menatap mata gadis tersebut, begitu juga sebaliknya. Satu menit hening hanya diisi oleh mereka berdua yang saling bertatapan. Li Yao bisa melihat cerminan dirinya di dalam mata gadis misterius itu, sama halnya dengan gadis tersebut.

"Darimana kamu pelajari seni beladiri barusan?" tanya Li Yao, sangat penasaran.

Mata gadis itu semakin menyipit, mendadak darah yang sangat banyak naik ke atas tenggorokan menuju mulutnya. Gadis misterius itu tidak tahan lalu memuntahkannya.

Wajah Li Yao menjadi gelap, sepertinya ia terlalu berlebihan menyerang gadis kecil tersebut. Li Yao mendesah lalu berjalan mendekati anak perempuan yang sekarang terlihat sangat menyedihkan.

Mengeluarkan pil yang dapat menyembuhkan luka dalam melalui cincin spasialnya, Li Yao memberikan pil tersebut kepada gadis misterius itu. Tangan gadis tersebut menerimanya, tanpa berpikir dua kali ia langsung menelan pil pemberian Li Yao.

"Hey, kenapa kamu langsung menelannya? Apa kamu tidak curiga? Bagaimana jika itu adalah racun?" tanya Li Yao setelah melihat kondisi gadis misterius mulai membaik.

"Itu bukan racun, kan?" ucap gadis tersebut dengan wajah datarnya.

"Tentu saja, bukan!" jawab Li Yao.

"Ya sudah kalau begitu," balas gadis misterius itu, ringan sekali.

"Sekarang jawab pertanyaanku! Darimana kamu pelajari seni beladiri barusan?" Li Yao mengulang pertanyaannya beberapa saat lalu.

"Seni beladiri apa? Aku tak mengerti kata-katamu," tutur gadis tersebut, bohong.

"Hey, jan-"

Seketika gadis misterius memukul kepala Li Yao. Ucapan Li Yao terhenti, ia mengelus kepalanya yang barusan di pukul oleh gadis tersebut.

"Aku lebih tua darimu, panggil aku kakak!" ujar gadis misterius itu.

Li Yao naik pitam, sepertinya gadis tersebut sengaja menghindari pertanyaannya. Kepala Li Yao menggeleng, hampir saja ia menghajar gadis kecil yang imut itu.

"Ingat! Ia hanyalah seorang gadis kecil," ucap Li Yao di dalam hati, sembari menarik lalu menghembuskan napas panjang dan dalam.

"Seni beladiri yang barusan Kakak gunakan itu, bukankah Seni Jalan Surgawi?" tanya Li Yao seraya mengukir senyum.

"Seni Jalan Surgawi? Apa itu?" Gadis tersebut pura-pura bodoh, atau ia memang benar-benar bodoh.

Lenggang.

Li Yao menepuk dahinya, menyerah menginterogasi gadis kecil misterius itu. Kelihatannya gadis tersebut tak akan menjawab pertanyaannya, tidak peduli apa pun yang akan dikatakan oleh Li Yao.

"Baiklah, lupakan pertanyaanku barusan! Bisakah... Um, Siapa nama Kakak?" tanya Li Yao, entah untuk kesekian kalinya.

"Tao Yuhan!" Gadis kecil misterius itu memperkenalkan namanya.

Ternyata gadis tersebut adalah Tao Yuhan, anak perempuan Ketua Tao Zhen yang kabarnya lemah dan sakit-sakitan.

"Jadi, apa ayah Kakak adalah Ketua Tao Zhen?" Li Yao memastikan.

"Bukan," jawab Tao Yuhan dengan sangat sigap.

Seharusnya Li Yao sudah bisa mengantisipasi jawaban itu. Walau begitu, Li Yao tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menghela napas.

"Apa Kakak memberitahukan kedatanganku ke hutan ini kepada ayah kakak yang umurnya tinggal sedikit itu?"

"Tidak!" ungkap Tao Yuhan.

Itu adalah berita baik. Li Yao segera berjalan melewati tubuh gadis tersebut, hendak meninggalkan hutan dan kembali ke dalam asrama.

