NovelToon NovelToon
Secret Woman Of Mr. Mafia

Secret Woman Of Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Badboy / Chicklit / Tamat
Popularitas:367.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

The Sekuel :

1. Heart Darkness
2.The Secret Woman of Mr. Mafia

Secret Love of Mr. Mafia...

Hellton Pascalito seorang pengusaha dari perusahaan terbaik dalam industri UHT, seorang CEO tetapi jua merupakan seorang Mafia yang tak pernah mengekspos dirinya ke dunia luar, hanya gunakan nama samaran untuk mengelola bisnis, telah terpancing ke permukaan publik saat seorang reporter wanita bergabung bersama Pemerintah lakukan genosida pada Mafia. Bisnis ilegalnya terhenti, keluarganya terseret ke balik sel, tetapi lebih dari itu ia terobsesi pada sang reporter yang sangat antipati pada Mafia. Hellton Pascalito akhirnya mulai berburu.

Reporter yang di maksud Hellton adalah Irishak Bella. Seorang wanita yang berani, tegas dan tak takut pada apapun. Ia selalu berdiri di depan kebenaran. Puteri salah seorang pengacara yang berjuang untuk bersihkan negara dari para Mafia. Ayahnya kemudian dibunuh, diracuni dalam pesawat saat akan bertemu Perdana Menteri. Dendam Irishak pada para Mafia membuatnya habiskan hari sebagai jurnalis yang terang-terangan mengejar Mafia. Tak menduga ia malah disekap oleh penjahat yang ia buru.

Sedangkan kolega Hellton Pascalito, Axel Anthony, Putera seorang petinggi Mafia, adalah seorang pria introvert sekaligus pemalu. Kehidupannya lurus taknikuti jejak sang Ayah. Ia sangat tampan, kendati demikian ia takut pada wanita. Ia adalah seorang insinyur dan miliki perusahaan besi baja. Suatu ketika Ayahnya terbunuh ketika putuskan berbalik mendukung pemerintah, dieksekusi di hadapan publik oleh pemimpin tertinggi dalam organisasi Mafia. Irama balas dendam dimulai. Kumpulkan informasi tentang Puteri Tetua yang mengeksekusi ayahnya, Axel Anthony bergerak gunakan kekuasaan Ayahnya untuk memburu Puteri Sang Tetua yang adalah seorang Dokter Muda.

Piqueena Mendeleya seorang dokter magang di sebuah rumah skait swasta, miliki kehidupan sederhana bersama kedua orang tuanya. Setidaknya itulah pikirannya. Tak menduga suatu ketika seorang pria menculiknya dan menodainya di sebuah base camp para Mafia ....

Kisah ini terjalin erat antara dua orang wanita yang dinodai oleh dua orang pria di waktu berbeda dan tempat berbeda.

Takdir secara aneh pertemukan mereka dan mempermainkan kehidupan mereka.

Well, kemana kisah mereka akan berakhir ....

****

Cinta butuh Dinamika.... Please baca Heart Darkness untuk ketahui asal muasal pertemuan para tokoh ini.

Plagiarisme dilarang keras. Please dukung author dengan Like, komentar, vote, rate dan share.

Ja'o Mora Ne'e Miu (I Love You All)

Big Love 😍😍😍 from Senja Cewen To #SenjacewenLover....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30. Brainstorm

"Irish?!"

Queena paham, mengapa Irishak gelisah. Hampir pukul 10 malam dan Tuan Hellton Pascalito belum kembali. Irishak berulang kali mendesah di muka jendela kaca ruang santai rumah Hellton. Sesekali menghela napas panjang dan meski sudah minum obat, Irishak tampak cemas.

"Kamu bisa duluan istirahat, Queena," sahut Irish. Ia berbalik pada Carlos Adelberth yang serius amati dirinya. "Kamu juga Carl!"

"Tidak! Aku akan pergi saat Tuan Pendiam-mu pulang!"

Irish menghirup udara sebanyak-banyaknya. Cinta mengubah banyak karakter, termasuk Irish yang keras kepala dan ambisius.

"Duduklah Irish! Kamu tidak pegal berdiri berjam-jam di situ?"

Irishak hanya takut pria itu benaran berduaan dengan Freya. Oh yang benar saja, jika Hellton lakukan hal mengerikan itu padanya, ia benar-benar akan pergi.

