NovelToon NovelToon
Istri Kedua Keluarga Diranta

Istri Kedua Keluarga Diranta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:376.8k
Nilai: 5
Nama Author: YAKIYA

Kanaya Wulandari, sebelumnya berprofesi sebagai pengajar di pendidikan kanak-kanak kemudian sahabatnya memaksa Kanaya bekerja di bawah perusahaan yang sama dengan sahabatnya itu.

Setelah beberapa bulan bekerja di Diranta, Kanaya mendapat permintaan dari istri Presdirnya untuk menikah dengan suaminya tersebut.

Tapi sebelum itu, apakah Presdirnya menerima jika ia akan menikah dengan Kanaya Wulandari?

Dan apakah Kanaya juga akan menerima pinangan tersebut?

Istri Kedua Keluarga Diranta©YAKIYA
2021.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YAKIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The End (ekstra chapter) love part!

5 tahun berlalu.

Sepasang suami-istri dengan anak laki-laki mereka yang tampan. Berada di rumah abu dan didepan salah satu guci abu milik seseorang.

Lavigne Cher Diranta

Nama itu terukir di guci.

“Daddy, Mama Lavi ada di dalam sana sedang tertidur?” tanya Lucas yang digendong oleh Alordi, jari mungilnya menunjuk kaca.

“Hm. Mama Lavi tertidur nyenyak dan tenang.” Alordi tersenyum menatap Kanaya yang mengusap lengannya lembut.

“Tapi kenapa tempat tidurnya kecil Daddy? apa Mama Lavi cukup tidur di sana? tubuh Mama Lavi kan lebih besar dari aku,” oceh anak kecil tampan itu.

“Yang tinggal di dalam bukan tubuh seperti kita, sayang. Kau paham? tempat ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi Mama Lavi, dan kirimkan doa kepada Mama Lavi tiap kau ingat padanya, kau menyayanginya kan?” ucap Kanaya menjelaskan. Kadang ia sendiri sulit menyusun kata-kata untuk menjawab pertanyaan putra kecilnya. Putranya bahkan lebih cerdas daripada dirinya diusianya yang masih 4 tahun.

“Aku paham Mommy. Dan aku akan selalu mengingat Mama Lavi agar aku bisa mendoakan Mama Lavi karena Lucas sayang padanya.”

“Good boy...,” puji Alordi dan mencium pipi gembul itu gemas.

Setelah selesai, mereka ke luar dari rumah abu dan masuk ke dalam mobil.

Alordi yang sedang menyetir menatap Lucas dari spion kaca. “Kau ingin kemana, Lucas? Daddy akan mengantarmu ke tempat mana pun yang ingin kau datangi lagi.”

Pagi tadi Lucas sendiri mengatakan, ia ingin mengunjungi Mama Lavi-nya. Dan hal itu dituruti Alordi.

“Ke tempat Oma, Daddy. Aku juga merindukan Oma,” teriaknya bersemangat.

“Hari ini, kau merindukan semua orang, sayang. Tapi kau tidak merindukan Mommy?” tanya Kanaya, ia menengok ke belakang menatap mata bulat putranya yang memiliki manik mata hitam gelap bersinar.

Lucas bergerak maju dan menyentuh pipi ibunya. “Tentu saja aku juga merindukan Mommy, tapi karena aku sudah melihat Mommy langsung ketika bangun tidur. Rinduku kepada Mommy jadi terselesaikan,” balasnya dengan senyum manis.

Ah, Lucas Lavin Diranta pintar menggombal.

•••

Lucas turun dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam kediaman neneknya, Dona Diranta.

“Oma....” Tangannya terbuka saat melihat neneknya berjalan dengan tongkat menatapnya terkejut.

“Pelan-pelan.... Adu-duh. Lucas sudah besar dan Oma tidak sanggup menggendong Lucas lagi. Bagaimana ini?” nadanya terdengar menggerutu.