"Aku tidak akan memberitahukan ayahku, jika kamu menginjungiku setiap minggu!" seru Tao Yuhan, ketika punggung Li Yao mulai menghilang di telan jarak

Langkah Li Yao berhenti sesaat, sebelum akhirnya melangkah lagi. Tidak lama kemudian sosok Li Yao menghilang. Tao Yuhan diam memandangi arah hilangnya Li Yao dalam keheningan.

"Aku lupa menanyakan namanya," gumam Tao Yuhan.

"Apa seharusnya, aku mengatakan bila ia harus mengunjungiku setiap hari?"

Di dalam hutan yang sunyi itu, Tao Yuhan lekas melanjutkan latihannya yang sempat berhenti. Tubuhnya sudah baikan akibat memakan pil pemberian Li Yao.

Kini gadis kecil itu kembali sendirian di tengah gelapnya hutan.

***

Selepas meletakkan kotak berisikan perkamen dan berkas-berkas penting ke depan ruangan ketua sekte, Li Yao langsung bergegas masuk ke dalam asrama.

Langkah Li Yao ringan, ia berjalan mengendap-ngendap supaya tidak ada seorang pun yang menyadari kepergiannya. Sesampainya di dalam kamar, Li Yao lantas membaringkan tubuhnya yang sakit dan kelelahan ke atas kasur.

Qi Li Yao habis saat membuka pintu rahasia di tengah hutan beberapa saat lalu, tubuhnya juga terluka akibat bertarung dengan Tao Yuhan. Li Yao tidak menyangka Tao Yuhan bisa memaksanya sampai seperti ini.

Bagaimana bisa gadis itu menggunakan Seni Jalan Surgawi? Li Yao punya satu dugaan kuat. Apa pun sebabnya, di masa depan nanti Li Yao pasti bisa menemukan jawabannya.

Li Yao segera menelan beberapa pil yang berkhasiat untuk memulihkan kondisi tubuh dan Qi miliknya. Jiwa Li Yao masih terluka akibat terkena serangan Tao Yuhan. Walau sudah memakan pil dan sumber daya, jiwa Li Yao pasti memerlukan waktu untuk sembuh sepenuhnya.

Atribut api phoenix yang bersatu dengan jiwa Li Yao mulai menunjukkan kemampuannya. Perlahan namun pasti, percikan-percikan api tersebut bergerak menyembuhkan luka di sekujur jiwa Li Yao.

Mata Li Yao berkabut, ia kemudian memejamkan matanya lalu tertidur.

***

Hari berjalan seperti biasa.

Satu hal yang berbeda hanyalah wajah pelatih Gao Ming yang biasanya suram kini berseri-seri. Li Yao tahu persis apa yang sebenarnya telah terjadi.

Ketua sekte dan para tetua pasti merasa sangat lega setelah mendapatkan kotak dari seseorang yang misterius. Kotak itu adalah kotak yang dapat menyelamatkan sekte dari kehancuran.

Beberapa hari berlalu, hari yang dijanjikan untuk membayar utang akhirnya tiba. Gerombolan pria tak tahu diri tersebut kembali datang mengunjungi Sekte Jalan Pegunungan.

Ketua Sekte Tao Zhen bersama keempat tetua sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi. Keempat tetua itu adalah Pelatih Gao Ming, Bendahara Ma Heng, Pelatih Gong Yu, dan Tangan Kanan Ketua Sekte Fu Liu.

Li Yao mengawasi pertemuan itu dari atap bangunan secara diam-diam.

Seluruh gerombolan tersebut terengah-engah kelelahan, capek mendaki gunung untuk sampai ke tempat ini. Meski demikian senyum tidak hilang dari wajah mereka. Hari ini adalah hari terakhir mereka mendaki gunung seperti ini.

Setelah menyita Sekte Jalan Pegunungan, mereka akan menjualnya kepada orang itu dengan bayaran yang sangat fantastis. Memikirkan hal tersebut membuat mereka sangat bahagia.

Mereka tidak tahu bahwa yang menanti hanyalah kesialan.

"Ketua Sekte, apa kalian sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Sekte Jalan Pegunungan?" ujar pria gemuk itu sambil tersenyum sinis, ia adalah pemimpin gerombolan tersebut.

Tao Zhen bersama keempat tetua lainnya tersenyum, Gao Ming bahkan tertawa pelan usai mendengar ucapan pria yang gemuk itu. Sikap dan raut wajah mereka sangat jauh dari yang di bayangkan oleh gerombolan tersebut.

