NovelToon NovelToon
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Status: tamat
Genre:Cerai / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.3
Nama Author: Rita Tatha

Hanya karena ingin membalas budi kepada Abram, lelaki yang telah menolongnya, Gisela memaksa menjadi istri lelaki itu meskipun ia harus mendapat perlakuan kasar dari Abram maupun mertuanya. Ia tetap bersabar.


Waktu terus berlalu, Gisela mengembuskan napas lega saat Abram mengajak tinggal di rumah berbeda dengan mertuanya. Gisela pikir kehidupan mereka akan lebih baik lagi. Namun, ternyata salah. Bak keluar dari kandang macan dan masuk ke kandang singa, Gisela justru harus tinggal seatap dengan kekasih suaminya. Yang membuat Gisela makin terluka adalah Abram yang justru tidur sekamar dengan sang kekasih, bukan dengannya.

Akankah Gisela akan tetap bertahan demi kata balas budi? Atau dia akan menyerah dan lebih memilih pergi? Apalagi ada sosok Dirga, masa lalu Gisela, yang selalu menjaga wanita itu meskipun secara diam-diam.

Simak kisahnya di sini 🤗 jangan lupa selalu dukung karya Othor Kalem Fenomenal ini 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMM 30

Plak! 

Sebuah tamparan kembali terdengar. Namun, kali ini bukan dari Abram melainkan lelaki itu sendirilah yang terkena tamparan Gisela. Ia mendelik, tetapi tidak ada sedikit pun ketakutan di wajah Gisela. 

"Kamu!" bentak Abram. Ingin sekali menampar Gisela lagi, tetapi melihat senyum sinis Gisela justru membuat Abram mengurungkan niatnya. 

"Kenapa? Sepertinya kamu akan menamparku lagi, Mas?" Gisela bersedekap. Tidak peduli pada tatapan orang-orang yang mengarah padanya. Melihat apa yang dilakukan oleh Gisela, Stevani pun menjadi geram sendiri. Ia melangkah cepat mendekati Gisela. 

"Dasar wanita murahan!" Stevani mendorong tubuh Gisela sangat kuat hingga mereka berdua akhirnya terjatuh bersamaan karena di saat itu Gisela sedang berada dalam posisi tidak siap. 

"Stev!" 

"Ahhh, sakit!" Stevani mengerang kesakitan dan terus memegangi perutnya hingga membuat Abram menjadi sangat khawatir. Sementara Gisela hanya mematung karena masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.  

"Ini sakit sekali." Stevani terus merintih. Abram yang merasa begitu cemas pun segera membopong Stevani. 

"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan calon bayiku maka aku tidak akan segan-segan mencekik lehermu!" bentak Abram. Melayangkan tatapan tajam pada Gisela yang mulai memucat. 

Gisela bukan takut Abram akan mencekiknya. Akan tetapi, jika Stevani keguguran, itu artinya ia sudah menjadi seorang pembunuh. 

"Aku tidak mau jadi pembunuh." Gisela bangkit berdiri dan segera menyusul Abram yang saat ini sudah berada di dalam perjalanan. 

Raut kebingungan terlihat begitu memenuhi wajah Gisela bahkan ia sampai tidak bisa fokus berkendara. Ketika sudah sampai di parkiran rumah sakit pun, Gisela langsung berlari ke ruangan Unit Gawat Darurat. 

Namun, sayang belum juga memasuki pintu, ia justru jatuh tersungkur karena bertabrakan dengan seorang perawat. 

"Maafkan saya, Sus." Gisela bangkit berdiri dengan dibantu perawat tadi. 

"Berhati-hatilah, Nona. Ini bukan rumah atau halaman yang Anda bisa bebas berlarian." Perawat itu menunjukkan raut tidak suka. Namun, Gisela tidak peduli dan yang terpenting ia sudah meminta maaf. 

