NovelToon NovelToon
Not Your Juliet (Bukan Julietmu)

Not Your Juliet (Bukan Julietmu)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Rumah Tangga-Anak Genius / Bayi imut / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:63.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Meilina

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Husband Is My Secret Lover (Ketika dendam dan cinta tumbuh secara bersamaan)

Cuplikan bab

Lima tahun berlalu, Janetha kembali ke Indonesia dengan membawa seorang anak lelaki berusia lima tahun.

“Janeth, siapa anak ini?” tanya Shian yang tak sengaja bertemu dengan gadis yang sangat dicintainya itu. Beberapa tahun ini pemuda yang telah tumbuh menjadi pria dewasa itu terus mencari keberadaan Janetha Anjani tetapi ia selalu gagal.

Janeth terlihat begitu terkejut saat wajah yang sangat ia benci itu tiba-tiba berada di hadapannya. Perasaan yang telah lama ia pendam dalam lima tahun belakangan ini terpaksa harus muncul kembali.

“Dia anakku! Jangan menyentuhnya!” gertak Janeth. Shian gemetar hebat saat mendapati gadis itu begitu terlihat marah, namun mata pria itu tak dapat terlepas dari wajah balita yang begitu mirip dengannya tersebut.

Siapakah anak tampan itu? Apakah ia memiliki hubungan dengan Shian?

Happy Reading ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Meilina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Saja

Tiba di mansion.

“Mama!” teriak Shian memanggil ibunya, dengan tangan yang menggandeng sang kekasih. Janeth yang masih dengan sisa-sisa air mata mengikuti Shian, sejenak pria itu melirik wajahmya, ada rasa kasihan di hatinya tetapi tertutupi dengan rasa gemas yang meresahkan.

Jika tidak ingat, kau sedang berkabung aku sudah meluma* bibirmu itu sejak tadi Janeth, batin Shian.

“Janeth, hapus air matamu,” ucap Shian sambil mengusap pipi Janeth yang masih lembab.

“Aku sudah tidak menangis, Shian.”

“Ini masih!” Shian merih tissue dan kembali mengeringkan wajah cantik gadis itu.

“Shian, hentikan!” Janeth mulai risih dan menepis tangan pria itu.

“Janeth, jangan sampai mama mengira aku telah melakukan sesuatu padamu, ayo cepat bersihkan wajahmu!” perintah Shian.

“Iya!” jawab Janeth dengan kesal lalu meraih tissue tersebut.

Kemudian terdengar suara deru langkah Ana menuruni Ana tangga, sedangkan Yoshi berjalan di belakangnya sambil menggendong anak bungsu mereka.

Keduanya masih saja terlihat mesra meski tak lagi muda.

“Eh ada Janeth ya, Mama pikir kalian masuk kerja hari ini?” sapa Ana menghampiri kedua orang tersebut.

“Hari ini Shian libur Ma, Janeth juga.” Shian menjelaskan.

“Oh, ada apa Nak?” tanya Ana heran, lalu memperhatikan wajah Janeth yang masih sembab.

“Hey, apa Janeth menangis?” Ana menyentuh wajah gadis itu, mencoba mencari sesuatu, lalu matanya beralih menatap Shian.

“Kau apakan Janeth, Shian?” tuduh Ana. Shian hanya memutar mata malas, sudah menduga ini yang akan terjadi padanya, tuduhan tanpa bukti.

“Apakan bagaimana Ma?”

“Biasanya kaulah yang selalu membuat Janeth kesusahan kan!” tebak Ana.

“Ibu Ana, Shian tidak melakukan apapun,” ucap gadis dengan balutan dress casual itu.

Shian mencebikkan bibirnya ke arah sang Ibu.

“Lalu kenapa kau menagis, Sayang?” Ana menatap wajah gadis itu kemudian memeluknya.

Mereka pun duduk berdua sementara Shian dan Yoshi membawa Bungsu ke luar mansion.

“Ibu Ana, terimakasih sudah sngat baik pada Janeth, bahkan sejak pertama kali kita bertemu,”

"Janeth sangat—“ gadis itu ingin terus mengatakan sesuatu pada Ana, tetapi Ana tau jika ada hal penting yang sedang ditahan oleh calon menantunya itu.

“Nak, bukankah ibu sudah mengatakan jika kau bukan hanya menantuku? Aku bahkan telah menganggapmu sebagai anakku sendiri. Katakan apa yang terjadi?” Ana membelai rambut Janeth.

