Demi pengobatan sang ibu Laura rela menyewakan rahimnya untuk seorang Ceo ternama di Indonesia.
Setelah melahirkan Laura memberikan salah satu putrinya kepada Mario. Dan membawa putri satunya lagi bersama dirinya.
Setelah kedua putri Mario dan Laura tumbuh dewasa, satu persatu permasalahan muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.30
Dengan tergesa, Mario berjalan meninggalkan ruangannya. Jimi yang melihat itu pun hanya mengabaikannya saja karena dia tahu, kemana tujuan Tuannya itu yakni rumah sakit tempat Ibunya mantan istri bosnya di rawat.
Berpuluh menit kemudian, Mario sudah sampai dia menyusuri lorong untuk sampai di ruang rawat ibunya Laura. Dengan kasar Mario membuka pintu tersebut membuat Laura dan Nyonya Anjani begitu terkejut.
"Mario," gumam Laura.
"Astaga, dia tidak sopan." Omel Anjani, yang masih didengar oleh Mario.
"Aku ingin bicara," ucapnya datar dan dingin.
Setelah mengatakan itu Mario keluar terlebih dulu.
"Ibu aku keluar sebentar," pamit Laura pada nyonya Anjani.
Laura pun keluar dari ruangan ibunya, dia melihat Mario yang tengah duduk di kursi tunggu yang tak jauh dari ruangan ibunya dirawat.
"Jelaskan," ucap Mario setelah Laura ada di hadapannya.
"Apa maksudmu, apa yang harus aku jelaskan?" tanya Laura tidak mengerti.
"Siapa Yumna? Apa dia anakku, juga?"
Laura membulatkan matanya, lidahnya kelu dia tidak bisa berkata-kata. Laura lupa bahwa Mario bisa melakukan apa saja untuk mencari tahu dirinya dan Yumna.
"Dia, dia…"
"Siapa dia?" tanya Mario dengan dingin, dengan tatapan tajamnya.
Sebelum Laura menjawab, suara menginterupsi mereka berdua Laura dan Mario pun menoleh pada sumber suara dan mendapati Yumna tak jauh dari mereka. Yumna mendekati Laura dan Mario, karena takut Ibunya disakiti oleh Mario.
"Ada apa, Bu?" tanya Yumna.
"Tidak ada apa-apa sayang, sebaiknya kamu temani Oma di dalam yah!" pinta Laura.
"Tidak, kamu tetap disini Yumna. Ada suatu hal yang harus kamu ketahui," sela Mario.
"Tentang apa? Apa yang ibu sembunyikan dari ku?" tanya Yumna penasaran.
"Kamu atau aku yang memberitahukannya, pada Yumna?" Mario menatap Laura yang sudah berkeringat dingin, ingin rasanya Laura lari.
Laura memejamkan matanya, mungkin inilah saatnya Yumna mengetahui semuanya. Jika dia memiliki seorang ayah dan adik.
Laura menatap Mario, dengan wajah memelas. Tapi sayang untuk saat ini Mario tidak akan luluh dengan wajah memelas Laura, dia harus membeberkan fakta yang sebenarnya.
"Yumna dulu saat kamu masih kecil, kamu sering bertanya dimana ayahmu kan?"
Yumna pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Hari ini Ibu, akan memberitahukannya padamu siapa ayahmu." Laura melirik Mario, yang masih memasang wajah galaknya.
Yumna terus memperhatikan Ibunya dan sesekali melirik kearah Mario, sejujurnya dia tidak lagi ingin tahu di mana dan siapa ayahnya saat ini, hanya dengan Oma, Nenek Tiah, Ibunya dan Keano pun sudah cukup untuk dirinya.
"Dia ayahmu Yumna," tunjuk Laura pada Mario.
Yumna menatap Mario dengan perasaan entahlah, dia pun tidak bisa mengartikannya. Yumna hanya tersenyum tipis kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ruangan Nyonya Anjani.
"Yumna." Panggil Laura, namun Yumna menghiraukannya.
Mario yang melihat itu pun begitu kecewa, dia kira Yumna akan memeluknya. Dan menangis karena merindukan dirimu, tapi respon Yumna sangat biasa saja. Mario menatap punggung Yumna.