Lucas mengangkat kepalanya dan jari telunjuknya bergoyang ke kanan dan ke kiri. “Oma.... Oma tahu aku sudah besar. Jadi Oma tidak perlu menggendongku. Oma cukup peluk aku saja,” katanya sambil merentangkan tangannya memeluk kaki Dona.

“Aduh... menggemaskan sekali. Hei, namamu Lucas?”

Lucas melepas pelukannya dan menatap wanita rambut panjang berwarna putih. Walaupun kata ibunya itu adalah blonde. Lucas tetap menganggap warna itu adalah warna putih dan Lucas lebih menyukai neneknya yang rambutnya masih ada warna hitamnya. Tidak seperti tante itu yang masih muda tetapi rambutnya sudah beruban.

“Hei, tampan. Kenapa diam saja?” tanya Mesya George.

“Halo, Tante Mess(kacau),” sapa Lucas.

“Oh, Tante Mess? kau memberikan aku panggilan kesayangan ya? kau lucu sekali.”

Lucas tidak menghiraukan lagi ucapan Tante 'kacau' itu. Ia menatap neneknya dan tersenyum.

•••

3 tahun kemudian.

Keluarga Diranta mengadakan pesta keluarga dan hanya kerabat serta teman dekat yang datang.

“Mommy, aku tidak suka dasi,” keluh Lucas, ia membuka kembali dasi yang sudah ibunya pasangkan dengan rapi.

Kanaya mendesah lelah. “Ayolah, sayang. Kau terlihat semakin tampan.”

“Tidak perlu Mommy. Karena aku memang sudah tampan,” pujinya bangga.

Ya, itu memang fakta sebenarnya.

“Sayang, ayo cepatlah. Kalian sedang apa?”

Alordi datang dan masuk ke dalam kamar Lucas.

“Putramu tidak ingin pakai dasi. Bicaralah padanya, aku lelah,”

Kanaya duduk di sofa menatap putranya yang keras kepala.

“Daddy....”

“Kemari, ikut Daddy ke luar,” Alordi menarik punggung atas Lucas yang sekarang tingginya setengah dari tinggi Alordi. “Hei, kau jangan menunjukkan sisi beranimu kepada Mommy. Tunjukkan itu pada musuhmu saja,” bisik Alordi setelah ke luar dari kamar.

Lucas menatap ayahnya dengan alis berkerut dan terangkat sebelah. “Seperti Gilbert?”

“Siapa Gilbert?” tanya Alordi saat mereka sudah turun ke bawah, di lantai dasar.

“Musuhku, Dad. Aku tidak suka padanya,” decih Lucas kesal.

“Kenapa begitu?”

“Dia juga menyukai Luna,” desah Lucas berat.

Lucas menyukai Luna, teman sekelasnya dan Gilbert yang satu sekolah dengannya tetapi beda kelas itu menyatakan kepada Lucas bahwa dia juga menyukai Luna.

“Kau menyukai Luna siapa?” tanya Alordi.

“Luna Xiren Pattrouner.”

“Pattrouner.... Putri Gerald? apa yang kau suka dari anak kecil itu?” tanya Alordi berlalu ke arah lemari kecil dan membuka laci mengambil dasi kupu-kupu sambil menunggu jawaban Lucas.

“Dia bukan anak kecil, Dad. Aku seumuran dengannya. Aku menyukainya karena... dia cantik, dia... sering menatapku. Jadi aku juga menatapnya dan aku menyukainya,” jelas Lucas.

“Perasaan semacam itu tidak bertahan lama, Lucas. Kau tumbuh dewasa nanti akan mendapatkan cinta yang sebenarnya.... Pakai ini,” petuah Alordi dan memberikan dasi kupu-kupu warna hitam itu.

“Aku tidak suka dasi,” kata Lucas.

“Ini tidak sesak. Coba dulu,” Alordi memakaikan dasi itu dan memasang di leher Lucas dengan sejajar.

“Yah... lumayan,” putusnya pasrah. Bukan hanya karena sesak tapi Lucas memang tidak menyukai pakaian formal macam ini. Lagi pula ibunya mengatakan bahwa ini hanya pesta keluarga tapi kenapa harus pakai pakaian formal?