Seluruh pria di dalam gerombolan itu bingung. Apakah Ketua Sekte dan para Tetua dari Sekte Jalan Pegunungan sudah menjadi gila karena tidak mampu membayar utang?

1
king Rud
gak ngerti AQ rek...😵‍💫
king Rud
banyak trik ap... paling langka sribu ko pake
king Rud
sering bilang masih lemah Br TDK mau kultivasi... biarpun renkarnasi kalo TDK pernah di olah
Siti aulia syifa Az_zahra
kok gk diterusin,,,, 😭😭😭
padahal aku dah siap siap bayangin Li Yao menggembleng para murid tingkat kedua biar dgn pelatihan yg eksentrik tapi dgn hasil luar biasa. Seperti Ye Qingtang yg mengubah kumpulan murid2 nakal dan bebal jadi luar biasa, seperti Guru Zhang yg mengubah murid2nya yg absurd menjadi pemimpin2 legendaris dieranya, seperti Jun Wu Xie yg membantu pasukan Rui dan temen2nya menjadi lebih kuat dan bikin rencana supaya bisa ngalahin orang alam atas, dan banyak lagi.
Udah bayangin para murid sekte Cahaya Surgawi yg diremehin, bakal buat kehebohan satu persatu, mau liat Deng Xue yg serem tapi baik jadi pemimpin kaum botak biar gk makin rese, pengen liat Huli jadi rubah ekor sembilan, pengen liat Tao Yuhan nemu jalannya sendiri kearah yg lebih baik, pengen liat kemampuan Si Ren Shu yg misterius, gimana nasib musuh utama Li Yao di Chapter pertama yg sebenernya, karena kayaknya masih banyak konspirasi yg belum terkuak, dan jati diri Li Yao sebenernya,,,
padahal seru dan lucu ceritanya,, mungkinkah Authornya kehabisan ide,,???
nasib di php in Authornya,, 😭😭😭
ibarat makan rendang, pas udah selesai dgn atribut sampingannya dan mau makan ikan utamanya yg paling lezat eh,, dicolong kucing, udah deh cuman bisa meratapi,,😢😢
ya udah makasih Thor, dikasih cerita yg menarik, semoga sehat selalu dan lancar rezekinya,, 😇😇
Putra Al Bhuthoni: php sudah nyaman dgn alur ceritanya eee putus asa,,,,ayo tor lanjut lagi
total 1 replies
Siti aulia syifa Az_zahra
bakal diajarin secara pribadi oleh master Li, klo Shao Yahui tau pasti bakal lompat2 guling2 sangking senengnya
Siti aulia syifa Az_zahra
heh,, master pedang dilawan😎😎😎
aning purwasih
kenalin,,calon ketua sekte mu tapi gak jadi🤭🤭🤭
aning purwasih
wuih,, emak emak jaman now ni kayaknya,, 😅😅😅
aning purwasih
upin ipin pasti benci banget sama tuh kaum botak, karena udah mencemarkan nama baik manusia manusia botak lain 😂😂😂
aning purwasih
hahaha,, tos dong kalian😂😂😂
aning purwasih
hayoolooh,, kena kalian anak anak nakal😅😅😅
aning purwasih
hahaha,, ternyata si botak ini to yg di serang Tao Yuhan😅😅😅
Siti aulia syifa Az_zahra
kualat kalian,, kurang ajar sama leluhur😠
Siti aulia syifa Az_zahra
lucu klo dibayangin,,
Siti aulia syifa Az_zahra
terharu,, 😭
Siti aulia syifa Az_zahra
si monster kasihan ternyata, kirain malin kundang ternyata bukan😰.
Jadi penasaran masa lalu Lin Yao sama Tao Yuhan, bisa sadis gitu ye,, 😎
Siti aulia syifa Az_zahra
ternyata malah anaknya sendiri monsternya 😞😞. Mungkin tuh monster kualat gk pernah jenguk ibunya, jadinya tersesat dan terkutuk jadi monster deh,,, ngarang ya😁😁😁
Siti aulia syifa Az_zahra
seru Thor,,
aning purwasih
si ibu pinter milihnya, milih yg paling ganas, siap siap aja,, 🤭🤭🤭
aning purwasih
ini novel terjemahan apa buatan sendiri sih?, kok bagus banget,,?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!