“Ck..!! Kenapa aku bisa lupa!!!” rutuknya sambil melempar sembarangan botol air mineral yang dipegannya dan tanpa sengaja botol air mineral itu menganai kepala salah satu cowok yang sedang berkumpul di depan Elisan.
“Mati aku!” gumam Elisa saat pria yang terkena lemparan homerun nya tadi berjalan ke arah nya.
Dan dari muka pria itu sangat jelas kalau dia sangat marah.”Padahal tidak sengaja kan?” batin Elisa.
“Milik mu?” tanya Pria itu sambil mengarahkan botol yang Elisa lempar tadi ke arah Elisa.
“Sepertinya iya.” Aku Elisa mau tidak mau. Mau bohong juga percuma, jelas banyak saksi yang melihatnya.
Pria itu menatap Elisa dengan tatapan geram sambil membuka botol air mineral itu dan dengan tatapan tajam dan penuh kemarahannya dia menuangkan air itu di atas kepala Elisa. “ini baru sepadan.” Ucap nya tersenyum smirk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#30
Melihat reaksi Miranda, Alexandra jadi teringat dengan kejadian yang di maksudkan oleh Miranda itu.
Kejadian saat dia menjebak Zico untuk memenuhi gelora naf su nya tidak bisa dia salurkan lagi karena suami nya yang beberapa bulan itu terus- terusan sakit.
FLASH BACK ON..
"Elisa?" Panggil Zico saat dia membuka pintu kamar tamu yang menurut pelayan rumah itu Elisa ingin bicara dengan Zico berdua saja di kamar itu.
"AAh..Uhmm..." Terdengar de sah seorang wanita yang membuat jakun Zico auto turun naik.
"Apa yang sedang Elisa lakukan? Dia terlihat aneh...Jangan-jangan ada yang salah pada Elisa." Seru Zico yang langsung berlari menuju wanita yang sedang bergerak-gerak e rotis di tepi tempat tidur, tanpa bu sana.
"Elisa??" Panggil Zico, sambil membalik tu buh itu.
Namun alangkah terkejutnya Zico ternyata wanita yang dikira adalah Elisa adalah tante nya sendiri, Alexandra Meyer.
"Tante Sandra?" Serunya dengan mata membola sebab saat ini dia sedang melihat tante nya sendiri dalam keadaan se vul gar ini.
"Tente kenapa?" tanya Zico dengan jakun yang naik turun sebab saat ini Tante Sandra benar-benar polos di hadapannya.
"Aaah..Zico. Aku uhmm... aku merasa kepanasan." Ujar Alexandra sambil mengalungkan tangannya di leher Zico.
"Sh*iit! Kenapa tante sandra jadi begini??!! Seru Zico, berusaha melepaskan kalungan tangan Tante Sandra di lehernya.
"Tante Sandra, sadar! Ada yang salah dari diri mu! Kau habis minum apa tante??!" Tanya Zico panik sambil bertahan melawan hawa naf su yang mulai menguasai pikirannya saat melihat tubuh mu lus dan putih milik Tante Sandra.
"Zico.. aku kepanasan! Tolong aku..." Ucapnya dengan wajah yang memelas, dengan da da yang naik turun, membuat gunung kem bar yang terpampang jelas di depan Zico itu pun ikut naik turun.
"Gleek..." Zico menelan salivanya menahan naf su yang mulai memenuhi ubun-ubunnya.
"Dia ini Tante Sandra, Zico!! Tante mu!! Sepupu ibu mu! Ibu tiri nya pacar mu, Elisa!! apa kau ingin bercin ta dengannya juga?!!" Zico mengingatkan diri nya berkali-kali. Jangan sampai Zico menyesali nanti apa yang terjadi.
"Panas!" Ucap Alexandra, sambil merangkak mendekati Zico yang sedang duduk di atas tempat tidur.
"Please! touching me, Zico!! Touching me!! Please!" Ra cau Alexandra semakin menggoda di mata Zico.
Alexandra mengambil tangan Zico dan meletakkan tangan itu di salah satu gunung kem barnya, kemudian menuntun tangan Zico agar merem mas miliknya.
"Yahh.. uhmmm.. I like it." Ra caunya lagi dengan tampang yang terlihat sangat menikmati rem masan tangan Zico.
Zico terdiam mematung, membiarkan tante Sandra mengarahkan tangan Zico sesuai dengan keinginan dari tante Sandra.
Jujur saja, Zico bingung saat ini harus berbuat apa.
Harus kah Zco membiarkan dirinya atau haruskah dia pergi meninggalkan kamar itu, yaa... namun sayang saja jika dibiarkan begitu saja.
Apalagi selama ini Zico memang sering mencuri lihat kemolekan tu buh sang tante yang kerap tidak memakai B-ra jika beraktifitas di dalam rumah.
Terkadang jika pikiran kotor Zico datang, Zico bahkan pernah membayangkan bercin ta dengan Tante nya itu.
Pikiran kotor itu terkadang sering menyusup di sela-sela otak Zico jika dia tanpa sengaja melihat pa ha mulus Tante nya ketika mereka sedang berdua saja di rumah itu.
"COme on, Zico! Touch me! TOuch me...!" mohon Alexandra sambil menggigit bibir bawahnya sehingga terlihat sangat e rotis di mata Zico.