NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anjas menjadi penengah (part 1)

Gelanggang olahraga ini adalah

sebuah stadium mini, tidak bisa di sebut mini juga. Karena hampir semua

olahraga bisa di lakukan di stadium ini. Dua lapangan futsal, kolam renang,

lapangan tenis, bola basket, gelanggang tinju dengan ringnya, gim yang lengkap.

Serta sebuah aula, tempat biasanya latihan bela diri berlangsung. Tempat ini

akan ramai akhir pekan, jika hari kerja, tempat ini akan ramai jika sudah sore

menjelang malam. Sampai tutup jam 11 malam. Orang-orang selain berolahraga juga

senang nongkrong dan bergaul di tempat ini. Ya, tempat mereka bisa

bersosialisasi dengan kelas sosial yang setara.

“ Bi, kau mau membunuhku.”

Anjas sudah terbanting diatas

matras. Bian mengatur nafasnya yang berhembus kencang. Dia sudah kelelahan.

Wajahnya di penuhi kemarahan. Hasrat yang kerap kali ia tunjukan jika dia sudah

tidak bisa menahan kebencian di dalam hatinya, rasa putus asanya terhadap

banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Anjas bangun, memasang kuda-kuda

lagi. Tinju tangan kiri Bian menusuk ke depan, kakinya masuk dari arah kiri.

Tepat dipinggang Anjas. Pria itu mengaduh berulang-ulang, dia melihat sorot

mata Bian, sama sekali tidak bersahabat.

“ Hei, apa salahku, kenapa kau ingin membunuhku.”

Mendengar pertanyaan itu Bian malah

semakin marah, dia  melayangkan pukulan

bertubi-tubi. “Hei hentikan.” Anjas mundur beberapa langkah.

“ Kenapa? Kenapa kau membawanya ke pesta semalam?”

“ Siapa.” Mundur beberapa langkah,

menghindari kaki Bian. “ Amanda dia memang pasti datangkan, ayahmu, ibumu. “

kali ini tangan Anjas menangkis tangan Bian. Bian mengaduh, saat tangannya

terpelintir. Refleks Anjas melepaskannya.

“ Gadis penjaga kasir itu bodoh,

kenapa, kenapa kau membawanya ke pesta?”

“ Key? Kenapa dengan Key? Hentikan Bi.”

Saat tinju Bian tepat menuju wajahnya,

Anjas menangkisnya dengan sempurna, memelintir tangan Bian, lalu menekuknya, Bian

menyeringai kesakitan. Anjas mendorong tubuh Bian sampai terjerembah ke matras.

Nafasnya ngos-ngosan. Anjas berjalan mendekat, menindih kaki Bian agar berhenti

bergerak.

“ Kau menyukainya?”

Bian mendengus dan memalingkan

wajah, namun Anjas bisa melihat sorot mata sedih yang coba disembunyikannya.

“ Aku bahkan tidak berani mengatakan siapa aku kak”

Anjas mulai mencerna kemarahan Bian, dia bangun dari kaki Bian, lalu berbaring diatas matras mensejajari tubuh lelaki malang itu. Kalau dari segi ilmu bela diri Anjas berada diatas Bian,

namun dia selalu mengalah dalam banyak hal. Baginya Bian bukan hanyalah anak

dari bos orang tuanya, atau laki-lakai beruntung yang bergelimang kemewahan

yang menjadi bosnya, dia selalu mengangap Bian seperti adiknya yang malang.

Pria muda yang tumbuh dengan kebencian di dalam dadanya. Seseorang yang lahir

dari kebencian dan tubuh besar dengan kepalsuan.

“ Sejauh apa hubunganmu dengannya?”

“ Kami bertemu setiap malam.” Bian

memulai ceritanya. Anjas terkejut bukan main. “ Ya, gadis itu membawakanku

makan malam buatannya. Di kotak bekalnya yang mungil, sambil tersenyum dia akan

menghabiskan bekalnya sambil bercerita banyak hal.”

“ Dan...”

“ Dan aku menikmatinya, aku tidak

mau kehilangan setiap moment berharga bersamanya. Jadi aku tidak pernah memberi

tahu siapa aku sebenarnya. Tentu saja sampai malam tadi, dia tahu siapa aku

dengan cara seperti itu. Kau pikir dia tidak membenciku sekarang.”

Bian menendang Anjas lagi. Pria itu

tidak membalas ataupun menghindar. Dia membiarkan Bian melampiaskan semua rasa

kesalnya.