"Mungkinkah dia punya urusan di kantor?" tanya Irish pada Carlos. Belakangan Carlos dan Hellton selalu berkirim pesan.

"Tak ada pesan. Mengapa tak pakai ponsel Irish? Kamu lebih mudah bertanya padanya daripada kamu terus kuatir."

"Tidak. Terima kasih. Aku akan menunggunya saja."

Irishak tak pernah bayangkan ia akan mengirim pesan pada Hellton dan bertanya, "kamu di mana? Kamu sedang apa? Kamu bersama siapa?" Irish menggeleng tanpa sadar, ia tak akan lakukan kekonyolan persis itu.

"Irish, aku buatkanmu susu. Minumlah dan kemudian istirahatlah!"

Queena muncul dengan segelas susu dan segelas coffee culture untuk Carlos Adelberth yang segera autis dengan ponsel di tangannya. Mungkin menonton film. Pria itu tampak tersenyum dan Queena tak tahan penasaran sebab Carlos Adelberth yang selalu serius terlihat layaknya pria yang sedang kasmaran pada seseorang.

"Terima kasih, Pequeena." Irishak benar-benar tenggelam dalam pikirannya hingga tak perhatikan bahwa Queena menghilang ke dapur dan kembali dengan segelas susu. "Jika bayiku perempuan, aku akan namakan Nína Pequeena karena Anda selalu buatku nyaman."

Queena tersenyum lebar. "Aku tersanjung. Tetapi, aku berharap kamu punya bayi laki-laki agar bisa lindungimu."

"Juan Enríques, maybe," sahut Irish tanpa pikir panjang. Ia sukai nama itu dari nama author terkenal, Juan Enríques Cabot.

"Nama yang bagus."

Meskipun bicara pada Irishak, ekor mata Queena melirik sepintas pada Carlos Adelberth yang mencuri rasa penasaran karena tak berhenti tersenyum hampir tiga puluh menitan. Dan surprise ketika temukan pria itu sedang menonton siaran Claire Luciano dari studio CL Collection. Gadis itu sedang on sale product di channel pribadinya. Tengah malam begini? Carlos mengetik banyak stiker 💕💕💕💕 di kolom komentar di antara ratusan komentar pesanan. Queena mengintip akhirnya tanpa sepengetahuan Carlos, terkejut ketika Irishak tiba-tiba bergabung dan menegur Carlos dari arah belakangnya.

"Jadi ..., gadismu itu Claire Luciano, Carlos Adelberth?" tanya Irishak.

Carlos Adelberth segera menengok ke belakang dan dapati dua wanita di belakangnya ikutan menonton.

"Claire memang hebat," sanjung Queena dan dapatkan anggukan sepakat dari Carlos.

"Mau lihat? Mungkin kalian berdua butuh winter coat?" tanya Carlos tawarkan ponselnya, tidak sukarela.

"Oh tidak, terima kasih. Aku akan mengambil beberapa buku untuk dibaca," jawab Queena buru-buru menyingkir.

"Apa aku butuh winter coat di musim panas?" Irish bertanya balik, menolak tetapi matanya terus meneliti ponsel Carlos tertarik pada visual Claire Luciano yang mirip seorang model. Jika kakaknya Lucky Luciano terkenal dermawan dan punya banyak wanita maka adiknya terkenal suka bikin pria patah hati. Claire mudah jatuh cinta dan sepertinya mudah lupakan seseorang.

"Well, Claire Luciano punya tak-tik dagang. Kurasa ia menjualnya untuk persiapan musim dingin," sahut Carlos sok tahu dan dari caranya bicara ia memuja gadis itu.

"Apa kamu serius pacaran dengan gadis yang 10 tahun lebih muda usianya darimu, Carl?"

"Dia lucu!" jawab Carlos pendek.

"Lucu?!" Irishak mengulang kata itu. Lucu?! Apa Claire Luciano terlihat seperti Sinchan hingga Carlos menganggap gadis itu lucu?

