NovelToon NovelToon
BUNGA TANPA MAHKOTA

BUNGA TANPA MAHKOTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Pengganti
Popularitas:59.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Di malam kelulusan sekolahnya, Yaressa mendapat perlakuan buruk dari Arsaka -kekasihnya- yang mabuk. Kesuciannya direnggut paksa, menjadikannya seorang korban pemerk*sa'an.

Namun Arsaka tak bersedia bertanggung jawab dengan menikahi Yaressa, ia justru pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

Dan Bara, kakak Arsaka, terpaksa menikahi Yaressa, kekasih sekaligus korban pemerkosaan adiknya, menggantikan Arsaka yang telah pergi, sedangkan Bara sendiri memiliki Kanaya, wanita yang ia cintai jauh di kota lain sana.

Kisah yang rumit, tentang perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, akan melengkapi cerita cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Mereka sampai di penginapan saat sore menyapa senja, Yaressa mengamati sekitaran lingkungan rumah yang terdiri dari beberapa kamar berderet seperti sebuah kos-kosan. Namun entah karena cat yang sudah usah atau karena sangat sepi nuansa terasa sedikit menyeramkan.

Ada taman bunga yang meski tak luas nampak sangat cantik karena terawat, dengan tanah berumput hias.

Senyum Yaressa mengembang kala ia melihat ada bunga sukulen echeveria, karena ia tak membawa milik ibunya, Bara yang melarangnya dan Yaressa mematuhinya, meninggalkan bunga mamahnya di atas nakas kamar.

Yaressa berjongkok di depan bunga itu.

"Kemana pun Yaressa pergi, Mamah selalu ada menemani Yaressa, kan?" gumam Yaressa pelan dengan seutas senyuman.

Sebuah bayangan menutup tubuh Yaressa, dia lekas mendongak menoleh ke belakang, Bara sudah berdiri di belakangnya. Melihat kurang suka ke arah bunga kecil di hadapan Yaressa yang tengah berjongkok.

"Ayo masuk!"

Yaressa mengangguk dan lekas berdiri atas perintah yang Bara berikan, melirik sesaat pada bunga sukulen echeveria yang harus ia tinggalkan, masuk ke dalam kamar.

Fiki, dan pasukan Alpha yang lain sudah memasuki kamar masing-masing, satu kamar dihuni 3 orang, mereka memesan 3 kamar.

"Kita akan satu kamar?" tanya Yaressa polos saat Bara membuka pintu.

"Kalau kamu mau tidur sendiri, aku bisa pesan kamar lagi," jawab Bara sambil membuka pintu.

"Angker nggak, ya? Tempatnya?" Yaressa melihat seksama tiap pintu kamar, di dekat taman kecil ada pohon mangga yang sangat besar, nampak rimbun, dan terlihat seram menjelang senja seperti saat ini.

Tersungging senyum sinis di ujung sudut bibir Bara, ia melepas sepatu lalu masuk.

"Kak Bara!" teriak Yaressa ikut melepas sepatu cepat kemudian melesat masuk, ngeri-ngeri sedap rasanya berada di tempat asing dan nampak seram.

'Brak.'

"Nggak jadi pesan kamar lagi?" goda Bara yang menaruh ransel di dekat jendela.

"Lain kali, jangan di sini," balas Yaressa merengut, ia pun melepas tas ranselnya, duduk di tepian ranjang.

Kamar dalam penginapan ini hanya terdapat satu ranjang, satu lemari baju, satu meja tanpa kursi, dan sebuah kamar mandi. Cukup sederhana.

"Kau atau aku yang mandi dulu?" Bara bertanya, jangan sampai ia sudah sampai di pintu kamar mandi, Yaressa kembali menariknya keluar.

"Kakak saja, Yaressa mau rebahan dulu, perjalanannya lama banget, kaki Yaressa sampai kaku, pinggul Yaressa juga pegal." oceh Yaressa merebahkan diri di atas ranjang dengan kedua kaki yang masih menjuntai di lantai.