“ kau takut kalau kau mengatakan siapa dirimu key akan berubah?”

“ Ntahlah.” Suaranya terdengar sangat sedih “ mungkin aku yang bodoh.” Kini ia memaki dirinya sendiri dengan marah.

Sekelebat wajah seorang gadis

melintas dalam ingatan Bian. Gadis polos yang ia temui di sebuah gelanggang

olahraga saat ia pergi jogging. Gadis manis yang awalnya tulus mengulurkan

persahabatan padanya, namun semuanya berubah, saat ia tahu siapa dirinya. Gadis

itu seperti menjadikannya alat untuk mendapatkan kelas sosial dalam

kehidupannya. Hingga Bian begitu membencinya seperti perasaan yang muncul pada

wanita-wanita yang dekat dengannya selama ini.

“ Kenapa tidak kau beri kesempatan

Key untuk masuk ke hatimu.”

Bian tertawa. “ Terlambat kak.

Semuanya sudah terlambat, aku yakin, dia membenciku. Aku bahkan tidak berani

melihat matanya kemarin. Tapi sejujurnya aku lebih senang kalau dia membenciku.

Itu benar-benar menunjukan kepolosannya.”

“ Bi, kamu tahukan setiap orang itu berbeda-beda.”

“ Ntahlah.”

“ Kenapa tidak mengatakannya dari

awal, kau tidak perlu membunuhku seperti ini. Auu, badanku rasanya sakit semua.

“ Anjas berdiri, menyambar handuk. Dia sudah paham duduk masalahnya sekarang.

“ Kau mau kemana kak.”

“ Bekerja, aku ini cuma pegawai di Grand Mall.”

Bian masih tidak bergerak dari

matras, dia memandang ke langit-langit ruangan yang tinggi. Wajah Key yang

ceria muncul begitu saja. Senyum senangnya semalam saat bertemu Aryamanda, saat

tangan aktor tampan itu mendarat dikepalanya. Rasa cemburu dan marah Bian

serasa pudar melihat senyum dan tawa bahagia Key. Ya semua kejadian semalam

tidak lepas dari pengamatannya. Bagaimana kedekatan Key dan Amanda, dalam hati

dia berkata, ternyata Amanda gadis yang cukup baik. Semuanya ia rekam dalam

ingatannya, bahkan sampai Key menghilang dengan truk makanan milik Adiguna

grup. Dia juga tahu, kalau gadis itu berkeliling mencarinya semalam, namun ia

tidak punya keberanian, dan hanya bersembunyi. Akhirnya ia pergi membawa semua

kegundahannya. Bahkan ia tidak berani untuk hanya sekedar menyentuh ponselnya

dari semalam. Walaupun iapun tidak terlalu berharap key akan menghubunginya

terlebih dahulu. Ia memejamkan matanya.

 

“ Mba kak anjas telfon.” Basma

menyodorkan ponsel kepada key yang sedang mengeringkan mangkok-mangkok kecil.

Mereka berdua sudah mencuci semua pekakas yang kotor. Tinggal membereskan dan

menyimpannya di gudang.

“ Hallo kak, ini key” key

“ Hallo key, mau menagih janjimu siang ini.”

“ Apa kak?” binggung sendiri, tidak

merasa berjanji apa-apa.

“ Traktir aku makan siang.”

“ Ooo, baik, baik. Kak anjas mau

ditraktir dimana, nanti kita bisa ketemuan di sana.”

“ Gak usah, kirim alamat rumah key

aja, biar aku yang jemput.”

“ Gak usah kak, nanti merepotkan.”

“ Gak papa, udah dulu ya, sampai

ketemu nanti. Eh, tapi kamu gak dagangkan hari ini?”

“ Gak kak, key libur, beres-beres

perlengkapan semalam.”

“ Oke deh, nanti setengah jam

sebelum berangkat aku kabarin lagi ya, hari ini full agenda.”

“ ia kak, semangat.”

Telfon terputus. Dia memandang

adiknya yang menunggu penjelasan. “ Kak anjas minta untuk di traktir.”

“ Sekarang?”

“ Nanti siang. Bas ikut ya.”

Basma terlihat berfikir keras,

tidak mungkin kak Anjas tanpa alasan menelfon minta untuk ditraktir. Rasanya

mustahil jika hanya karena alasan balas budi. Ini pasti ada hubungannya dengan

Bian. “ Gak ah kak, aku ada janji.”