"Maafkan Yumna Mario, dia butuh waktu untuk menerima semuanya. Aku akan memberitahukan padanya secara pelan-pelan," ujar Laura.
"Kenapa kamu tidak memberitahukannya padaku? Kamu tidak menganggapku Laura." Bentak Mario, dia begitu kecewa pada Laura.
Laura tersenyum kecut, ingin sekali Laura berteriak di depan wajah Mario dan memberitahukan penderitaannya selama dia menjadi istri Mario.
"Apa aku tidak salah dengar Mario, aku tidak menganggap mu begitu? Bukankah kamu yang selalu mengabaikan aku Mario, kamu selalu bersama Dania," lirih Laura menahan emosinya.
"Kamu tidak pernah tahu kesusahan ku saat aku mengandung anakmu, kamu hanya datang saat kamu ingin. Ya aku tahu, bahwa aku istri yang hanya melahirkan anak untukmu," Lanjut Laura lagi, yang sudah tak bisa menahan air matanya.
Sementara Mario dia hanya diam memperhatikan Laura, dia sadar kesalahannya selama ini. Dia menyesal terlalu dibutakan oleh cintanya pada Dania.
"Laura maafkan aku," lirih Mario.
"Aku ingin sekali tidak memaafkan mu Mario, tapi aku masih memiliki hati." Laura menggeleng pelan karena lemahnya dirinya, akan cinta yang dia miliki untuk Mario.
Tanpa mereka sadari Yumna mendengarkan perdebatan Laura dan Mario dari jauh, dia mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
"Jadi laki-laki yang bernama Mario itu adalah, ayah ku?" gumam Yumna.
Dia berdiri dan masuk kedalam ruangan Nyonya Anjani dengan senyum manis seperti biasa, Yumna tidak ingin menunjukan bahwa dia tidak baik-baik saja. Yumna tidak ingin sang Oma khawatir.
****
Sementara itu di kediaman Wina, Yusra yang sudah selesai membantu Wina mencuci piring dan membereskan dapur. Dan memutuskan untuk pulang, karena merasa tak enak jika merepotkan Hito dan Wina.
"Kamu yakin gak mau nginap, sayang?" tanya Wina.
"Nggak, Tan lain kali aja," balas Yusra.
"Ya sudah kalo gitu, tiap hari ke rumah Tante yah. Biar Tante gak kesepian," ucap Wina memeluk Yusra.
Yusra tersenyum dia sangat bersyukur bisa di sayang oleh ibunya Hito.
"Iya Tante, aku janji bakal main ke rumah Tante jika senggang."
"Hito anterin Yusra pulang," perintah Wina.
Hito menghembuskan napasnya secara pelan.
"Baik Mah," sahut Hito.
Yusra yang melihat perubahan dari diri Hito pun merasa curiga, Hito mengantar Yusra pulang hanya berjalan kaki.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai, di halaman rumah Yusra.
"Terima kasih."
Hito pun hanya mengangguk tanpa melihat Yusra.
"Aku pulang," pamit Hito.
"Kamu berubah," lirih Yusra.
Setelah puas menatap Hito yang tak terlihat lagi, Yusra masuk kedalam rumahnya dan berjalan gontai menuju kamar.
Rumah besar tersebut terasa sepi, semua pelayan sedang berada di belakang sibuk menyiapkan makan malam. Di saat seperti ini Yusra ingin lama-lama berada di rumahnya Wina.
Bersambung…
Maaf typo
Readers : biar tambah sesat ya Jum
Otor : peribahasa Jumiiiiiiiiiii
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Keano & Yumna pun gumoh berjamaah
hhuueekkss
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mario Bros : APA YANG KAMU LAKUKAN JUMIRAH SLAVINA !!!!
Jumi : istri'mu Kamu kasih makan sampah ya., mulut"y bau
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
melihat s' Dani cinta s' Dani
dasar bedeb4h.,🤣🤣🤣🤣
t i d a k a d a....
Mario Bros : apaan sih Jum.. ikutan aja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
😄
Mario Bros pun terkapar tak berdaya..