Bara mengangkat kedua alis sesaat, ia lantas mengambil handuk bersih dari dalam lemari, masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Yaressa yang malah sibuk bermain ponsel.

***

Makan malam bersama, di trotoar jalan yang hanya beralaskan tikar, salah satu titik spot yang menjadi tempat mangkal beberapa pedagang kaki lima, seperti penjual nasi goreng, roti bakar, martabak, Kentucky dan jajanan lainnya. Bakso juga ada. Cukup ramai.

"Aku belum pernah makan di tempat seperti ini," ujar Yaressa membuka obrolan, sepiring nasi goreng yang masih mengepulkan asap panas tersaji di hadapannya.

"Bagaimana? Kau suka?" tanya Fiki yang kemudian memasukkan bakso berukuran cukup besar ke dalam mulutnya.

"Sangat," jawab Yaressa ceria, dia memang merasa sangat senang, bisa mencoba hal baru yang belum pernah ia lakukan.

Yaressa mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kemeja putih yang kini ia kenakan, menggambil gambar, makanan dan kebersamaan mereka, lalu merekam video durasi pendek karena ia juga harus segera menyantap makanannya.

"Hai,,,, Gatot kaca, Kakaknya Yaressa," Fiki say hai di depan kamera yang Yaressa ambil dari kamera depan, sambil melambaikan kedua tangan.

"Kak Semar, Kak Wiro?" Yaressa memanggil Semar dan Wiro Sableng bergantian untuk say hai ke arah kameranya, dan mereka melakukannya dengan mengulas senyum manis.

"Kak Bara!" seru Yaressa berganti mengarahkan kamera ke arah Bara. Namun respon yang Bara berikan berbeda, ia mengulurkan tangan menutup kamera ponsel Yaressa dengan telapak tangannya, dan Yaressa hanya bisa mengerucutkan bibir sebal.

Yaressa mengakhiri record video, memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku kemeja, dan dia menyantap nasi gorengnya yang sudah mulai dingin.

"Yaressa, kau tinggal di asrama kampus, kan?" tanya Fiki.

"Iya, Kak."

"Gimana rasanya? Maksud Kak Fiki, apa kamu senang?"

Yaressa berhenti mengecap, meneguk teh hangat dan nampak berpikir.

"Banyak orang, seperti di pasar," jawab Yaressa mengangkat kembali piringnya.

"Ramai dong!" sahut Wiro Sableng.

"Ehm,,,, tidak juga, Yaressa selalu sendiri, tidak ada teman, Yaressa melakukan apapun selalu seorang diri, makan, tidur, berangkat kuliah, tidak pernah ada yang mengajak Yaressa bicara, Yaressa merasa sepi di tengah keramaian."

"Kenapa?" Semar tak dapat menahan diri untuk tidak bertanya. Tapi bukan hanya dia yang penasaran menunggu jawaban Yaressa, Fiki, Wiro dan Bara juga menunggu jawaban gadis itu.

"Karena Yaressa hanya berteman dengan buku dan laptop, mereka bilang Yaressa nggak asik, nggak bisa diajak nongkrong dan kumpul temen cowok." Yaressa tersenyum getir saat mengatakannya. Suasana terasa kurang nyaman tiba-tiba.

"Tapi ada satu teman yang selalu menemani Yaressa, sayangnya dia anak laki-laki, jadi hanya bisa bertemu saat di kampus, beda kelas dan fakultas pula, jadi kami jarang sekali bertemunya." lanjut Yaressa mencoba mencairkan suasana.

"Hah, lupakan tentang pelajaran dan cita-cita, saat ini kau tengah liburan bersama kami, jadi nikmati kesenangan ini," beo Semar dengan semangat 45.

"He em!" Yaressa pun mengangguk antusias memberi tanggapan.

"Kak, boleh Yaressa tanya?"

"Apa?" Fiki, Semar, dan Wiro Sableng menjawab bersamaan. Yaressa cengir kuda. Sedang Bara entah mengapa merasa kesal, semenjak ada Yaressa, mereka selalu mengajak ngobrol istri mungilnya dan tak pernah lagi menghiraukan dirinya.

