Jia Li seorang gadis cantik yang tidak sengaja menemukan sebuah cincin keramat yang ternyata adalah sebuah cincin dimana sang kaisar hantu tertidur dalam kurun waktu 5000 tahun lamanya dalam segel yang membelenggunya.
Dan sejak dimana Jia Li menemukan cincin itu dan membuka formasi yang melindungi cincin bermata merah itu. Hidup Jia Li seakan berubah, ia tiba-tiba menjadi seorang istri dari kaisar hantu dalam satu malam.
Mampukah Jia Li bertahan dengan hubungannya bersama kaisar hantu? Ikuti kelanjutannya dalam kisah Cincim Keramat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CK. Episode 30, Yi Guan mendekati Jia Li
Pagi harinya setelah sarapan, Jenderal Chang Li mengajak Jia Li ke tempat latihan para prajurit. Ia berencana membuat putrinya menjadi kuat agar para iblis yang menginginkan Jia Li tidak mudah untuk menangkapnya.
Jia Li dan Jenderal Chang Li pergi dengan menggunakan kuda. Sesampainya disana mereka langsung menuju tempat latihan.
"Ayah, kenapa ayah membawa ku kemari?" tanya Jia Li melihat sekeliling, terdapat banyak prajurit berlatih.
"Ayah berencana melatih mu disini agar kamu bisa lebih kuat," ucapnya membuat Jia Li mengangguk mengerti niat baik ayahnya. "Pergilah, gantilah pakaian. Setelah ini kita berlatih bersama," perintahnya dan Jia Li langsung pergi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian prajurit.
Setelah berganti pakaian, Jia Li kini langsung berbaur dengan prajurit lainnya. Berbaris rapi mendengar instruksi ayahnya.
Setelah memberikan instruksi selesai, kini waktu mereka berlatih bertarung sesama prajurit. Jia Li kini berhadapan dengan seorang prajurit yang memiliki kekuatan sama tingkat spiritual level 5. Jia Li memegang pedangnya, siap bertarung.
"Mohon bimbingannya," ucap Jia Li dan di angguki prajurit pria itu.
Mereka berdua pun langsung maju dan menyerang.
Trang.....
Bunyi pedang saling beradu.
Jia Li mengalirkan kekuatannya di pedangnya dan menambah tenaga dalam untuk menahan pedang dan tubuhnya.
Wuuus...
Keduanya saling menghindar, dan setelah itu kembali menyerang mengeluarkan semua kekuatan mereka masing-masing.
Trang....
Trang....
Trang....
Jia Li dan prajurit pria itu terus bertarung dengan di saksikan banyak prajurit yang menonton mereka. Tak hanya prajurit itu saja yang menonton Jia Li, Kaisar Hantu dan Anming juga melihat hal itu. Kaisar Xiao Zhan tersenyum melihat kegigihan Jia Li yang mencoba mengalahkan prajurit yang memiliki tenaga kuat itu.
Hah...Hah...
Nafas Jia Li memburu karena tidak bisa mengalahkan prajurit itu. Padahal sudah jelas kekuatan spiritual sama, namun dalam hal tenaga dalam ternyata Jia Li kalah telak. Mungkin karena Jia Li tidak pernah menguatkan tenaga dalam nya saat berlatih dan ia hanya memfokuskan kekuatan spiritual nya serta latihan pedangnya saja.
Syuut....
Jia Li mengeluarkan kekuatan spiritual apinya sambil melesat, menyerang.
Boom.....
Boom.....
Syuut.....
Duuar.....
Duuar.....
Jia terus menerus menyerang prajurit itu tanpa memberikan celah untuk nya melawan. Ia terus menerus menyerang tanpa henti. Sedangkan pria itu yang melihat tidak ada celah untuk menyerang, mengepalkan tinjunya dan memusatkan kekuatan spiritual nya di kepalan, dan setelah itu meninju udara saat Jia Li ada di depannya.
Wuuus...
Bugh,
Jia Li terjatuh dan terkena pukulan prajurit itu, hingga mengeluarkan darah di sudut bibir nya. Kaisar Hantu yang melihat menatap tajam prajurit itu, geram karena dengan beraninya dia melukai wanitanya. Aura nya yang menguar dari tubuhnya membuat Anming sesak nafas karena tertekan.
"Tuan, kendalikan diri anda," ucap Anming mencoba menahan aura kuat yang keluar dari tubuh tuannya.
Kaisar Xiao Zhan mengepalkan tangan dengan erat. "Beraninya dia melukai permaisuri ku! Sungguh cari mati," marahnya membuat Anming menelan ludah. Bahaya jika tuannya marah, bisa-bisa tempat pelatihan dan prajurit Kekaisaran akan di hancurkan dan di bantai habis oleh kaisar nya.
