NovelToon NovelToon
Holong Di Balik Adat

Holong Di Balik Adat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:217
Nilai: 5
Nama Author: Pasaribu

Pertemuan yang tak pernah mereka rencanakan, tapi justru takdir membawanya semakin dekat. Hingga mereka benar-benar yakin bahwa cinta itu hadir. Tapi ternyata tak cukup hanya Cinta, tapi juga ada perjuangan cinta yang juga harus membutuhkan restu.

"kamu itu terlahir dalam adat apa? sadar gak sih kamu????" bentuknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lebih Memilih Terlambat Demi Dia

"Lima menit!" Asido memutar motornya dan melaju dengan cepat.

Pagi itu lorong kost itu masih sepi. Pintu-pintu kamar masih banyak yang tertutup. Asido berjalan dengan langkah buru-buru.

Tok.... tok.....

"Pasti itu Abang....." Nowela melihat ke arah pintu kamarnya dengan tersenyum. Ia berjalan mendekat dan sebelum membuka pintu itu, ia berkaca sekali lagi memastikan tampilannya terlihat sempurna.

"Pagi Nowela....." sapa Asido.

"Pagi, Bang....." Nowela menundukkan kepala, tersenyum malu- malu.

"Kamu jangan lupa sarapan ya...." Asido berusaha tersenyum hangat di tengah waktu yang mengejarnya.

Nowela mengangguk, mengangkat wajahnya dan menatap Asido.

"Ya sudah...... aku kerja dulu ya...." ucap Asido akhirnya, karna memang waktunya semepet itu.

Senyum malu- malu yang sejak tadi menghiasi wajah Nowela perlahan memudar. Ia masih berdiri di tempatnya, menunggu. Berharap ada kalimat lain yang akan diucapkan Asido.

Mungkin sebuah pertanyaan. Mungkin ajakan untuk berbincang sebentar. Atau setidaknya sekedar pujian.

Namun tidak ada. Asido hanya berdiri beberapa saat sebelum melirik jam tangannya.

"Aku pergi dulu ya...... Pagi ini ada meeting penting."

Kalimat itu membuat hati Nowela terasa sedikit jatuh. Ia berusaha menyembunyikan di balik wajah yang tetap tenang.

"Iya." Hanya kata itu yang mampu ia ucapkan.

Dan yang paling di luar dugaannya, Asido langsung beranjak pergi. Padahal sejak pagi ia sudah menunggu. Bahkan menyiapkan dirinya lebih rapi. Semua itu mendadak terasa sia-sia.

Nowela menutup pintunya dan terduduk di sana. Ada rasa kecewa yang perlahan menyusup ke dalam hatinya.

"Dokter Asido kemana sih? Tumben telat." ucap seorang peserta rapat itu.

Yani, manager operasional klinik itu sedari tadi mondar-mandir di depan ruang rapat menunggu Asido.

"Kemana sih dia? Nggak mungkin lupa ada rapat pagi ini......" Yani terlihat khawatir. Dia tak ingin jika nanti Asido disalahkan dalam rapat penting ini.

Asido memarkir motornya dengan tergesa-gesa. Dia hampir berlari memasuki klinik.

"Pagi, Dok....."

Beberapa staf yang berpapasan dengannya langsung menyapa. Tapi, Asido hanya sempat membalas dengan anggukan singkat.

Jam di dinding lobi membuat perasaannya semakin tidak enak.

Terlambat.

Langkahnya semakin cepat menuju ruang rapat di lantai dua.

"Dokter.....?" sapa Yani lega saat melihat Asido.

"Sudah hadir semua?" tanya Asido sedikit terengah.

"Sudah...... Lagian dokter dari mana sih?" gerutu Yani.

Tanpa menjawab pertanyaan itu, Asido mendorong pintu, suasana di dalam langsung terlihat jelas. Semua orang sudah hadir. Beberapa dokter yang diundang duduk rapi. Kepala administrasi, manager keuangan, dan beberapa staf penting klinik juga sudah siap dengan berkas mereka.

"Isss..... Apaan sih? Langsung masuk aja......" Yani kesal pada Asido. Padahal ia sudah menunggu dari tadi dengan khawatir. Yani menghentakkan kakinya dan ikut melangkah masuk.

"Selamat pagi, semua....." sapa Asido.

Ternyata benar hanya dia yang ditunggu dalam rapat itu. Asido langsung merasa tak enak.

"Selamat pagi, Dok." balas semua serentak.

Asido duduk di kursi yang sudah disediakan dengan sikap tenang.

Semua perhatian langsung tertuju kepadanya.

"Maaf membuat semuanya menunggu." ucapnya sebelum memulai rapat.

Terlambatnya memang tak lama. Hanya sekitar sepuluh menit. Tapi baginya kedisiplinan itu penting.