“ Janji apa?”

“ Sama kasur. Haha.”

Key melemparkan lapnya, mendarat

tepat di wajah Basma yang massih terkikik. Mereka meneruskan membereskan

mangkok. Setelah boks terisi penuh mereka berdua sama-sama mendorong masuk ke

dalam kamar yang dijadikan gudang untuk menyimpan pekakas. Ruangan yang dulu

menjadi tempat produksi roti.

“ Aaa, selesai juga. Banyak juga ya

bas, mau kita apakan mangkok-mangkok itu ya.”

“ kenapa kamu gak jualan pake

mangkok aja mba, lebih hematkan, mengurangi sampah plastik jugakan. Ikut

menjaga alam dari limbah plastik yang butuh tahunan untuk di urai oleh alam.”

“ Ia si, kadang mba merasa sedih

juga liat sampah plastik makanan banyak sekali, tapikan mangkoknya kecil bas,

gak cukup buat lima somai.” Key selonjoran sambil menyalakan tv. Berita hiburan

nasional.

Tangan key langsung terdiam, dia

ingin memencet remote namun tangannya tidak bergerak. “ Sudah mba, gak usah

dilihat.” Basma mengambil remote tv dan menganti saluran. Berita pertunangan

pewaris Adiguna grup dan model cantik pewaris Morela sedang menjadi berita

terpanas hari ini. Dari tadi pagi, hampir semua stasiun tv mengulang-ulangnya

dari berbagai versi cerita.

“ Mereka memang terlihat sangat

serasi.” Ujar key pelan. Akhirnya Basma menemukan acara memasak di sebuah tv.

Merekapun menonton itu. “ Cantik dan tampan, sama-sama memiliki status sosial

yang sama.”

“ Apa si mba.” Basma menoleh pada

key. “ Kamu benar-benar menyukainyakan.”

“ Tidak.” Key panik sendiri.

“  Tidak apanya.”

“ Benar bas, kami ini hanya teman,

teman saja tidak lebih. Aku memang berlebihan, aku tidak sedang memprotes

hubungan mereka kok, atau iri pada Manda. Haha, bagaimana mungkin aku bisa

mensejajarkan diri dengan seorang Amanda Hiller. Apa aku sudah gila. Hanya,

hanya...”

“ hanya apa mba?”

“ hanya ntah kenapa, bagian kecil

di hatiku merasa sakit.” Key memyentuh dadanya, bibirnyapun bergetar. “ Aku

tidak seharusnya marah, kesal ataupun kecewa dengan pertunangan itu, karena

jelas-jelas hubunganku dengan kak Bian memang hanya persahabatan. Diapun hanya

mengangapku begitu. Jadi akupun memang tidak berhak untuk marahkan.”

“ kenapa tidak kamu hubungi kak

bian saja mba, bertanya padanya dan minta penjelasan darinya.”

Key mengelengkan kepalanya

keras-keras.

“ Tidak, bagaimana mungkin aku

minta dia menjelaskan sesuatu yang aku sendiri tidak ada hak apapun di sana,

kami hanya teman bas, lantas bagaimana mungkin aku harus bertanya tentang,

kenapa dia bertunangan. Tapi...." Kata-kata Key menggantung. " Tapi, kenapa kalau dia punya pacar dia mendekatiku dan begitu

baik padaku.” Pada akhirnya kalimat itu diucapkan juga oleh key. “ kenapa dia

mendekatiku, kenapa kami harus berteman dan menjadi begitu dekat jika dia

bahkan punya tunangan yang begitu cantik. Kenapa dia mengajakku bicara.”

Air mata tanpa alasan kembali mengantung dipelupuk mata key. Basma tersadar, dia

mengusap air mata itu lembut. Menyandarkan kepala key ke bahunya. Membiarkan

perlahan isak key ia lepaskan. Ya, gadis setegar karang ini pada akhirnya rapuh

juga oleh perasaan cinta. Ia tak akan menangis tentang kerasnya kehidupan yang

harus ia jalani, atau pada lelahnya semua upaya dan kerja kerasnya untuk hidup

secara layak. Ia menangis untuk laki-laki yang bahkan tidak dia akui kalau ia

menyukainya. Basma membiarkan key sesengukan, melepaskan semua tangisnya.

BERSAMBUNG......

Update banyak gaesss, like ya biar aku seneng... wkwkw 😉😉😉

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!