Kisah dua pasang remaja SMA BAKTI MERDEKA yang dipertemukan dengan kejadian unik yang membawa menuju luka bersama obatnya.
"sa masa gue ditolak mulu gak cape apa" ucap gadis itu.
"gak ada kata cape buat nolak cewe murahan kayak lo" sarkas laki laki itu.
"dih ampe pelet gue manjur,, awas aja lo" Ancam gadis itu kembali.
"oke fine" laki laki itu melangkah pergi.
Aksa Mahendra seorang anak tunggal kaya raya tujuh turunan, juga seorang ketua geng yang di kenal dingin, cuek, bahkan jarang tersenyum.
Dipertemukan dengan seorang gadis Rayana Putri yang memiliki sifat super WAW, mengejar seorang Aksa yang dikagumi seluruh kaum hawa.
Yukkm buruan dibaca ❗jangan lupa Like, Coment dan Vote ya sayang ku❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rinaliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUA| 29
Happy Reading ❤️
Raya mengurung dirinya semalaman dengan kamar yang gelap dan tangisan menemani malamnya.
Tanpa mengingat sesuatu yang amat penting baginya.
"kenapa Asa jahat sama Raya" lirih Raya menatap cahaya bulan yang masuk Kedalam kamarnya.
Tokk Tokk Tokk
"Raya gak mau di ganggu mah, pergi" sahut Raya.
Tokk Tokk Tokk
"Raya bilang pergi mah, Raya gak mau di ganggu. Raya lagi patah hati ni mah jangan rese deh"
Tokk Tokk Tokk
Dengan kesal Raya turun dari ranjangnya dan membuka pintu dengan kasar.
"Raya udah bilang jang-" ucapan Raya terhenti saat melihat Aksa didepannya dengan membawa boneka beruang besar, bunga, balon berbentuk hati dan kue di tangannya.
"Happy Birthday byby nya Asa" ucap Aksa dengan senyuman terindahnya.
Raya menutup mulutnya dengan air mata yang menetes, ia berbalik tak menyapa ucapan Aksa.
Aksa tersenyum dan memasuki kamar Raya, membuat gadis itu berbalik dan langsung memeluk Aksa dengan sangat erat.
"selamat ulang tahun kesayangannya Asa" bisik Aksa kemudian mengecup pelipis Raya.
"Asa" lirih Raya melonggarkan pelukannya dan menatap lambat wajah tampan itu.
"iya sayang"
"ini beneran Asa" menyentuh pipi Aksa dengan lembut.
"beneran by"
"bukannya tadi Asa udah bi-" Aksa menutup mulut Raya dengan Tangannya "itu semua hanya sandiwara sayang, buat bikin kejutan untuk kamu" jelas Aksa.
Tak lama semua teman Aksa dan Raya datang termasuk gadis tadi siang yang bersama Aksa.
"HAPPY BRITHDAY BESTIEEEE" teriak Mereka semua dengan suara peluit dan letupan kertas warna warni.
Mata Raya berkaca kaca menahan harusnya "thanks kalian semua" ucap Raya. Aksa menarik lembut tangan Raya menuju gadis tadi siang.
"dia Nisa kaka Sepupu aku" jelas Aksa dengan senyuman manis pada Raya, tangannya terus berada di pinggang Raya dengan posesif.
"sorry bikin lo salah paham, ni bocah prik minta bantuan emang kurang ajar. Sorry ya... Gue Nisa kaka Sepupu nya Aksa" Nisa mengulurkan tangannya dan disambut oleh Raya.
"gak papa kak, maafin Raya udah salah paham" pinta Raya dengan wajah memelas.
"santai Ray, tinggal lo hukum aja ni bocah yang bikin lo nangis" menunjuk kearah Aksa..
"aaaaaaaaa curutnya gue udah gede" Nico memeluk Raya dengan gemas. "kagak usah kencang kencang anjir, gue gak bisa nafas" menepuk pindah Nico.
Nico cengengesan dan melepaskan pelukannya "selamat ulang tahun putrinya papa dan mama" Adam merentangkan kedua Tangannya isyarat Meminta di peluk.
Raya berlari dan memeluk papa dan mamanya "makasih ma pa" ucap Raya.
"jadi anak yang solehah dan sukses ya nak" ucap Nina.
"Huaaaaaa bestie gue ulang tahun tapi kapan makannya, gue lapar" rengek Rania memegang Perutnya.
Dengan cepat Aldi menutup mulut Rania "lo teriak melebihi toa di mesjid tau gak" Rania mendelik mendengar ucapan Aldi.
"jangan lo bau jigong anj-" umpat Rania menggeplak tangan Aldi dan mengusap mulutnya.
"enak aja bau jigong, tangan malaikat masa iya bau jigong. Hidung lo aja tuh kedekatan ama mulut" sangka Aldi.
"udah udah gak usah ribut, mending kita kebawah yuukkk" ajak Nina pada semua yang ada dikamar Raya.
Mereka semua berada di lantai bawah sekarang dengan persiapan panggang panggang minuman bersoda, kue ulang tahun dan dekorasi aestetic yang di siapkan oleh Aksa selama satu hari dengan memanfaatkan kemarahan Raya yang sengaja ia buat tadi siang.
"Aksa yang siapin semua ini untuk kamu" ucap Nina merangkul anaknya, Raya menatap Aksa "makasih Asa".
"hey ngapain bilang makasih, bahagia yang ku liat di kamu udah bikin beribu kesuksesan yang aku gapai" ucap Aksa membeli wajah Raya dengan lembut.
"Huaaaaa Asa jangan romantis dong,,, Raya gak kuat baper nya" tangis Raya pecah membuat semua tertawa, Aksa menarik Raya dalam pelukannya.
"maaf ya udah buat mata indah ini nangis tadi siang" Aksa mengecup kedua mata Raya.
"sakit banget tau gak by, liat air mata kamu tadi jatuh" ungkap Aksa.
"malahan dia ikutan nangis Ray waktu lo ninggalin dia tadi siang" sahut Dea dengan tawa yang mengejek.
"Asa jangan nangis, Raya gak suka liat nya. Di sini sakit banget" menunjuk dadanya sendiri.
Aksa tersenyum kemudian mengecup kening Raya dengan lambat, acara itu sangat ramai dengan penuh kebahagian mengelilingi mereka.