NovelToon NovelToon
Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:732.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dea Anggie

Kisah kehidupan pernikahan tanpa adanya rasa cinta antara suami-istri. Dan hadirnya orang ketiga di tengah-tengah mereka. Akankah berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Supermarket

Celine memeriksa stok bahan pangan di dapur. Ia ditemani Anha memeriksa secara rinci dan mencatat semua yang dibutuhkan untuk dibeli.

"Ok, semua sudah ku catat. Aku mau ganti baju dan pergi ke supermarket." kata Celine.

"Saya akan temani, Nyonya." sahut Celine.

Celine tersenyum, "Dengan senang hati, Bi. Gantilah baju dan kita akan segera berangkat." pinta Celine.

"Baik, Nyonya." jawab Anha.

Celine berjalan perlahan menuju kamarnya. Diperjalanan, ia dipanggil Hezkiel.

"Celine ... " panggil Hezkiel.

Celine menghentikan langkah kakinya, ia memalingkan wajah menatap Hezkiel. Celine penasaran kenapa Hezkiel mencarinya.

"Bisa bicara?" tanya Hezkiel.

Celine mengenggukkan kepala, "Masuklah, kita bicara di dalam. Aku tidak mau dia salah paham dan mencakarku." kata Celine, yang melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam kamar.

Hezkiel mengernyitkan dahi, "Dia kenapa? kenapa sikapnya dingin sekarang?" batin Hezkiel bertanya-tanya.

Di dalam kamar, Hezkiel dan Celine duduk di sofa. Celine terlihat tenang. Ia tidak menatap suaminya sama sekali, ia memalingkan pandangan ke arah lain.

"Kau kenapa? apa ada sesuatu?" tanya Hezkiel penasaran.

"Tidak kenapa-kenapa. Bicaralah, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya balik Celine.

"Itu, ini soal Papa dan Mamaku. Mereka mendesakku untuk memiliki anak. Apa Mama ada bicara denganmu?" tanya Hezkiel.

Celine menggeleng, "Tidak ada." jawab Celine secukupnya.

"Hm, baiklah jika seperti itu. Jika Mama mengatakan sesuatu, beritahu aku. Jangan sungkan bicara padaku." kata Hezkiel.

"Hm," jawab Celine.

Suasana hening. Keduanya saling diam tidak bicara apa-apa. Hezkiel menatap Celine yang tidak mengalihkan pandangan sama sekali. Ia merasa Celine sudah berubah, Celine yang ada di hadapannya, seperti bukan Celine istrinya yang sebelumnya.

"Aku akan ke luar kota bersama Monna," kata Hezkiel.

"Silakan," jawab Celine.

"Hanya itu?" kata Hezkiel merasa tidak suka.

Celine memalingkan wajah menatap Hezkiel, "Apanya yang 'Hanya itu?' kau berharap aku menjawab apa, Kiel? haruskah aku menangis mencegahmu? atau, haruskan aku ikut dengan kalian? hahh ... konyol sekali!" jelas Celine.

Mata Hezkiel terbelalak, ini kali pertama ia melihat tatapan kosong di mata Celine untuknya. Biasanya Celine menatapnya dengan penuh perasaan dan harap.

"Kau, kau kenapa? kendalikam emosimu, Celine." kata Hezkiel berdiri dari posisi duduknya. Ia mendekat dan mencoba menenangkan Celine. "Celine ... " panggil Hezkiel memegang tangan Celine.

Celine menepis tangan Hezkiel, "Jangan menyentuhku. Pergilah, Kiel. Aku sedang tidak ingin melihatmu." kata Celine.

"Maaf, maafkan aku jika aku memiliki kesalahan. Jangan seperti ini," kata Hezkiel. Ia pun pergi meninggalkan Celine.

"Lakukan apa yang ingin kau lakukan, Kiel. Begitu juga denganku. Bukankah, hubungan di antara kita hanya permainan? Mari kita saling menjaga jarak," kata Celine, Celine berdiri dari duduknya.

Mendengar Celine bicara, langkah kaki Hezkiel terhenti. Ia kaget, tidak menyangka Celine akan benar-benar ingin menjaga jarak dengannya. Tanpa menjawab, Hezkiel kembali melangkah dan meninggalkan Celine begitu saja.

