Assalamualaikum,di baca yuk!
Muhammad Khalid Juhair♡
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu,jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa,hingga waktu itu tiba.Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu."
Khulaifah Sabira Nur Baiti Shalihah♡
"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah.Kau membantuku di dunia,dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ula_Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rafka dan Ustadzah Robiah
"Kamu sudah ingat ning?"Rafka tersenyum tipis.
Ustadzah Robiah diam.
"Sekali lagi Rafka,apa kamu benar2 akan menikahi anak saya dan tulus dari lubuk hati kamu?tidak ada keterpaksaan atau rasa kasihan?"tanya Kyai Abdul serak,bagaimana pun beliau ingin terbaik untuk anaknya.
"Saya akan menikahi anak pak Kyai,saya tulus,In Syaa Allah saya akan menjaganya dengan baik."
santriwati di sana ikut terharu,"Ahhh pak Rafka bikin baper..."Qila memukul2 lengan Khula pelan.
"Baper sih baper tapi jangan mukul juga ih Qila..."
"Kamu nggak baper?"tanya Fadya,Fadya juga merasakan hal yang sama dengan Qila dan santriwati lain.
"Kalau aku memuji pria lain,habis nanti sama Ustadz Khalid..."batin Khula,Khula sambil melirik Khalid yang juga berada di sana.
"Nggak."Khula singkat.
Umi Anisa membantu Ustadzah Robiah berdiri dan membawa masuk ke ndalem.
"Rafka,seharusnya acara lamarannya bisa lebih baik lagi,saya tunggu kamu di rumah besok,Assalamualaikum."Kyai Abdul pergi setelah mengatakan itu.
para santri juga ikut bubar.
Khalid mendekati Rafka,menepuk pundak Rafka tiga kali.
"Denger2 Ustadz Khalid udah nikah?"tanya Rafka mendengar rumor yang beredar.
"Alhamdulillah,pasti denger dari orang ya?"Ustadz Khalid tersenyum simpul.
"Iya,semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."
"Aamiin,semoga pernikahan bang Rafka juga lancar ya."
Mereka berdua saling bercengkrama karena sudah lama tidak pernah bertemu.
Keesokannya.
Rafka datang bersama ayah ibunya ke pesantren An-Nur,ingin melamar Ustadzah Robiah.
orang tua Rafka sudah mendengar semua yang terjadi,tapi mereka bukan Tuhan yang berhak menghakimi seseorang,jika dia sudah kembali ke jalan yang benar kenapa tidak?pikir orang tua Rafka.
2 minggu setelah acara lamaran,pernikahan di selenggarakan secara sederhana,sebenarnya Rafka ingin yang meriah,tapi Ustadzah Robiah tidak mau dan memilih mengundang orang terdekat saja.
Kesempatan yang baik,Khalid mengajak Khula bertemu,sebenarnya Khalid lelah dengan hubungannya dengan Khula yang sembunyi-sembunyi tapi bagaimana lagi?setelah Khula lulus SMA,Khalid tidak akan menyembunyikannya lagi.
"Assalamualaikum pak Ustadz sayang."Khula datang memegang kue kering yang tak jadi dia makan.
"Waalaikumsalam habibati,sini duduk."Khalid mengajak Khula duduk di sofa.
"Ada apa?"tanya Khula sambil memakan kue keringnya.
"Aku hanya merindukan istri kecil ku ini."Khalid mengambil tangan Khula dan menggenggamnya.
Khalid mendekat,mendekatkan wajahnya ke wajah Khula,Khula bisa merasakan hembusan nafas Khalid yang sangat dekat,Khula gugup dan memejamkan matanya.
bibir Khalid sudah mengarah pada bibir mungil Khula,tapi belum sempat tiba2 ada yang mengetuk pintu rumah Khalid.
"Assalamualaikum Ustadz!"Terdengar suara dari luar.
Khalid langsung bergegas membuka pintu,dan Khula sembunyi di kamar.
"Waalaikumsalam,ada apa?"tanya Khalid.
"Maaf sebelumnya Ustadz,saya tadi nggak sengaja melihat Khula ke arah sini,apa Khula berada di sekitar sini?emm maksudnya apa Khula lewat sini?"tanya Bilqis.
"Eh?Khula?saya tidak melihatnya."
"Ahh kalau begitu yaudah saya duluan Ustadz,terima kasih,Assalamualaikum."Bilqis pergi.
"Waalaikumsalam."Khalid merasa heran.
Bilqis santriwati baru kelas 10,menyukai Ridwan,setelah tahu Khula adalah kakak Ridwan dia terus berusaha mendekat pada Khula agar Khula merestui dan membantunya dekat dengan Ridwan.