Ketika perawat tadi sudah pergi, Gisela pun segera mencari di brankar mana Stevani diperiksa. Ia mematung jauh dari brankar ketika melihat Dirga yang sedang memeriksa Stevani, sedangkan Abram berdiri di samping brankar dan terus menggenggam tangan Stevani sangat erat. 

Sakit. Hati Gisela masih merasa sakit ketika melihat pemandangan itu. Seperti diremas cukup kuat hingga tidak berbentuk lagi. Tidak ingin ada keributan di sana, Gisela pun memilih untuk menjauh dari tempatnya berdiri. Menunggu di depan ruangan sampai Dirga selesai memeriksa Stevani.

Hampir sepuluh menit berlalu, Gisela segera mendekati Dirga yang baru keluar ruangan. Melihat keberadaan wanita itu, sontak membuat Dirga mengerutkan keningnya secara dalam. 

"Kenapa kamu ada di sini, Gis?" tanya Dirga penasaran. 

Gisela tidak langsung menjawab dan justru menarik tangan Dirga untuk sedikit menjauh dari ruangan itu. Dirga pun hanya menurut. 

"Em ... ada yang ingin aku tanyakan padamu." Gisela terlihat ragu. Membuat Dirga menjadi makin penasaran. 

"Apa?" tanya Dirga tidak sabar karena Gisela justru hanya terdiam begitu saja. 

"Em ...." Gisela kembali terdiam hingga membuat Dirga menjadi gemas sendiri. 

"Apa kamu akan menanyakan tentang mantan suami kamu dan selingkuhannya?" Dirga berusaha menebak. Bukannya menjawab, Gisela justru menunduk dalam hingga membuat Dirga merasa yakin kalau tebakannya itu memang benar. "Jawab, Gis." 

"I-iya." 

"Baiklah. Aku akan memberi kabar yang entah akan membuatmu sedih atau justru bahagia," kata Dirga. Menjeda ucapannya sesaat. Gisela pun menunggu sembari harap-harap cemas. 

Sebelum melanjutkan ucapannya, Dirga terlebih dahulu menghirup napas dalam. "Nona Stevani keguguran." 

1
Endah Lestary
karakter Gisel sangat tidak masuk akal
emma
kenapa Gisel yg meninggal mau nya jeni sama adik nya
M Raihan Afif Siahaan
gisel go*l*k
M Raihan Afif Siahaan
kok jd geregetan yaa thor
bodoh kali nii gisela
Yuli Yanti
ya ampun thor udh lma banget aq ga bca novel mu,maaf bru mamfir lgi
Achmad Yuli
kok critanya wanita bodoh gini sih..
Evy
Gak ada pemeran utama bisa meninggal...waduh..
aneh bin ajaib nih cerita...
Evy
masih ada misteri kayaknya...
Evy
Ternyata cintanya Dirga begitu tulus hingga menembus tulang...
Evy
jangan bilang Gisel Hami karena kejadian malam itu ya...kalo sampai terjadi..ih ... gak banget...
Evy
kenapa harus ada kejadian begitu Thor..
Evy
sudah punya rasa cemburu...tapi sungguh tinggi gengsi untuk bisa mengakui.. yang akhirnya akan jadi gigit jari..
Evy
sudah jadi pelakor...tukang fitnah juga... lengkap sudah...
Evy
waduh...ada ya .. wanita sebodoh itu...
Evy
Balas Budi yang seperti apa?
Evy
kalo suami sudah punya selingkuhan.. jangan ngotot beradu kata ... sudah pasti akan dikasari.. hanya ada dua pilihan.pergi atau bertahan...
Evy
Benar benar tuh...suami gak ada Akhlaq nya...
Juhariah Hariah
biasanya dunia nyata kebanyakan perempuan pinter kok d sini bodoh nya kebangetan ya
Evitha Win's
dasaaar gizela oonn, kayak gak ada pria lain..
Lili Herlina
kasih bintang 2 aja biar next othor bs trima kritikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!