Ana tau, Janeth adalah gadis yang kuat dan dia tak akan pernah menangisi sesuatu yang tidak benar-benar menyakitkan, jika ia sampai menangis maka sesuatu itu berarti sudah sangat keterlaluan dalam menyakiti.

Tetapi, sesungguhnya kehidupan telah banyak mengajarinya cara bertahan hidup.

“Ibu..” suara Janeth bergetar, seperti mengandung luka.

“Ibu, apa menurut Ibu Ana, Janeth tidak cukup pantas untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu?” tanya Janeth dengan mata berkaca, Ana pun mendekap tubuhnya, lalu merangkup wajah gadis itu.

“Nak, apa yang kau katakan? Siapa yang berkata demikian?” Janeth menggeleng, kemudian menitikkan air mata lagi.

“Apa Pak Ardi berkata sesuatu?”

“Bukan Ayah Bu, tetapi Ibu Janeth.” Janeth menatap mata Ana, begitu pun dengan wanita itu, ia belum begitu mengerti dengan sesuatu yang sedang terjadi.

“Maksudmu Celine?”

“Iya Bu,” ucap Janeth mengangguk. Ana tersentak.

“Apa dia sudah datang, Nak? Ibu sangat ingin bertemu dengannya?” Ana begitu antusias, pikiran negatif yang mengganggunya beberapa hari ini telah dibuangnya jauh-jauh.

“Belum Bu, Ibu tidak jadi datang, karena—“

“Karena apa Nak?”

“Karena larangan dari kekasihnya di sana.” Janeth tertunduk, sekali lagi dia telah membukan aib keluarganya ke pada orang lain.

“Jadi, ibumu mempunyai kekasih?” Ana terkejut. Lagi-lagi aneth hanya mengangguk.

“Tapi, bukankah kedua orang tuamu belum bercerai Nak?”

“Belum Bu, itulah yang Janeth sedang pikirkan, bisa-bisanya ibu mengungkapkan semuanya di depan Janeth, setidaknya ia bisa menutupi keburukannya dengan mengatakan alasan lain dalam ketidakdatangannya.

Bukan malah mengungkapkan kebusukan seperti ini, huhu.” Janeth menangis, membuat Ana kebingungan.

“Setidaknya Janeth ingin pertemuan pertama kami menjadi pertemuan yang berkesan, Janeth ingin melihat sosok terbaik dalam dirinya, bukan sosok yang seperti in."

"Janeth ingin ibu yang baik meskipun itu hanyalah sebuah acting. Jika memang kejujuran terlalu menyakitkan, kebohongan pun tak apa dilakukan.”

“Nak, dengarkan Ibu, apa yang baru saja kau alami itu, bukan tanpa sebab, hal itu merupakan pelajaran untukmu, tidak ada seorang ibu yang tidak menyayanginya di dunia ini. Ingatlah itu tidak pernah ada Nak,” ucap Ana, menenangkan Janeth.

Janeth masih tak mampu berkata, meskipun perkataan Ana belum sepenuhnya diterimanya, namun berada dipelukan wanita itu, merupakan ketenangan yang tak dapat terelakkan

“Sudah, jangan dipikirkan lagi ya?” Janeth mengangguk dan ponselnya pun berbunyi.

“Nak, ponselmu berbunyi, sepertinya ada yang menelepon,” Ana melepaskan pelukannya. Janeth pun menerima panggilan tersebut.

“I-ibu, untuk apa Ibu menelepon lagi?” tanya Janeth, mengetahui jika Celine yang sedang menghubunginya lagi.

“Maafkan Ibu Jani,” ucap Celine, di sampingnya sedang berdiri seorang pria bule, kekasihnya. Selama ini mereka sudah lama tinggal bersama tanpa sebuah ikatan.

“Bisakah kita melakukan video call?”

“Tidak Bu, Jani sedang sibuk,” ucap gadis itu.

“Lagi pula bukankah Ibu juga sedang sibuk berselingkuh?” Janeth mulai kehilangan control. Ana mengelus pundaknya, samar-samar ia pun bisa mendengar suara Celine, sebab posisinya begitu dekat dengan Janeth.

“Janeth sayang, bicaralah dengan benar, bagaimana pun dia juga Ibumu,” bisik Ana belum tau siapa Ibu Janeth yang sebenarnya.

“Tidak Bu,” Janeth menggeleng.

“Jani, siapa yang sedang bersamamu?” tanya Celine penasaran, ia seperti pernah mendengar suara itu begitu pun dengan Ana yang menganggap jika suara Ibu Janeth itu begitu tidak asing.

