Ziana menikah di usia muda karena tragedi di malam perpisahan SMA. Masa depannya hancur dan Neneknya mulai membencinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lisa ketahuan
Setelah Rendi pergi, Mama Anita menyusuri ruangan yang sempit dengan kaki yang sedikit di tahan karena sakit.
Ada rasa geram di hatinya, Ia terus berucap tak menentu dengan ribuan kutukan yang di lontarkan kepada cucu dan anaknya.
"Aku harap kalian semua menderita, apalagi dengan si mayat hidup itu. Semoga dia cepet mati agar Marcell kembali sadar bahwa akulah yang selalu ada di sampingnya." Gerutunya sambil mengambil buah-buahan di dalam kulkas.
Tak ada rasa penasaran di hati Mama Anita, melihat kulkas yang sudah terisi penuh dengan makanan dan sirup yang enak.
Setelah puas dengan makanannya, Ia berbaring di kasur yang berukuran kecil dan jauh dari kata nyaman. Ia menghela nafas panjang dengan hati yang kesal dan geram.
...
Di tempat lain...
Lisa terlihat sedang bermain seperti biasa dengan Om Bram yang selalu membuatnya bahagia dengan uang yang di berikan.
Om Bram mencium bibir Lisa dengan penuh nafsu, tapi tindakan terhenti saat seorang wanita datang menghampiri dengan raut wajah penuh dengan amarah.
"Brengsek...! Ternyata kau tak berubah, aku bekerja seharian dan kau dengan mudahnya menghabiskan uang itu wanita centil ini." Teriaknya sambil menunjukkan jarinya ke arah Lisa.
Wajah Om Bram seketika berubah, yang tadinya berwajah geram sekarang nyalinya menciut saat melihat wajah istrinya. Ia tersungkur ke lantai dan memohon ampun.
"Sayang, semua ini tidak seperti yang kamu lihat. Wanita itu yang terus menggodaku, padahal aku terus menolaknya." Tuturnya yang terlihat panik.
Wanita itu langsung menatap Lisa dan menamparnya, tak lupa ia menarik rambut Lisa ke belakang.
"Hey, kau menyia-nyiakan masa muda mu hanya untuk menggoda suami orang. Ingatlah, kau juga seorang wanita seharusnya kau bisa merasakan betapa sakitnya hatiku." Bentaknya dengan keras.
Lisa terlihat tak berdaya, Ia menangis tersedu-sedu dan mencoba membela dirinya.
"Tante, semua yang dikatakan om Bram bohong! Dia yang menggodaku sampai, dia juga memperkosaku." Lirihnya dengan sedih.
Wanita itu nampak menatap sang suami, Ia sadar jika ini bukan kali pertama sang suami bermain dengan wanita lain di luar sana. Akhirnya wanita itu percaya dan melepaskan tangannya dari rambut Lisa.
"Baiklah, untuk kali ini aku mempercayaimu! Tapi jika aku melihatmu bersamanya lagi, aku tidak akan melepaskan wanita murahan seperti dirimu." Jawabnya sambil mendorong tubuh Lisa.
Lisa pun terjatuh, Ia segera bangkit dan lari sambil membawa tasnya.
"Wanita gila, lelaki seperti itu saja di pertahankan. Aku tak sudi bersamanya, jika bukan karena uang." Gerutunya dengan jalan sempoyongan.
Lisa berjalan tanpa memperhatikan jalan dan disaat itu pun mobil hendak menabrak tubuh mungilnya dan untuk saja pengendara tersebut menginjak rem dengan cepat.
"Brengsek, siapa wanita itu!" Teriaknya kesal.
Lelaki itu keluar dan membantu Lisa untuk bangkit. Lisa menatap lelaki itu dan langsung memeluknya.
"Rendi, aku sangat merindukanmu...!" Tuturnya sambil memeluk tubuh Rendi dengan erat.
Rendi dengan sigap langsung mendorong tubuh tubuh Lisa dan membuatnya tersungkur ke dalam kobangan air.
"Lisa, apa-apaan kamu!" Teriaknya kesal.
Lisa memonyongkan bibirnya dan mencoba bangkit. "Ren, kenapa kamu mau menikahi wanita kotor seperti Ziana? Dia tak pantas bersanding denganmu!" Tuturnya mencoba bangkit.
Rendi menyunggingkan senyumnya. "Aku lebih memilih Ziana dari pada dirimu! Meskipun Ia sekarang hamil, tapi aku tahu semua ini adalah rencana mu."
Prokk...Prokk...
Lisa bertepuk tangan dan tersenyum. "Kau benar sekali ren, aku sangat membenci Ziana! Dia selalu lebih bahagia daripada diriku, nasibnya selalu baik. Lain dengan diriku, yang hanya hidup dengan orang tua gagal. Ibuku lumpuh dan papa ku tak berguna." Ucapnya yang sedang dalam pengaruh alkohol.
Rendi menggelengkan kepalanya dan memilih untuk pergi. Ia tak ingin meladeni wanita gila seperti Lisa.
"Dia benar-benar tak pantas mendapatkan kebaikan dari Ziana. Aku akan membongkar kedoknya di hadapan Ziana, meskipun aku tahu Ziana pasti akan sulit mempercayainya." Batinnya sambil melajukan mobil.
ini yang membuat ziana beruntung dapat Rendy
*Rendy bertanggung jawab dan menurun aib ziana
*Rendy berjuang untuk ziana
*Rendy berkorban untuk ziana
*Rendy menjadi suami terbaik untuk ziana
*Rendy menerima ziana apa adanya
*Rendy selalu memaafkan kesalahan ziana
*dan masih banyak lagi
tapi Rendy belum beruntung dapat ziana
*benar orang lain tapi belum membuktikan diri dia pantas diperjuangkan
*istri egois tidak sadar kelakuannya tapi dia selalu menyalahkan suami
*tidak peka terhadap perasaan suami
*lebih percaya pria lain
*kontak fisik, ciuman bahkan berhubungan dengan pria lain dia seakan tidak merasa bersalah pada auaminya yang dia pernah disentuj orang lain selain suaminya
*pembangkang
*selalu melawan
*selalu menuduh suaminya pada dirinya banyak melakukan kesalahan fatal
*karena salah paham dia marah besar pada suami, tidak mau memaafkan suaminya dan minta cerai, tapi tidak sadar kesalahannya lebih parah, sampai tubuhnya dijamah pria lain
*belum ada perjuangan ziana untuk suaminya
*belum ada pengorbanan ziana untuk suaminya*belum ada hal spesial ziana untuk suami
kalau mau novel ini jadi novel adil, sekarang tugas author buat ziana jadi istri yang terbaik untuk Rendi, buat Rendy merasa beruntung dapat ziana,
Ngapain jadi pelakor...🥵🥵😡😡😡😤😤😤
akan rumit rumah tangha klw yg satu selalu mengalah
dan yg satu egois..😴😴😴😔😔😔😔🙈🙈🥺🥺