"ada apa?"tanya Khula tiba2 ada di belakang Khula.
"Astagfirullah,habibati muncul ngagetin aku aja."
"Maaf pak Ustadz sayang,tadi siapa kok suara cewek?"tanya Khula penasaran.
"Oh tadi Bilqis,dia nyari kamu,kamu ada urusan apa dengan dia?"tanya Khalid penasaran,seperdetik kemudian Khalid sadar mereka ada di depan pintu dan belum di tutup,Khalid langsung menutup pintunya.
"Bilqis deketin aku karena dia suka sama Ridwan."
"Ohh harus deketin kakak iparnya dulu ya?sama sih kayak aku harus deketin adik ipar dulu,Ridwan."Khalid jadi ingat saat dia berbicara dengan adik iparnya saat pertama kali sebelum menikah dengan Khula.
"Maksudnya?"Khula tidak paham.
flashback beberapa hari sebelum Khalid akan menikah.
Ridwan tak sengaja mendengar percakapan ayahnya Raka dengan Abi Qasim,Ridwan murka tak setuju.
Khalid langsung mengajak Ridwan bicara berdua.
"Tolong setuju pernikahan ku dengan kakak kamu."pinta Khalid.
"atas dasar apa?aku tidak mau."Ridwan menolak mentah-mentah.
"Lalu apa yang harus saya lakukan agar kamu setuju?"tanya Khalid.
"bang Khalid harus berjanji tidak akan menduakan kakakku,biasanya Ustadz kan istrinya lebih dari 1."
"Saya hanya ingin menikah 1 kali seumur hidup,lalu untuk apa aku menikah lagi jika kakak kamu ada."Khalid menjawab semua keraguan Ridwan padanya.
"kedua harus menjaganya dengan baik,saingan abang banyak,kak Khula cantik."
"Saya tidak akan membiarkan seseorang mendekati Khula sembarangan."
"ketiga,tolong kalau emang abang Khalid nggak mencintai kak Khula lagi suatu saat nanti,jangan bermain perempuan dibelakangnya,katakan saja aku akan menjaga kakakku sendiri tanpa bantuan mu."ucap Ridwan serak.
Khalid tersenyum,Ridwan sangat menyayangi Khula.
"saya tidak akan melakukan hal seperti itu,jika saya khilaf dan melakukannya peringatkan saya."
"bang Khalid harus berjanji,di luar sana banyak yang suka sama kak Khula,walau kak Khula nya nggak suka,tapi nggak menjamin juga kak Khula bakal suka sama Ustadz Khalid nanti."
"Saya akan membuatnya mencintai saya."Ucap Khalid yakin.
"Oke,aku merestui bang Khalid,aku juga tidak akan mengatakannya pada siapa pun."Ridwan berjanji pada dirinya sendiri.
"Terima kasih."Khalid senang mendapat restu dari adik iparnya.
Khalid menceritakan kejadian itu pada Khula,Khula tersenyum haru.
"Habibati jangan nangis..."Khalid mengusap air mata yang menetes di pipi Khula.
"Ridwan sangat menyayangi ku,walau dia jahil."Khula benar terharu.
"Ridwan jahil untuk menunjukkan rasa sayangnya buat kamu habibati,udah jangan nangis ya,atau nggak aku akan melakukan sesuatu agar kamu tidak menangis."Khalid tersenyum mengartikan sesuatu.
"Apa itu?"Khula ingin tahu.
cup.
Khula langsung terdiam,bibirnya berciumam lagi dengan Khalid,kali ini sangat lama.
Khula gugup seketika,setelah bibir mungil Khula,Khalid beralih ke pipi,dagu,dan pucuk kepala Khula.
"Lihat kamu sudah tidak menangis lagi."Khalid mengusap bibir mungil Khula yang lembab akibatnya.
"Pak Ustadz mesum..."Khula membapikkan badannya,dia gugup.
"Aku mesum nya sama kamu,nggak sama cewek lain sayang."Khalid memeluk Khula dari belakang,meletakkan dagu nya pada bahu Khula.
Khalid mencium leher Khula,Khula kegelian karena kumis tipis suaminya.
"Ih pak Ustadz kumisnya bikin geli."
Di tempat lain,Qila dan Fadya kebingungan mencari Khula.
"Lah mana Khula?nggak ada batang hidung nya?"Fadya mencari2 Khula.
"Tadi kan ke toilet katanya,mungkin lama lagi."Qila santai.
"Iya sih,tapi tetap aja lama banget."
sy sdh lama buka dinoveltoon. to baru mlm ini minat bc, ternyata bagus....👍👍👍
☝ gadir & nyimak.