Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.
Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.
Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.
Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.
Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.
Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gangguan sang mantan
Seperti biasa, Tianyfa selalu bangun lebih awal. Perlahan ia bangun lalu duduk di atas tempat tidur, memperhatikan tangan Ken masih melingkar di pinggangnya. Dengan sangat hati hati, Tianyfa memindahkan tangan Ken. Lalu ia turun dari atas tempat tidur. Mengambil boneka beruang yang berukuran besar, cukup hangat jika di peluk. Kemudian boneka tersebut di dekatkan ke tubuh Ken, tangan Ken di angkat supaya memeluk boneka beruang tersebut. Tianyfa menarik selimut, untuk menutupi tubuh Ken dan boneka beruang itu. Setelah selesai, Tianyfa bergegas pergi ke kamar mandi.
Empat puluh menit berlalu, Tianyfa telah selesai dengan dirinya sendiri. Ia beranjak pergi ke luar kamar menuju dapur membantu asisten rumah tangga untuk menyiapkan sarapan pagi untuk anggota keluarganya.
Sementara itu, Ken yang merasakan hangat dan berpikir kalau yang memeluknya adalah Tianyfa.
"Tian, kau kedinginan?" tanya Ken, tanpa membuka matanya. Tangannya mulai mengusap punggung boneka.
"Berbulu?" ucap Ken pelan. Perlahan ia membuka matanya, ia terkejut saat melihat boneka beruanglah yang tengah ia peluk.
"Tian," ucap Ken geram. Ia bangun lalu duduk di atas tempat tidur. "Aku pikir Tianyfa, ternyata boneka." Gerutu Ken, lalu ia menendang boneka tersebut hingga jatuh ke lantai.
"Menyebalkan!" rutuknya lagi, lalu ia turun dari atas tempat tidur. Melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Satu jam berlalu, Tianyfa masuk ke dalam kamar. Ia tersenyum melihat Ken tengah memakai dasi.
"Aku bantu?" tawar Tianyfa, tangannya terulur hendak membantu Ken.
"Tidak usah!" tolak Ken kesal, lalu melangkahkan kakinya keluar kamar sambil merapikan dasinya.
"Ken!" panggil Tianyfa berlari menyusul Ken ke lantai dasar membawakan jas nya yang ketinggalan. Namun langkah Tianyfa dan Ken terhenti, menatap ke arah Elmira. Berdiri tegap, di hadapan mereka berdua, tersenyum ke arah Ken lalu berjalan mendekatinya.
"Kau selalu kerepotan kalau memakai dasi." Ucap Elmira, tangannya terulur membantu Ken menggunakan dasinya.
Ken melirik ke arah Tianyfa yang memperhatikan Elmira merapikan dasi Ken.
"Aku mau lihat, apakah dia cemburu?" ucap Ken dalam hati.
"Selesai." Elmira tersenyum manis, seraya mengusap dada Ken dengan lembut, matanya melirik tajam ke arah Tianyfa.
Namun reaksi Tianyfa berbeda dengan yang ada di pikiran Ken atau Elmira. Ia tepuk tangan untuk Elmira karena telah membantu Ken merapikan dasinya.
"What?" ucap Ken dalam hati. Matanya melotot ke arah Tianyfa.
"Keren!" seru Tianyfa.
Ken menarik napas dalam dalam, memutar kedua bola matanya. Sementara Elmira menggelengkan kepala tak mengerti dengan sikap kekanak kanakan Tianyfa.
"Eh ada mama!" sapa Galaksi, lalu menghampiri Elmira dan mencium tangan Elmira di ikuti Gerhana.
"Wah, kalian sudah ganteng. Pasti kalian belum sarapan." Kata Elmira.
"Sudah ma!" sahut Galaksi dan Gerhana serempak.
"Sudah?" ucap Elmira.
"Ibu Tian yang menyiapkannya." Jelas Galaksi.
Elmira tersenyum tipis, namun dalam hatinya memaki Tianyfa. "Bagaimana kalau aku antarkan kalian ke sekolah?"
"Boleh ma." Gerhana menarik tangan Elmira keluar dari rumah, di ikuti Galaksi. "Eh aku lupa." Gerhana kembali masuk ke dalam rumah lalu menyalami Tianyfa dan Ken, di ikuti Galaksi. Setelah itu mereka kembali berlari menemui Elmira hatinya dongkol melihat kedua putranya semakin dekat dengan Tianyfa. Namun ia tidak putus harapan, banyak cara untuk merebut hati mereka kembali.
Sepeninggal Elmira dan putranya, Ken bersiap siap untuk pergi ke kantor. Tetapi sebelumnya, ia menemui Ningrum di kamarnya.
"Bu, bantu aku." Kata Ken.
"Bantu apa, nak?" tanya Ningrum.
"Persiapkan Tianyfa." Jawab Ken malu malu.
"Mempersiapkan Tianyfa untuk apa?" tanya Ningrum, menyembunyikan senyumnya.
"Itu bu..eh..anu.." ucap Ken tergagap.
"Anu apa? itu apa?" goda Ningrum.
Ken tersenyum lebar, menggaruk keningnya dengan satu jari. Lalu ia balik badan, melangkahkan kakinya. Di ambang pintu, Ken menoleh ke arah Ningrum.
"Bu, jangan lupa." Setelah bicara seperti itu, ia berlalu meninggalkan Ningrum di kamarnya.
"Oalah, jaman sekarang ada ada saja." Gumam Ningrum tertawa geli, ia teringat kembali masa mudanya dulu.
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
Hhhhh
lanjut makk,mngatt