***

Joana dihubungi Leon. Joana ingin Leon menghabiskan akhir pekan dengannya, karena Leon ada pekerjaan mendadak, Leon tidak bisa memenuhi permintaan Joana.

" ... kau tak apa-apa, kan?" tanya Leon.

"Hm, tak apa." jawab Joana.

"Kau marah padaku? jangan marah, sayang. Ini tidak akan lama, kita makan malam bersama nanti. Aku janji," kata Leon.

"Ya, ok. Bekerjalah dengan baik. Jaga sikapmu dan jangan buat aku marah seperti kemarin-kemarin. Kau mengerti?" jawab Joana.

"Ok, sayang. Aku mengerti. Aku berangkat dulu, ya. Managerku sudah memanggil." pamit Leon.

"Leon, tunggu ... " panggil Joana.

"Ya, sayang?" jawab Leon.

"Apa kau akan pemotretan dengan wanita itu?" tanya Joana.

"Wanita itu?" ulang Leon. "Ah, maksdumu Monna? tidak, sayang. Aku pemotretan sendiri. Ini pekerjaan tambahan. Kenapa?" tanya Leon penasaran.

"Ah, tidak apa-apa. Kukira kau akan bersama dengannya. Ya, sudah. Hati-hati. Hubungi aku jika sudah selesai." jawab Joana.

"Aku mencintaimu, sayang. Sangat ... " kata Leon mesra.

"Ya, aku juga. Sampai nanti," jawab Joana.

Leon mengakhiri panggilannya. Joana meletakan ponselnya dan melihat Joe yang baru saja keluar dari kamar.

"Joe ... " panggil Joana.

"Ya?" jawab Joe.

"Kau sibuk? jika tidak, ayo belanja. Aku jenuh di rumah terus menerus akhir pekan." keluh Joana.

"Baiklah, Nona. Apapun yang kau pinta," jawab Joe.

"Jangan seperti itu. Menjijikan," ejek Joana yang langsung berdiri dari posisinya duduk dan berjalan ke kamar, "Aku ganti baju dulu, kau juga bersiaplah." lanjut Joana.

Joe tersenyum, ia lalu meminum jus yang baru saja ia ambil dari lemari pendingin.

***

Joe mendorong troli belanja, ia mengikuti ke mana saudarinya berjalan. Joana tampak memilah-milah barang yang ia butuhkan. Sesekali terdengar Joana bergumam, seeprti sedang menimang-nimang.

"Joe, kita butuh belanja sayur." kata Joana.

"Apa kau sudah selesai dengan cemilanmu? jangan minta aku mondar mandi demi keripik kentangmu, Joana." sahut Joe.

Joana menatap Joe, "Kau ini saudara kembarku apa saudara tiriku? sikapmu buruk," jawab Joana.

"Menurutmu? lebih baik jadi saudara kembar apa saudar tiri?" balas Joe.

Joana dan Joe saling bertatapan. Tidak lama mereka tertawa. Joe merangkul Joana, mengacak acak rambut Joana yang terurai. Mereka berjalan bersama menuju rak sayur dan buah yang berada di ujung lorong supermarket.

***

Celine berjalan diikuti Anha yang sedang mendorong troli. Troli belanjaan Celine mulai terisi. Ia membuka kertas yang berisi catatan bahan pangan dan keperluan lain yang ia harus beli.

"Setelah ini kita ke tempat buah dan sayur, Bi." kata Celine, memasukan selai ke dalam troli.

"Baik, Nyonya." jawab Anha.

Celine dan Anha pun berjalan menuju ujung lorong, di mana ada buah dan sayuran segar. Di sana, Celine bertemu Joe. Joe tertegun sesaat melihat Celine, melihat wanita cantik yang sempat terbayang dipikirannya selama beberapa hari terakhir.

"Oh, hai ... " sapa Celine, melihat Joe yang sedang mengambil lemon.

"Ce-celine ... " sapa Joe, menghentikan aktivitasnya.

"Ya, hallo. Sedang belanja?" tanya Celine tersenyum.

"Oh, ya. Kau juga?" tanya balik Joe.

Celine menganggukkan kepala, "Ya," jawab Celine.

Keduanya lalu terdiam dengan wajah yang merona. Jantung Joe berdegup kencang melihat Celine yang terus mengumbar senyuman di hadapannya.

Deg ... deg ... deg ....

"Sial! jantungku, bisakah kau diam dan tidak berisik? jangan buat aku malu," batin Joe.