"Tuan, tolong kendalikan kemarahan anda. Permaisuri saat ini hanya latihan, tidak bertarung sungguhan. Dan saya yakin permaisuri tidak akan apa-apa," jelas Anming namun tidak di pedulikan, masih menatap tajam pria itu.
Melihat Tuannya tidak peduli dengan ucapannya, ia menghela napas dengan kasar. Sudah di pastikan pria yang saat ini berhadapan dengan permaisuri pasti akan mendapatkan sesuatu yang membuatnya tidak berani berlatih lagi dengan permaisurinya itu.
"Terima saja nasib mu pria kurang beruntung," ucapnya dalam hati.
Jia Li yang bertarung akhirnya selesai, dan ia mengalami kekalahan. Jenderal Chang Li yang melihat menghampiri putrinya.
"Bagaimana menurutmu dengan latihan ini?" tanya Jenderal Chang Li mengelus kepala putrinya.
"Jia merasa tidak cukup kuat, karena ternyata Jia sangat jauh dari kekuatan mereka," ucap Jia sedih karena dirinya masihlah sangat lemah.
"Jangan berkecil hati. Jika kamu ingin lebih kuat berusahalah, dan jangan pantang menyerah. Ayah yakin kamu akan menjadi wanita yang kuat nantinya," ucap Jenderal memberi semangat.
Saat mereka mengobrol seseorang datang menghampiri mereka, dia adalah Putra Mahkota Kekaisaran Song, Yi Guan. Jenderal dan Jia Li yang melihat kedatangan nya langsung memberi hormat.
"Salam putra mahkota," sapa nya menundukkan kepala, tanda hormat.
Yi Guan mengangguk, "Apakah saya menganggu waktu anda jenderal, Nona Jia?" tanya Yi Guan dengan menampilkan senyum manisnya.
Jia Li yang melihat senyum itu sama sekali tidak terpesona. Walaupun kenyataannya, putra mahkota tampan dan di sukai banyak wanita di kekaisaran, namun Jia Li sama sekali tidak tertarik. Menurut nya ketampanan Putra mahkota kalah jauh dengan suami hantunya.
"Tidak Putra Mahkota," jawab mereka berdua bersamaan.
Yi Guan mengangguk sambil menatap wajah cantik Jia Li yang sepertinya tidak tertarik sedikit pun dengannya. Yi Guan tersenyum sambil terus menatap. Jenderal Chang Li yang melihat Putra Mahkota diam, dan terus menatap putrinya, berdehem.
"Ehem! Jika boleh tahu, apa yang membuat anda datang kesini, Yang Mulia?" tanya Jenderal Chang Li tahu bahwa Putra Mahkota sepertinya tertarik dengan putrinya.
"Em, hanya ingin melihat-lihat bagaimana para prajurit berlatih," ucapnya beralasan.
Sebenarnya Yi Guan ke sana karena mendengar Jia Li datang ke tempat pelatihan. Ia ingin dekat dengan wanita yang di incar-nya selama ini. Namun karena tidak pernah melihat Jia Li yang berkumpul dengan para gadis dan pemuda bangsawan lainnya membuatnya dirinya susah untuk bertemu dengan Jia Li. Dan jika dia datang ke kediaman jenderal pastinya dia bingung dengan alasan yang di berikan.
Jenderal Chang Li yang mendengar mengangguk mengerti. Setelah itu pamit sebentar karena harus melanjutkan pelatihan. "Yang Mulia maaf jika saya harus meninggalkan anda, karena prajurit harus melanjutkan pelatihannya," izinnya dan di angguki Yi Guan.
"Silahkan Jenderal."
Jenderal mengangguk, "Biar putri hamba yang menemani anda," ucapnya membuat Jia Li menatap ayahnya, apa-apaan pikirnya.
"Baik. Saya merasa terhormat karena bisa di temani oleh Nona Jia," ucapnya tersenyum manis, sangat manis.
Jia hanya diam, dengan wajah datarnya. Sangat malas bersama dengan Putra Mahkota yang menurutnya membosankan.
Jenderal pun pergi meninggalkan mereka berdua. Sedangkan Yi Guan mengajak Jia Li untuk jalan-jalan mengelilingi tempat pelatihan. Kaisar Xiao Zhan yang melihat pria lain yang cukup tampan bersama Jia Li semakin bertambah marah. Belum reda kemarahan nya karena melihat Jia Li terluka, kini berganti ada seorang pria mencoba mendekati permaisuri nya. Dan lebih membuat nya marah, Putra Mahkota selalu memberikan senyum manisnya untuk wanitanya.
.
.
.
Bersambung