“Tapi Daddy, yang kau katakan padaku tentang cinta itu. Memang rasanya bagaimana?”

•••

Pesta malam yang diadakan di mansion Dona Diranta itu bertema formal ternyata. Lucas mendesah kasar, pesta semacam ini menyebalkan. Tidak ada teman sepantaran dan ia hanya melihat para orang dewasa yang saling berbincang masalah bisnis, rumah tangga, dan masalah lain yang Lucas belum pernah alami.

“Hei, Lucas. Tampan sekali kau ini...,”

Lucas berdecih pelan. Pesta ditambah Tante 'kacau' datang semakin memperburuk perasaannya.

“Hei, kau belum lihat putriku yang cantik ini bukan? lihatlah,” ucap Mesya Diranta, ia menunjukkan putrinya yang katanya cantik itu kepada Lucas.

Lucas menatap sekilas tanpa minat, apanya yang cantik? mulutnya penuh liur. Dia masih bayi, cantik dari mananya? wajah bayi sama saja menurut Lucas. Dan Lucas tidak suka bayi, apalagi saat mereka menangis.

“Lucas,”

Ah, suara yang Lucas kenal. Saat ia menatap gadis itu, Lucas tahu siapa yang memanggilnya dengan suara lembut.

“Luna? kenapa kau datang ke sini?” tanya Lucas dengan riang.

“Aku diajak Daddy. Daddy diundang ke pesta ini.”

Gadis di depan Lucas ini baru cantik. Dan Lucas menyukainya.

“Untung kau datang. Aku sempat bosan berdiri sendiri,” keluh Lucas dengan mendesah lelah.

“Begitu?” tanya Luna dengan sedikit tawa.

“Hei, para anak kecil. Kalian tidak boleh menjalin hubungan seperti orang dewasa, belajarlah dengan giat. Mengerti?” terang Mesya tiba-tiba.

Lucas menatap wanita itu kesal. Apa-apaan?

Lucas menarik Luna menjauh dari Tante 'kacau' itu. Dan Lucas mendengar ucapan suara sedikit keras Tante itu.

“Lucas, kau belum tahu nama putri Tante yang cantik kan? namanya Zoia Arabella Diranta.”

Lucas akan melupakan ocehan Tante itu dan nama putrinya. Zoia? nama macam apa itu.

“Luna, aku menyukaimu.”

Istri Kedua Keluarga Diranta © YAKIYA

2021 | Tamat ✓>>

Kurang memuaskan ya? atau gimana nih?

tapi gimana lagi, ending-nya sudah semacam itu.

1
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
pipi gemoy
🌹
Kasmiwati P Yusuf
koq pd santai jalanin semua ny ya..aku yg deg2 kn
Mita Karolina
Lha kucing di kasih ikan,ya maulah….laki kan sifatnya berburu
NFIA
tidak punya anak selalu mengguncang pernikahan.
Fety Fatimah
knp ceritax singkat bgt thor jd g seru ,Klo bwt cerita yg ikhlas donk
Fety Fatimah
aduuh gmn perasaan lavi
Fety Fatimah
waduuuh
Septy Cweet
bagus.....singkat padat dan jelas
Septy Cweet
yaudahlah stev....kamu sama lavi aj apa sama yuni
Septy Cweet
si bambang udah gak sabar😂
Septy Cweet
ku harap lavi gak nyesel....setelah naya nikah sama suaminya
Septy Cweet
semoga aja naya gak teraniaya....
Septy Cweet
aahh.....yaampun
Septy Cweet
naya sama stiv aj la😁
Septy Cweet
hihi.....yang baca pun jadi ikutan kayak naya, dag dig dug😂
Septy Cweet
yang penting naya jangan sampe tersakitti ya kak author....kasihan
Septy Cweet
berarti sebelumnya emng udah kenal mereka....
Septy Cweet
kayaknya bagus...
Nani kusmiati
suka author sama ceritanya gak bertele tele, tetap semangat denga judul Novel lainya 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!