"Ada beberapa pertanyaan sih,,,," Yaressa menatap Fiki, Semar dan Wiro Sableng bergantian.

"Yang pertama, aku belum tahu siapa nama kak Semar dan Kak Wiro sebenarnya, so, siapa nama kalian?"

Suasana hening. Semar dan Wiro Sableng mengerjap beberapa kali.

"Satria," Semar mengulurkan tangan pertama, Yaressa menyambutnya dengan terus tersenyum.

"Wira," Yaressa berpindah menjabat tangan Wiro Sableng yang ternyata bernama Wira.

"Oke, itu pertanyaan pertama, sudah terjawab, pertanyaan kedua?" tanya Satria.

"Kak Fiki sudah menikah? Sudah punya anak berapa?"

'Bruuhhh!' Fiki menyemburkan nasi goreng yang ada di dalam mulutnya.

Skip.

***

Yaressa memakai krim wajah yang jarang ia gunakan saat mau tidur, duduk di tepi ranjang sisi kiri. Tiba-tiba Bara yang keluar dari kamar mandi duduk di tepi ranjang sebelah kanan dan dia merebahkan diri.

"Kak Bara!" teriak Yaressa.

"Apa?"

"Kak Bara akan tidur di atas kasur?"

"Lah terus Kak Bara harus tidur di mana? Di lantai?"

"Kalau Kak Bara yang tidur di atas kasur, apa Yaressa yang harus tidur di lantai? Kak Bara tega banget."

"Ya kamu juga tega banget kalau minta Kak Bara tidur di lantai."

Entah mengapa Bara merasa kesal dengan Yaressa, benarkah karena rebutan tempat tidur? Atau karena hal lain.

"Ih, Kak Bara tega."

Yaressa mengemas kembali krim dan dompet kaca ke dalam tas ransel, ia mengambil satu bantal bersiap tidur di lantai. Namun dengan cepat Bara menghentikan aksinya. Bara meraih bantal Yaressa.

Yaressa menatap tajam tangan kekar Bara yang menghalanginya.

"Tidur di atas ranjang, nggak ada bantahan, ini perintah."

"Kak Bara mau ngapain? Jangan macem-macem ya!"

"Kamu pikir aku mau ngapain? Otak kamu sepertinya butuh dibenerin, geser kiri dikit kayaknya,"

"Iiisshh,,,," Yaressa menepis tangan Bara, menyentak bantal itu agar terlepas dan dia tetap kekeuh akan tidur di lantai.

"Aku nggak mau kamu sakit," ucap Bara saat Yaressa hendak menaruh bantal di lantai.

"Kalau kamu sakit siapa nanti yang repot? Belum lagi Ayah sama ibu pasti marahin aku, acara liburan kita juga masih lama, kalau kamu sakit, yang ada kami semua repot ngurus kamu dan nggak jadi liburan,"

Yaressa terpaku, Bara tak ingin dirinya sakit bukan karena perhatian, tapi karena tak ingin direpotkan, dada Yaressa kembali terasa sesak.

"Buruan balik, tidur di atas kasur, berhenti membuat drama." Bara merebahkan tubuhnya, menyilangkan kaki panjangnya yang berselonjor sambil memainkan ponsel.

Dan Yaressa terpaksa berbalik, kembali naik ke sisi kiri ranjang.

"Awas ya, kak Bara jangan macem-macem," peringat Yaressa.

"Nggak usah kege-eran, kamu lupa Kak Bara udah punya Kanaya? Dia lebih cantik, lebih seksi, lebih pintar dan lebih lebih lebih lebih segalanya dari kamu yang cuma gadis bau kencur, jadi kamu nggak usah kepedean."

Kanaya, benar apa kata Bara, dirinya tak bisa dibandingkan dengan Dokter muda yang sangat cantik itu. Kanaya.

Yaressa terdiam, tak lagi mengeluarkan sepatah keluhan pun. Menaruh bantal lalu menarik selimut berbaring miring membelakangi Bara.