Joana yang sempat terdiam lalu menghampiri Joe dan Celine. Membuat suasana hening pecah.

"Joe ... " panggil Joana. Joana menatap Celine lalu menyapa, "Ha-hallo ... " sapa Joana tersenyum.

"Hallo juga, Nona." sapa Celine. Celine menatap Joe, "Nona ini saudarimu, Joe?" tanya Celine.

"Ya, aku saudari kembar Joe. Nona, siapa Anda? teman saudaraku, ya?" tanya Joana.

Celine tersenyum, "Aku Celine. Ya, bisa dikatakan demikian. Aku istri Hezkiel, teman Joe." jawab Celine memperkenalkan diri.

Joana kaget, "Oh ... begitu. Hahaha ... baiklah, salam kenal." kata Joana canggung.

"Wah, apa yang terjadi? bisa-bisanya aku bertemu seseorang yang mengejutkan seperti ini." batin Joana.

"Salam kenal kembali. Maaf, nama Anda?" tanya Celine.

"Ah, maaf. Aku lupa memperkenalkan diri. Joana Albert. Panggil saja aku Joana, atau Ana. Terserah saja," jawab Joana.

"Oh, baiklah. Joana, senang bertemu denganmu. Jika kalian ada waktu, ayo minum kopi atau teh bersama di cafe depan." ajak Celine menawarkan.

"Boleh saja. Kita selesaikan belanja dulu baru kita pergi ke Cafe. Bagaimana, Joe?" tanya Joana pada Joe.

Joe menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Aku ikut saja. Aku kan sedang tidak ada pekerjaan penting," jawab Joe.

"Terima kasih, sudah mau menerima tawaranku. Ayo, kita lanjutkan belanja lebih dulu," kata Celine lembut.

Mereka kemudian berbelanja bersama-sama sembari berbincang santai. Sesekali mereka tertawa bersama. Joana tampak akrab dengan Celine, rasanya ia seperti menemukan seorang teman.

*****

1
Surati
bagus
Endang Supriati
bodoh banget sih! kok mau dlm keadaan mabokkk
Endang Supriati
hrsnya juga beri kekuasaan supaya simpanan suamimu tdk boleh menyuruh pembantu disini dlm hal apapun !!
Endang Supriati
ancam balik, klu marah akan dilaporkan ke orang tua hazkel
Endang Supriati
perempuan blom apa2 cums pacar,kekasih,tunangan. mau ditidurin begitu. rusak liar,tdk takut dosa tdk takut sama Tuhan.
apa kabar turunannya,liarrr
hampir 99,9999% laki2 klu sdh kenyang malas utk nikahin! sdh bosan sdh tahu rasanya udh engga penasaran. buat apa dinikahin! engga dinikahin aja udh dgn gampang ditidurin sampai brgnya udh engga karuan.
Ida Jasmin
hadir thorrr...smngatttt
Beatrys Abbas
pening adik- betanik nama yg sama dipusing2
Rina Fariani: part itu aku skip ajah....bikin bingung...
total 1 replies
Ester Dwi Saputri
ayooo lanjutt dongg
Ester Dwi Saputri
kakkk
mohon buat cerita ttg hezkiell plisss
Lienda nasution
kok masih baik hezkeil kenapa tidak dibuang saja semuanya langsung bakar
Lienda nasution
ternyata Celine ini memang bodoh kok mau aja dianiaya dengan wanita tua itu balas kenapa takut gemes bacnaya
Shinta Dewiana
kerennn celine...
Shinta Dewiana
semangat thor....
Gabutku
ceritanya mkin lama jdi buat muakk baca .alur gk jelass.tokoh yg rumitt.bukanny mnghibur malah membuat pnyakit darah tinggi bacany
tris tanto
gk enk bgt bc bagian gagapny mpe 3 kali
tris tanto
ketemu orang aja dibikin pysing,,lebay kali
Victoria Janne Silalahi
sukaaaaa
Victoria Janne Silalahi
aq sdh baca 2 karyawamu, thor... dan dari pertamakali aq baca karyawamu aq suka dgn gaya bahasa dan alur cerita yg begitu detail. terimakasih thor untuk cerita2mu🙏
Kod Driyah
kasihan celin smg selamat
Kod Driyah
nyesel ya kiel rasakan dan nikmati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!