Beberapa peserta rapat itu mengangguk maklum.

"Baik. Karna semuanya sudah lengkap, kita mulai rapatnya."

Asido terlihat benar-benar tetap tenang dan profesional.

Rapat pun dimulai.

Setelah semua peserta mendapatkan salinan berkas yang diperlukan, Asido memberikan isyarat kepada manager operasional untuk segera memulai.

Manager operasional itu berdiri dan menyalakan layar proyektor.

"Baik, selamat pagi semuanya. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk hadir hari ini."

Yani mengangguk sopan kepada para dokter yang diundang.

"Sebelum masuk ke pembahasan kerja sama, izinkan saya memperkenalkan gambaran umum klinik kita terlebih dahulu,"

Slide pertama muncul di layar. Ia mulai menjelaskan sejarah singkat berdirinya klinik, perkembangan jumlah pasien dari tahun ke tahun, serta layanan yang saat ini tersedia.

Beberapa dokter tampak memperhatikan dengan serius. Sesekali mereka mencatat poin-poin penting yang dianggap menarik.

"Dalam dua tahun terakhir, jumlah kunjungan pasien meningkat secara konsisten. Karna itu, kami sedang melakukan pengembangan layanan dan penambahan tenaga medis beberapa bidang."

Presentasi berlanjut dengan penjelasan fasilitas klinik, sistem pelayanan, hingga rencana ekspansi yang sedang disusun.

Setelah sekitar dua puluh menit, manager operasional menutup penjelasannya.

"Untuk gambaran kondisi keuangan dan pertumbuhan klinik, saya persilahkan manager keuangan."

Seorang perempuan di ujung meja berdiri sambil membawa beberapa lembar laporan.

"Terimakasih." ucapnya memulai.

Ia menampilkan slide berikutnya. "Secara umum, kondisi keuangan klinik dalam keadaan sehat. Berikut data yang menampilkannya.

Grafik dan tabel mulai memenuhi layar, manager keuangan itu fokus menjelaskan pendapatan klinik dalam beberapa tahun terakhir, biaya operasional, investasi alat kesehatan, serta proyeksi pertumbuhan untuk tahun berikutnya.

Para peserta rapat mengangguk angguk kecil memperhatikan data yang ditampilkan di layar.

Slide demi slide berganti dan menampilkan laporan yang tersusun dengan rapi. Tidak ada angka yang terlihat janggal ataupun laporan yang membingungkan.

Bahkan beberapa dokter tampak saling bertukar pandang saat melihat tingkat pertumbuhan klinik dalam beberapa tahun terakhir.

"Rapi sekali......" gumam salah seorang dokter tanpa sadar.

"Kami berusaha menjaga transparansi dan pencatatan sebaik mungkin." Jelasnya.

Pendapatan klinik itu menunjukkan peningkatan yang stabil dari tahun ke tahun.

Di ujung meja, Asido hanya mendengarkan tanpa banyak bicara. Dia melihat ekspresi orang-orang di rapat itu, ia tahu mereka sedang menilai bukan hanya kliniknya tapi juga cara tempat itu dikelola.

Presentasi berjalan lancar hingga sesi tanya jawab dimulai. Salah seorang dokter yang duduk di sisi kanan mengangkat tangan.

"Maaf, saya ingin bertanya sesuatu."

"Silahkan, Dok." jawab Yani.

Dokter itu mengangguk lalu menoleh kepada manager keuangan tadi.

"Saya melihat perkembangan klinik ini cukup pesat. Kalau boleh tau, bagaimana struktur kepemilikannya? Apakah ada investor lain yang terlibat atau klinik ini sepenuhnya milik pribadi?"

Pertanyaan itu membuat suasana tadi sedikit berubah. Manager keuangan tampak sedikit ragu untuk bicara.

Ia melirik sekilas ke arah Asido. Meskipun itu berkaitan dengan bisnis tapi itu sudah mulai masuk ke ranah yang cukup pribadi.

Melihat manager keuangan itu terdiam, Asido akhirnya meletakkan pulpen yang sedari tadi dipegangnya.

"Saya yang akan jawab."

Semua perhatian langsung beralih kepadanya.

"Untuk saat ini, klinik masih dimiliki dan dikelola secara independen."

Asido duduk lebih tegak dan tersenyum tipis.

"Ada beberapa informasi yang memang bersifat internal dan tidak biasa kami buka secara rinci di forum seperti ini."

Asido menjelaskan dengan nada tetap ramah. Tanpa sedikit pun terdengar menyinggung.

"Namun yang bisa saya pastikan, seluruh keputusan operasional dan pengembangan klinik masih berada di bawah kendali manajemen internal kami."

Dokter tadi mengangguk dengan wajah yang sulit dideskripsikan. Sementara manager keuangan tadi terlihat sedikit lega.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!