Carlos Adelberth tahu Irishak tak begitu sukai Luciano, Durante dan Diomanta. Irishak pernah terlibat perseteruan dengan tiga klan itu. Tetapi, waktu berlalu dan Irishak berada dalam pengawasan Hellton Pascalito, salah satu Diomanta, yang membuatnya mau tidak mau masuk dalam lingkaran yang dulu ia benci. Lagipula, Irishak terlalu sibuk pikirkan masalah kompleks yang menyerangnya ketimbang rasa tak senang pada beberapa klan yang dilaporkannya pada pihak berwajib.

"Aku yakin kamu akan menontonnya sampai pagi tanpa berkedip. Aku pergi tidur!" tambah Irishak gantian amati Carlos. Berdoa semoga Carlos Adelberth benar-benar temukan wanita yang baik sebab pria itu sangat lembut dan perhatian. Ia juga tak ingin kehilangan Carlos sebagai temannya.

"Que pases buenas noches," ucap Carlos. Have a good night.

"Buenas, Carl!" balas Irishak.

Tinggalkan Carlos Adelberth dan Queena yang menunggu Axel Anthony, Irishak pergi ke kamar. Bayangan Hellton bersama Freya mengganggunya. Namun, ia adalah wanita dewasa, menghindari pikiran buruk di kepalanya lebih baik dan tak akan bebani dirinya. Irishak putuskan untuk tidur. Ia menyukai Juan Enríques untuk nama bayi mereka. Ia ingin tahu kabar Ibunya dan katakan bahwa ia sedang hamil. Tetapi, apakah Ibunya tak akan sakit hati jika dengar jalan yang ia tempuh hingga punya bayi. Menahan kesedihan, Irishak mengambang di malam gelap. Yakinkan, bahwa ia akan menjaga si bayi dengan nyawanya.

Bertanya-tanya, apa yang pria itu lakukan hingga larut malam?

Apakah dia ...?! Irish tak bisa mencegah pikirannya kembali ke sana.

Irishak kemudian tertidur.

"Irishak?! Apakah kamu sudah makan?!" Bisikan lembut di telinganya, Irishak tak tahan kantuk termasuk ketika tangan besar si pria memeluknya. "Freya mengajakmu bepergian besok. Mau ikut?"

"Tidak."

Apakah kamu bersamanya hingga tengah malam? Tambah Irishak dalam hati. Ia segera terbakar cemburu tetapi kemudian memblokirnya dengan sangat baik.

"Baiklah."

Pria itu bahkan tak minta maaf. Irishak meneguk liur, merasa kecewa datang lebih awal.

"Kamu sudah makan?" tanya Irish pelan, ingin tahu apa yang Hellton Pascalito lakukan sepanjang siang hingga lupakan janji mereka. Tetapi, harga dirinya terlalu tinggi. Ia tak mau terlihat menderita.

"Em, ya."

Apakah kita jadi pergi ke danau? Tidak. Kurasa ini sudah malam. Irishak menarik napas panjang dan kuat. Rasakan napas pria itu di punggungnya yang segera terlelap.

Terbangun di pagi hari oleh deringan ponsel, Irishak sungguhan tak menyukai benda itu. Lepaskan diri dari pelukan, merasa tak sopan mengangkat ponsel Hellton sedang si pria benar-benar tertidur lelap. Irishak ingin abaikan.

Freya Simone. Lagi?! Pikir Irish tak senang. Beranikan diri, ia mengangkat ponsel.

"Uncle?! Apakah Aunty sudah bangun?" Suara Magda menyambut riang di ujung sambungan. Irishak yakin itu Magda sebab Marta belum bertemu dirinya.

"Magda?!"

"Aunty, apakah aku mengganggumu? Aku akan traktir Aunty makan ice cream lalu kita bisa pergi ke taman. Mommy mengajak Aunty berbelanja dan mengajakmu makan malam bersama kami. Maukah ikut?"

Irishak pikirkan ajakan Magda. Entah mengapa, ia tak ingin kemana-mana kecuali bersama Queena atau Hellton.

"Aunty?!" panggil Magda kagetkan dirinya.

"Ya, Magda. Tetapi, aku tak suka pergi ke taman. Bagaimana kalau mainnya di sini saja?"

"Begitukah?" tanya Magda. Hening. Kemudian, "Ayolah Aunty!" Rengek Magda dari sebelah. "Please!"

"Baiklah!"

"Yes, kami akan jemput Anda ..., Nyonya ..., setelah sarapan."