Tanpa melanjutkan perbincangannya, Janeth memutuskan panggilan telepon itu, hatinya masih butuh penyembuhan, jika dipaksakan maka hanya kemarahan saja yang keluar.

Shian dan Yoshi kembali masuk ke mansion, dengan Si Bungsu yang kelaparan minta susu.

Pipi gembulnya begitu menggemaskan, membuat Janeth yang tadinya tidak bersemangat seperti mendapat booster.

“Hai, Bungsu. Apa kau merindukanku?” goda Janeth sambil meraih batita itu dari tangan ayahnya.

Ana sangat bahagia melihat kedekatan anak terakhrinya dengan Janeth, gadis itu bahkan sangat ahli dalam mengurus bayi.

Entah arwah nanny mana yang merasuki Janeth, ia begitu bisa mengurus bayi sebesar Shian dan bayi sekecil Bungsu dengan sangat baik.

“Mama, bukankah kita akan pergi ke kampus Gweneth hari ini?” ajak Yoshi mengingatkan sang istri.

“Ah iya Pa!” Ana melupakan hal penting itu.

“Emm, Shian Janeth. Mama titip Bungsu ya, ada yang harus kami urus di sekolah Gwen,”

“Oh iya Ma,” Shian mengangguk.

“Nak, apa kau sudah jauh lebih baik?” tanya Ana pada Janeth.

“Sudah ibu Ana,” senyuman tersunggih di bibir Janeth.

Yoshi dan Ana pun pergi, dan kini hanya ada Janeth dan Shian yang tertinggal, tentu saja dengan si Bungsu yang menggemaskan.

“Kukira akan terjadi keromantisan hari ini, tetapi nyatanya si gendut ini tertinggal di rumah, hmmm,” keluh Shian.

“Apa maksudmu Shian?”

"Apa kau pikir mengurus Bungsu tanpa mama itu mudah?"

"Mudah saja! yang susah itu mengurusmu!" bantah Janeth.

"Janeth, bagaimana kalu kita ajak Bungsu jalan-jalan?"

"Tidak ah, nanti Ibu Ana mencari." Janeth menggendong tubuh adik Shian itu menuju kamar.

"Shian, bisa minta tolong?" tanya Janet, menaikki anak tangga.

"Apa?"

"Buatkan susu untuk Bungsu, bisa?"

"Bisa dong," balas Shian lalu pergi ke dapur, ia pun meracik susu formula untuk sang adik, tetapi saat dia sedang menuangkan air, tanpa sengaja, air panas itu tumpah dan mengenai celananya hingga tembus ke dalam.

"Auhh!!"

"Panas!"

"Janeth, tolong! Masa depan kita terancam!" Shian mengipas-ngipaskan tangannya, mencoba mendinginkan asetnya yang kepanasan.

1
Santai Dyah
rinduku untuk mu thor
hah
busset emaknya hamil ku kira tinggal🗿
hah: *tunggal
total 1 replies
Santai Dyah
thor.. apa kbrnya
Santai Dyah
ade kpn bikin krya lg
Santai Dyah
Thor kangen nih otor cntiknya mna
Santai Dyah: hai baik gmn kbr ade 🥰🥰
total 2 replies
Santai Dyah
Thor
Santai Dyah: ada peraturan baru ayo nulis sini ade reader tersetiaku kn hihihi
total 3 replies
auliasiamatir
sian....😡😡😡😡😡😡
auliasiamatir
ya Tuhan.... Sian.. kau membuat ku ngakak...

Janet dan shian belum sadar kalau mereka sama sama memiliki perasaan
auliasiamatir
ketahuan gak yah..
auliasiamatir
ciee kek Cinderella yah 🥰
auliasiamatir
kkkk masih belum sadar dia
RahaYulia
yg egois itu c Ardi
RahaYulia
lah trs siapa yg ngasih ijin tindakan SC sedangkan suaminya aja g tau
Lee
Lanjut extra part kak...jngan buru² tamat dong....
Lady Meilina (Meilina07.): halo kak mf bru bls, lg males nih hehe
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Mengapa tidak Up Thor,,,??????
Tyara Lantobelo Simal: Oh ya apakah masih dengan nama pena yang sama say?
total 2 replies
Rahma AR
😍😍
Maya●●●
halo kak salam kenal.
aku mampir nih.
mampir juga di karyaku ya😊😊
Santai Dyah
dapat bogem dari calon mertua
Santai Dyah
Janet pergi lagi
Tyara Lantobelo Simal
Tuh kan kelihatan si Shian bakal ada gempa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!