+21
Seorang mafia yang penurut dengan ibunya karena menyayangi dan mencintai ibunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rara ~ Akmal 3
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Pesanan Rara datang,nina meletakkannya diatas meja. Rara tersenyum melihat akmal diam saja dan tidak berkutik seperti biasanya,dia senang karena dia tau kalau akmal juga mencintai nya.
Setelah makan,akmal duduk bersandar di sofa dan Rara menyandarkan kepalanya dibahu akmal. Saat ini Rara merasa sangat senang,sama hal nya dengan akmal hanya saja akmal menahan rasa senang nya. Dia ingin mengikuti alur saja,jika harus sakit hati nantinya dia sudah siap. Dia akan menjalani kebahagiaan nya untuk saat ini
"Akmal....aku mau tanya"ucap Rara sedikit takut
"apa?kalau bisa aku akan menjawabnya"jawab akmal
"hmmm...kenapa...kenapa kamu menghindari ku?padahal kau juga mencintaiku kan?"tanya Rara menatap ke arah wajah akmal
"aku takut...."jawab Akmal yang kini menatap mata Rara dan mengelus pipinya sambil menghela nafasnya
"kita berbeda ra....kamu,anak dari seorang pengusaha sedangkan aku...aku..."lanjut Akmal hingga bibirnya ditutup oleh jari telunjuk rara
"aku ngak perduli dengan itu ,bagi ku kau kebahagiaan ku. Aku rela ninggalin semua nya demi kamu"jelas Rara masih menatap mata akmal
Akmal mencium bibir Rara,dia merasa beruntung karena Rara lebih memilih dirinya dari pada harta nya. Kalau tau begini,dari dia akan menerima Rara dan menghadapi keluarga Rara walaupun nantinya dia akan merasa sakit hati dihina oleh keluarga Rara. Dia pernah menyaksikan sendiri bagaimana sahabatnya mengalami hal seperti itu,walaupun sahabatnya itu wanita biasa dan sama seperti nya yang hanya yatim piatu. Tapi akmal masih beruntung memiliki pekerjaan sebagai asisten direktur sementara sahabatnya itu hanya seorang sales kecantikan biasa saja yang mempunyai pacar seorang pengusaha muda yang meneruskan perusahaan ayahnya,dia tidak direstui oleh keluarga pacarnya bahkan dihina habis-habisan dan akhirnya mereka putus. Akmal lah yang menemani sahabatnya itu saat sedang sedih,akmal sudah menganggap sahabatnya itu sebagai keluarga nya
Makanya dia takut untuk mengakui perasaannya yang salah pada tempatnya,harusnya dia tidak mencintai wanita dari keluarga kaya. Tapi yang namanya hati ngak bisa tau dimana akan berlabuh,dia tidak akan memilih pada siapa atau bagaimana hatinya akan disakiti nantinya
Akmal baru ingat kalau dia masih berada dikantor,dia berdiri dan mengambil berkas-berkas untuk ditandatangani oleh dion. Rara memperhatikan gerak-gerik akmal yang ingin keluar,kemudian dia menarik tangan akmal dengan lembut
"kamu mau kemana sayang?"tanya Rara
"aku masih kerja,kamu pulang dulu. Nanti aku telpon kamu ya sayang...."jawab Akmal yang ingin keluar tapi Rara mengecup bibir akmal
"sayang....dion masih sibuk dengan istrinya jadi kamu bisa tenang-tenang dulu"jelas Rara sambil tersenyum
"apa benar?tapi sepertinya aku melihat dulu situasinya,aku ngak mau nanti dion marah-marah sama aku" jawab akmal
"kamu tunggu disini dulu ya....aku cuma sebentar aja kok"ucap akmal lagi sambil mencium kening Rara
Rara mengangguk,dia kembali duduk di sofa . Sedangkan akmal keluar menuju ruangan dion,silvi yang berada didepan ruangan dion berdiri saat melihat akmal berjalan mendekatinya
"pak dion didalam sil ?"tanya akmal
"iya pak,bersama istrinya. Mungkin lagi ngak mau di ganggu karena pak dion sepertinya lagi manja-manjanya sama istrinya" jelas silvi
Akmal tersenyum, dia tau betul bagaimana bos nya jika bersama istri nya itu. Makanya dia sangat memakluminya, kemudian dia menitipkan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh dion.
"kalau begitu saya titip disini saja,nanti kamu saja yang minta tandatangan pak dion ya"ucap akmal meletakan berkas-berkas diatas meja silvi
"bapak saja lah,aku takut dimarahi lagi oleh pak dion. Kalau sama istri nya bisa lembut dan manja tapi dengan ku pasti main bentak-bentak saja"jelas silvi sambil cemberut
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih 😘😘😘