NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Tahun 1970 Berbekal Game Pertanian

Terlempar Ke Tahun 1970 Berbekal Game Pertanian

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Kainara Seroja Putri tidak pernah menyangka kematian akan membawanya kembali ke tahun 1972, terbangun dalam tubuh Seroja Ningsih, gadis desa lemah yang baru saja dibuang oleh ayah kandungnya sendiri.

Dengan bekal sistem game pertanian dan pengetahuan dari masa depan, Seroja harus menghidupkan tanah kapur tandus yang dianggap tidak berguna, mencari jalan untuk bertahan hidup, serta mengembalikan harga diri ibunya yang telah diinjak-injak.

Namun, ketika tanah buangan itu perlahan berubah menjadi sumber kekayaan, Seroja justru menarik perhatian orang-orang yang selama ini menyembunyikan rahasia kelam keluarganya. Sebuah rahasia yang dapat mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Bekerja Bahu-membahu

Bentrokan fisik berhasil dihindari. Puluhan kuli panggul pasar berdiri rapat di depan lori Bagas, menatap tiga preman yang masih mengangkat balok kayu. Preman berjaket kulit di barisan depan menelan ludah, nyalinya ciut melihat sorot mata para pekerja yang siap berkelahi demi seikat sayur. Dia mendecak, berbalik, dan berlari pergi tanpa menoleh lagi.

Bagas menjabat tangan kuli yang memimpin barisan, suaranya bergetar saat berterima kasih. Kuli-kuli itu menepuk punggung Bagas dan menjamin keamanan lori selama di wilayah mereka. Seroja tersenyum lega dari jauh.

Di warung kopi ujung pasar, gelas kaca sudah pecah di lantai tanah. Supri membungkuk di hadapannya, urat lehernya menegang. Ia menatap Rian, anaknya sendiri yang mengisap kretek santai di seberang meja. Sombong di mulut, tapi pengecut kalau berhadapan langsung dengan lawan.

"Tidak penting alasannya. Masukkan ulat grayak ke keranjang tomat Seroja sore ini juga," bisik Supri, mencondongkan badan melintasi meja. "Sayur itu pesanan Subroto untuk hotel. Kalau tomatnya penuh ulat, Subroto akan membatalkan kerja sama mereka. Reputasi janda itu hancur hari ini juga."

Rian menyeringai, memamerkan gigi menguningnya. Ia mengangguk ringan, lalu menunggu lorong pasar sepi untuk bergerak.

---

Sore menjelang. Seroja dan Bagas kembali ke gudang transit untuk memeriksa barang sebelum pengiriman subuh. Udara di dalam gudang kayu itu lembap dan pengap. Seroja mendekati tumpukan keranjang tomat yang sudah tertata rapi.

Tiba-tiba, pandangannya berkedip. Layar transparan biru muda menyala menutupi penglihatannya.

`⚠ PERINGATAN: Anomali Biologis`

`🔍 Analisis Daun Pembungkus: Terdeteksi hama Ulat Grayak (Spodoptera litura).`

`Efek: Merusak jaringan buah dalam hitungan jam.`

Jantung Seroja berdegup kencang. Ia membuka ikatan daun pisang di keranjang paling atas. Matanya membelalak, puluh-puluh ulat hijau pucat menggeliat di antara tomat merah.

Bagas mundur selangkah, wajahnya pucat. "Astaga, Seroja! Dari mana ulat sebanyak ini? Tadi siang keranjang ini masih bersih!"

Seroja menarik napas. Ada yang sengaja menaruh hama ini saat mereka istirahat siang. Kalau tomat ini sampai ke dapur Pak Subroto, tidak ada lagi rumah makan yang mau menerima mereka. Ia tidak boleh membuang waktu.

"Pergi jemput Danu dan Doni dari gubuk desa. Sekarang," katanya.

Sistem di dalam tubuhnya tidak punya pestisida instan yang aman untuk tomat. Kimia akan meninggalkan residu yang merusak standar pesanan. Mereka harus bekerja manual malam ini.

---

Malam itu, empat bersaudara duduk melingkar di atas koran bekas. Cahaya lampu petromaks menyinari wajah-wajah tegang mereka. Mereka mengeluarkan tomat satu per satu, menyortirnya dengan tangan kosong agar kulit buah tidak memar.

"Mas Danu, rebus daun mimba yang kita petik kemarin sore," perintah Seroja. Tangannya tetap bergerak cepat, menyeka permukaan tomat satu per satu dengan potongan kain blacu untuk membersihkan sisa kotoran hitam yang menempel."Air rebusannya kita semprotkan ke daun jati pembungkusnya, bukan ke buahnya. Ulat grayak tidak tahan bau dan rasanya." Seroja menunjuk ke tumpukan daun jati di sudut gudang.

"Orang itu sengaja menyusupkan ulat ke sini. Kalau daun jatinya kita basahi air mimba, ulat-ulat itu akan mogok makan dan tidak akan berani merayap merusak buah tomat selama di perjalanan besok pagi."

Danu mengangguk. Ia menyalakan kompor minyak tanah kecil di sudut gudang, memasukkan segenggam daun mimba ke panci. Airnya mendidih perlahan, berubah hijau pekat. Aroma pahitnya bercampur dengan bau apek gudang.

Doni ikut bekerja. Jari-jarinya lincah mengupas ulat dari kelopak tangkai. "Mereka sengaja menaruh ulat ini buat menghancurkan kita ya, Mbak?" bisiknya. Matanya berkaca-kaca menahan amarah.

Seroja mengusap keringat di dahi sepupunya. "Benar, Doni. Tapi mereka salah memilih lawan. Kita selesaikan ini sama-sama."

Mereka bekerja bahu-membahu. Tidak ada keluhan. Kantuk dan pegal di pinggang kalah oleh tangan yang terus bergerak di bawah cahaya lampu. Menjelang subuh, ratusan tomat itu kembali tersusun rapi, bersih dan segar.

Seroja bersandar di dinding kayu, otot-ototnya mati rasa.

---

Fajar menyingsing. Embun membasahi aspal pasar. Lorong los kembali dipenuhi pedagang yang menurunkan barang.

Suara derap sepatu bot memecah ketenangan di depan gudang Seroja. Rian melangkah masuk ke lorong sempit, tidak sendirian. Dua petugas penertiban pasar berseragam rapi mengikutinya, mereka datang dengan wewenang menyita barang.

Senyum kemenangan tercetak di wajah Rian. Ia menunjuk tumpukan keranjang Seroja dengan dagu terangkat.

"Buka keranjang bambunya, Pak," perintahnya pada petugas. "Saya dapat laporan ada pendatang baru menimbun sayur busuk berulat yang mau meracuni warga kota. Periksa sekarang juga."

1
watno antonio
yang banyak punya thor
Miaaaoowww😸
tumben kk ceritanya update 1 biasanya banyak😘😘😘, sehat2 y kk authorrrr
vania larasati
lanjut
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
hadir thor
INeeTha: Makasih kaka🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!