"Bagaimana kalau sarapan di sini saja?" tawar Irishak.

"Begitukah?" Magda terdengar berdiskusi dengan Ibunya.

"Baiklah, Aunty! Kami akan ke sana sekarang!"

Irishak bisa menunda keinginannya untuk pergi ke danau bersama Hellton. Ia pergi keluar menuju dapur. Rumah kembali sepi. Sepertinya Axel Anthony mengajak Queena pulang begitupula Carlos Adelberth.

Keluarkan kacang almond, Irishak putuskan buatkan croissant. Ia tak pandai masak tetapi menu ini adalah menu sarapan pagi kesukaan Ayahnya. Ia akan hidangkan croissant dengan cokelat panas untuk Magda dan Marta.

Tepat ketika ia selesai dan bersihkan dapur, mobil Freya Simone datang. Wanita itu bawakan sesuatu di dalam kotak sedang anak-anak segera berlarian ke dalam rumah. Pengasuh mereka bersiaga di belakang.

"Uncle?!"

"Aunty?!"

"Hei, hei yang sopan!"

Seru-seruan bersahut-sahutan. Magda lebih dahulu sampai di dapur dan tersenyum saat melihat Irishak. Menurut Hellton kedua gadis kecil itu lebih tertarik pada kelinci dibanding apapun jika berkunjung. Tetapi, sepertinya kebiasaan mulai berubah.

"Aku mencium aroma pastry?!" Mata Magda berbinar cerah.

"Kamu suka?"

"Yes! Aunty, ini Marta. Dia adikku!"

Marta tersenyum lebar pamerkan dua gusi tanpa gigi.

"Hallo Aunty?! Aku Marta."

"Hai, senang bertemu denganmu gadis cantik."

"Hai, Irish. Senang kamu mengundang kami sarapan." Freya di belakang anak-anak.

"Ya, Freya."

"Jadi mau ikut kami? Kita hanya akan berbelanja di swalayan, belikan beberapa bahan makanan lalu pulang. Kita tak perlu ke taman, kita bisa masak sesuatu untuk makan malam."

Irishak sebenarnya takut terlihat. Belakangan ia sering dengar dirinya sendiri ucapkan kata-kata seperti, aku janji tak akan terlihat. Meskipun ia tak tahu, dalam momen apa ia ucapkan kata-kata itu tetapi sepertinya sangat serius sebab alarm bawah sadarnya terus saja berdering mengingatkan.

"Jangan kuatir, aku bawa ini!" Freya keluarkan wig, kaca mata gelap dan topi. Freya tahu bahwa Irishak takut bepergian karena diincar para Mafia yang masih dendam padanya. Setidaknya cuma itu yang Freya tahu. "Mari menyamar dan bersenang-senang."

"Baiklah, Freya."

Hellton bergabung di meja sarapan beberapa waktu kemudian sebab rumah sangat riuh. Kehadiran Hellton jelas ciptakan atmosfer penuh keceriaan bagi kedua gadis kecil. Mereka berebut perhatiannya.

"Oh sayang sekali, aku tak bisa makan croissant dan almond," ucap Magda sedih.

"Ya, anak-anak alergi kacang, Irishak," sambung Hellton.

Irish berubah prihatin.

"Mau ku-buatkan pincho (dadar kentang dan telur)?!"

"Tak usah repot Irish!" cegah Freya. "Duduklah, aku akan buatkan roti panggang."

Freya kemudian mengambil alih dapur, buatkan roti panggang dan juga dadar kentang.

"Kamu, mau sarapan dengan apa, Tuan H?" tanya Freya setelah sajikan sarapan anak-anak.

"Roti panggang saja, Freya."

"Baiklah. Irish?" tanya Freya lagi pada Irish yang amati Magda dan Marta makan.

"Aku sudah sarapan tadi dan aku akan pergi bersiap-siap," sahut Irishak bangkit dari kursi.

"Irishak?!" Menoleh pada Irish.

"Kita bisa menunda pergi ke danau, aku akan ikut anak-anak pergi ke swalayan," kata Irish kaku, mengambil tas dari Freya untuknya dan berlalu sebelum Hellton membuka mulut.

Well, Irishak merasa dirinya menjadi lebih sensitif dan ia tak sukai ini. Mengapa ia tak nyaman pada Freya dan anak-anaknya? Mereka berusaha dekat padanya tetapi ia tak sukai ini.

