NovelToon NovelToon
Heart To Fene

Heart To Fene

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Single Mom / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tya Calysta

Hai, hai!
Cerita cinta romantis, action, memperjuangakan cinta sejati,

memiliki bisnis yang sama, kisah cinta diantara dua pilihan abang dan adik tiri.

Pertikaian kedua mafia pemilik kasino Internasional, penuh drama keluarga,

sanggupkah Adrian memperjuangkan hatinya untuk Fene?

setelah kepergian Bram yang menyayat hati keluarga...

mampukah Jasmine mengahadapi permintaan Adrian untuk menikahi sahabatnya sendiri Fene?

sangat memilukan, saat Adrian harus kehilangan Jasmine istri pertamanya!

melanjutkan kehidupan membesarkan putri mereka Jasmine Moreno Lim sebagai artis cilik hollywood.

Bagaimana pertemuan Fene dan Samuel Hu?

bagaimana hubungan Adrian dengan Adik kandungnya Michel Leonard Kind?

dimana cinta Aliandra Leonard Kind akan berlabuh? karena Alea sangat mengidolakan Adrian.

simak kisahnya,

nikmati ceritanya Part by part, penuh haru, dan bahagia memperjuangkan perusahaan sekaligus cinta sejati.

terimakasih,
tya calysta

🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30. Media

Masih Flashback on ....

Fene tumbang, disambut kedua tangan Bram,

Bram mengangkat Fene kekamar.

Petter menyusul.

"Ada apa dengan Fene Bram?"

tanya Petter.

"Fene tidak bisa cuaca dingin, dia hipo."

jelas Adrian juga menyusul.

Petter memeriksa Fene,

tidak lama, Petter keluar,

"Fene kelelahan, hangatkan saja Bram, dia baik-baik saja."

jelas Petter.

Bram menghampiri Fene, mengusap lembut punggungnya.

Fene mengerang,

"eeeeegh..."

"Sweety, kita segera ke Jakarta, bertahanlah."

kecup Bram lembut.

Bram menutup Fene dengan selimut tebal, hingga menutup kepalanya.

Mengecup berkali-kali wajah mulusnya.

Adrian dan Veni masuk kekamar, melihat kondisi Fene.

"Gimana Fene Bram?"

tanya Veni.

"Hm, sudah mendingan."

Bram membiarkan Veni memeluk.

Bram, Adrian keluar kamar, berkumpul dengan Edward.

"Gimana keadaan Fene Bram?"

tanya Edward.

"Udah mendingan Dad, sekarang ditemani Veni."

jelasnya.

"Biarlah dia istirahat, semoga besok lebih baik."

Edward berlalu, menghampiri Fene.

"Keviiiin, gue bom yah."

teriak Bram.

"Dia sering ngerjain kita kalau lagi diatas."

kekeh Adrian.

Edward mengetuk pintu kamar Kevin, dengan suara baasnya.

"Vin, 1.....2....3..."

gertak Edward.

"Iya dad, I'm coming."

berlari membuka pintu.

Edward tertawa melihat Kevin.

"Kunci kamarmu, daripada besok kamu berada di parkiran."

gelak Edward.

"Daddy!" teriak Kevin.

Adrian dan Bram tertawa terbahak-bahak melihat perlakuan Edward.

Petter dan Teddy menghampiri Bram,

"Saya pulang besok, saya menunggu kabar Fene.

Salam untuknya. Selamat yah Bram."

ujar Teddy.

Thomas berlalu setelah menyerahkan beberapa kontrak kepada Alberth dan Adrian.

"Terimakasih Om."

senyum Bram.

Petter memeluk Bram dan Adrian.

"Nice to meet you."

peluk Petter.

Petter, Teddy, dan Thomas berlalu.

Katty menyusul Edward kekamarnya, meminum wine bersama.

Adrian, Bram saling tatap.

"Mesum."

"Apa kau menginginkan ku Bram?"

goda Adrian mengarahkan bibir monyongnya.

Bram menyambut bibir Adrian menggunakan tapak tangannya.

"Gue normal Dri,"

Bram berlari menuju kamar Fene.

"Gue sendrian, iiiiiigh, kejarnya."

Adrian, Bram dan Veni tidur bersama, menemani Fene.

"Ich hoffe morgen wird es besser"

"Semoga besok lebih baik lagi."

Media...

Edward mempersiapkan satu media mewawancarai pernikahan Bram dan Fene.

Edward menegaskan, bahwa anak-anak berhak bahagia atas pilihan mereka.

Kevin sangat antusias, berdandan ekslusif.

Kevin Stuard memiliki wajah tampan, mata biru, sangat yakin penampilannya akan memukau sejagat dunia.

"Acara langsungkan dad?"

tanya Kevin.