Sadar atau tidak, kata-kata Bara barusan telah menggores batin Yaressa, apalagi mengingat dirinya adalah bunga tak bermahkota.

Bara melirik Yaressa di sebelahnya, selimut tebal menggulung hampir seluruh tubuhnya, menyisakan rambut lurus panjang yang berwarna hitam.

Ada rasa bersalah saat dia membandingkan Yaressa dengan Kanaya, yah, meski apa yang ia katakan barusan mungkin ada benarnya, tapi tetap saja itu jahat, Yaressa dan Kanaya memiliki kecantikannya masing-masing, dan karakter masing-masing.

Tapi entahlah, Bara mendadak merasa kesal dengan Yaressa.

"Kau,,,, sudah tidur?" Bara bertanya dan tak ada jawaban, Yaressa masih meringkuk membelakanginya dalam diam. Meski ia masih terjaga sepenuhnya.

"Dengar, aku tahu kau belum tidur, berapa kali kau pura-pura tidur saat aku mengajakmu bicara, tapi aku tahu kau belum tidur."

Yaressa masih diam mendengarkan.

"Kuperhatikan kau begitu akrab dengan Fiki, Satria dan Wira, kusarankan jangan terlalu dekat dengan mereka, mereka itu buaya, di satu tempat memilki satu wanita, di tempat lain memiliki wanita lain, dan jangan tebar pesona, karena kau bukan selera mereka,"

Tangan Yaressa mengepal mencengkeram baju tidurnya, menahan kesal dan sakit hati atas ucapan Bara.

"Aku bukan ingin mengatur, tapi aku hanya ingin mengingatkan bahwa,"

"Selamat malam!" pungkas Yaressa ketus menarik selimut menutup hingga ke atas kepala.

Andai Yaressa bisa mengatakan, 'Apa bedanya Kak Bara dengan mereka, di sini Kak Bara bersama Yaressa, tapi Kak Bara juga memiliki Kanaya di tempat lain.'

***

1
Nona Aan Chayank
sedih banget jadi Yaressa. 😥
Semoga author cepat nulis lagi dn buat Bara menyesali sikap dn kata2nya pada Yaressa
Teguh Sayangnya
lanjut
Atik Nurdiana
ayo dong kak up lagi,,jgn lama"
Sue ciutt..
Bila sambungan ceritanya...
Frida Fairull Azmii
semoga author nya dalam keadaan sehat dan karena Lg sibuk yaa...
jgn karena apa"..khawatir jg karena gda kabar Lg dri novel nya
Erlin Novianti Ahmad
3bln..nggk up.. up... digantung trs.. smoga authornya sehat selalu jd bsa berkarya lagi... aamiin...
andima
apa thor nya sakit yaa
atau gmna, gaa ada kejelasan novel ini
padahal udah ditunggu tiap hari kelanjutan nya
klo thor nya sakit, semoga lekas sehat yaa thor, qta semua menunggu karya mu
semangat 💪💪💪
andima: iyaa
kan kesel yaaa , udah terlanjur gini
setengah jalan
paling ngga kasih lha pnjelasan ke qta2
total 2 replies
Ridha Anugrah
Ayo dong Thor up lagi ceritanya😭😭😭😭😭😭
Erlin Novianti Ahmad
up.. up. up.. sdh 2bln nih..
Erlin Novianti Ahmad
up.. up. up.. sdh 2bln night..
Ridha Anugrah
ayo dong lanjut lagi Thor lagi seru-serunya nihh
Mohammad Badrul
baik
Mohammad Badrul
lanjutan
Mohammad Badrul
lanjutan donk
Emelia Franciska Silalahi
aduhhhh.....digantung
Nona Aan Chayank
kenapa gk dilanjutkan up ya??
padahal ceritanya sangat bagus,,,
konflik nya lain daripada yang lain,,,
Emelia Franciska Silalahi
yachh...digantung..
Emelia Franciska Silalahi
lama menunggu tak kunjung up..
Emelia Franciska Silalahi
udah ga up lg yach thor
Emelia Franciska Silalahi
belom up ya thor...ceritanya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!