Terus hembuskan napas berat, ia keluar dari kamar mandi dan terkejut saat Hellton berdiri di dekat lemari seakan menantinya.

"Kita bisa pergi ke danau dan biarkan Freya pulang bersama anak-anak," kata Hellton.

"Tidak, terima kasih. Aku sudah berjanji pada Magda untuk ikut. Aku tak suka ingkar janji dan menyebabkan seseorang kecewa," jawab Irishak cepat. Sangat sarkas untuk didengar.

Hellton kehilangan kata-kata di sudut ruangan. Irish mengambil pakaiannya dan kembali ke kamar mandi, mengunci pintu dan membenci dirinya sendiri karena tak tahu bagaimana baiknya bersikap. Tatapi wajah di kaca kamar mandi dan amati wajah. Ia asing pada diri sendiri. Ia ketakutan dan suara-suara di kepala berdering mengganggunya. Nyalakan keran air, ia menangis di bawah pancuran. Tak mengerti mengapa ia cepat sedih dan putus asa. Yang ia tahu, jati dirinya telah hilang. Sesuatu membunuh karakternya. Memeluk perut rata, ia terduduk di closet. Mengusap air mata, ia memegang dirinya yang rapuh. Segera berpakaian dan menyimpan kesedihan di dasar hati. Gunakan kaca mata hitam, wig dan topi. Melihat penampilannya yang hampir tak dikenali, mematut diri di cermin. Keheningan kemudian mengisi kepalanya, ia akan jalani hari ini. Mencoba tersenyum tetapi ternyata ia tampak seperti perempuan gila saat lakukan itu.

Kehilangan kepercayaan diri, Irishak berdiri ragu di pintu sementara suara Freya terdengar menegur Magda dan Marta mungkin karena mengganggu Hellton.

"Uncle, terima kasih untuk semalam karena sudah temani kami seharian."

"Itu yang terakhir, Magda. Uncle sangat sibuk dan tidak bisa terus-terusan diganggu!"

"Mengapa Uncle memeluk Mommy semalam jika Uncle punya Aunty?" Sepertinya itu suara Marta dan suasana berubah canggung.

Irishak menahan napas.

It's okay, I'll be fine.

Hela napas berulang kali, hembuskan lagi hingga ia berhenti merasa sakit. Ia jatuh cinta pada pria itu sebab ia cemburu.

"Bisa kita pergi sekarang?" Irish menyela, muncul di waktu yang tepat untuk dapati raut menegang Hellton.

"Keren Aunty!" seru Magda turun dari sofa saat amati Irishak yang berbeda dengan penampilan baru, pecahkan suasana aneh, menarik tangan Irishak. "Ayo kita pergi, Aunty!"

"Irishak ...." Mendengar suara bisikan itu lagi seperti semalam.

"Sampai jumpa nanti!" lambai Irishak balas panggilan pelan Hellton, berharap kaca mata gelap yang ia pakai tak khianati dirinya. Mengatur topi, ia bisa melihat pantulan wajah suram meski tanpa melihat kaca. Apakah ia tampak menyedihkan? Itulah mengapa lebih baik ia tak perlu rasakan hal manis.

Ia mengikuti Magda yang berlari turuni undakan tangga depan rumah. Masih dengar suara Hellton yang meminta Freya menjaganya.

"Apakah kamu senang semalam bersama Uncle?"

Irishak tahu ia sangat jahat bertanya pada anak kecil. Duduk di jok belakang bersama Magda sedang Marta masih bersama pengasuhnya.

"Ya, kami menonton Frozen bersama."

Irishak manggut-manggut. Ingin bertanya lebih banyak lagi tetapi itu tidak benar. Freya dan Hellton bersahabat baik. Carlos sering memeluknya untuk menghibur dan menguatkan di saat sedih.

Freya mengemudi dengan tenang. Mereka kemudian pergi ke swalayan. Anak-anak memilih makanan dan menaruh di keranjang. Irishak mengikuti dari belakang. Menghalau rasa tak nyaman, berdampingan dengan Freya yang tampak antusias padanya.

"Kamu ingin daging segar, Irishak? H, katakan kamu sangat suka sup daging. Apakah daging sapi?" tanya Freya lagi.