"Ya,"

Kevin pedenya melebihi artis papan atas, memberikan penjelasan pada wartawan tentang pernikahan Bram dan Fene.

Menceritakan pertemuan mereka, mengenalkan para sahabat, pekerjaan Fene di Jakarta.

'artis sehari.'

batin Adrian tersenyum.

Kevin menjelaskan, bagaimana Bram dan Fene menikmati hari-hari mereka.

Kehangatan mereka dalam berkerja, dan berlibur bersama.

Penuh tawa canda romansa anak muda.

Panjang lebar Kevin berbicara, Bram dan Fene buka suara menyampaikan kebahagiaan mereka.

"Tuan Bram, kapan rencana pernikahannya?"

tanya wartawan  ingin tau.

"Hmm, beberapa hari lagi."

Bram memandang Fene, menggenggam erat jemarinya.

"Apakah pernikahan dilaksanakan dengan mewah?"

"Tidak."

singkatnya.

"Apakah Mark akan hadir?"

Fene tersenyum.

Bram dan Fene meninggalkan ruangan wawancara.

Beberapa kali wartawan melontarkan pertanyaan tentang Mark,

tapi Fene memilih meninggalkan wartawan.

Terakhir wartawan mewawancarai Edward.

Edward menjelaskan tentang pilihan Bram dan Fene.

Edward di selimuti rona bahagia.

Edward mempersilahkan pada wartawan memberitakan ke sejagat dunia.

'I'm the winner Mark'

Edward membatin.

Semua media meliput ulang berita Edward dan anak asuhnya.

Kemarahan Mark memuncak, Adriana berfikir tentang kelicikan Edward pada keluarga.

Media mulai mengorek keabsahan Fene Claire Zurk dan Adrian Moreno Lim.

Apakah mereka benar-benar anak kandung dari pasangan mereka?

Berita simpang siur.

'tak ada asap jika tak ada api'.

Media menemukan bukti bahwa Fene telah menghilangkan nama keluarga.

Mark murka.

"Kenapa berita ini cepat beredar?"

Saham Edward meningkat, beberapa musuh dalam selimut Mark telah bergabung kembali ke Edward.

Anak asuhnya sangat senang.

Fene sumringah telah menggoyangkan Mark.

Adriana mencari tau kenapa Fene mengganti nama secara hukum.

Adriana yakin, ini kelicikan Edward.

Adriana menghubungi Edward agar bertemu, tapi sia-sia,

Edward memilih menghabiskan waktunya di Berlin.

Media membuka perceraian Edward dan Adriana, mata tertuju pada mereka.

Mark mendengar kabar itu, tersenyum sinis.

'akhirnya bercerai juga mereka'

bisiknya.

Banyak kabar dari media membuka tabir Mark Claire Zurk.

Penembakan Chiang Lim beberapa tahun lalu, perselingkuhannya dengan Adriana.

Hanz Parker segera menenggelamkan Mark, jika dia membuka status Fene.

Mark tertekan, depresi, merasa kesempatan tidak berarti apa-apa.

Mark mengatur strategi membatalan pernikahan Fene dan Bram.

"Aaaagh aku tidak dapat menemukan dimana pernikahan itu diselenggarakan."

Sesalnya mengusap wajah dengan kedua tangannya.

"Daamn."

geram Mark.

Media tidak membuka dimana pernikahan diselenggarakan.

Semua permintaan Edward.

Foto-foto mereka saat dihotel, villa, dan apartemen dipublish,

tapi tidak berita lokasi sesungguhnya.***

1
ren_iren
pilu sekali.....
Bram, cintamu ke fene sampai mati ....😭
ren_iren
astaga Adrian cinta sm fene tp mundurin diri terus ....
pusing aku Thor😂😂
ren_iren: tp aku langsung patah hati hbis baca part fene diselingkuhin sm Adrian rasax nyesek banget .....
cinta sejatix hanya Bram tanpa menyakiti...
total 2 replies
ren_iren
aku masih meraba, penasaran cerita awal mulax....
kenapa banyak cinta untuk fene, kenapa berjodoh denganx....
bentar tak baca sampai habis biar bisa tau jalan cerita n kisah mereka 🤗🤗🤗
ren_iren: tp saya suka mbak, ujian cintax fene...
tp yg mencintai fene penuh jiwa sampai mati cuma Bram seorang....
karna aku Uda sekilas baca cerita anakx yg stela disitu aku patah hati 😭😭😭
Bram Numbero Uno .....🤗🤗😘😘
sayang Uda gk ada...
total 2 replies
Zed Analytical Number Nine
hai ka mampir kembali ya.. like + favorit 🙏🙏
Penghargaan Pink
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
Pemenang YAWW 9 😴🤕: 🤭😂, terimakasih thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!