"Ya," sahut Irishak.

"Okay, sambil kamu memilih daging. Aku ingin melihat sesuatu di bagian perkakas dapur. Atau mau ikut?"

"Mari pergi bersama."

Di antara lorong-lorong perlengkapan dapur, Freya memilih beberapa barang. Talenan baru, whisk, teflon telur karakter untuk anak-anak dan ketika Irishak membantunya memilih, Freya pergi ke bagian pisau.

"Aku harus membeli beberapa pcs pisau daging Irishak. Tunggu sebentar di sini."

Freya menjauh beberapa langkah, memilih pisau. Irishak masih pegangi teflon karakter merasa benda itu sangat menarik. Sedangkan Magda dan Marta diajak pengasuh mereka menikmati ice cream terbaru di counter ice cream.

"Irish, apakah menurutmu ini bagus?" Freya pamerkan pisau di tangannya. Irishak menatap benda itu, pada lempengan plat yang berkilat, mundur ketakutan tetapi Freya tampak tak paham ekspresi Irish dibalik kaca mata sebab Freya segera bergerak ke sisi lain, mengambil pisau berbeda ukuran untuk kebutuhannya. Irish pegangi rak kuat. Ia pernah melihat benda itu di tangan seseorang. Irish menunduk oleh mimpi buruk.

"Nyonya, apakah Anda baik-baik saja?" tanya seorang pria pegangi tangannya. Irishak sembunyikan wajah hanya mengangguk.

"Ya," sahut Irishak.

"Anda sepertinya tak sehat."

"Aku baik-baik saja," balas Irishak dan mendadak mengingat sesuatu saat tatapannya membentur tangan si pria penolongnya. Tato yang tidak asing, bulatan dengan segitiga mengelilinginya. Ia tak ingat pasti, tetapi tato itu tak asing baginya. Bagai disambar kilat, otaknya tiba-tiba mengingat sebuah peristiwa meski hanya sepotong, seseorang menusuk leher Buddy dengan belati. Dan tangan itu punya tato yang sama dengan yang dipunyai si pria. Ia segera menepis tangan itu.

"Buddy?!" bisiknya marah.

Jadi anjing itu tidak hilang di hutan? Irishak berbalik, berjalan sempoyongan menyusuri rak-rak perkakas bernapas tersengal-sengal. Ia ingin memanggil Freya tetapi mulutnya berubah kaku, lidahnya berubah kelu.

"Nyonya, apakah Anda butuh bantuan?" tanya si pria lagi.

Irishak menggeleng ketakutan dan percepat langkah. Matanya bergerak gelisah. Ia bergerak keluar turuni tangga menuju parkiran tetapi karena gugup, ia malah pergi ke parkiran bawah tanah. Sementara si pria bergerak di belakangnya, mengejar.

"Tuan, bisakah kamu datang?"

***

Maaf ya kalau tak sempurna. Aku benar-benar sedang sibuk.

Please tinggalkan komentar.

1
✨Susanti✨
baca lagi, tapi masih sesakit ini
✨Susanti✨
ini tuch salah satu novel yg selalu bikin nyesek bgt
tapi kenapa aku mesti balik lagi kesini 😭
semoga diluar sana tidak ada wanita yg bernasib seperti irishak
Anastasia Tani
karya novel yg ga pasaran, penulis yg berkarakter, aku padamu 💜
Anastasia Tani
hmmmm🤔
Anastasia Tani
sa suka sekali Kaka nona pung karya novel ini. beda Deng lainnya 🤗
Anastasia Tani
gila, aku menangis 😭
viva vorever
gabut ...endingnya aku melipir kesini kangen banget dgn deep story queena dan axel...kpn kan ceine come back....sumpah kangen banget aku dgn karyamu/Sob/
bunga cinta
laki banget gk seh
bunga cinta
seruuu
bunga cinta
keyen H
bunga cinta
wkwkwk
bunga cinta
cihuy
bunga cinta
rey
bunga cinta
terus berkarya
bunga cinta
huff
bunga cinta
tragis
bunga cinta
eleh eleh, manja cuy
bunga cinta
Tatiana kah
bunga cinta
waduh, ikut curiga
bunga cinta
ohooo, dunia gelap mr H
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!